Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISA SIFAT- SIFAT BAJA HARDENING YANG DIGUNAKAN DALAM INDUSTRI OTOMOTIF Muslih Nasution
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 2, No 1 (2017): PISTON NOVEMBER
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.735 KB)

Abstract

Baja st 60 adalah baja karbon menengah tanpa dipanaskan kekerasannya adalah HRc 15,65. Kemudian dipanaskan pada temperatur 8000C 9000C, dan 10000C dan tahan 0.5 jam. Baja tersebut dikuenching dengan  media pendingin air (H2O) kekerasannya masing-masing 77,75 HRc, 94,00 HRc dan 112,73 HRc, dengan media pendingin air garam (NaCl) kekerasannya masing-masing 45,6 HRc, 65,00 HRc dan 88,50 HRc, sedangkan media pendingin oli diperoleh kekerasannya masing-masing32,25 HRc, 49,50 HRc dan 75,24 HRc. Kemudian ditemper pada temperature 3000C, kemudian dicelup kembali dengan air (H2O) kekerasannya masing-masing 68,36 HRc, 80,11 HRc dan 98,75 HRc. Dicelup dengan air garam (NaCL) kekerasannya masing-masing adalah 40,60 HRc, 55,50 HRc dan 79,90 HRc. Pendinginan dengan oli kekerasannya masing-masing 29,73 HRc, 43,36 HRc dan 67,18 HRc. Dalam hal ini tempering dengan 3000C Dari keseluruhan pengujian tempering terjadi penurunan kekerasan 8% s.d 20%. dengan tempering pada 4000C. Akibatnya terjadi penurunan kekerasan, Pendinginan dengan air kekerasannya adalah 61,40 HRc, 75,13 HRc dan 87,40 HRc, Pendinginan air garam (NaCl) kekerasannya 41,60 HRc, 50,39 HRc, 68,60 HRc, pendinginan dengan oli kekerasannya menjadi 32,27 HRc, 45,36 HRc dan 58,93 HRc. Ternyata terjadi penurunan kekerasan 18% s.d 25%. Setelah dilakukan tempering pada 5000C maka terjadi penurunan kekerasan, pendinginan dengan air kekerasannya 59,36 HRc, 65,22 HRc, 72,57 HRc, air garam kekerasannya 55,60 HRc, 59,20 HRc, 63,90 HRc dan pendinginan dengan oli kekerasan nya menjadi 36,60 HRc, 40,36 HRc, 52,18 HRc. Jika dibandingkan Harga kekerasan sebelum di tempering dan sesudah ditempering tejadi penurunan kekerasannya 24% s.d 30%. Annealing pada temperature 8000C didinginkan dapur kekerasan 15,65 HRc.
ANALISA EFISIENSI KETEL UAP KAPASITAS 7 TON/JAM PADA PT CHAROEN POKPHAND INDONESIA KIM II MABAR Habibul Haj Ritonga; Muslih Nasution; Suhardi Napid
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 7, No 1 (2022): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketel uap mempunyai peranan yang sangat penting dalam kelangsungan kinerja dari sebuah pabrik pakan ternak dengan kata lain bisa dikatakan sebagai jantung dari pabrik pakan ternak. Fungsi dari ketel uap adalah menghasilkan uap yang digunakan untuk kebutuhan proses produksi pakan ternak.PT Charoen Pokphand Indonesia menggunakan Ketel Uap berbahan cangkang kelapa sawit dengan jenis Ketel Uap Pipa Api dengan spesifikasi produksi uap 7 Ton/Jam, tekanan uap rata-rata 8,2 Bar dan temperatur uap rata-rata 2710C.Dengam menggunakan Analisa metode langsung untuk mencari nilai Efisiensi dari Ketel Uap kapasitas 7 Ton/Jam dari tanggal 03 Mei 2021 sampai 09 Mei 2021. Maka didapat nilai Efisinsi masing-masing 03 Mei 2021 : 64,51 % ; 04 Mei 2021 : 62,34 % ; 05 Mei 2021 : 64,60 % ; 06 Mei 2021 : 62,44 % ; 07 Mei 2021 : 64,31 % ; 08 Mei 2021 : 64,31% ; 09 Mei 2021 : 64,50%. Dengan hasil efisiensi tertinggi pada tanggal 07 Mei 2021 dan Efisiensi terendah pada tanggal 04 Mei 2021.
PENGARUH VARIASI KATUP TERHADAP DAYA TURBIN PELTON PADA PEMBANGKIT LISTRIKTENAGA MIKROHIDRO Muhammad Fadly; Muslih Nasution; Muksin R Harahap
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 6, No 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi potensial air sudah banyak dimanfaatkan masyarakat secara luas dan digunakan untuk pembangkit listrik. Potensi air sebagai sumber utama sebagai penyedia energi listrik tenaga air ataupun mikrohidro.  Energi listrik merupakan sumber energi yang paling dibutuhkan karenaenergi listrik berperan penting bagi masyarakat di era moderen dan digital. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yang diperlukan dalam penulisan penelitian skripsi ini adalah dengan menggunakan metode studi literatur dan studi observasi. Substansi yang banyak dibahas dalam laporan ini adalah mengenai Turbin Pelton pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Didalam penelitian Turbin Pelton ini, bagian utama yang dibahas adalah efisiensi, rancangan, dan perporma pada turbin pelton.
ANALISA WAKTU PEMANASAN CPO DI PT. SARANA AGRO NUSANTARA BELAWAN Mora Yoga Daniel Ambarita; Muslih Nasution; M. Rafiq Yanhar
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 7, No 1 (2022): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini telah ditunjukkan analisa waktu pemanasan CPO (Crude Palm Oil / Minyak Kelapa Sawit). Dengan menggunakan metode pengukuran temperatur berupa perendaman termometer berjenis Cup Termometer di dalam pertengahan cairan CPO yang di dalam Tangki Timbun Darat (Storage Tank)selama ± 10 menit dan diperoleh temperatur dari CPO tersebut. Pengukuran temperatur CPO dilakukan untuk mengetahui panas dari CPO tersebut, dimana akan digunakan sebagai Density dari CPO tersebut, lalu digunakan untuk menghitung atau mengkalibrasi volume CPO di dalam tangki timbun berdasarkan tinggi dari CPO tersebut. Adapun pengukuran temperatur CPO tersebut lebih baik dilakukan sewaktu CPO dipanaskan. Tujuan lain dari pemanasan CPO adalah untuk mengurangi kekentalan CPO guna meringankan kinerja pompa dalam pemompaan
PENGUJIAN TURBIN ANGIN DARRIEUS DI PANTAI MATEMATIK DELI SERDANG DENGAN VARIASI JUMLAH BLADE Muslih Nasution; M. Rafiq Yanhar; Rusdian Tri Putra
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 3 (2023): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi efisiensi energi yang dibangkitkan adalah jumlah bilah angin. Penelitian ini dapat memberikan reverensi kepada masyarakat secara umum dan khususnya kepada peerancang turbin angin darrieus dengan rumitnya perhitungan dari konstruksi turbin tersebut, mereka dapat memilih konstruksi yang tepat. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dperhitungan didapat bahwa turbin dengan sudu 3 buah mampu menghasilkan efisiensi yang lebih baik dibandingkan dengan turbin dengan sudu berjumlah 2 dan 4. Maka dapat dilihat bahwa semakin banyak jumlah sudu turbin tidak menjadi acuan besarnya tingkat efisiensi yang dihasilkan, sebab semakin banyak sudu, maka aliran angina juga dapat terganggu, serta massa dari sudu turbin tersebut juga akan mempengaruhi putaran poros ke generator.Pada grafik Performa Turbin Darrius 2 sudu memperoleh daya masikum sebesar 11,32 watt, pada turbin performa turbin darrius 3 sudu memperoleh daya maksimum sebesar 65 watt, dan pada turbin performa turbin darrius 4 sudu memperoleh daya sebesar 11,92 watt. Pada perbandingan performa turbin Darrius berdasarkan besar kuat arus yang dihasilkan. Kuat arus maksimum ihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 3 buah, dan kuat arus minimum dihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 4 buah. Perbandingan performa turbin Darrius berdasarkan besar voltase yang dihasilkan. Voltase maksimum ihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 4 buah, dan voltase minimum juga dihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 4 buah.Namun dapat dilihat performa turbin yang menghasilkan voltase rata-rata terendah adalah turbin Darrius dengan 2 sudu. Perbandingan performa turbin Darrius berdasarkan besar daya yang dihasilkan. Daya maksimum dihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 3 buah, dan daya minimum juga dihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 4 buah.
PENGARUH JUMLAH VARIASI SUDU TERHADAP DAYA OUTPUT YANG DIHASILKAN TURBIN PELTON PADA PLTMH Suhardi Napid; Muslih Nasution; Rizky Maulana Sibarani
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 2 (2023): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbin air merupakan penggerak yang mengubah energi kinetik dan aliran fluida dengan kecepatan tinggi menjadi energi mekanik berupa putaran roda turbin. Dalam hal tersebut air memiliki energi potensial. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro yang memanfaatkan tenaga (PLTMH) adalah pembangkit listrik berskala kecil yang memanfaatkan tenaga aliran air sebagai sumber penghasil energi. PLTMH termasuk sumber energi terbarukan dan layak disebut clean energy karena ramah lingkungan.Tujuan penelitian ini adalah unuk mengetahui pengaruh yang dihasilkan dari jumlah variasi sudu yang digunakan pada turbin pelton. Pada variasi sudu 12 Rpm yang didapat yaitu 1015 Rpm dan daya output t yang dihasilkan 1.8 watt. Pada variasi 14 sudu Rpm yang didapat 1085 dan output yang dihasilkan 4.02 watt. Pada variasi 16 sudu Rpm yang didapat 1078 dan output yang dihasilkan 2.52 watt. Pada turbin pelton jumlah sudu yang digunakan mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap daya output yang dihasilkan oleh sebuah turbin, maka dari itu sangat penting untuk memilih berapa jumlah sudu yang akan digunakan dalam merancang sebuah turbin.