Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENERAPAN SISTEM KLASIFIKASI KHUSUS DI PERPUSTAKAAN DIVISI KNOWLEDGE MANAGEMENT PT. PMLI (IPC CORPORATE UNIVERSITY) Mohammad Murtando; Anis Masruri
Tibanndaru : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 5, No 2 (2021): Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1221.113 KB) | DOI: 10.30742/tb.v5i2.1592

Abstract

Perpustakaan divisi Knowledge Management merupakan perpustakaan khusus di bawah naungan PT. Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PT. PMLI), perpustakaan ini mendedikasikan diri sebagai pusat informasi dan pengetahuan di bidang kepelabuhanan. Sebagai perpustakaan khusus, koleksi perpustakaan didominasi dengan subyek port, maritime dan logistics, dan menggunakan sistem klasifikasi khusus. Lantas bagaimanakah bentuk notasi sistem klasifikasi khusus tersebut, dan bagaimanakah cara penerapannya?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur, observasi parsipatif pasif dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta teknik triangulasi dan membercheck. Hasil penelitian menjelaskan bahwa berdasarkan hasil wawancara, observasi dan tinjauan literatur, notasi sistem klasifikasi khusus di perpustakaan divisi Knowledge Management PT. PMLI, membagi bagan sistem klasifikasi koleksi menjadi 5 besar berdasarkan jenis koleksinya yaitu: 1). Textbook (TXT), 2). Reference (REF), 3). Thesis and Dissertation (TD), 4). IPC Publication (IPC), 5). koleksi umum (LC). Proses penerapan sistem klasifikasi khusus melalui 4 tahapan yaitu: 1). analisis subjek, 2). pengklasifikasian, 3). labelling, 4). shelving, namun dalam buku panduan tersebut belum dijelaskan secara terperinci. Sehingga perlu kiranya untuk memperbarui dan melengkapi sistem klasifikasi dan aturan penerapan dalam buku pedoman tata kelola perpustakaan divisi Knowledge Management PT. PMLI.Kata Kunci: Sistem Klasifikasi Khusus; Sistem Temu Kembali Informasi; Perpustakaan Divisi Knowledge Management PT. PMLI
SMART LIBRARY: ANTARA KONTESTASI ATAU KOLABORASI DENGAN GOOGLE DALAM MENGHADAPI DIGITAL NATIVE Silva Enlevi; Anis Masruri
JURNAL ILMU PERPUSTAKAAN (JIPER) Vol. 5, No. 1 (2023): Maret
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jiper.v5i1.14374

Abstract

Google telah berhasil di dalam memenuhi beragam kebutuhan generasi Digital native, maka diperlukan sebuah perubahan yang dilakukan oleh perpustakaan. Perubahan tersebut dapat dilakukan dengan mengembangkan perpustakaan gaya baru, yakni perpustakaan pintar (Smart library). Smart library akan dirasa mampu dalam menghadirkan segala hal yang dibutuhkan oleh generasi digital native saat ini. Metode yang akan dipakai dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan yang dilakukan dengan menganalisis data melalui kegiatan mengumpukanberbagai macam sumber yang relevan dengan topik yang sedang diteliti, seperti buku, jurnal ilmiah, prosiding, maupun artikel ilmiah lainnya. metode kepustakaan juga dapat dipahami sebagai suatu metode pengumpulan data pustaka, membaca, dan menyatat, serta mengolah bahan penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah smart Google yang mengusung sebuah konsep baru dari perpustakaan, memberikan sebuah tawaran yang menarik kepada pemustaka. Anggapan pemustaka bahwa perpustakaan sebagai sebuah ruang fisik yang usang, dan tidak mampu menyaingi Google kini telah terbantahkan. Smart library yang merupakan perpustakaan pintar, dengan kemampuan yang pintar, akan mampu menciptakan manusia yang juga pintar. Smart library mengusung konsep dasar dengan berorientasi kepada kenyamanan pengguna, dengan open data repository, yang didukung oleh technological playground, serta berlokasi di lingkungan yang sustainable, akan mampu berkembang dan melayani pemustaka yang tidak hanya berasal dari generasi sekarang (digital native), akan tetapi juga generasi-generasi yang akan datang. Selain itu, smart library juga mempunyai dimensi dengan smart services, smart people, smart governance, dan smart place. Dimensi yang dimiliki smart library, akan mampu bersaing dengan Google sebagai pusat sumber daya informasi kontemporer. Kata Kunci:Perpustakaansmart librarygoogle 
Pengembangan Kompetensi Pustakawan Dalam Layanan Perpustakaan Perguruan Tinggi Amikom Yogyakarta Muhamad Syahrul Mubarok; Anis Masruri
Al-Ma'mun Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jkki.v4i1.7525

Abstract

Melalui penelitian ini, dalam artikel menyajikan mengenai pengembangan koleksi pustakawan dalam layanan perpustakaan perguruan tinggi. Adapun metode yang digunakan yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif tentang pengembangan perpustakaan dalam layanan perpustakaan perguruan tinggi. Adapun literatur yang diambil yaitu dari jurnal penelitian dan buku. Hasil dari penelitian ini adalah upaya-upaya dalam pengembangkan kompetensi pustakawan karena pustakawan yang kompeten secara hardskill dan softskill menjadi kunci utama baik buruknya penilaian civitas akademika terhadap perpustakaan perguruan tinggi.
Pengembangan Kompetensi Pustakawan Dalam Layanan Perpustakaan Perguruan Tinggi Amikom Yogyakarta Muhamad Syahrul Mubarok; Anis Masruri
Al-Ma'mun Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jkki.v4i1.7525

Abstract

Melalui penelitian ini, dalam artikel menyajikan mengenai pengembangan koleksi pustakawan dalam layanan perpustakaan perguruan tinggi. Adapun metode yang digunakan yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif tentang pengembangan perpustakaan dalam layanan perpustakaan perguruan tinggi. Adapun literatur yang diambil yaitu dari jurnal penelitian dan buku. Hasil dari penelitian ini adalah upaya-upaya dalam pengembangkan kompetensi pustakawan karena pustakawan yang kompeten secara hardskill dan softskill menjadi kunci utama baik buruknya penilaian civitas akademika terhadap perpustakaan perguruan tinggi.
KETERAMPILAN INTERPERSONAL SEBAGAI MODAL KULTURAL DI DALAM MENGHADAPI TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL Silva Enlevi; Anis Masruri
Pustakaloka Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v15i1.5586

Abstract

Abstrak: Keterampilan interpersonal merupakan salah satu modal wajib yang harus dimiliki pustakawan untuk dapat melaksanakan program inklusi sosial, karena dalam konsepnya, inklusi sosial sangat erat kaitannya dengan hubungan perpustakaan terhadap masyarakat. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa keterampilan interpersonal menjadi modal kultural di dalam program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Penelitian ini menggunakan studi kepustaaan (library research). Caranya yaitu dengan menganalisis data melalui kegiatan mengumpukan berbagai macam sumber yang relevan dengan topik yang sedang diteliti, seperti buku, jurnal ilmiah, prosiding, dan artikel ilmiah lainnya. Hasil dari penelitian ini adalah keterampilan sosial adalah sebuah soft skill yang merupakan bagian dari modal kultural yang dikemukakan oleh Pierre Bourdieu di dalam teori praktik modalnya. Keterampilan interpersonal dengan cakupannya berupa keterampilan dalam berkomunikasi, berkesadaran diri, dan memahami orang lain, ternyata dapat menjadi modal kultural di dalam melaksanakan program inklusi sosial, yang selalu berhubungan dengan masyarakat. Simpulan dari penelitian ini adalah Keterampilan interpersonal diartikan sebagai dasar komunikasi tatap muka, yang harus dimiliki oleh para profesional di dalam mengelola suatu hubungan dengan orang lain, yang bertujuan untuk menghasilkan keadaan yang diinginkan. Kemampuan komunikasi, empati, mendengarkan, dan memahami masyarakat membuat kegiatan-kegiatan yang menjadi bagian dari program inklusi sosial dapat terlaksana.Kata Kunci: Keterampilan interpersonal; Pustakawan; Inklusi Sosial; Modal; Masyarakat
Evaluasi Program Pendidikan Pemakai Perpustakaan IST AKPRIND Yogyakarta dengan Model Center for the Study of Evaluation – University of California in Los Angeles (CSE-UCLA) Yusrin Karauna; Anis Masruri
Literatify: Trends in Library Developments Vol 4 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/literatify.v4i2.36275

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the activities of the user education program at the IST AKPRIND library in Yogyakarta by using a model the CSE-UCLA evaluation which consists of four stages namely;(1) Needs Assessment, (2) Program Planning, (3) Formative Evaluation, (4) Summative Evaluation. This research method is a quantitative descriptive research method. Determination of data source retrieval by means incidental sampling data collection techniques with questionnaires. Respondents in this study were 50 students. The results of the research show that in stages Needs Assessment, focusing on programs, goals and analysis of human resource needs for user education by 97.5% is categorized as very suitable. Program Planning, this stage is related to program materials, program planning, mentors or presenters, students and user education budgets of 94.35% categorized in accordance. Stages Formative Evaluation, regarding the implementation process, implementation suitability, facilities and infrastructure as well as user education monitoring and supervision of 98.37% which are categorized as very appropriate. Then stages Summative Evaluation, an evaluation of the achievement of program objectives and the impact of the user education program of 98.25% is categorized as very appropriate.
GLOBALISASI MENGUBAH PARADIGMA PEMUSTAKA MENJADI MASYARAKAT ‎INFORMASI Unyil Unyil; Dina Amanda; Anis Masruri
Maktabatuna Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mj.v5i1.5478

Abstract

Penelitian ini mengarah kepada globalisasi dalam mengubah paradigma pemustaka menjadi ‎masyarakat informasi. Menggunakan metode kualitatif pada pendekatan studi literature dengan cara ‎menelaah buku, literatur, catatan, laporan yang berhubungan dengan masalah yang berkaitan dengan ‎penelitian yang dilakukan, sumber informasi baik informasi yang mereka butuhkan maupun yang ‎tidak mereka butuhkan. Globalisasi sudah mengantarkan masyarakat ke dua pilihan, Positif atau ‎Negatif dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan. Konsep masyarakat informasi yang ‎didiskusikan yakni melihat keadaan masyarakat yang terfokus pada keadaan masyarakat saat ini yang ‎sudah menjadi masyarakat global. Hal tersebut bermakna masyarakat sudah berfikir dan bertindak ‎secara bebas karena tersedianya berbagai sumber informasi baik informasi yang mereka butuhkan ‎maupun yang tidak mereka butuhkan. Globalisasi sudah mengantarkan masyarakat ke dua pilihan, ‎Positif atau Negatif dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan.‎