Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Development System and Reconstruction Method of Translation-Rotation Computed Tomography Using Efficient Sampling Nuril Ukhrowiyah; Khusnul Ain
Jurnal ILMU DASAR Vol 12 No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.809 KB)

Abstract

Translation-rotation computed tomography system has been successfully built on this research. The system can be used for the scanning process with sampling method square and hexagonal. It also has been obtained interpolation and reconstruction methods are able to produce reconstruction images fast and accurate. Translation-rotation computed tomography system was built by assembling several instruments that have been made and have existed in the laboratory. Performance of the system was tested by scanning test object. Scanning process has been conducted with the circular test object from metal. Scanning process carried out by performing various of three resolutions, i.e. 31 pixels × 31 pixels, 63 pixels × 63 pixels and 127 pixels × 127 pixels. The sinogram data are square and hexagonal patterns. The sinograms are reconstructed by SCFBP (Summation Convolution Filtered Back Projection) and ART (Algebraic Reconstruction Technique) reconstruction method. Hexagonal sinogram pattern has been interpolated by vertical, horizontal and cross interpolation before reconstructed by ART and SCFBP reconstruction method. Reconstruction image of hexagonal pattern were analyzed by comparing the line profile and its rmsd value of the reconstruction image of square pattern. Performance of the constructed system in the research produced reconstruction image appropriated with objects test. The best interpolation for hexagonal sinogram pattern is cross interpolation. The ART methods produced image reconstruction better than SCFBP reconstruction methods.
THE USE OF THE KANSEI ENGINEERING METHOD IN THE DESIGN OF THE MULTIVARIANCE MOUNT WEAPON WIRELESS CONTROL SYSTEM Prayit Suprayitno; Marsono Panjaitan; Khusnul Ain; Moh. Yasin
Jurnal Pertahanan: Media Informasi ttg Kajian & Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism & Integrity Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : The Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jp.v8i3.1850

Abstract

The Frogman Forces Command or Kopaska (Komando Pasukan Katak) is one of the special forces owned by the Indonesian Navy (TNI AL). Kopaska unit often carries out covert operations such as Amphibious Operations, Special Operations, and other supports to expedite Indonesian Navy operations. To support the implementation of these tasks, the Kopaska unit needs to be equipped with special equipment to carry out operational tasks. Currently, the Kopaska unit does not yet have a weapon mount that can be controlled remotely. This study proposes a multivariance weapon wireless system control that is designed to be used remotely by using a mobile application through the internet. A Multivariance Mount Weapon Wireless System Control was designed using the Kansei Engineering method to provide alternative tools to support Kopaska tasks more effectively and efficiently and be able to minimize material and personnel losses. The average value of the level of user satisfaction with the tool design has reached a fairly good position, namely 3.17 from the initial value of 1.36 (scale 1 to 4), so this new product is ready as an alternative to be produced. 
Pemberdayaan Tenaga Kesehatan Melalui Pelatihan Physiolaser untuk Meningkatkan Pelayanan di Puskesmas Polanharjo Klaten Jawa Tengah Astuti, Suryani Dyah; Suhariningsih; Winarno; Khusnul Ain; Susilo, Yunus; Alma, Ahmad Faizin; Rohman, Muchammad Nurur; Arifianto, Deny; Luthfiyah, Sari; Abror, Ghulam Muhammad
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.12733

Abstract

Mutu Permasalahan kesehatan terkait nyeri muskuloskeletal, seperti nyeri sendi, otot, dan nyeri punggung bawah, masih menjadi tantangan signifikan yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Menyadari urgensi tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan fisioterapi melalui pemberdayaan tenaga kesehatan di Puskesmas Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membekali tenaga kesehatan dengan pengetahuan dan keterampilan mutakhir dalam penggunaan inovasi teknologi Physiolaser, guna mengoptimalkan terapi nyeri dan meningkatkan efektivitas layanan fisioterapi yang diberikan kepada pasien. Metodologi yang diterapkan dalam program ini bersifat komprehensif dan sistematis, mencakup tahapan sosialisasi, pelatihan intensif, penerapan langsung teknologi, pendampingan, serta evaluasi berkelanjutan. Partisipasi aktif dari Puskesmas Polanharjo sebagai mitra kunci sangat krusial dalam menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Hasil evaluasi, yang dilakukan melalui pre-test dan post-test, menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan yang signifikan pada peserta setelah mengikuti pelatihan. Lebih lanjut, survei kepuasan peserta mengindikasikan tingkat kepuasan yang sangat tinggi, mencapai 99,3%, menegaskan bahwa program ini relevan dan memberikan manfaat substansial sesuai kebutuhan mereka. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil menunjukkan bahwa adopsi teknologi Physiolaser mampu secara signifikan meningkatkan kapabilitas pelayanan fisioterapi di Puskesmas Polanharjo. Capaian ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan, tetapi juga memberikan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang lebih baik dan inovatif. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model inspiratif bagi pengembangan pelayanan kesehatan serupa di wilayah lain, dengan rekomendasi untuk melaksanakan pelatihan dan evaluasi berkala guna menjamin keberlanjutan dan optimalisasi penggunaan teknologi Physiolaser di masa mendatang.