Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Arsitektur

IDENTIFIKASI INTERIOR PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI KOTA BANDUNG (STUDI KASUS : GPIB MARANATHA BANDUNG) M Rizky Fauzi; Yusuf Satria Wicaksono; Rizky Julian Dewanto; Muhammad Daffa Wafda A; Ardhiana Muhsin
Jurnal Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cultural heritage is a material cultural heritage inherited from previous generations which is then preserved by the next generation. Bandung is a city that has quite a lot of cultural heritage objects, one of which is a cultural heritage building that needs to be preserved by the community. The process of preserving cultural heritage does not need to produce a new design work, the preservation of cultural heritage buildings can be done with several stages, one of which is identifying architectural historical objects, with a case study of GPIB Maranatha Bandung, a combined qualitative and quantitative method is used in identifying the GPIB Maranatha Bandung building through the following research stages: (a) field observation at the observation location including interviews, measurements and recording as well as related supporting documents (b) identifying and analyzing the details of each exterior element of the building (tower, and terrace) (c) identifying and analyzing the details of each interior element of the building (zoning space, foyer/stair room, worship space, balcony, priest preparation room, openings, ceiling, floor, and other supporting elements.
DISPLAY INTERAKTIF INFORMATIF MUSEUM BRIN DENGAN TEMA ADAPTASI EDUKASI Ridwan Adimaja; Ardhiana Muhsin
Jurnal Arsitektur Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum merupakan salah satu sarana pendidikan yang efektif untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat. Untuk meningkatkan efektivitas museum sebagai sarana pendidikan, perlu dilakukan kajian mengenai interaksi manusia dan ruang pada interior museum. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana interaksi manusia dan ruang dapat dirancang untuk mendukung tujuan museum sebagai sarana pendidikan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Bagaimana rancangan pada display interior museum BRIN itu dirancang.Hasil penelitian bertujuan menunjukkan bahwa desain display dapat mendukung interaksi manusia dan ruang terhadap desain interior Museum menjadi sarana pendidikan dirancang secara cermat untuk mendukung tujuan pendidikan pada museum. Ruang-ruang di museum didesainuntuk mengakomodasi berbagai kegiatan belajar, seperti eksplorasi, dan berdisukusi, Selain itu, ruang-ruang di museum juga didesain untuk mendorong interaksi sosial antar pengunjung. Selain itu, ruang-ruang di museum juga didesain dengan menggunakan berbagai media visual dan audiovisual yang dapat membantu pengunjung dalam memahami informasi yang disampaikan. Media-media ini dirancang secara menarik dan interaktifsehingga dapat menarik perhatian pengunjung. Secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi manusia dan ruang dapat dirancang secara efektif untuk mendukung tujuan pendidikan pada museum. Rancangan ruang yang mendukung interaksi manusia dan ruang dapat mendorong pengunjung untuk lebih aktif dalam belajar dan berdiskusi.