Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : REKA KARSA

Desain Ruang Luar Ditinjau Dari Pola Aktivitas Dalam Optimalisasi Lahan Pada Rusunawa Muhsin, Ardhiana; Wibisono, M. Azhar; Zahara, Trina; Keisha, M. Reidina
REKA KARSA Vol 4, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.999 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i1.1385

Abstract

Desain Ruang Luar Ditinjau Dari  Pola Aktivitas Dalam Optimalisasi Lahan Pada Rusunawa   Ardhiana muhsin, triana zahara, muhamad azhar wibisono, Mochamad reidina keisya Jurusan Teknik Arsitektur - Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : trianazahara@gmail.com   Abstrak Tumbuhnya kantong-kantong kumuh baru perkotaan. Hal ini telah mendorong  pemerintah terutama pemerintah daerah agar dapat memanfaatkan lahan seoptimal mungkin untuk pemenuhan kebutuhan perumahan berupa pembangunan perumahan secara vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah yaitu Rumah Susun. Seperti halnya pada Kelurahan Cigugur Tengah Kota Cimahi yang merupakan salah satu wilayah padat dan kumuh. Penelitian ini bertempat di Rusunawa Cigugur-Cimahi bertujuan untuk mendiskusikan bagaimana mengoptimalkan ruang luar seperti pemanfaatan lahan-lahan kosong yang tersedia agar dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan pola aktifitas  penghuni rumah susun tersebut. Data dikumpulkan dari satu sampel rumah susun di Rusunawa Cigugur Tengah. Kajian dengan metoda analisis deskriptif terhadap data lapangan yang diperoleh dan literatur terkait, menunjukan bahwa desain ruang luar yang optimal dapat digunakan sebagai sarana sosial seperti tempat anak-anak bermain, tempat berkumpul warga, dsb. Kata kunci: bangunan rumah susun, ruang luar, pola aktifitas penghuni rumah susun. Abstract The increasing number of new slums in urban area had encourage the government, especially local government to optimize the land for fulfill housing needs by built vertical housing for low-income people such as in Middle District of Cimahi, West Java which is dense and lot of slums area. This research placed in Rusunawa Cigugur-Cimahi is aim to discuss optimizing open space area and its uses and match as well as the occupant activities. All data were collected from one building that act as a sample in Rusunawa Cigugur-Cimahi.  The method of this research is using a descriptive analysis from field data, obtained and related literature, to indicates that the optimal design for open spaces can be used as social facilities such as a children’s playground, a gathering place for the resident, etc. Keywords: public vertical housing, open space, activity of the occupant.  
Prasarana Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Serta Pengaruhnya Terhadap Perancangan Rumah Susun Muhsin, Ardhiana; Permadi, Oky Septiariani; Saraswati, Nadya Olga; Sari, Gita Purwita
REKA KARSA Vol 4, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.962 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i1.1392

Abstract

“ Prasarana Pengelolaan Sampah Rumah Tangga serta Pengaruhnya terhadap Perancangan Rumah Susun ” Ardhiana Muhsin, Oky Septiariani Permadi, Nadya Olga Saraswati, Gita Purwita Sari Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : armuhsin@gmail.com ABSTRAK Peningkatan jumlah penduduk dan laju pertumbuhan hunian akan memberikan dampak pada jumlah sampah yang dihasilkan. Jumlah dan jenis sampah sangat tergantung dari gaya hidup dan jenis material yang kita konsumsi. Semakin meningkatnya perekonomian dalam rumah tangga, maka akan semakin bervariasi pula jumlah sampah yang dihasilkan. Objek studi kasus yang dianalisis adalah Rusunawa Kodam III Siliwangi yang berada di jalan Tongkeng Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan sampah pada Rusunawa Kodam III Siliwangi, volume sampah yang dihasilkan oleh penghuni berpengaruh terhadap perancangan rumah susun. Metoda yang digunakan yaitu studi kualitatif dengan studi pustaka; wawancara; dan pengamatan langsung pada objek penelitian, studi kuantitatif dengan observasi pengumpulan data dan pengukuran, serta komparasi dengan aturan yang ada. Kata Kunci : prasarana persampahan, pengelolaan sampah rumah tangga, rumah susun. ABSTRACT The increase of population and industrial growth rate will have an impact on amount of waste generated. The amount and type of waste is highly dependent on life style and the type of materials that we consume.  The increase of economic growth in household, the more varied an amount of waste generated. Object of case study analyzed is  Rusunawa Kodam III/ Siliwangi on Tongkeng road, Bandung. This  study aims to assess the solid waste management in Rusunawa Kodam III/Siliwangi, the volume of waste generated by the occupants influence to design of flats. The method used a qualitative study of literature; interview; direct observation on the object of research, quantitative  studies with observation data collection, measurement, and comparisons with existing rules. Keywords: infrastructure waste, management of waste, flats.
Material Bambu sebagai Konstruksi pada Great Hall Eco Campus Outward Bound Indonesia Muhsin, Ardhiana; Febriany, Lendya Maria; Hidayati, Hesty Noor; Purwanti, Yuliana Dwi
REKA KARSA Vol 3, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1857.561 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i3.719

Abstract

Abstrak Dalam dunia arsitektur dikenal istilah arsitektur hemat energi yang tidak hanya berbicara tentang penghematan energi pada saat pemakaian namun juga tentang material yang digunakan apakah memerlukan energi yang besar saat pembuatannya atau saat pengangkutannya.  Salah satu kriteria hal tersebut adalah pemilihan material yang ramah lingkungan dan bambu merupakan salah satu contoh materialnya. Eco Campus Outward Bound Indonesia adalah kampus pengembangan karakter pertama di Indonesia yang menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dengan salah satu bangunannya yaituGreat Hall Eco Campus OBI yang menggunakan material bambu sebagai konstruksi utamanya dan akan dijadikanobjek pada penulisan ini. Tinjauan material bambu bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari material bambu serta sambungan bambu sebagai konstruksi pada bangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan material bambu sebagai konstruksi perlu diperhatikan dari mulai pengadaan sampai dengan perawatan bambu setelah pengaplikasian pada bangunan. Hal tersebut akan mempengaruhi ketahanan dan umur bambu pada bangunan. Kata kunci: ramah lingkungan, material bambu, great hall Abstract In architecture the term of passive or low energy architecture is already known, which is not only talking about energy efficeincy in daily use but also talking about the material whether it was need lot of energy to produce it or even in transporting that material. One of the criteria is selecting an environmental friendly material and bamboo is a material that can fit to that. Eco Campus Outward Bound Indonesia is the first character development campus in Indonesia which develop a sustainable environment with Great Hall Eco Campus OBI, whereas the bamboo material is use as the main construction and will bethe object of this paper. The purpose of this observation on bamboo material is to understand and study this material and its coupling as a construction in a building. Based on the analysis result, the application of bamboo material as a construction starts from procurement until the maintenance afterward. These are the factors that affect the durability and the longevity of bamboos in building. Keywords: environmental friendly, bamboo material, great hall
KAJIAN PEMANFAATAN MATERIAL HABIS PAKAI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENUJU ARSITEKUR BERKELANJUTAN Halim, Icang Abdul; Martianus, Jeffry; Larasati, Helga; Iqbal, Reza M; Muhsin, Ardhiana
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.3 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.456

Abstract

Abstrak Industri pembangunan berkontribusi besar terhadap terbentuknya efek rumah kaca yang menimbulkan pemanasan global. Semakin tinggi pemanfaatan sumber daya alam dapat diidentikkan dengan semakin besarnya volume limbah bangunan yang dihasilkan sehingga harus ada upaya untuk mereduksi penggunaan material baru yang berlebihan dengan wawasan arsitektur berkelanjutan. Salah satunya yaitu dengan penerapan kembali material habis pakai seperti yang telah dilaksanakan di Rumah Tinggal Budi Faisal berupa kayu (kayu utuh dan multipleks), besi tulangan, genteng, serta kaca. Metoda yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pengamatan lapangan, wawancara, dan kuesioner. Analisis data mengunakan metoda deskriptif baik kualitatif, kuantitatif, maupun kualitatif yang dikuantitatifkan. Analisis kualitatif untuk mengetahui kriteria, pengolahan, dan penerapan material dengan mengkomparasikan antara teori dan data. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis tinjauan aspek sosial dan ekonomi. Hasil yang diperoleh adalah kriteria, pengolahan, dan penerapan material habis pakai yang diterapkan pada Rumah Tinggal Budi Faisal sebagai salah satu upaya menuju arsitektur berkelanjutan. Kata kunci: arsitektur, berkelanjutan, material habis pakai Abstract Building construction has strong influence toward green house effect which create global warming. The more natural resources used, producing more waste volume of material. As part of nature, human should act wisely and reducing use of excessive natural resources with the sustainable architecture concept. For example on Budi Faisal’s house, he applies sustainable concept with some reuse materials like wood (intact wood and plywood), steel, roof tile and glass. The methods which use for collecting data is observing field, interview and questioner. Analyzing data using descriptive method of qualititative, quantitive and also qualitative which has being quantitavie. Qualitative analizing to find criteria, processing and applying materials then to compare with theory and data. Furthermore, quantitative analyze used for analyzing contemplation of social aspect and the economical aspect. The results are criteria, process and apply of reuse materials in Budi Faisal’s house as a guidance for being sustainable in architecture. Keywords: architecture, sustainable, reuse materials
Desain Ruang Luar Ditinjau Dari Pola Aktivitas Dalam Optimalisasi Lahan Pada Rusunawa Ardhiana Muhsin; M. Azhar Wibisono; Trina Zahara; M. Reidina Keisha
REKA KARSA Vol 4, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i1.1385

Abstract

Desain Ruang Luar Ditinjau Dari  Pola Aktivitas Dalam Optimalisasi Lahan Pada Rusunawa   Ardhiana muhsin, triana zahara, muhamad azhar wibisono, Mochamad reidina keisya Jurusan Teknik Arsitektur - Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : trianazahara@gmail.com   Abstrak Tumbuhnya kantong-kantong kumuh baru perkotaan. Hal ini telah mendorong  pemerintah terutama pemerintah daerah agar dapat memanfaatkan lahan seoptimal mungkin untuk pemenuhan kebutuhan perumahan berupa pembangunan perumahan secara vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah yaitu Rumah Susun. Seperti halnya pada Kelurahan Cigugur Tengah Kota Cimahi yang merupakan salah satu wilayah padat dan kumuh. Penelitian ini bertempat di Rusunawa Cigugur-Cimahi bertujuan untuk mendiskusikan bagaimana mengoptimalkan ruang luar seperti pemanfaatan lahan-lahan kosong yang tersedia agar dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan pola aktifitas  penghuni rumah susun tersebut. Data dikumpulkan dari satu sampel rumah susun di Rusunawa Cigugur Tengah. Kajian dengan metoda analisis deskriptif terhadap data lapangan yang diperoleh dan literatur terkait, menunjukan bahwa desain ruang luar yang optimal dapat digunakan sebagai sarana sosial seperti tempat anak-anak bermain, tempat berkumpul warga, dsb. Kata kunci: bangunan rumah susun, ruang luar, pola aktifitas penghuni rumah susun. Abstract The increasing number of new slums in urban area had encourage the government, especially local government to optimize the land for fulfill housing needs by built vertical housing for low-income people such as in Middle District of Cimahi, West Java which is dense and lot of slums area. This research placed in Rusunawa Cigugur-Cimahi is aim to discuss optimizing open space area and its uses and match as well as the occupant activities. All data were collected from one building that act as a sample in Rusunawa Cigugur-Cimahi.  The method of this research is using a descriptive analysis from field data, obtained and related literature, to indicates that the optimal design for open spaces can be used as social facilities such as a children’s playground, a gathering place for the resident, etc. Keywords: public vertical housing, open space, activity of the occupant.  
Material Bambu sebagai Konstruksi pada Great Hall Eco Campus Outward Bound Indonesia Ardhiana Muhsin; Lendya Maria Febriany; Hesty Noor Hidayati; Yuliana Dwi Purwanti
REKA KARSA Vol 3, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i3.719

Abstract

Abstrak Dalam dunia arsitektur dikenal istilah arsitektur hemat energi yang tidak hanya berbicara tentang penghematan energi pada saat pemakaian namun juga tentang material yang digunakan apakah memerlukan energi yang besar saat pembuatannya atau saat pengangkutannya.  Salah satu kriteria hal tersebut adalah pemilihan material yang ramah lingkungan dan bambu merupakan salah satu contoh materialnya. Eco Campus Outward Bound Indonesia adalah kampus pengembangan karakter pertama di Indonesia yang menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dengan salah satu bangunannya yaituGreat Hall Eco Campus OBI yang menggunakan material bambu sebagai konstruksi utamanya dan akan dijadikanobjek pada penulisan ini. Tinjauan material bambu bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari material bambu serta sambungan bambu sebagai konstruksi pada bangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan material bambu sebagai konstruksi perlu diperhatikan dari mulai pengadaan sampai dengan perawatan bambu setelah pengaplikasian pada bangunan. Hal tersebut akan mempengaruhi ketahanan dan umur bambu pada bangunan. Kata kunci: ramah lingkungan, material bambu, great hall Abstract In architecture the term of passive or low energy architecture is already known, which is not only talking about energy efficeincy in daily use but also talking about the material whether it was need lot of energy to produce it or even in transporting that material. One of the criteria is selecting an environmental friendly material and bamboo is a material that can fit to that. Eco Campus Outward Bound Indonesia is the first character development campus in Indonesia which develop a sustainable environment with Great Hall Eco Campus OBI, whereas the bamboo material is use as the main construction and will bethe object of this paper. The purpose of this observation on bamboo material is to understand and study this material and its coupling as a construction in a building. Based on the analysis result, the application of bamboo material as a construction starts from procurement until the maintenance afterward. These are the factors that affect the durability and the longevity of bamboos in building. Keywords: environmental friendly, bamboo material, great hall
Prasarana Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Serta Pengaruhnya Terhadap Perancangan Rumah Susun Ardhiana Muhsin; Oky Septiariani Permadi; Nadya Olga Saraswati; Gita Purwita Sari
REKA KARSA Vol 4, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i1.1392

Abstract

“ Prasarana Pengelolaan Sampah Rumah Tangga serta Pengaruhnya terhadap Perancangan Rumah Susun ” Ardhiana Muhsin, Oky Septiariani Permadi, Nadya Olga Saraswati, Gita Purwita Sari Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : armuhsin@gmail.com ABSTRAK Peningkatan jumlah penduduk dan laju pertumbuhan hunian akan memberikan dampak pada jumlah sampah yang dihasilkan. Jumlah dan jenis sampah sangat tergantung dari gaya hidup dan jenis material yang kita konsumsi. Semakin meningkatnya perekonomian dalam rumah tangga, maka akan semakin bervariasi pula jumlah sampah yang dihasilkan. Objek studi kasus yang dianalisis adalah Rusunawa Kodam III Siliwangi yang berada di jalan Tongkeng Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan sampah pada Rusunawa Kodam III Siliwangi, volume sampah yang dihasilkan oleh penghuni berpengaruh terhadap perancangan rumah susun. Metoda yang digunakan yaitu studi kualitatif dengan studi pustaka; wawancara; dan pengamatan langsung pada objek penelitian, studi kuantitatif dengan observasi pengumpulan data dan pengukuran, serta komparasi dengan aturan yang ada. Kata Kunci : prasarana persampahan, pengelolaan sampah rumah tangga, rumah susun. ABSTRACT The increase of population and industrial growth rate will have an impact on amount of waste generated. The amount and type of waste is highly dependent on life style and the type of materials that we consume.  The increase of economic growth in household, the more varied an amount of waste generated. Object of case study analyzed is  Rusunawa Kodam III/ Siliwangi on Tongkeng road, Bandung. This  study aims to assess the solid waste management in Rusunawa Kodam III/Siliwangi, the volume of waste generated by the occupants influence to design of flats. The method used a qualitative study of literature; interview; direct observation on the object of research, quantitative  studies with observation data collection, measurement, and comparisons with existing rules. Keywords: infrastructure waste, management of waste, flats.
KAJIAN PEMANFAATAN MATERIAL HABIS PAKAI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENUJU ARSITEKUR BERKELANJUTAN Icang Abdul Halim; Jeffry Martianus; Helga Larasati; Reza M Iqbal; Ardhiana Muhsin
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.456

Abstract

Abstrak Industri pembangunan berkontribusi besar terhadap terbentuknya efek rumah kaca yang menimbulkan pemanasan global. Semakin tinggi pemanfaatan sumber daya alam dapat diidentikkan dengan semakin besarnya volume limbah bangunan yang dihasilkan sehingga harus ada upaya untuk mereduksi penggunaan material baru yang berlebihan dengan wawasan arsitektur berkelanjutan. Salah satunya yaitu dengan penerapan kembali material habis pakai seperti yang telah dilaksanakan di Rumah Tinggal Budi Faisal berupa kayu (kayu utuh dan multipleks), besi tulangan, genteng, serta kaca. Metoda yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pengamatan lapangan, wawancara, dan kuesioner. Analisis data mengunakan metoda deskriptif baik kualitatif, kuantitatif, maupun kualitatif yang dikuantitatifkan. Analisis kualitatif untuk mengetahui kriteria, pengolahan, dan penerapan material dengan mengkomparasikan antara teori dan data. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis tinjauan aspek sosial dan ekonomi. Hasil yang diperoleh adalah kriteria, pengolahan, dan penerapan material habis pakai yang diterapkan pada Rumah Tinggal Budi Faisal sebagai salah satu upaya menuju arsitektur berkelanjutan. Kata kunci: arsitektur, berkelanjutan, material habis pakai Abstract Building construction has strong influence toward green house effect which create global warming. The more natural resources used, producing more waste volume of material. As part of nature, human should act wisely and reducing use of excessive natural resources with the sustainable architecture concept. For example on Budi Faisal’s house, he applies sustainable concept with some reuse materials like wood (intact wood and plywood), steel, roof tile and glass. The methods which use for collecting data is observing field, interview and questioner. Analyzing data using descriptive method of qualititative, quantitive and also qualitative which has being quantitavie. Qualitative analizing to find criteria, processing and applying materials then to compare with theory and data. Furthermore, quantitative analyze used for analyzing contemplation of social aspect and the economical aspect. The results are criteria, process and apply of reuse materials in Budi Faisal’s house as a guidance for being sustainable in architecture. Keywords: architecture, sustainable, reuse materials
Identifikasi Gaya Arsitektur Indische Empire Style pada Bangunan Rumah Tinggal Wangsadikrama Kota Cimahi Muhsin, Ardhiana; Febrian, M. Raka; Rizq, Lulu Naufaly; Kuncoro, Erwin; Rasyifa, Kinanti
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 11, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v11i3.11124

Abstract

AbstrakBangunan cagar budaya adalah salah satu warisan peninggalan zaman dahulu beruwujud benda yang harus dilestarikan, dijaga, dan dirawat karena keberadaannya memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan, sejarah, pendidikan, dan sosial budaya di masa lampau yang dapat menjadi pembelajaran di masa kini. Gaya arsitektur kolonial merupakan salah satu warisan peninggalan zaman kolonial yang menjadi bukti atas penjajahan Belanda di Indonesia. Gaya Arsitektur Indische Empire Style pertama kali dikenalkan oleh seorang Gubernur Jendral Hindia Belanda pada sekitar tahun 1808 hingga 1811 yaitu Herman Willen Daendels. Gaya Indische Empire Style atau disebut juga Gaya Indis Imperial merupakan gaya arsitektur yang berkembang di Indonesia sekitar abad ke-18 hingga abad ke-19. Bangunan Wangsadikrama merupakan salah satu peninggalan penjajahan Belanda di Kota Cimahi. Tak banyak artikel yang menjelaskan secara rinci bangunan tersebut. Namun, pada Penelitian ini lebih difokuskan pada analisis gaya arsitektur Indische Empire Style. Penelitian ini menggunakan metode penenelitian kualitatif dengan teknik deskriptif. Teknik deskriptif ini adalah dengan mencari sumber jurnal yang membahas karakteristik arsitektur Indische Empire Style. Kemudian jurnal tersebut dikorelasikan dengan data survey lapangan yang selanjutkan dianalisis untuk mencari kesamaan gaya arsitektur antara bangunan Wangsadikrama dengan karakteristik / ciri – ciri gaya arsitektur Indische Empire Style. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengidentifikasikan bagaimana penerapan gaya bangunan Indische Empire Style pada bangunan Wangsadikrama. Hasil yang didapat menunjukan bangunan ini memang termasuk pada kategori bangunan kolonial era Indische Empire Style dikarenakan temuan pada elemen utama bangunan seperti denah, fasad, kolom, dan atap yang menyerupai gaya bangunan tersebut.Kata kunci: Bangunan Cagar Budaya, Identifikasi, Indische Empire Style, Wangsadikrama AbstractThe cultural reserve building is one of the ancient heritage of objects that must be preserved, guarded, and cared for because its existence has an important value for the science, history, education, and social culture of the past that can be learned in the present. The colonial architectural style is one of the colonial heritage that is evidence of the Dutch colonization of Indonesia. The Indische Empire Style was first introduced by the Governor-General of the Dutch Indian Empire between 1808 and 1811, Herman Willen Daendels. The Wangsadikrama building is one of the remains of Dutch colonization in the city of Cimahi. Not many articles describe the building in detail. However, the study focuses more on the analysis of the Indische Empire Style architectural style. The study uses qualitative research methods with descriptive techniques. This descripative technique is by searching for sources of journals that deal with characteristics of the Empire style architecture. Then the journal is correlated with field survey data that is further analyzed to find similarities of architectonic style between Wangsadikrama buildings with characteristics of the Indische Empire Stijl architecture style. The results obtained show that this building is indeed included in the category of colonial buildings of the Indische Empire Style era due to the findings on the main elements of the building such as the plan, facade, columns, and roof that resemble the building style.Keywords : Heritage Building, Identification, Indische Empire Style, Wangsadikrama
Penerapan Tema Arsitektur Biofilik Melalui Lanskap Pada Bangunan Rumah Susun Natura Harmoni Residences Kota Bandung Rachman, Tegar Fadillah; Muhsin, Ardhiana
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v13i2.13481

Abstract

ABSTRAK Perencanaan rumah susun di Kota Bandung terkadang mengabaikan aspek keselarasan dengan alam yang berdampak pada kualitas hidup penghuninya, terutama di tengah pertumbuhan penduduk yang pesat dan keterbatasan lahan yang tersedia. Arsitektur biofilik hadir sebagai solusi untuk menghubungkan manusia dengan lingkungan alami dalam menciptakan ruang hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi konsep arsitektur biofilik pada lanskap bangunan Natura Harmoni Residences, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap pendekatan kualitatif dengan lima tahap penelitian, yaitu identifikasi masalah dan persoalan, pengumpulan data primer dan sekunder terkait keadaan tapak, studi literatur, studi banding, studi kelayakan, dan perancangan skematik objek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur biofilik melalui integrasi elemen ruang hijau, sirkulasi udara, dan pencahayaan alami berhasil menciptakan keharmonisan antara manusia dan alam. Pemanfaatan elemen seperti penanaman pohon, vegetasi, kehadiran air, taman veltikultur dan taman vertikal tidak hanya berfungsi sebagai pengontrol, tetapi juga membantu menyerap polusi dan menciptakan ruang interaksi sosial yang mendukung kesehatan serta kesejahteraan penghuni secara holistik.Kata kunci: arsitektur, biofilik, rumah susun, lanskap  ABSTRACT The planning of flats in Bandung City sometimes ignores aspects of harmony with nature that have an impact on the quality of life of its residents, especially in the midst of rapid population growth and limited available land. Biophilic architecture comes as a solution to connect humans with the natural environment in creating a healthier and more sustainable living space. This research aims to examine the implementation of the biophilic architecture concept in the Natura Harmoni Residences building landscape, and evaluate its effect on a qualitative approach with five research stages, namely problem and issue identification, primary and secondary data collection related to site conditions, literature studies, comparative studies, feasibility studies, and object schematic design. The results showed that the application of biophilic architecture principles through the integration of green space elements, air circulation, and natural lighting succeeded in creating harmony between humans and nature. The utilization of elements such as tree planting, vegetation, the presence of water, velticulture gardens and vertical gardens not only functions as a controller, but also helps absorb pollution and create social interaction spaces that support the health and well-being of residents holistically. Keywords: architecture, biophilic, apartment building, landscape