Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Uji Aktivitas Antioksidan Batang dan Daun Tanaman Porang (Amorphophallus muelleri Blume), Suweg (Amorphophallus paeoniifolius), Iles-Iles (Amorphophallus oncophyllus), dan Walur (Amorphophallus campanulatus) serta Profil Fitokimianya Salma Nur Anisah; Muhtadi Muhtadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.124 KB)

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri Blume), suweg (Amorphophalluspaeoniifolius), iles-iles (Amorphophallus oncophyllus), dan walur(Amorphophallus campanulatus) merupakan tanaman dari genusAmorphophallus, famili Araceae yang banyak tumbuh di Indonesiadan dapat ditemukan di tanah dengan kadar air dan kandunganhumus yang tinggi. Beberapa tanaman famili Araceae telahdilaporkan mengandung senyawa kimia yang berpotensi memilikiaktivitas antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahuiaktivitas antioksidan serta profil fitokimia dari senyawa yangterdapat dalam batang dan daun porang, suweg, iles-iles, dan walur.Identifikasi senyawa menggunakan metode standar dalam penentuanprofil kimiawi, sedangkan aktivitas antioksidan ditentukan denganmetode DPPH. Hasil identifikasi senyawa kimia menunjukkan bahwaekstrak etanol batang porang dan iles-iles mengandung alkaloid danpolifenol sedangkan ekstrak etanol batang suweg dan walur hanyamengandung alkaloid. Ekstrak etanol daun porang, suweg, iles-iles,dan walur mengandung alkaloid, polifenol dan steroid. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang porang, suweg,iles-iles, dan walur memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 260,202; 340,950; 255,254; dan 351,106μg/mL. Ekstrak etanol daun porang, suweg, iles-iles, dan walurmemiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 secara berturut-turutsebesar 97,054; 91,220; 142,141; dan 129,701 μg/mL.
Penetapan Kadar Glukomanan Dan Asam Oksalat Dalam Ekstrak Etanol Umbi Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Beserta Uji Aktivitas Antioksidan Dan Antibakterinya Nur Fajar Istiqomah; Muhtadi Muhtadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.482 KB)

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan tanamanfamili Araceae yang memiliki nilai ekonomi dan nutrisi yang tinggi.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kadar glukomanan, kadaroksalat serta menentukan aktivitas antioksidan dan antibakteri dariporang. Metode DNS (3,5-Dinitrosalicylic acid) digunakan untukmenentukan kadar glukomanan, terjadi reaksi antara gula pereduksidengan DNS menghasilkan perubahan warna dari kuning menjadijingga kecoklatan, kadar oksalat ditentukan dengan metodepermanganometri, uji antioksidan dengan DPPH dan antibakteriterhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus denganmetode sumuran. Hasil penelitian diperoleh kadar glukomanan yaitu5136,46% ± 226,84. Kadar oksalat ditentukan dengan metodepermanganometri, diperoleh kadar oksalat pada tepung sebelumperendaman (Po) yaitu 14,39% ± 0,44, dan kadar oksalat padatepung porang sesudah perendaman garam (Pn) yaitu 7,15% ± 0,19.Sehingga perendaman garam 5% selama 24 jam dapat menurunkankadar oksalat sebanyak 50%, karena adanya ionisasi dari kandungangaram NaCl. Aktivitas antioksidan pada ekstrak porang Pn denganDPPH menghasilkan nilai IC50 yaitu 38,25 μg/mL ± 0,43 dan padaekstrak Po nilai IC50 yaitu 51,08 μg/mL ± 4,42. Umbi porang jugamemiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli danStaphylococcus aureus. Pada konsentrasi ekstrak tertinggi 3500 μg/sumuran daya hambat bakteri E. coli mencapai 10,5 ± 0,7 mm (Po)dan 12,5 ± 0,7 mm (Pn), sedangkan daya hambat untuk bakteri S.aureus mencapai 11 mm (Po) dan 11 mm (Pn). Semakin tinggikonsentrasi ekstrak, semakin besar daya hambat bakteri.
Analisis Kadar Glukomanan Dan Asam Oksalat Beserta Uji Aktivitas Antioksidan Dan Antibakteri Dari Ekstrak Etanol Umbi Iles-Iles (Amorphophallus oncophyllus) Dwi Sri Utaminingsih; Muhtadi Muhtadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.949 KB)

Abstract

Iles-iles atau (Amorphophallus oncophyllus) merupakan jenis talastalas dari genus Amorphophallus famili Araceae, dianggap sebagaitanaman liar yang banyak tumbuh di Indonesia. Iles-iles telahdilaporkan memiliki kandungan glukomanan yang cukup tinggi,memiliki kandungan asam oksalat, beserta memiliki kandunganmetabolit sekunder seperti flavonoid dan alkaloid. Penelitian inidilakukan untuk mengetahui kadar glukomanan, kadar asam oksalat,dan menguji potensi aktivitas antioksidan dan aktivitas antibakteridari ekstrak etanol umbi iles-iles. Penetapan kadar glukomanandilakukan dengan metode DNS, kadar asam oksalat dianalisisdengan metode titrasi permanganometri, uji aktivitas antioksidandilakukan dengan metode DPPH, sedangkan uji antibakteridilakukan dengan metode difusi sumuran. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kadar glukomanan sebesar 7237,50 ± 1264,47,kadar asam oksalat yang diperoleh sebesar 18,21 ± 0,37, hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai(IC50) sebesar 53,41 ± 5,14. Hasil uji aktivitas antibakteriditunjukkan dengan terbentuknya rerata diameter hambatan padakonsentrasi 1,5 mg/sumuran, 2,5 mg/sumuran, dan 3,5 mg/sumuransecara berturut-turut sebesar 10,33 ± 0,57 mm, 9 ± 1,732 mm, dan10,66 ± 1,15 mm terhadap bakteri Escherichia coli, tetapi tidakmenunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap bakteriStaphylococcus aureus. Iles-iles memiliki kadar glukomanan, asamoksalat, beserta memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteriterhadap bakteri Escherichia coli. Senyawa yang berpotensi sebagaiagen antioksidan dan antibakteri adalah flavonoid dan alkaloid.
Penetapan Kadar Glukomanan dan Asam Oksalat dalam Ekstrak Etanol Umbi Suweg (Amorphophallus paeoniifolius) Beserta Uji Aktivitas Antioksidan dan Antibakterinya Lenni Herlina; Muhtadi Muhtadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.327 KB)

Abstract

Umbi suweg (Amorphophallus paeoniifolius) merupakantanaman yang dilaporkan memiliki kandungan glukomananyaitu karbohidrat serat yang khas dan banyak ditemukan padatanaman Amorphophallus sp. Serta asam oksalat jugadilaporkan banyak terakumulasi di dalam umbi suweg.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar glukomanan,kadar asam oksalat, aktivitas antioksidan dan antibakteri dariekstrak etanol umbi suweg. Penetapan kadar glukomanandilakukan dengan metode uji gula pereduksi menggunakanreagen 3,5-dinitrosalysylic acid (DNS) dengan instrumenspektrofotometer UV-Vis. Kadar asam oksalat ditentukandengan menggunakan metode titrasi permanganometriberdasarkan reaksi oleh kalium permanganat (KMnO4).Sedangkan uji aktivitas antioksidan ditentukan dengan metodeDPPH dan aktivitas antibakteri diukur dengan metode difusisumuran terhadap sampel dari bakteri gram positif dan gramnegatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadarglukomanan dalam umbi suweg sebesar 15,11%±3,32 dankadar asam oksalat rata-rata sebesar 1,58%±0,02. Hasil ujiaktivitas antioksidan menunjukkan bahwa umbi suweg memilikipotensi menangkal radikal bebas dengan nilai IC50 sebesar81,34 ppm. Sedangkan hasil uji aktivitas antibakteri dengankonsentrasi 1,5 mg/sumuran, 2,5 mg/sumuran dan 3,5mg/sumuran lebih menunjukkan adanya potensi antibakteriterhadap bakteri Staphylococcus aureus jika dibandingkandengan bakteri Escherichia coli berdasarkan diameter zonahambatnya.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK UMBI PORANG (Amorphophallus Muelleri Blume), SUWEG (Amorphophallus Paeoniifolius), ILES-ILES (Amorphophallus Oncophyllus) DAN WALUR (Amorphophallus Campanulatus) TERHADAP Pseudomonas Aeruginosa Mega Erlina; Muhtadi Muhtadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.272 KB)

Abstract

Peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik memberikanpeluang untuk memperoleh senyawa antibakteri dari bahan alami.Porang, Suweg, Iles-iles dan walur merupakan tanaman yangtergolong dalam famili Araceae yang memiliki potensi untukmenghambat aktivitas bakteri Pseudomonas aeroginosa. Tujuan daripenelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrakumbi porang, suweg, iles-iles dan walur terhadap bakteriPseudomonas aeruginosa serta mengetahui kandungan senyawayang berpotensi sebagai antibakteri. Ekstrak umbi diperoleh denganmetode sokletasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujianaktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengankonsentrasi 3%, 5%, dan 7% terhadap bakteri Pseudomonasaeruginosa, kontrol posistif digunakan ampisilin 1% dengan kontrolnegatifnya dimetil sulfoksida. Hasil uji aktivitas antibakteri umbiyang memiliki aktivitas terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosaadalah umbi walur dengan nilai zona hambat pada konsentrasi 3%sebesar 11 ± 3,4 mm, 5% sebesar 15,6 ± 3,2 mm, dan 7% sebesar 18± 2 mm. Ekstrak umbi porang konsentrasi 3% dengan zona hambatsebesar 7,6 ± 2,0 mm, konsentrasi 5% sebesar 11,3 ± 1,1 mm, dankonsentrasi 7% sebesar 15,6 ± 3,0 mm. Ekstrak umbi suweg padakonsentrasi 3%, 5 %, 7 % menghasilkan rata-rata zona hambatsebesar 6,6 ± 0 mm, 9,6 ± 1,4 mm, dan 17,3 ± 0,7 mm.. Umbi yangpaling lemah terhadap aktivitas bakteri Pseudomonas aeruginosaadalah umbi iles-iles dengan tidak terbentuknya adanya zonahambat. Hasil uji skrining fitokimia ekstrak etanol umbi porang danumbi suweg mengandung senyawa alkaloid, umbi iles-ilesmengandung alkaloid dan saponin, sedangkan umbi walurmengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan saponin