Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan RAD pada Aplikasi E-Learning Lembaga Bimbingan Belajar Gold Generation nurhasan, usman; Mujahid, Muhammad; Sukmadewi, Ferina
Generation Journal Vol 5 No 1 (2021): Generation Journal
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/gj.v5i1.14574

Abstract

The development of information and technology has helped people to do their activity. In future living, information and technology will be the most dominant sector. Technology takes part in most of the aspects such education. Technology’s role is urgently needed, the example is Gold Generation Tutoring Agency as their service quality improvement. During this time tryout and tasks is done in a paper and not recorded on a database. It complicates the agency officers to manage the students’ grade and their tasks. And tutors find themselves in difficult situation in monitoring their students. Another popular name at the moment is E-Learning, it is one of learning process models that utilize media of information and technology communication especially internet. By the existence of e-learning that is directly connected to a database will ease the admin and the officers of the tutoring agency to manage the students grade and correct their task results, and not only for better service, but also for easing the students with lesson materials. According to the things mentioned above, "Web-based E-Learning Application of Gold Generation Tutoring agency" is made. This application is expected to help in managing students grade and correcting their tasks in Gold Generation Agency
Incremental benefits from the increasing in the production of koi fish Cyprinus carpio var. koi culture Diatin, Iis; Nuristy, Dini F; Teduh, Ahmad; Mujahid, Muhammad
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 16 No. 1 (2017): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3139.991 KB) | DOI: 10.19027/jai.16.1.68-75

Abstract

ABSTRACT  Koi fish is one of the species included in the intensification program of ornamental fish production. Production of koi has only reached 82.04% of total national production target thus making it potential for development. The objective of the study was to assess additional financial benefit of production increment through stocking pattern modification. Present research was performed using case study method on Pokdakan PBC Fish Farm (PPFF), koi fish farmers in Sukabumi. Financial analysis consisted of business analysis, investment criteria, and sensitivity. Stocking pattern management could increase ornamental fish production and its benefit margin up to 1.5 times higher. That investment criteria has shown NPV at value of IDR3,824 million, net BCR 4.96, IRR 86.0%, and PP 1.7 years. Koi fish farming was sensitive to a decline in survival rate and insensitive to the rise of formulated feed price. Keywords: business analysis, koi, investment criteria, production pattern, sensitivity  ABSTRAK  Ikan koi merupakan salah satu ikan yang termasuk dalam program penguatan produksi ikan hias Indonesia. Capaian dari target produksi ikan koi yang ditetapkan pemerintah hanya mencapai 82,04 %, sehingga budidaya ikan koi potensial untuk dikembangkan dan ditingkatkan produksinya. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada kelompok pembudidaya ikan hias koi PPFF di Sukabumi. Analisis finansial yang digunakan meliputi analisis usaha, kriteria investasi dan sensitivitas. Pengaturan pola tebar dapat meningkatkan jumlah produksi ikan hias dan marjin keuntungan hingga 1,5 kali. Analisis kriteria investasi menghasilkan nilai NPV sebesar Rp3.824 juta, net B/C 4,94, IRR 86,0% dan PP 1,7 tahun. Budidaya ikan koi sensitif terhadap penurunan kelangsungan hidup dan tidak sensitif terhadap peningkatan harga pakan buatan. Kata kunci: analisis usaha, koi, kriteria investasi, pola tebar, produksi
Utilizing settling ponds in reclaimed mine sites in Indonesia: Linking georesources and fish culture Mujahid, Muhammad; Adlan, Qi; Diatin, Iis; Hadiroseyani, Yani; Matangaran, Juang Rata
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 5 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2025.125.8583

Abstract

Abandoned mine quarries are a growing concern in many developing countries, especially in the Indonesian archipelago, where challenging geography often hinders regulatory inspections. Repurposing quarry settling ponds for fish culture poses a challenge because, while these ponds offer an opportunity to convert post-mining geological assets into sustainable resources, not all fish species can survive the poor water conditions typical of these ponds. Reclaiming post-mining land offers an opportunity to convert these geological sites into productive fish culture areas. In this study, a settling pond at a post-mining site in Sukabumi, West Java, Indonesia, was treated, and fish species were selected using a Multi-Criteria Decision-Making method to ensure survivability and economic sustainability. The three best species were tested in a 1.5 m x 1 m x    1 m floating net cage with 200 fish stocked per cage, with a culture time of 70 days. The selected fish species cultured were catfish (Clarias gariepinus), common carp (Cyprinus carpio), and tilapia (Oreochromis niloticus). Survival rates ranged from 53.5 to 86%, showing the pond’s potential for fish farming. Catfish and tilapia exhibited the highest growth, survival, and production rates, more than twice that of common carp, highlighting their suitability for sustainable fish culture in reclaimed settling ponds.
Pelatihan Pembuatan Pakan Fungsional Ikan Laut Berbasis Limbah Perikanan Dan Bahan Nabati Lokal Bagi Kelompok Usaha Bersama Bina Teluk Bahari rakhmawati, rakhmawati; mujahid, muhammad; nurbaiti, lilis; alhafizoh, fatimah; fatoni, khoerul; kamilatul fauziah, wahyu; melidawati, melidawati; Tammi Putri, Ryana; Marlina, Eulis
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 2 No 2 (2025): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v2i2.4486

Abstract

Kelompok Bina Teluk Bahari merupakan kelompok usaha masyarakat pesisir yang berada Kota Tanjung Karang, Bandar Lampung. Anggota kelompok ini sebagian besar adalah keluarga nelayan dengan penghasilan yang bergantung pada hasil tangkapan harian dan aktivitas ekonomi pesisir berskala kecil, seperti pengolahan hasil laut dan budi daya ikan dalam skala terbatas. Salah satu binaan dari KUB Bina Teluk Bahari ini adalah wanita kelompok nelayan. Masyarakat nelayan di masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan sosial, seperti ketergantungan pada musim tangkap, rendahnya akses terhadap teknologi pasca panen, serta belum optimalnya pengelolaan limbah perikanan. Salah satu potensi yang belum banyak dimanfaatkan adalah limbah perikanan hasil tangkapan seperti kepala ikan, tulang, dan jeroan, yang umumnya dibuang begitu saja. Padahal, limbah tersebut memiliki kandungan nutrisi tinggi yang berpotensi diolah menjadi bahan baku pakan ikan fungsional. Metode pengabdian yang dilakukan adalah survey, penyuluhan dan pelatihan pembuatan pakan ikan laut fungsional yang tidak hanya ekonomis tetapi juga meningkatkan imunitas dan pertumbuhan ikan laut. Setelahnya, evaluasi dilakukan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok wanita nelayan agar mampu mengolah bahan lokal menjadi pakan ikan bernutrisi tinggi dan ramah lingkungan. Hasil kegiatan ini adalah terdapat peningkatan kemampuan dan ketrampilan mitra dalam pembuatan pakan fungsional dengan teknologi pengolahan limbah perikanan menggunakan oven dengan suhu optimal dan hidrolisis enzim selulose atau penambahan probiotik pada bahan nabati lokal. Produk pakan fungsional ikan laut berbasis limbah perikanan dan bahan nabati lokal telah dihasilkan sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan berperan dalam menguatkan ketahanan pangan nasional dan perekonomian pesisir.