Mia Kusmiati
Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Bandung

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series : Medical Science

Pengaruh Penyuluhan terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Santri dalam Pencegahan Covid-19 pada Pondok Pesantren ZIIS Cilongok Banyumas Anggina Lestari; Mia Kusmiati; M. Fitriandi Budiman
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.2228

Abstract

Abstract. Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) is a global health problem and has become a global pandemic. Efforts that can be made in preventing COVID-19 are to carry out health promotion activities, one of which is counseling. Counseling to provide education about preventing the transmission of COVID-19 is very important among students as a prevention effort in Islamic boarding schools. The purpose of this study was to determine the difference in the effect of the level of knowledge and attitudes of Islamic boarding school students in Banyumas in preventing COVID-19 before and after counseling. This research design is pre-experimental and uses pretest-posttest design. The research population of students at the Ziis Islamic Boarding School, Purwokerto Banyumas for the 2020/2021 academic year, was taken as many as 136 students with a simple random sampling technique. Data were taken using a questionnaire conducted before and before being given counseling. Univariate data analysis describes levels and attitudes in preventing Covid-19, and bivariate using paired statistical tests to determine differences in knowledge and attitudes of Islamic boarding school students in Banyumas in preventing COVID-19 before and before counseling. Based on the research, the knowledge of respondents before being given counseling was still in the less category, namely 40 people (29.4%) and after being given counseling there are 7 people (5.1%) in the less category. The attitude of respondents before being given counseling was still in the negative category, namely 32 people (23.5%) and after counseling, there was no more. It can be concluded that COVID-19 counseling influences the level of knowledge and attitudes of students in preventing COVID-19 at Islamic boarding schools in Banyumas. Abstrak. Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan masalah kesehatan dunia dan menjadi pandemi global. Upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan COVID-19 adalah dengan melakukan kegiatan promosi kesehatan, salah satunya adalah kegiatan penyuluhan. Penyuluhan untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan penularan COVID-19 sangat penting di kalangan santri sebagai upaya pencegahan di pondok pesantren. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pengaruh tingkat pengetahuan dan sikap santri pondok pesantren di Banyumas dalam pencegahan COVID-19 sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Rancangan penelitian ini pre-experimental dan menggunakan desain pretest-posttest. Populasi penelitian santri di pondok pesantren Ziis Purwokerto Banyumas tahun ajaran 2020/2021 yang diambil sebanyak 136 santri dengan teknik simple random sampling. Data diambil menggunakan kuesioner yang dilakukan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Analisis data univariat menggambarkan tingkat pengetahuan dan sikap dalam pencegahan Covid-19, dan bivariat menggunakan uji statistik paired t-test untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap santri pondok pesantren di Banyumas dalam pencegahan COVID-19 sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Berdasarkan hasil penelitian, pengetahuan responden sebelum diberikan penyuluhan ada yang masih pada kategori kurang yaitu 40 orang (29.4%) dan setelah diberikan penyuluhan terdapat 7 orang (5.1%) dalam kategori kurang. sikap responden sebelum diberikan penyuluhan ada yang masih pada kategori negatif yaitu 32 orang (23.5%) dan setelah diberikan penyuluhan sudah tidak ada lagi. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan COVID-19 memiliki pengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan sikap santri dalam pencegahan COVID-19 pada pondok pesantren di Banyumas.
Kecemasan Mempengaruhi Gejala Insomnia pada Mahasiswa Tingkat I Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Farah Amalia Mustika; Raden Ganang Ibnusantosa; Mia Kusmiati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6858

Abstract

Abstract. Anxiety is often experienced by students who have just entered the tertiary level. Anxiety can affect both the quantity and quality of a person's sleep or what is commonly known as insomnia. Insomnia is defined as dissatisfaction with the quantity or quality of sleep. Insomnia is the most common type of sleep disorder worldwide. In previous research, it was found that anxiety and insomnia were often found in medical students. The purpose of this study was to determine the relationship between anxiety levels and insomnia symptoms in first grade students of the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung. The method used in this study was observational analytics with a cross-sectional design. The sample selection in this study was non-probability sampling with consecutive sampling. The research instrument used the Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) to assess the level of anxiety and the Insomnia Severity Index (ISI). Data collection was taken through primary data by interviewing 96 student respondents. Data analysis used Fisher's exact test with p value = 0.05. The results obtained showed that there was a relationship between anxiety levels and insomnia symptoms in first-grade students of the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University with a p value = 0.009 (p = <0.05). This study shows that freshmen at the Faculty of Medicine are a population with a fairly high level of anxiety, so this affects their sleep patterns. Keywords: Anxiety, Insomnia, Medicine, New students Abstrak. Kecemasan sering kali dialami oleh mahasiswa yang baru memasuki jenjang perguruan tinggi. Kecemasan dapat mempengaruhi baik secara kuantitas maupun kualitas dari tidur seseorang atau yang biasa disebut dengan insomnia. Insomnia didefinisikan sebagai ketidakpuasan dengan kuantitas atau kualitas tidur. Insomnia merupakan jenis gangguan tidur yang paling sering dijumpai dari seluruh dunia. Pada penelitian sebelumnya didapatkan bahwa kecemasan dan insomnia sering kali ditemukan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan gejala insomnia pada mahasiswa tingkat 1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observational analytics dengan design cross sectional, pemilihan sampel pada penelitian ini adalah non-probability sampling dengan jenis consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) untuk menilai tingkat kecemasan dan Insomnia Severity Index (ISI). Pengumpulan data diambill melalui data primer dengan wawancara kepada responden sebanyak 96 mahasiswa. Analisis data menggunakan uji Fisher exact dengan p value = 0,05. Hasil yang didapatkan menunjukkan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan gejala insomnia pada mahasiswa tingkat 1 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung dengan p value = 0,009 (p = < 0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa baru Fakultas Kedokteran merupakan populasi dengan tingkat kecemasan yang cukup tinggi, sehingga hal tersebut mempengaruhi pola tidur mereka. Kata Kunci: Insomnia, Kecemasan, Kedokteran, Mahasiswa baru
Hubungan Posisi Duduk saat Pembelajaran dalam Jaringan dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Muhammad Ilham Tahid; RB.Soeherman Herdiningrat; Mia Kusmiati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6437

Abstract

Abstract. The era of COVID-19 pandemic has made policy changes such as lectures being conducted online so that students need to sit for a long time in front of electronic screens. This can increase musculoskeletal problems such as low back pain. This can cause health problems and decrease student learning concentration so it is necessary to research the relationship between sitting position during online lectures and the incidence of low back pain. The purpose of this study was to determine the relationship between sitting position during online learning and the incidence of low back pain in the Unisba Faculty of Medicine students class of 2019. This research is analytic with a cross-sectional approach. The subjects of this study, namely Unisba FK students class of 2019, consisted of 100 people who were taken using a purposive sampling technique. Data collection in this study was taken using the Nordic Standardized Questionnaire and assessment of sitting position according to the Occupational Safety and Health Administration. Data analysis used the chi-square test. The results of the study found that students who sat the most in non-ergonomic positions were 68.0% and students who had low back pain were as much as 67.0%. The results of this study indicate that there is a relationship between sitting position during online learning and the incidence of low back pain p: 0.001. In other words, students sitting in non-ergonomic positions have a 4.5 times greater risk of experiencing low back pain, with a degree of confidence (95% CI: 1.8-11.2). This is due to non-ergonomic sitting position, age, female gender, and body mass index. The sitting position that is not ergonomic causes increased intra-disk pressure, stiffness occurs in the lumbar spine, and stiffness of the lower back muscles which can cause low back pain. Abstrak. Era pandemi COVID-19 menjadikan perubahan kebijakan seperti perkuliahan yang dilakukan secara daring sehingga mahasiswa perlu duduk lama didepan layar elektronik. Hal tersebut dapat meningkatkan masalah pada muskuloskeletal seperti kejadian nyeri punggung bawah. Hal tersebut dapat menyebabkan menurunnya konsentrasi belajar mahasiswa sehingga perlu dilakukan penelitian tentang hubungan posisi duduk saat kuliah daring dengan kejadian nyeri punggung bawah. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan posisi duduk saat pembelajaraan daring dengan kejadian nyeri punggung bawah pada mahasiswa FK Universitas Islam Bandung angkatan 2019. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini, yaitu mahasiswa FK Universitas Islam Bandung angkatan 2019 terdiri dari 100 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini, diambil menggunakan kuesioner Nordic Standardized Questionnaire dan penilaian posisi duduk menurut Occupational Safety and health Administration. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa mahasiswa paling banyak duduk dengan posisi tidak ergonomi sebanyak 68,0% serta mahasiswa yang memiliki kejadian nyeri punggung bawah sebanyak 67,0%. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara posisi duduk saat pembelajaran daring dengan kejadian nyeri punggung bawah menunjukkan nilai (p: 0,001). Dengan kata lain bahwa mahasiswa duduk dengan posisi tidak ergonomi berisiko 4,5 kali lebih besar mengalami keluhan nyeri punggung bawah, dengan derajat kepercayaan (95% CI: 1,811,2). Hal ini disebabkan posisi duduk yang tidak ergonomi, faktor usia, jenis kelamin wanita dan indeks massa tubuh. Posisi duduk yang tidak ergonomi menyebabkan peningkatan tekanan intra-diskus, terjadi kekakuan pada tulang belakang bagian lumbar, dan kekakuan otot punggung bawah sehingga dapat menyebabkan nyeri punggung bawah.