Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pemanfaatan Urine Sapi Sebagai Pupuk Organik Cair Kecamatan Liburen Kabupaten Bone St Rohani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Panrita Abdi - April 2017
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.121 KB) | DOI: 10.20956/pa.v1i1.2302

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Dua Desa yaitu Desa Mattirobulu dan Kelurahan Ceppaga Kecamatan Libureng Kabupaten Bone. Tujuan dari kegiatan ini adalah Tujuan umum agar masyarakat menyadari bahwa pemanfaatan limbah urine sapi yang dapat diolah menjadi pupuk cair dan diberikan pada tanaman , tujuan khusus adalah mengupayakan kelompok peternak di Kecamatan Libureng memanfaatkan limbah urine sapi, sehingga dapat mengurangi biaya pembelian pupuk. Bahan yang digunakan adalah MOL dan Urine sapi yang diolah melalui proses fermentasi. Karakteristik peserta menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dan berpartisipasi aktif tidak hanya dalam bentuk kehadiran waktu penyuluhan dan pelatihan, tetapi aktif berkomunikasi atau berdialog mengenai pengolahan limbah urine. Dari keadaan ini terlihat bahwa petani peternak telah mulai memahami peran penting pemanfaatan teknik pengolahan limbah urine difermentasikan dengan MOL. Dengan ditemukannya inovasi tersebut diharapkan dapat memanfaatkan limbah urine menjadi pupuk cair sehingga mengurangi pengeluaran pembelian pupuk untuk tanaman mereka. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah Peternak sangat berminat dan termotivasi untuk memanfaatkan urine sapi sebagai pupuk cair untuk tanaman cukup tinggi dan Fermentasi limbah urine dapat mengurangi pencemaran limbah dari urine sapi.
Tingkat Adopsi Inovasi Peternak terhadap Teknologi Inseminasi Buatan Program UPSUS SIWAB Tanri Giling Rasyid; ST Rohani; Muhammad Hatta; Pipi Diansari; Alima Bachtiar Abdullahi; Muhammad Darwis; Putra Astaman; Muhammad Erik Kurniawan; Zulkifli Basri
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.5019

Abstract

Permintaan daging sapi yang meningkat dari konsumen tidak sejalan dengan populasi sapi potong yang ada di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sebagian besar produksi daging sapi didukung oleh impor, termasuk daging sapi beku sebesar 20% dan sapi bakalan yang digemukkan di dalam negeri sebesar 15%. Untuk mengatasi hal ini, upaya Inseminasi Buatan (IB) terus dilakukan untuk meningkatkan jumlah, kualitas, dan produksi ternak sapi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa banyak peternak yang mengadopsi teknologi IB dalam kerangka Program UPSUS SIWAB. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel terdiri dari 140 peternak sapi potong yang dipilih secara acak sederhana. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan skala Likert untuk setiap variabel yang diukur, di mana nilai 1 menunjukkan tingkat tidak baik, nilai 2 menunjukkan tingkat sedang, dan nilai 3 menunjukkan tingkat baik. Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik deskriptif dengan memanfaatkan tabel distribusi frekuensi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat adopsi inovasi peternak terhadap teknologi IB Program UPSUS SIWAB dapat dinilai dari tiga aspek: (1) waktu yang dibutuhkan oleh peternak untuk mengadopsi teknologi IB, (2) manfaat dan kualitas teknologi IB, dan (3) sejauhmana teknologi IB diterapkan. Ketiga aspek tersebut dinilai dengan baik. Namun, dari ketiganya, sejauhmana teknologi IB diterapkan menjadi variabel yang paling signifikan dalam meningkatkan adopsi inovasi peternak terhadap teknologi IB Program UPSUS SIWAB di Kabupaten Barru.