Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Journalism

Pengelolaan Konten Berita pada Konvergensi Media di Pikiran Rakyat Elsa Oktaviyanti; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v4i2.12813

Abstract

Abstract. In the digital era, print media has been replaced by digital media which is developing very quickly, therefore Pikiran Rakyat follows digital changes by managing news content at media convergence which makes it easier for readers to get the news they want, but the news content at that media will be problematic if not managed well, so that news content management is needed by managers in media convergence.This research aims to understand the management of news content in media convergence in Pikiran Rakyat. This research uses a case study with data collection techniques of in-depth interviews, literature study and observation. This research aims to explain in depth the management of news content in people’s minds during media convergence. The results of this research show that management policies are held by chief editor. The management’s strategic steps include searching for sources, planning, pouring, editing and distributing. In terms of management, the obstacles are human resources (human resources), while the reasons for the strength of the People’s Thought news content are business media and competitor positioning that differentiates them from competitors. Abstrak. Di era digital, media cetak telah tergantikan oleh media digital yang berkembang sangat cepat, oleh karena itu Pikiran Rakyat mengikuti perubahan digital dengan mengelola konten berita pada konvergensi media yang memudahkan para pembaca untuk mendapatkan berita yang diinginkan, namun konten berita pada media tersebut akan bermasalah jika tidak dikelola dengan baik, sehingga diperlukan suatu pengelolaan konten berita oleh para pengelola pada konvergensi media tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan konten berita pada konvergensi media di Pikiran Rakyat. Penelitian ini menggunakan Studi kasus dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, studi pustaka serta observasi. Penelitian ini adalah untuk memaparkan secara mendalam mengenai pengelolaan konten berita pada konvergensi media di Pikiran Rakyat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan pengelolaan dipegang oleh kepala redaksi yang dituangkan pada buku pedoman media. Pada langkah strategis pengelola yaitu dengan cara pencarian sumber, perencanaan, penuangan, pengeditan dan pendistribusian. Dalam hambatan pengelolaan yaitu pada SDM (manusia) sedangkan alasan sumber kekuatan konten berita Pikiran Rakyat sebagai media bisnis dan positioning competitor yang membedakan dengan competitor.
Makna Pesan Fashion sebagai Komunikasi Non Verbal pada Film "Mrs. Harris Goes to Paris" Nabila Muthia Khansa; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v4i2.14101

Abstract

Abstract. Movies as part of mass communication media can influence its audience widely through a story idea and characters. Fashion as a non-verbal communication is seen as everyone's tool to reflect who the wearer is, but in today's reality, the concept of fashion as a non-verbal communication has begun to shift and is misused as if everyone has the right to judge someone through clothing. Mrs. Harris Goes to Paris is a film that examines fashion and discrimination of significant social class differences in the 1950s. Therefore, researchers want to reveal and interpret what meanings are contained in the movie Mrs. Harris Goes to Paris. This research uses a qualitative method, with Gadamer's Hermeneutics approach, which is processed through Gadamer's four main aspects (1) Historical Aspect, (2) Prejudice Aspect, (3) Hermeneutic Circle Aspect, (4) Application Aspect. The results of this study interpret the meaning of fashion in the film as identity, social class, culture, discrimination and the phenomenon of consumerism which is also a criticism in the film that targets Mrs. Harris' character who seems to emphasize the importance of luxury goods for an ideal happiness. Abstrak. Film sebagai media massa dapat mempengaruhi khalayaknya secara luas melalui sebuah ide cerita dan karakter. Fashion sebagai komunikasi non verbal dipandang sebagai alat setiap orang untuk mencerminkan siapa diri pemakainya, namun realitas saat ini, konsep tersebut mulai beralih geser dan disalah gunakan, seolah setiap orang berhak menghakimi yang lainnya melalui pakaian. Film Mrs Harris Goes to Paris merupakan film yang mengkaji mengenai fashion dan diskriminasi perbedaan kelas sosial yang signifikan di tahun 1950. Maka dari itu, peneliti ingin mengungkap dan menginterpretasikan makna apa saja yang terdapat di film Mrs. Harris Goes to Paris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan Hermeneutika Gadamer, yang diproses melalui empat aspek pokok Gadamer (1) Aspek Historis, (2) Aspek Prasangka, (3) Aspek Lingkaran Hermeneutika, (4) Aspek Penerapan. Hasil dari penelitian ini menginterpretasikan makna fashion di film sebagai identitias, kelas sosial, budaya, diskriminasi dan fenomena konsumerisme yang sekaligus menjadi kritik dalam film yang membidik karakter Mrs. Harris yang seolah menekankan pentingnya barang mewah untuk sebuah kebahagian yang ideal.
Makna Perjuangan Doctor Strange untuk Mempertahankan Semesta dari Ancaman Kejahatan Putri Iranda Tedy; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v4i2.14829

Abstract

Abstract. Film as one of the arts and entertainment media whose pace of development is accelerating from time to time. Film is also a communication medium that can be enjoyed by all circles of society. In films, there are messages and meanings that are then interpreted by the audience. Doctor Strange In The Multiverse Of Madness is a superhero film produced by Marvel Studios directed by Sam Raimi as the director of Multiverse of Madness replacing Scott Derrickson. Doctor strange in The Multiverse of Madnes itself, of course, has many signs or symbols that can be analyzed, one of which is related to the meaning of struggle. In this study, a qualitative method approach was used. With the Constructivist paradigm. By using Roland Barthes' semiotic theory based on the three aspects of denotation, connotation and myth, based on these aspects, the meaning of struggle emerged in the film Doctor Strange In The Multiverse Of Madness. Abstrak. Film sebagai salah satu seni dan media hiburan yang laju perkembangannya semakin cepat dari masa ke masa. Film juga merupakan media komunikasi yang dapat dinikmati semua kalangan masyarakat. Dalam film, terdapat pesan dan makna yang kemudian ditafsirkan oleh penontonnya. Film Doctor Strange In The Multiverse Of Madness adalah sebuah film superhero yang di produksi oleh Marvel Studios yang di sutradarai oleh Sam Raimi sebagai sutradara Multiverse of Madness menggantikan Scott Derrickson. Pada film Doctor strange in The Multiverse of Madnes sendiri tentu saja memiliki banyak tanda atau symbol yang dapat dianalisis salah satunya adalah yang berkenaan dengan makna perjuangan . Dalam penelitian ini digunakan pendekatan metode kualitatif. Dengan paradigma Kontruktivis. Dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes berdasarkan ketiga aspek denotasi, konotasi dan mitos , berdasarkan aspek tersebut maka munculah makna perjuangan yang ada pada film Doctor Strange In The Multiverse Of Madness.
Pengaruh Terpaan Akun Tiktok Raffi Ahmad terhadap Gaya Komunikasi Followers Achmad Arvian Noerdjamil; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v4i2.15612

Abstract

Abstract. TikTok social media is an audio visual media. This media is in the form of videos and photos created with various music juxtaposed. tiktok a media that disseminates each person's creativity and uniqueness its users. This social media can make users (followers) feel happy, because of the videos they make with various music. With Each user cannot use this media just once or twice Times because they are so happy to use TikTok social media.The presence of TikTok in Indonesia began in September 2017 and went viral on Indonesia in early 2018. Get the phenomenon of using TikTok when This is in Indonesia, it seems not only the elderly or elderly people Even young people, especially babies, also play TikTok. One of them is a public figure in Indonesia named Raffi Ahmad The first content on his personal TikTok account in 2018 had 336.9 K Likes (content enthusiast), in this content Raffi Ahmad has a non-communicative style verbal, namely providing joyful dancing (movements) with his children and wife. Raffi Ahmad's TikTok followers have a tendency to follow opinions, ideas, beliefs and movements of public figures. The purpose of this research can have a phenomenon is to find out How strong is the relationship between exposure to Raffi Ahmad's TikTok account application and imitation? communication style by followers. This research uses a correlation study with main data collection through distributing questionnaires. Data analysis techniques used is multiple linear regression analysis The results of the research show that there is a positive and significant influence exposure of Raffi Ahmad's TikTok account to followers' communication style in terms of attention to communication style. Abstrak. Media sosial tiktok merupakan sebuah media audio visual. media ini berupa video dan foto yang dibuat dengan disandingkan berbagai musik. tiktok sebuah media yang menyebarluaskan berbagai kreatifitas dan keunikan setiap penggunanya. Media sosial ini dapat membuat pengguna (followers) merasa senang, karena video-video yang mereka buat dengan berbagai musik. Dengan menggunakan media tersebut setiap penggunanya pun tidak bisa hanya sekali dua kali karena begitu senang nya mereka menggunakan media sosial tiktok. Hadirnya tiktok di Indonesia diawali pada September 2017 serta jadi viral di Indonesia pada dini tahun 2018. Mendapatkan fenomena pemakaian tiktok dikala ini di Indonesia, kayaknya tidak cuma dari golongan orang berusia lansia maupun anak muda saja, apalagi anak bayi juga telah bermain Tiktok. Salah satunya publik figure di Indonesia bernama Raffi Ahmad membuat konten pertama di akun tiktok pribadinya pada tahun 2018 terdapat 336,9 K Like (penyuka konten), dalam konten ini Raffi Ahmad mempunyai gaya komunikasi non verbal yaitu memberikan joget (Gerakan) kegembiraan bersama anak dan istrinya. pengikut (followers) tiktok Raffi Ahmad memiliki kecenderungan mengikuti pendapat, ide, keyakinan, dan gerakan publik figurenya. Tujuan dari penelitian ini dapat memiliki fenomena adalah untuk mengetahui seberapa kuat hubungan terpaan aplikasi akun tiktok Raffi Ahmad dengan imitasi gaya komunikasi oleh followers. Penelitian ini menggunakan studi korelasi dengan pengumpulan data utama melalui penyebaran kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis ragresi linear berganda Hasil dari penilitian menunjukan terdapat pengaruh positif dan signifikan terpaan akun tiktok Raffi Ahmad terhadap gaya komunikasi followers dari segi atensi terhadap gaya komunikasi