Maman Suherman
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 31 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh Etos Pimpinan terhadap Motif Berprestasi Kerja Karyawan Maman Suherman
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 9, No 2 (2008): Dari “Starbucks’ hingga Pembebasan Biaya Kesehatan Dasar
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v9i2.1119

Abstract

In order to gain the predicate of Good Corporate Government, some government bureaus have managed to run strategic moves. PT Telkom was among those whose ambitions was to be the best e-government organization. The success of such program was never easy because many factors contributed on such matters. One of crucial factors contributed for the creating a good exemplar of Good Corporate Government is the workforce group, especially on the workers ability for working. To implement a good working performance, PT Telkom created a corporate culture reflected some ideal values, i.e.  Cleanliness,  Transparency, and Professionalism. It was the role of leaders then to socialize the values. Leaders have responsibilities to motivate workers in his unit. Motivation derived from many sources: given materials, communication activity,  financial/material rewards, and so on. This paper examinee how leader’s ethos could be very effective in influencing workers motivation.  In order to do so, ethos concept is divided by three aspects: credibility, attraction, and power. Research results show that the influence of leader’s credibility toward motivation is insignificant. On the other hand, there is significant relationship between appeals and leader’s power toward workers/staff motivation.
Konstelasi Kemampuan "Listening" dalam Komunikasi Tatap Muka Maman Suherman
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 1, No 1 (2000): Salam (Pembuka)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v1i1.684

Abstract

Tatanan komunikasi dalam konteks tulisan ini lebih pada tatanan komunikasi tatap muka. Komunikasi pada hakikatnya adalah proses pengoperan lambang berarti dari seseorang kepada orang lain. Proses ini akan efektif manakala pelakunya berhasil mempersamakan makna tadi. Komunikator perlu membuat strategi yang jitu. Di pihak lain, komunikan harus siap mendengarkan apa yang akan disampaikan komunikator. Listening (mendengarkan), sebagai keahlian komunikasi, merupakan bagian integral dari komunikan yang dapat ikut menentukan efektivitas komunikasi. Apapun yang disampaikan komunikator, dengan menggunakan media apapun, dalam suasana bagaimanapun, sulit akan mencapai efektivitas, jika komunikan tidak mendukung proses komunikasi tersebut.
Hubungan Membaca Berita Online di Line Today dengan Kepuasan Membaca Audience Irham Fauzan; Maman Suherman
Jurnal Riset Public Relations Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.896 KB) | DOI: 10.29313/jrpr.vi.884

Abstract

Abstract. Line is one of the biggest social media in Indonesia, and one of its favorite features is Line Today. This research departs from the uses and gratification theory, and conceptually discusses the frequency, duration, content of news messages. The variables in this study are reading online news and the variable of audience satisfaction. The research method used in this research is quantitative research and correlational quantitative approach. The results found in this study are, the relationship between the frequency of reading news on Line Today with audience reading satisfaction, the relationship between the two variables has a strong positive relationship. The relationship between the duration of reading online news on Line Today with audience reading satisfaction, the relationship between these two variables has a strong positive relationship. The relationship between the content of the online news message Line Today with audience reading satisfaction, the relationship between the two variables has a strong positive relationship. The relationship between reading online news on Line Today with audience reading satisfaction, the relationship between these two variables has a strong positive relationship. Abstrak. Line adalah salah satu media sosial terbesar di Indonesia, dan salah satu fitur favoritnya adalah Line Today. Penelitian ini berangkat dari teori uses and gratification, dan secara konseptual membahas tentang frekuensi, durasi, isi pesan berita. Variabel dalam penelitian ini adalah membaca berita online dan variabel kepuasan penonton. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan pendekatan kuantitatif korelasional. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah, hubungan antara frekuensi membaca berita di Line Today dengan kepuasan membaca khalayak, hubungan antara kedua variabel tersebut memiliki hubungan positif yang kuat. Hubungan antara durasi membaca berita online di Line Today dengan kepuasan membaca khalayak, hubungan antara kedua variabel tersebut memiliki hubungan positif yang kuat. Hubungan antara isi pesan berita online Line Today dengan kepuasan membaca khalayak, hubungan kedua variabel memiliki hubungan positif yang kuat. Hubungan antara membaca berita online di Line Today dengan kepuasan membaca khalayak, hubungan antara kedua variabel tersebut memiliki hubungan positif yang kuat.
Studi Fenomenologi Komunikasi Sosial Pengamen di Kota Bandung Muhammad Fachri Rabbani Rayu Syabanayretin; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.529 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.567

Abstract

Abstract. The phenomenon of busking is one of the sosial problems in urban areas, especially in the city of Bandung and communication is the main human activity. By communicating, humans can mingle with each other. The reality of buskers is one of the sosial problems in big cities. Most people live as street singers because of poverty, but there are also many street singers who are based on their own desires and make their main capital to earn a living.The purpose of this study is to find out the motives of the busker subject in response to sosial communication,know the meaning of singing for the subject and to find out the communication experience of research subjects in response to sosial communication.This researcher uses a qualitative method with a phenomenological study approach. The technique of collecting data was carried out by in-depth interviews, observations, and documentation. The result of this research is that the subject's motives for becoming buskers in the Bandung City area are divided into 4 categories, namely economic motives, hobby motives, learning motives, and own desire motives. This motive is also an impulse from oneself that is caused by the needs that he wants to fulfill himself or the needs of his family. The meaning of the group’s musicians is divided into 3, namely homogeneous, partial, and artificial, so the meaning of busking for research subjects is as individuals who have responsibilities to themselves and their families, individuals who try to get rid of dependence, and individuals who always try to have social relations on the streets. The research subject's experience of social communication in responding to social communication is twofold. namely social communication that takes place in the form of individual communication to other music singers and social communication that takes place in the form of individual communication to parents and siblings. Abstrak. Fenomena pengamen merupakan salah satu masalah sosial di perkotaan khusus nya di kota Bandung dan Komunikasi adalah aktivitas pokok manusia. Dengan berkomunikasi manusia bisa saling berbaur. Realita pengamen yakni salah satu masalah sosial di kota-kota besar. Kebanyakan orang hidup sebagai pengamen di karenakan oleh kemiskinan, akan tetapi banyak juga pengamen yang didasari oleh keinginan sendiri dan di jadikan modal utama ia mencari nafkah. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui motif subjek pengamen dalam menanggapi komunikasi sosial, mengetahui makna mengamen bagi subjek dan untuk mengetahui pengalaman komunikasi subjek penelitian dalam menanggapi komunikasi sosial. Peneliti ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah motif subjek menjadi pengamen di wilayah Kota Bandung di bagi menjadi 4 kategori, yaitu motif ekonomi, motif hobi, motif keinginan belajar, dan motif keinginan sendiri. Motif ini juga merupakan dorongan dari diri sendiri yang di timbulkan karena kebutuhan yang ingin dipenuhi oleh dirinya sendiri atau kebutuhan keluarga. Makna kelompok pemusik terbagi menjadi 3, yaitu makna homogen, makna parsial, dan makna artifisial, jadi makna pengamen subjek penelitian adalah sebagai individu yang mempunyai tanggung jawab pada diri nya sendiri dan keluarganya, individu yang berusaha untuk melepaskan ketergantungan, dan individu yang selalu berusaha memiliki relasi sosial dalam di jalanan. Pengalaman komunikasi sosial subjek penelitian dalam menanggapi komunikasi sosial ada dua. yaitu komunikasi sosial yang berlangsung dalam bentuk komunikasi individual terhadap pengamen musik lainnya dan komunikasi sosal yang berlangsung dalam bentuk komunikasi individual terhadap orang tua dan saudara.
Sosialisasi Aplikasi Among Tani oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk Mewujudkan Kota Batu sebagai Smart City Nonny Lavka Vanya; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.421 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.586

Abstract

Abstract. This research is related to the concept of smart city or smart city. In the thesis that is studied, it is related to the Socialization of the Among Tani Application to Realize a Smart City. Is this socialization going well and being realized for people who work as farmers? The purpose of this study was to determine the strategy of the Department of Agriculture in disseminating to farmers the Among Tani application in Batu City. In the focus of research carried out in depth and clearly, this study uses descriptive qualitative methods to provide facts and data regarding the strategy of the Batu City Government in data management, and increase awareness of the use of applications in agriculture for the community, especially farmers, then the data is analyzed using brand awareness theory and new media theory. The socialization activity of the Among Tani application by the Department of Agriculture and Food Security of Batu City with farmer groups was carried out in 2018-2019. In increasing the awareness of farmers, it is important to provide education on the use of IT in Batu City. The results of this study stated that the Batu City Government, namely the Batu City Agriculture and Food Security Service through the counseling team, farmer assistant staff and the crop team carried out socialization in several stages, namely: planning stage 1) initial community research in Batu city; 2) coordination meeting in order to the declaration of BATT; 3) recruitment plan for companion team, extension team and crop team; 4) providing materials to the team that has been formed for socialization. Batu city government makes plans for socialization activities. The implementation stage, namely . The implementation phase of the Among Tani application socialization activity is the distribution of leaflets or brochures, and launching an extension team to meet face-to-face with farmer groups or communities that are the targets of this socialization. The evaluation and reporting stages are carried out after the socialization activities have been running. The use of media to support the process of socialization activities, namely audio-visual media and social media, namely Instagram, Twitter, Facebook and YouTube. Then by using electronic media supported by leaflets and SMS gateway. The delivery of messages is first, the socialization is carried out to convey the implementation of using the Among Tani application in 2017 and is actively realized until 2019. Second, Explaining the use of the Among Tani application which is a smart city program in Batu City. Abstrak. Penelitian ini berkaitan dengan konsep smart city atau kota cerdas. Dalam skripsi yang dikaji berkaitan dengan Sosialisasi Aplikasi Among Tani untuk Mewujudkan Smart City. Apakah sosialisasi ini berjalan dengan baik dan terealisasikan kepada masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi Dinas Pertanian dalam mensosialisasikan kepada para petani terhadap aplikasi Among Tani Kota Batu. Dalam fokus penelitian dilakukan secara dalam dan jelas, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memberikan fakta dan data mengenai strategi Pemerintah Kota Batu dalam pengelolaan data, dan meningkatkan kesadaran penggunaan aplikasi dalam bidang pertanian untuk masyarakat terutama petani, kemudian data dianalisis menggunakan teori brand awareness dan teori new media. Kegiatan sosialisasi aplikasi Among Tani oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu dengan kelompok tani dilakukan pada tahun 2018-2019. Dalam meningkatkan kesadaran para petani diberikannya edukasi penting penggunaan IT di Kota Batu. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Pemerintah Kota Batu yaitu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu melalui tim penyluhan, tenaga pendamping petani serta tim crop melakukan sosialisasi dengan beberapa tahapan yaitu : tahap perencanaan 1) riset awal masyarakat di kota Batu ;2) rapat koordinasi dalam rangka pencanangan BATT; 3) rencana perekrutan tim pendamping, tim penyuluh dan tim crop; 4) pembekalan materi pada tim yang telah dibentuk untuk sosialisasi., pemerintah kota batu membuat perencanaan untuk kegiatan sosialisasi. Tahap pelaksanaan, yaitu . Tahap pelaksanaan dari kegiatan sosialisasi aplikasi Among Tani yaitu penyebaran leaflet atau brosur, serta meluncurkan tim penyuluhan untuk bertatap muka langsung dengan kelompok atau komunitas tani yang menjadi sasaran dari sosialisasi ini. Tahap evaluasi dan tahap pelaporan, dilakukan setelah kegiatan sosialisasi sudah berjalan. Penggunaan media untuk medukung proses kegiatan sosialisasi yaitu media audio visual serta media sosial yaitu Instagram,twitter, facebook dan youtube. Lalu dengan menggunakan media eketronik didukung dengan leaflet serta SMS gateaway. Penyampaian pesan yaitu pertama, Sosialisasi dilakukan untuk menyampaikan pemberlakuan dalam menggunakan aplikasi Among Tani ditahun 2017 dan terealisasikan secara aktif hingga tahun 2019. Kedua, Menjelaskan penggunaan aplikasi Among Tani yang merupakan program smart city Kota Batu.
Komunikasi Antar Budaya Pernikahan Minangkabau dan Jawa Final De Pranc; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.92 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.2301

Abstract

Abstract. Indonesia consists of various ethnic groups, cultures and religions, so there are cultural differences which consequently require the ability to adapt to minimize the occurrence of culture shock. In dealing with intercultural communication problems, in the context of mixed marriages, stereotypes can affect the assessment of the extended family towards someone who will be used as a life companion. This study aims to determine how intercultural communication in Minangkabau and Javanese families in Kuantan Singingi. The method used in this research is a qualitative research method with a case study approach, the research paradigm used is the constructivism paradigm which is then reviewed using purposive and snowball sampling techniques. The research subjects in this study were three couples of Minangkabau or Javanese ethnicity. The adaptation process needs to be carried out because there are many differences in terms of customs, understanding, habits, and also language. Each couple experiences culture shock differently in each individual, depending on the individual's own experience. Efforts made in overcoming cultural differences in the family are through deliberation, both deliberation conducted by extended families and discussions conducted by each partner. Efforts are made to communicate with their children by using a more universal language, namely Indonesian, but each couple also provides an understanding of Minangkabau and Javanese culture and language. Abstrak. Indonesia terdiri dari beragam suku, budaya dan agama yang ada, sehingga terdapat perbedaan budaya yang konsekuensinya diperlukan kemampuan beradaptasi untuk meminimalisir terjadinya gegar budaya. Dalam menghadapi persoalan komunikasi antarbudaya, dalam konteks perkawinan campuran, stereotype dapat mempengaruhi penilaian keluarga besar terhadap seseorang yang akan dijadikan pendamping hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi antarbudaya pada keluarga Minangkabau dan Jawa di Kuantan Singingi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, paradigma penelitian yang digunakan adalah paradigma konstruktivisme yang kemudian ditinjau dengan menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah tiga pasang suami atau istri beretnis Minangkabau atau Jawa. Proses adaptasi perlu dilakukan dikarenakan terdapat banyak sekali perbedaan dalam hal adat, pemahaman, kebiasaan, dan juga bahasa. Setiap pasangan mengalami gegar budaya yang berbeda pada setiap individunya, tergantung dari pengalaman individu itu sendiri. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi perbedaan budaya dalam keluarga adalah dengan cara bermusyawarah, baik musyawarah yang dilakukan oleh keluarga besar maupun diskusi yang dilakukan oleh masing-masing pasangan. Upaya yang dilakukan dalam berkomunikasi dengan anak-anaknya adalah dengan menggunakan bahasa yang lebih universal, yaitu bahasa Indonesia, namun setiap pasangan juga tetap memberi pemahaman tentang budaya maupun bahasa Minangkabau dan Jawa.
Komunikasi Interpersonal pada Pasangan Suami-Istri Remaja Pasca Pernikahan Ta’aruf : Studi Fenomenologi komunikasi interpersonal istri pada suami yang Menikah melalui Ta’aruf di Bandung Sheilla Syania Tholib; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.253 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3808

Abstract

Abstract. The word ta'aruf has the meaning of getting acquainted and in the concept of marriage ta'aruf is that in the introduction process before marriage is brokered by a third party and even the couples only meet a few times so that they proceed to marriage. Therefore, this thesis has the aim of knowing the interpersonal communication of wives to husbands who are married through the ta'aruf process by examining the motives, experiences and also the meaning of ta'aruf marriage by using a qualitative approach with phenomenological methods in solving research and using Alfred Schutz's phenomenological theory. , social penetration and Uncertainty Reduction as a reference in this issue. This research was conducted by observation and literature study, the object of which came directly from the field using the snowball sampling technique not in a specific place but spread out. The results of the study show that there are three motives, namely past motives (the process of hijrah, religious orders, motives due to self-indulgence and belief motives), the present (communication after marriage is more open to understanding each other and having a vision and mission of the future) and the future (the motive of the desire for a harmonious family, the motive for getting a partner who understands religion, the motive for having religiously devout offspring). Experience before marriage (early phase, personal phase and final phase). Post-marital communication experience in the process of togetherness with couples (Initiating, Experimenting, Intensifying, Integrating, Bonding) Interpersonal communication process of ta'aruf couples in developing relationships with (affection, control and Infusion). The meaning of ta'aruf marriage has three general meanings, namely the process towards marriage according to Islamic law, marriage by submitting to Allah's arrangements and the process before marriage that does not involve disobedience. Abstrak. Kata ta’aruf memiliki makna berkenalan dan pada konsep pernikahan ta’aruf adalah yang pada proses perkenalan sebelum pernikahan diperantai oleh pihak ketiga dan bahkan para pasangan hanya bertemu beberapa kali sehingga lanjut ke pernikahan. Maka dari itu Skripsi ini mempunyai tujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal Istri pada Suami yang menikah melalui proses ta’aruf dengan mengkaji motif, pengalaman dan juga makna dari pernikahan ta’aruf dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dalam memecahkan penelitiannya dan menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz, penetrasi sosial dan Uncertainty Reduction sebagai acuan dalam masalah ini. Penelitian ini dilakukan dengan observasi dan studi pustaka, yang obyeknya langsung berasal dari lapangan dengan menggunakan Teknik snowball sampling tidak di tempat yang spesifik namun tersebar. Hasil penelitian menunjukan adanya tiga motif yaitu motif masa lalu (proses hijrah, perintah agama, motif karena dorongan dari diri dan motif keyakinan) , masa kini (komunikasi setelah pernikahaan lebih terbuka saling memahami dan memiliki visi misi kedepan ) dan masa yang akan datang (motif keinginan keluarga harmonis,motif mendapat pasangan yang paham agama, motif mempunyai keturunan yang taat agama). Pengalaman sebelum pernikahaan (fase awal , fase personal dan fase akhir). Pengalaman komunikasi pasca pernikahan dalam proses kebersamaan pasangan dengan (Initiating,Experimenting, Intensifying, Integrating,Bonding) Proses komunikasi Interpersonal pasangan ta’aruf dalam pengembangan hubungan dengan (afeksi,kontrol dan Influsi ). Makna dari pernikahaan ta’aruf mempunyai tiga makna umum yaitu Proses menuju pernikahan yang sesuai syariat islam, Pernikahaan dengan menyerahkan pada pengaturan Allah dan Proses sebelum pernikahaan yang tidak melibatkan kemaksiatan.
Strategi Komunikasi Komunitas Paredu.Id dalam Mensosialisasikan Program Parenting Education Shely Anggraeni; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.555 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4019

Abstract

Abstract. The Covid-19 pandemic has made almost 80% of parents of children with cerebral palsy experience mild to severe stress due to lack of insight and education regarding how to care for, educate, and provide therapy for their children, while doing independent therapy is not easy because it requires ability, insight. , as well as adequate tools. This is also felt by parents in RCP Bogor. Parenting education is a program created by the Paredu.id community as a solution to the problems felt by parents with children with cerebral palsy, especially at RCP Bogor. The type of activity carried out is socialization on how parents stay enthusiastic in educating, caring for, accepting themselves and carrying out therapy independently at home using music, motion, and songs made by the Paredu.id community in the hope that these activities can increase stimulus the child regularly. The purpose of this study was to examine and analyze how the communication strategy of the Paredu.id community in disseminating the parenting education program and its implementation in every activity. This study uses a qualitative method with a descriptive case study approach. The data in this study were obtained through the results of in-depth interviews, observations, literature studies, and also documentation. The results of this study include the communication strategy carried out by the Paredu.id community in the socialization of the parenting education program which is divided into 5 stages, namely: Research, planning, implementation, evaluation and reporting. In its implementation, Paredu.id chooses to use social media as a medium to reach its audience and disseminate information. Finally, there are several supporting and inhibiting factors in the communication planning process carried out by Paredu.id. Abstrak. Pandemi Covid-19 ini membuat hampir 80% orang tua dari anak Celebral palsy mengalami stress ringan hingga berat karna kurangnya wawasan dan edukasi terkait bagaimana merawat, mendidik, dan memberikan terapi untuk anaknya, sedangkan melakukan terapi mandiri bukanlah hal yang mudah karena diperlukan kemampuan, wawasan, serta alat yang memadai. Hal tersebut juga dirasakan oleh orang tua yang ada di RCP Bogor. Parenting education merupakan sebuah program yang dibuat oleh komunitas Paredu.id sebagai solusi dari permasalahan yang dirasakan oleh orang tua dengan anak celerbal palsy khusunya di RCP Bogor. Jenis kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi mengenai bagaimana caranya orang tua tetap semangat dalam mendidik, merawat, menerima diri serta melaksanakan terapi secara mandiri dirumah dengan menggunakan musik, gerak, dan lagu yang dibuat oleh komunitas Paredu.id dengan harapan, adanya kegiatan tersebut dapat meningkatkan stimulus sang anak secara berkala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis bagaimana strategi komunikasi komunitas Paredu.id dalam mensosialisasikan program parenting education dan implementasinya dalam setiap kegiatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui hasil wawancara mendalam (in depth interview), observasi, studi pustaka, dan juga dokumentasi. Hasil dari penelitian ini diantaranya adalah strategi komunikasi yang dilakukan oleh komunitas Paredu.id dalam sosialisasi program parenting education ini terbagi menjadi 5 tahapan tahapan yaitu : Riset, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan. Dalam pelaksanaanya Paredu.id memililih untuk menggunakan sosial media sebagai medium untuk menjangkau khalayaknya serta melakukan penyebaran informasi. Terakhir, terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam proses perencanaan komunikasi yang dilakukan oleh Paredu.id.
Optimasi Iklan Perempuan Maju Digital pada Facebook Ads Manager Laily Kurniawati; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.778 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4044

Abstract

Abstract. Women Maju Digital (PMD) is a program created by Thinkweb, as a social impact agency that has a vision and mission in the field of education and gender equality. The Digital Advancement Women Program is a special program for women who want to develop their business and learn about business in the digital era, from idea generation to branding and marketing. To promote the class so that it reaches the target market, promotional activities are needed through the advertising of Facebook Manager. As an advertiser, the skills needed to optimize ads through the Facebook Ads Manager are so that Key Performance Indicators (KPIs) can be achieved. Based on this phenomenon. So the problems in this research are formulated as follows: (1) How is the advertising planning process through the Facebook Ads Manager? (2) How is the implementation of advertising through facebook ads manager? (3) How are the results obtained from advertising through the facebook ads manager?. The author participated in the Independent Campus Internship program on Thinkweb for five months, and directly participated in optimizing the Women Maju Digital advertisements through the facebook ads manager. As for the results of the formulation of the problem that has been made, namely in advertising planning, a media planner is needed which includes all future advertising plans, and as a reference for advertisers in advertising installation and optimization. Then in the ad implementation process, advertising is done through the Facebook ads manager tool and monitored every day through daily checks, if it is felt that the ad performance is not good then an optimization process is needed. Furthermore, all advertisements that have finished their broadcast period will be made monthly reports and analyzed so that learning or learning is obtained to start in the future. Abstrak. Perempuan Maju Digital (PMD) merupakan sebuah program yang dibuat oleh Think web, sebagai agency social impact yang memiliki visi misi dibidang Pendidikan dan kesetaran gender. Program Perempuan Maju Digital adalah program khusus bagi para Perempuan yang ingin mengembangkan bisnis dan mempelajari bisnis di era digital, mulai dari pembuatan ide hingga branding dan pemasaran. Untuk mempromosikan kelas agar sampai ke target pasar yang dibutuhkan kegiatan promosi melalui pemasangan iklan facebook manager. Sebagai seorang pengiklan kemampuan yang dibutuhkan untuk mengoptimasi iklan melalui facebook ads manager agar Key Performance Indicator (KPI) dapat tercapai. Berdasarkan fenomena tersebut. Maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana proses perencanaan iklan melalui facebook ads manager? (2) Bagaimana pelaksanaan pemasangan iklan melalui facebook ads manager? (3) Bagaimana hasil yang didapat dari pemasangan iklan melalui facebook ads manager?. Penulis mengikuti program Magang Kampus Merdeka di Think web selama lima bulan, dan secara langsung turut serta melakukan optimasi iklan Perempuan Maju Digital melalui facebook ads manager. Adapun hasil dari rumusan masalah yang telah dibuat yakni pada perencanaan iklan diperlukan media planner yang memuat semua perencanaan iklan kedepannya, dan sebagai acuan advertiser dalam pemasangan dan optimasi iklan. Kemudian pada proses pelaksanaan iklan, pemasangan iklan dilakukan melalui alat facebook ads manager dan dipantau setiap hari melalui pemeriksaan harian, jika dirasa kinerja iklan kurang baik maka diperlukan proses optimasi. Selanjutnya, semua iklan yang sudah selesai masa tayangnya akan dibuat laporan bulanan dan dianalisis sehingga didapat pembelajaran atau pembelajaran untuk memulai kedepannya.
Komunikasi Humas Sekertariat Presiden Republik Indonesia Melalui Unggahan Foto Kegiatan Presiden Dalam Mencegah Berita Hoax Siti Sarah Destyani; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.945 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4095

Abstract

Abstract. A government institution in Indonesia has its own functions and functions, all of which help develop the Vision and Mission as well as the Goals to be achieved by the President of the Republic of Indonesia. The researcher found one object in this qualitative research, namely the Public Relations of the Presidential Secretariat of the Republic of Indonesia which is operationally carried out by the Biro Pers Media dan Infromasi. News about the activities of the President of the Republic of Indonesia is information that supports the public for the entire community, not only news that has positive values ​​on the negative side. However, until now there are many people who do not fully understand how to take really good information and/or obtain valid data sources. So that there are still many individuals or media who spread hoax news about the President of the Republic of Indonesia for their personal gain. Therefore, the PR of the Presidential Secretariat, especially the Press, Media and Information Bureau, has a way of communication in building a good public view of every activity carried out by the President of the Republic of Indonesia by utilizing social media through digital platforms, namely the presiden.go.id website and YouTube Setpres to publish and release of the results of the appropriate activities of the President of the Republic of Indonesia that occurred in the field along with clear data and facts. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, documentation and literature study. The results of this study are 1) Communication of the Public Relations of the Secretariat of the President of the Republic of Indonesia carried out by the Biro Pers Media dan Infromasi in disseminating information through the presidential.go.id website and the YouTube Setpres has been planned and systematic 2) In the process of making news, the form of activities that can be disseminated to the community is in accordance with the needs of the community and in accordance with applicable laws. 3) The barriers to PR practitioners at the Secretariat of the President of the Republic of Indonesia, namely the Biro Pers Media dan Infromasi, have been coordinated according to the communication strategy that was developed. Abstrak. Sebuah Lembaga pemerintahan di Indonesia memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing, semua membantu mengembangkan Visi dan Misi serta Tujuan yang ingin di capai oleh Presiden Republik Indonesia. Peneliti menemukan salah satu objek dalam penelitian kualitatif ini yaitu Humas Sekertariat Presiden Republik Indonesia yang secara operasional dilakukan oleh Biro Pers Media dan Informasi. Berita mengenai kegiatan Presiden RI adalah infromasi yang menunjang keterbukaan public kepada seluruh masyarakat, tidak asing setiap berita tidak hanya memberitakan berita yang bernilai positif saja melainkan sisi negatifnya. Namun hingga saat ini banyak sekali masyarakat yang belum memahami sepenuhnya dalam mengambil informasi yang baik dan benar/valid sumber data yang diperoleh. Sehingga masih banyak sekali oknum atau media-media yang menyebarkan berita hoax mengenai Presiden RI demi keuntungan pribadinya. Oleh karena itu Humas Sekertariat Presiden khususnya Biro Pers Media dan Infromasi memiliki cara komunikasi dalam membangun pandangan masyarakat yang baik terhadap setiap kegiatan yang dilakukan oleh Presiden RI dengan memanfaatkan adanya media sosial melalui platform digital yaitu website presiden.go.id dan youtube Setpres untuk mempublikasikan dan release hasil kegiatan Presiden RI yang sesuai terjadi di lapangan beserta data dan fakta yang jelas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Komunikasi Humas Sekertariat Presiden RI yang dilakukan oleh Biro Pers Media dan Infromasi dalam memberitakan Informasi melalui website presiden.go.id dan youtube Setpres sudah terencana dan sistematis 2) Dalam proses pembuatan berita , bentuk kegiatan yang mampu disebarkan kepada masyarakat sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku 3) Hambatan praktisi Humas Sekertariat Presiden RI yaitu Biro Pers Media dan Infromasi sudah terkoordinir sesuai dengan strategi komunikasi yang dibangun.