Maman Suherman
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 31 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Strategi Marketing Public Relations dalam Mengelola Loyalitas Pelanggan: Studi Kasus Pada Strategi Marketing Public Relations “Café Beda Cerita Coffee Bandung” Dalam Mengelola Loyalitas Pelanggan Nadiskha Putri Fadillah; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6916

Abstract

Abstract. The culinary business industry in the coffee shop sector has mushroomed in every corner of the city. The rise of the coffee shop business has resulted in intense market competition for coffee entrepreneurs. This market competition is also experienced by Café Beda Cerita, this requires Beda Cerita to be able to compete and continuously innovate and improvise in an effort to manage customer loyalty through an unusual strategy. Managing customer loyalty is quite difficult because it requires a well-planned strategy to build trust and build a good image that is well known to many people. Loyalty is formed from service as well as the company's image in fulfilling the wants and needs of customers, so that Different Stories implements Marketing Public Relations to manage one of its assets, namely loyal customers. The purpose of this research is to find out and describe the Marketing Public Relations strategy used by Different Stories in managing customer loyalty. In this study, researchers used qualitative research methods with a case study approach. The paradigm used is constructivism. Conducting in-depth interviews with MPR Different Stories, researchers used secondary data as triangulation. The results showed that the MPR strategy was carried out in the planning stage with situation analysis, the implementation stage was with a strategy to attract attention (publication), a strategy to stimulate purchases, and a strategy to form public opinion, the last stage was evaluation by opening up interaction space as an evaluation material from customers. Obstacles in the service aspect occur in internal and external factors. Different Stories overcome obstacles by implementing customer relations. The reasons for using MPR activities are based on efficiency and the long-term impact of establishing good relations with customers. Abstrak. Industri bisnis kuliner pada bidang coffee shop saat ini sudah menjamur disetiap sudut kota. Maraknya bisnis coffee shop menimbulkan ketatnya persaingan pasar bagi para pengusaha kopi. Persaingan pasar tersebut dialami juga oleh Café Beda Cerita, hal ini mengharuskan Beda Cerita mampu bersaing dan secara terus-menerus berinovasi dan berimprovisasi dalam upaya mengelola loyalitas pelanggan melalui strategi yang tidak biasa. Mengelola loyalitas pelanggan cukup sulit karena membutuhkan strategi yang terencana untuk menumbuhkan rasa percaya dan membangun citra yang baik juga dikenal orang banyak. Loyalitas terbentuk dari pelayanan juga citra perusahaan dalam memberikan keinginan dan kebutuhan pelnggan, dengan begitu Beda Cerita menerapkan Marketing Public Relations untuk mengelola salah satu aset yang dimiliki yaitu pelanggan loyal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjabarkan strategi Marketing Public Relations yang digunakan Beda Cerita dalam mengelola loyalitas pelanggan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Paradigma yang digunakan yaitu konstruktivisme. Melakukan wawancara mendalam dengan MPR Beda Cerita, peneliti menggunakn data sekunder sebagai triangulasi. Hasil penelitian menunjukan strategi MPR dilakukan dengan tahap perencanaan dengan analisis situasi, tahap pelaksanaan dengan strategi menarik perhatian (publikasi), strategi merangsang pembelian, dan strategi membentuk opini publik, tahap terahir yaitu evaluasi dengan membuka ruang interaksi sebagai bahan evaluasi dari pelanggan. Hambatan dalam aspek pelayanan terjadi pada faktor internal dan eksternal Beda Cerita mengatasi hambatan dengan menerapan customer relations. Alasan menggunakan aktivitas MPR didasari akan efisien dan dampak jangka panjang menjalin hubungan baik dengan pelaggan.
Studi Fenomenologi Ulama Menangani Rehabilitasi Pengguna Narkoba di Pondok Inabah Suryalaya Miftahul Alam; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5427

Abstract

Abstract. Rehabilitation is a process of person recovery from addiction which can interfere with person’s physical and mental health. Rehabilitation cannot be done alone and requires the intervention of other people who are experts in this matter. The guiding Ulama at Pondok Inabah are selected people who assist in the rehabilitation process for former drug users. The method of rehabilitation at Pondok Inabah is different from other rehabilitation centers. The rehabilitation process at Inabah places emphasizes on a spiritual approach for drug users. This study aims to determine the phenomenology of the Ulama helping the rehabilitation process at Pondok Inabah. The ulama have motives, experiences and specific meanings. The researcher used the phenomenological theory of Alfred Schutz. This study uses a descriptive qualitative method that aims to explain the phenomenon as clearly as possible and describe the answers from informants in as much detail as possible by using interview and observation data as da collection techniques. The research subjects consisted of 5 guiding ulama who matched the researcher’s criteria. Based on the study, the researcher found that the guiding ulama at Pondok Inabah had motives and experiences that influenced their interpretation of Inabah including economic reasons, seeking experience and fulfilling the mandate of the teacher. Meanwhile, different experiences for piece of information make it a lesson and give influence the meaning of the ulama towards Inabah. Keywords: Phenomenology, Ulama, Rehabilitation, Alfred Schutz Abstrak. Rehabilitasi merupakan proses penyembuhan seseorang dari adiksi yang dapat menganggu kesehatan fisik maupun jiwa seseorang, rehabilitasi tidak bisa dilakukan sendiri dan membutuhkan campur tangan orang lain yang sudh ahli dalam hal tersebut. Ulama pembina di Pondok Inabah merupakan orang orang terpilih yang membantu proses rehabilitasi para mantan pengguna narkoba. Dimana proses rehabilitasi di Pondok Inabah berbeda dengan di tempat rehab lain, proses rehabilitasi di Inabah lebih menekankan pada pendekatan spiritual bagi para pengguna narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomenologi ulama membantu proses rehabilitasi di Pondok Inabah. Dimana ulama mempunyai motif, pengalaman serta makna tertentu bagi para ulama pembina. peneliti menggunakan teori fenomenologi dari Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan menjelaskan fenomena sejelas jelasnya dan menjabarkan jawaban dari informan sedetail mungkin dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan observsi. Subjek penelitian terdiri dari 5 orang ulama pembina yang telah memenuhi kriteria dari peneliti. Berdasarkan penelitian peneliti menemukan bahwa para ulama pembina di Pondok Inabah memiliki motif dan pengalaman yang mempengaruhi pemaknaan mereka terhadap Inabah. Yaitu diantaranya motif ekonomi, mencari pengalaman dan pemunuhan terhadap amanat dari guru. Sedangkan pengalaman berbeda setiap informan yang menjaikannya suatu pembelajaran serta membeikan pengaruh terhadap pemaknaan dari para ulama terhadap Inabah.
Konstruksi Makna Bekerja sebagai Pengurus Usaha Hewan Ternak secara Sukarela Muhammad Ihsan Ramadhan; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6116

Abstract

Abstract - Livestock can make a profitable business for entrepreneurs, taking care of livestock requires good energy and discipline accompanied by special skills so that livestock remain healthy and superior. a young man created an akang.id business to facilitate orders for livestock consumers, the large number of livestock enthusiasts became a reason for kak.id to be born with the convenience provided, on the basis of a sense of love for sheep and increasing convenience for customers in Indonesia to buy livestock sheep and why someone works voluntarily at kang.id. The motives, experiences and meanings of a person willing to work voluntarily at akang.id are research questions that will be investigated. This study uses a qualitative paradigm with phenomenological methods. Thus, researchers are trying to be able to unravel the various phenomena that exist. In-depth interviews, observation was chosen as a data collection technique, selected as a way to test the validity of the data through sources, methods, investigators and theories. The phenomenon of someone willing to work without being paid at kang.id is one of them. It was studied using George Herbert Mead's symbolic interaction theory, Kluckhon's theory of Cultural Values ​​together with Alfred Schutz's phenomenological approach in the hope of disentangling evidence, data and information on phenomena more clearly. The results of the research are from motives, experience becomes a meaning of life values, life that goes on becomes a means of worship, community, benefit for the surrounding environment and how to carry out a role in this life. Abstrak - Ternak hewan bisa menjadikan suatu bisnis yang menguntungkan bagi pengusahanya, mengurus hewan ternak memerlukan tenaga dan kedisiplinan yang baik dengan di barengi oleh keahlian yang khusus agar ternak tetap sehat dan unggul. seorang pemuda menciptakan sebuah usaha akang.id untuk memudahkan pesanan bagi konsumennya hewan ternak, banyaknya peminat hewan ternak menjadi suatu alasan bagi akang.id lahir dengan kemudahan yang diberikan, dengan dasar rasa kecintaan terhadap domba dan meningkatkan kemudahan bagi pelanggan di indonesia untuk membeli hewan ternak domba dan mengapa seseorang bekerja secara sukarela di akang.id. Motif, pengalaman dan makna seseorang mau bekerja secara sukarela di akang.id menjadi pertanyaan-pertanyaan penelitian yang akan diteliti. penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan metode fenomenologi. Dengan demikian, peneliti berusaha untuk bisa mengurai berbagai fenomenan yang ada. Wawancara mendalam, observasi dipilih sebagai teknik pengumpulan data, dipilih sebagai cara uji keabsahan data melalui sumber, metode, penyidik dan teori. Fenomena seseorang rela bekerja tanpa dibayar di akang.id adalah salah satunya. Dikaji menggunakan teori interaksi sibolik George Herbert Mead, teori Nilai Budaya Kluckhon bersama dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz dengan harapan dapat mengurai bukti , data dan informasi fenomena lebih terang. Hasil peneliti yaitu dari motif,pengalaman menjadi sebuah makna nilai-nilai kehidupan, kehidupan yang terus berjalan menjadi sarana ibadah, bermasyarakat, kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar dan bagaimana menjalakan sebuah peran di kehidupan ini.
Implementasi CSR PT X dalam Membangun Ketahanan Pakan Ternak Agung Setiawan; Maman Suherman
Jurnal Riset Public Relations Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v3i1.1955

Abstract

Abstract. PT X's social responsibility program itself refers to ISO 26000: 2010. Responsibility in the form of a form of concern and donation to national development. In this Corporate Social Responsibility program, issues and problems were found regarding the difficulty of obtaining good quality animal feed in Kertawangi Village, Cisarua District, West Bandung Regency. The research objective was to find out how the implementation process was, the obstacles that occurred, and the reasons for choosing Kertawangi Village, Cisarua District, West Bandung Regency. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection methods were carried out using interview techniques, observation, literature studies, and documentation studies. The results of this study are: 1) PT X builds animal feed resilience, using four stages of CSR, namely the planning stage (social mapping), implementation (carrying out programs based on social mapping), evaluation (assessment of implemented programs), and reporting (form of responsibility to relevant stakeholders). 2) There were obstacles during the implementation of activities, namely there were technical, non-technical, and planting land obstacles for breeders. 3) PT X implemented the CSR program in Kertawangi Village where both of them experienced difficulties in obtaining good quality animal feed. Abstrak. Program tanggung jawab sosial PT X sendiri mengacu pada ISO 26000:2010. Dalam program Corporate Social Responsibility ini ditemukan isu dan permasalahan mengenai sulitnya mendapatkan pakan ternak yang berkualitas baik di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaannya, kendala yang terjadi, dan alasan memilih Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, studi literatur, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) PT X membangun ketahanan pakan ternak menggunakan empat tahapan CSR yaitu tahap perencanaan (social mapping), implementasi (program berbasis tentang pemetaan sosial), evaluasi (penilaian terhadap program yang dilaksanakan), dan pelaporan (tanggung jawab kepada pemangku kepentingan terkait). 2) Terdapat kendala selama pelaksanaan kegiatan yaitu adanya kendala teknis, non teknis, dan lahan tanam bagi para penangkar. 3) PT X melaksanakan program CSR di Desa Kertawangi di mana keduanya mengalami kesulitan dalam mendapatkan pakan ternak yang berkualitas baik.
Kegiatan Public Relations dalam Mempertahankan Citra Perusahaan di Era Pandemi Covid-19: Studi Kualitatif dengan Pendekatan Studi Kasus Mengenai Kegiatan Public Relations Bumi Pancasona Sport Club Vicky Rizky Nurlestari; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.7483

Abstract

Abstract. When the Covid-19 pandemic occurred, an independent company engaged in the sports sector, namely Bumi Pancasona Sport Club, experienced a significant decrease in visitors due to a crisis of consumer confidence which affected the company's image. This study aims to describe Bumi Pancasona Sport Club's public relations activities in maintaining the company's image in the era of the co-19 pandemic. The method used is qualitative with a case study approach. This study uses data collection techniques through interviews, observation, literature review and documentation. The results of the study show that, 1) Communication built by PR Bumi Pancasona in maintaining the company's image in the era of the Covid-19 pandemic, namely by conducting external communications and communication, 2) Internal PR activities in maintaining the company's image in the era of the Covid-19 pandemic, namely by carrying out research on government policies, hold internal meetings, evaluate every activity that has been carried out and give awards for employee performance, 3) External PR activities in maintaining the company's image in the era of the Covid-19 pandemic, namely by holding promotions, 4) The reason for Bumi Pancasona is only use Instagram social media to publish all forms of information to the public in maintaining the company's image in the era of the co-19 pandemic because they view Instagram as an effective and efficient media, apart from that Instagram also tends to be more loved by young people and adults. Abstrak. Ketika pandemi covid-19 terjadi, perusahaan independen yang bergerak dalam sektor olahraga yaitu Bumi Pancasona Sport Club mengalami penurunan pengunjung secara signifikan akibat terjadinya krisis kepercayaan konsumen yang berimbas pada citra perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan public relations Bumi Pancasona Sport Club dalam mempertahankan citra perusahaan di era pandemi covid-19. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, kajian pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Komunikasi yang dibangun oleh PR Bumi Pancasona dalam mempertahankan citra perusahaan di era pandemi covid-19 yaitu dengan melakukan komunikasi dan komunikasi eksternal, 2) Kegiatan internal PR dalam mempertahankan citra perusahaan di era pandemi covid-19 yaitu dengan melakukan research mengenai kebijakan pemerintah, mengadakan internal meeting, mengadakan evaluasi setiap kegiatan yang telah dilaksanakan dan memberikan penghargaan atas prestasi kerja karyawan, 3) Kegiatan eksternal PR dalam mempertahankan citra perusahaan di era pandemi covid-19 yaitu dengan mengadakan promosi, 4) Alasan Bumi Pancasona hanya menggunakan media sosial Instagram untuk mempublikasikan segala bentuk informasi kepada publik dalam mempertahankan citra perusahaan di era pandemi covid-19 karena mereka memandang bahwa Instagram sebagai media yang efektif dan efisien, selain itu Instagram juga cenderung lebih digandrungi oleh anak muda dan orang dewasa.
Komunikasi Public Relations dalam Program Corporate Social Responsibility Talent Udjo Dwi Putri Budiawan; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.7687

Abstract

Abstract. Government policies oblige companies to carry out CSR programs in the environment around the company aiming to bring companies closer to the community. PT. Saung Angklung Udjo dedicates its CSR program "Talent Udjo" to students who become the foundation of hope for parents to be able to change their family's economy. With this phenomenon the researcher intends to find out how PR communicates in the Udjo talent CSR program. In this study using qualitative methods with a case study approach, using the constructivism paradigm. Then, data sources were obtained through interviews, observation, and documentation in the field. Data analysis will be carried out using data reduction analysis techniques, data presentation, and drawing conclusions. Describes that public relations communication in the talent udjo CSR program has not really shown the implementation of a PR practitioner. The CSR program that has been created long ago has not changed the position of a public relations officer at PT. Saung Angklung Udjo. The creation of the Udjo talent CSR program has the intention of being a form of his love for the preservation of culture from West Java which is made of bamboo to empower the community which has been maintained until now so as to create generations of children of the nation who are increasingly developing with the priority of school dropouts. Internal and external communications created by public relations must be good. Public relations is believed to be the face of the company in receiving guests and giving a friendly impression to visitors. Coffee morning is held as an evaluation of employee divisions in order to establish closer relationships. @saungangklungudjo is an Instagram social media account owned by PT. Saung Angklung Udjo in promoting and disseminating information, but in the CSR talent program, Udjo still uses a word of mouth strategy in attracting children who will join. Abstrak. Kebijakan pemerintah mewajibkan perusahaan untuk melaksanakan program CSR di lingkungan sekitar perusahaan bertujuan untuk mendekatkan perusahaan dengan masyarakat. PT. Saung Angklung Udjo mendedikasikan program CSR ”Talent Udjo” kepada anak-anak didik yang menjadi tumpuan harapan para orang tua untuk bisa merubah perekonomian keluarganya. Dengan fenomena ini peneliti bermaksud untuk mengetahui bagaimana komunikasi PR dalam program CSR talent udjo. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan paradigma konstruktivisme. Kemudian, sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi di lapangan. Data analisa yang akan dilakukan dengan menggunakan teknik analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Mendeskripsikan bahwa komunikasi public relations dalam program CSR talent udjo belum terlalu memperlihatkan implementasi dari seorang praktisi PR. Terciptanya program CSR talent udjo memiliki maksud sebagai bentuk kecintaannya terhadap pelestarian kebudayaan asal Jawa Barat yang terbuat dari bambu untuk memberdayakan masyarakat yang dipertahankan hingga saat ini agar terciptanya generasi-generasi anak bangsa yang semakin berkembang dengan prioritas anak putus sekolah. Komunikasi internal dan external yang diciptakan oleh public relations haruslah baik. Public relations dipercaya sebagai wajah bagi perusahaan dalam penerimaan tamu dan memberikan kesan ramah terhadap para pengunjung. Coffe morning diadakan sebagai evaluasi para divisi karyawan agar dapat menjalin hubungan lebih erat. @saungangklungudjo merupakan akun media sosial Instagram yang dimiliki oleh PT. Saung Angklung Udjo dalam mempromosikan dan menyebarkan informasi, namun dalam program CSR talent udjo masih menggunakan strategi mulut ke mulut dalam menarik anak-anak yang akan bergabung.
Implementasi Public Relations Forum Anak Daerah Jawa Barat dalam Mewujudkan Provinsi Layak Anak Muhammad fikri Sabarsyah; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9203

Abstract

Abstract. This research is backgrounded by Law No. 35 of 2014 which states that every child has the right to live, grow and develop, participate and receive protection from violence and discrimination. This research uses the theory of Cutlip and Center (1961) which suggests 4 (four) stages of the public relations process, namely: fact finding, planning and programming, communicating and evaluating. This research uses qualitative research methods with a descriptive approach. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation studies. The results of the research on the Implementation of Public Relations of the West Java Regional Children's Forum (FAD JABAR) in Realizing a Child Friendly Province (Provila) is in accordance with the 4 stages of the public relations process whose implementation is supported by the role of the West Java Provincial Office of Women's Empowerment, Child Protection and Family Planning, Facilitators and agencies related to child protection. The most important aspect in the implementation of public relations for this children's forum is that children are given the opportunity to express their aspirations/opinions and have their opinions heard in realizing a province that is suitable for children. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya Undang – undang nomor 35 Tahun 2014 yang menyatakan setiap Anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi serta mendapat perlindungan dari kekerasan maupun diskriminasi. Sebagai wadah aspirasi anak, komunikasi internal maupun eksternal harus berjalan dengan baik sesuai harapan organisasi Forum Anak yang dapat dikendalikan melalui public relations yang memantau jalannya informasi yang masuk maupun keluar organisasi Forum Anak di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan teori Cutlip dan Center (1961) yang mengemukakan 4 (empat) tahapan proses public relations yaitu: fact finding, planning and programming, communicating dan evaluating. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian Implementasi Public Relation Forum Anak Daerah Jawa Barat dalam Mewujudkan Provinsi Layak Anak (Provila) sesuai dengan 4 tahap proses public relations yang implementasinya didukung oleh peran dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, Fasilitator maupun dinas instansi terkait perlindungan anak. Aspek yang terpenting dalam implementasi public relations forum anak ini adalah anak diberikan kesempatan untuk mengemukakan aspirasi/pendapatnya dan didengar pendapatnya dalam mewujudkan provinsi yang layak bagi anak.
Komunikasi pada Komunitas dalam Mempertahankan Solidaritas Anggota Moch Irham Fauzan; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i1.11972

Abstract

Abstract. During the COVID-19 pandemic, cycling has become popular in Indonesia. According to a survey from The Institute for Transportation and Development (ITDP), bicycle users in Indonesia increased 10 times during the social restrictions (PSBB) imposed by the government. In the midst of this situation, the Rebo Kahiji Community emerged, which is a cycling group that operates on Wednesdays. This community was formed in 2020 during the pandemic and continues to exist until after the pandemic with various routine activities. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) what is the theme of communication that occurs among members of the Rebo Kahiji community in maintaining solidarity? (2) What are the obstacles and efforts to overcome the obstacles of the Rebo Kahiji community in maintaining solidarity? (3) why the exchange of business information among members plays an important role in maintaining solidarity. The purpose of this research is to understand how communication in this community maintains solidarity, this research uses qualitative methods, constructivist paradigms and case study approaches, and applies George Homans' social exchange theory . The research subject is the head of the Rebo Kahiji community. The results of the study show that communication within this community includes sharing experiences, information on competitions and events, as well as exchanging business information. Even though there are obstacles, this community tries to overcome them with the active role of the chairman. There is also an exchange of business information that creates openness, mutual need, and sharing of benefits among community members. Abstrak. Selama pandemi COVID-19, bersepeda menjadi populer di Indonesia. Menurut survei dari The Institute for Transportation and Development (ITDP), pengguna sepeda di Indonesia meningkat 10 kali lipat selama pembatasan sosial (PSBB) yang diterapkan pemerintah. Di tengah situasi ini, muncul Komunitas Rebo Kahiji, merupakan kelompok bersepeda yang beraktifitas pada hari Rabu. Komunitas ini terbentuk pada tahun 2020 saat pandemi dan tetap eksis hingga pasca pandemi dengan berbagai kegiatan rutin. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) bagaiman tema komunikasi yang terjadi pada anggota komunitas Rebo Kahiji dalam mempertahankan solidaritas? (2) Bagaimana hambatan komunitas rebo kahiji dan upaya mengatasi hambatan komunikasi dalam komunitas ? (3) mengapa pertukaran informasi bisnis kepada sesama anggota berperan penting dalam mempertahankan solidaritas.Tujuan penelitian ini adalah memahami bagaimana komunikasi dalam komunitas ini mempertahankan solidaritas, penelitian ini menggunakan dengan metode kualitatif, pendekatan studi kasus, serta teori pertukaran sosial George Homans. Subjek penelitian adalah ketua Komunitas Rebo Kahiji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dalam komunitas ini mencakup berbagi pengalaman, informasi lomba dan acara, serta pertukaran informasi bisnis. Meskipun terdapat hambatan, komunitas ini berusaha mengatasi dengan peran aktif dari ketua. Terdapat pula pertukaran informasi bisnis yang menciptakan keterbukaan, saling membutuhkan, dan berbagi manfaat di antara anggota komunitas.
Strategi Bapenda Jabar dalam Meyadarkan Masyarakat Taat Bayar Pajak Syifa Nurfathurrahmah A; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14448

Abstract

Abstract. The strategy implemented by the West Java Provincial Revenue Agency is to make people aware of paying taxes by utilizing public figures on the Instagram platform. The main aim of this research is to analyze how the West Java Province Regional Revenue Agency makes people aware of paying taxes by using public figures on their Instagram. In making the public aware of tax compliance, the West Java Bapenda implemented a strategy by utilizing public figures. This research uses a qualitative research method with a case study approach and uses a constructivist paradigm. The theory used in this research is Organizational Communication theory. Conduct interviews, observations and documentation in data collection techniques. The analysis technique uses interactive analysis techniques from Miles & Huberman, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions/verification. To test the validity of the data used in this research is the dependability test and triangulation method. The results of this research are how the West Java Bapenda strategy is implemented in making people aware of paying taxes in content involving public figures such as Raihan Raffi in the content he creates, and provides valuable insight into how a local government agency can utilize social media platforms such as instagram to raise awareness. The community to be obedient in paying taxes and increase their involvement with the comumunity. Abstrak. Strategi yang diterapkan oleh Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat dalam menyadarkan masyarakat taat bayar pajak dengan memanfaatkan publik figur di platform Instagram. Tujuan utama dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis Bagaimana Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat dalam menyadarkan masyarakat bayar pajak dengan memanfaatkan publik figur di Instagramnya. Dalam menyadarkan masyarakatnya untuk taat terhadap pajak, Bapenda Jabar menerapkan strategi dengan memanfaatkan publik figur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta menggunakan paradigma konstruktivis. Teori yang digunakan dalam penelitin ini adalah teori Mediaa Baru. Melakukan wawancara, observasi serta dokumentasi dalam teknik pengumpulan data. Teknik analisis menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles & Huberman yakni dengan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan/verivikasi. Untuk uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji dependabilitas dan tringulasi metode. Hasil penelitian ini adalah Bagaimana Strategi Bapenda Jabar yang di terapkan dalam menyadarkan masyarakat membayar pajak dalam konten yang melibatkan public figure seperti Raihan Raffi pada Konten yang dibuatnya, dan menyajikan wawasan yang berharga tentang bagaimana sebuah instansi pemerintahan daerah dapat memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram dalam menyadarkan masyarakatnya untuk taat dalam membayar pajak dan meningkatkan keterlibatannya dengan masyarakat.
Personal Selling to Reach Consumers (Case Study at PT. Teknologi Mudah Terhubung) Sultan Aulia Bayuputra; Dadan Mulyana; Maman Suherman
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 3 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i3.1780

Abstract

In the rapidly evolving business landscape, Indonesia has emerged as the sixth-largest country in terms of start-up growth. This surge in new enterprises necessitates that companies develop effective and efficient marketing and promotional strategies to remain competitive. Personal selling remains a crucial promotional tool, as demonstrated by PT. Teknologi Mudah Terhubung, which utilizes this method to market its products. This study aims to explore the stages of personal selling, the messaging strategies involved, the challenges faced during the process, and the rationale behind adopting the "Less Paper More Proper" concept in their promotional activities. Employing a qualitative research method with a case study approach and rooted in a constructivist paradigm, the research was conducted at PT. Teknologi Mudah Terhubung. The findings are anticipated to result in a refined personal selling model for the company, enhancing its consumer outreach. The study identifies the key stages of personal selling at PT. Teknologi Mudah Terhubung, which include prospecting, presentation and sales, handling objections, closing, and aftersales. The messaging strategies involve market research, message content, channels, and sources. Challenges include regulatory issues with potential corporate clients, public understanding of technology, and the certainty of agreements with prospective customers. The "Less Paper More Proper" concept is employed to emphasize environmental concerns and promote the sales of Leafcard products. This study contributes to a deeper understanding of effective personal selling strategies in the contemporary business environment.