Maman Suherman
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 31 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Strategi Public Relations dalam Mempertahankan Citra Positif: Studi Kasus RRI Bandung Annisa Oktaviani Dewi; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.2 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4182

Abstract

Abstract. Various kinds of Private Radio Competitors made RRI Radio Government devise a strategy to maintain its image so that it remains the leading one. The many public stigmas regarding RRI's image seemingly old-fashioned and left behind give researchers a deep sense of curiosity about the strategies used by RRI Bandung PR. Therefore, the author conducted a study entitled "RRI Bandung PR Strategy in Maintaining a Positive Image (Case Study at LPP RRI Bandung)." The purpose of this study is to find out attempt the strategies used in following the development of radio, improving radio quality, improving radio imagery from internal pr, and improving radio imagery from external pr. The research uses Image Theory with Qualitative Methods using Qualitative Data Analysis Techniques where in the data collection using Literature Studies, Field Observations, Interviews and Literature. RRI Bandung has two factors that affect the image, namely, Internal and External. Internally through the views of employees while External is through listeners of RRI Bandung according to the Informant of the Head of Broadcasting. Based on the results of the interview, the PR Strategy carried out has been running well but is still not optimal in the public relations section of lpp held by the Head of LPU. The type of image taken is the image of Frank Jefkins in the form of Characters from each Program, Segmentation, Image Branding and Marketing using the concept strategy of rosady Ruslan Strategy. Abstrak. Berbagai macam Kompetitor Radio Swasta membuat RRI Radio Pemerintah menyusun strategi mempertahankan citra agar tetap menjadi yang terunggul. Banyaknya stigma masyarakat mengenai citra RRI terkesan kuno dan tertinggal memberi rasa keingintahuan yang mendalam bagi peneliti mengenai strategi yang digunakan oleh PR RRI Bandung. Oleh karena itu, penulis mengadakan penelitian yang berjudul “Strategi PR RRI Bandung Dalam Mempertahankan Citra Positif (Studi Kasus di LPP RRI Bandung).” Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Bagaimana upaya yang digunakan dalam mengikuti perkembangan radio, meningkatkan mutu radio, meningkatkan citra radio dari pr internal, dan meningkatkan citra radio dari pr eksternal . Penelitian menggunakan Teori Citra dengan Metode Kualitatif memakai Teknik Analisis Data Kualitatif dimana dalam pengumpulan datanya menggunakan Studi Kepustakaan, Observasi Lapangan , Interview dan Literature. RRI Bandung memiliki dua faktor yang mempengaruhi citra yakni, Internal dan Eksternal. Internalnya melalui pandangan karyawan sedangkan Externalnya melalui pendengar RRI Bandung menurut Informan Ketua Bidang Siaran. Berdasarkan hasil wawancara bahwa Strategy PR yang dilakukan sudah berjalan dengan baik namun masih belum maksimal di humas bagian LPP yang dipegang oleh Ketua Bidang LPU. Jenis citra yang diambil adalah Citra dari Frank Jefkins berupa Karakter dari setiap Program,Segmentasi, Image Branding dan Marketing dengan memakai strategi konsep dari Strategi Rosady Ruslan.
Komunikasi Pendidikan Karakter Anak pada Keluarga Pekerja Migran : (Studi Kasus pada TKW Indramayu yang Bekerja di Taiwan) Lika Poernamasari Poernamasari; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.417 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4233

Abstract

Abstrak. Peran ibu dapat menjadi panutan bagi anak dalam kehidupan sehari-hari. Namun, perempuan yang menjadi ibu dan menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri membuat anak-anaknya secara fisik jauh dari ibunya. Sehingga pendidikan karakter seorang ibu tidak dapat berjalan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi, hambatan komunikasi, pendekatan komunikasi, dan komunikasi. Pendidikan karakter anak dilakukan pada tenaga kerja wanita (TKW) Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif paradigma konstruktivis dengan pendekatan studi kasus. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Narasumber terdiri dari 4 orang ibu dari Indramayu yang masih bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan. Mengacu pada Teori Skema Hubungan dalam Keluarga, yang diciptakan oleh Marry Anne Fitzpatrick dan Koerner. Hasil penelitian ini (1) Pola komunikasi keluarga masing-masing narasumber adalah pola komunikasi interaksi, (2) Hambatan yang terjadi dari keempat narasumber adalah hambatan teknis dan semantik, (3) Pendekatan komunikasi pendidikan karakter yang dilakukan oleh keempat nara sumber tersebut adalah dengan selalu berusaha untuk memulai menghubungi anak dan anggota keluarganya dari berbagai keterbatasan yang ada, (4) dalam upaya untuk dapat menyalurkan posisinya sebagai seorang ibu, pelaksanaan komunikasi pendidikan karakter anak juga dibantu oleh anggota keluarga lain di rumah. Abstrak. Peran ibu dapat menjadi panutan bagi anak dalam kesehariannya. Namun wanita yang menjadi seorang ibu dan menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri menjadikan anak jauh dari ibunya secara fisik. Sehingga pendidikan karakter dari seorang ibu tidak dapat berjalan dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi, hambatan komunikasi, pendekatan komunikasi, dan komunikasi pendidikan karakter anak yang dilakukan pada Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif paradigma konstruktivis dengan pendekatan studi kasus. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Narasumber terdiri dari 4 orang ibu dari Indramayu yang masih on staybekerja menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan. Hasil penelitian ini (1) Pola komunikasi dari tiap keluarga narasumber yaitu pola komunikasi interaksi, (2) Hambatan yang terjadi dari empat narasumber yaitu hambatan teknis dan semantik, (3) Pendekatan komunikasi pendidikan karakter yang dilakukan empat narasumber dengan selalu berusaha anak dan anggota keluarganya dari berbagai keterbatasan yang ada, (4) dengan usaha untuk dapat memanfaatkan sebagai seorang ibu, maka Implementasi komunikasi pendidikan karakter anak dibantu oleh para anggota keluarga yang lain di kampung halaman.
Marketing Public Relations dalam Membangun Brand Awareness Aliyah Salma Dwi Pratiwi; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5517

Abstract

Abstract. The development of technology in this era dramatically affects the lives of Indonesian people, one of which is the ease in the field of information dissemination. The success of antidote.reseau as one of the UMKM in the fashion industry in marketing its products has attracted the interest of researchers to explore Marketing Public Relations activities which are used in the hope that it will have a good impact on other UMKM. Three issues are discussed in this study, namely: (1) the Management of Instagram @antidote.reseau in conveying information to the public; (2) The intensity of information delivery by the antidote.reseau through Instagram in increasing public knowledge about the brand; (3) The reasons for the antidote.reseau using Instagram to build brand awareness. In examining these three issues, researchers used a case study research method with a qualitative approach. The author uses a conceptual framework in the form of theories and concepts as an analytical knife in answering the problem formulation that has been determined. Theories and concepts used by the author are Marketing Public Relations theory, Public Relations theory, brand awareness theory, new media theory, and the Instagram concept. Abstrak. Dengan berkembangnya teknologi pada zaman ini sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya adalah kemudahan di bidang penyebaran informasi. Keberhasilan Antidote Reseu sebagai salah satu UMKM di bidang industri Fashion dalam memasarkan produknya menarik minat peneliti untuk mendalami kegiatan Marketing Public Relation yang digunakan dengan harapan dapat memberikan dampak baik bagi UMKM lainnya. Terdapat tiga permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yakni tentang : (1) Pengelolaan Instagram @antidote.reseau dalam menyampaikan informasi kepada publik; (2) Intensitas penyampaian informasi oleh antidote.reseau melalui Instagram dalam meningkatkan pengetahuan khalayak tentang brand; (3) Alasan antidote.reseau menggunakan Instagram dalam membangun brand awareness. Dalam meneliti terhadap tiga persoalan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penggunaan kerangka konseptual berupa teori dan konsep digunakan sebagai pisau analisis oleh penulis dalam menjawab rumusan masalah yang telah ditentukan. Teori dan konsep yang digunakan penulis yaitu teori Marketing Public Relations, teori Public Relations, teori brand awareness, teori new media dan konsep Instagram.
Implementasi Kegiatan CSR Vaksinasi Gotong Royong Oleh PT Bio Farma Kota Bandung Saat Pandemi: Studi Kasus di PT Bio Farma Kota Bandung Fina Pebriana; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5534

Abstract

Abstract—This research is motivated by the existence of the COVID-19 pandemic in Indonesia. This study aims to find out how the implementation of Gotong Royong CSR activities by PT Bio Farma Bandung city changed during a pandemic. This study uses a qualitative research method with a case study approach. Researchers obtained data sources from informants, who were four people who were involved in and affected by PT Bio Farma's CSR program and are still in the city of Bandung. The results of this study began with PT Bio Farma's planning of Gotong Royong Vaccination CSR activities by collaborating with external parties as well as internal parties from the company to disseminate information and assist the Gotong Royong Vaccination program when it is implemented on the spot. The program was then carried out by involving several divisions, including the security division, the admin team, the data verification team, the medical team, the VGR team, and the consumption team. The implementation was carried out for one week by providing a quota for five hundred participants per day. After the implementation was completed, an evaluation was carried out for the participants using the questionnaire method while the implementation team on duty in the field evaluated each end of the Mutual Cooperation Vaccine implementation session. PT Bio Farma overcame the obstacles by way of a joint solution from each of its divisions and continues to maximize the Gotong Royong Vaccination program to assist government programs in spreading and accelerating vaccination. Abstrak—Penelitian ini di latar belakangi atas adanya pandemi Covid-19 yang berada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kegiatan CSR Vaksinasi Gotong Royong oleh PT Bio Farma kota Bandung saat pandemi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti mendapatkan sumber data dari informan yang merupakan empat orang yang terlibat dan terkena dampak dari program CSR PT Bio Farma dan masih di daerah kota Bandung. Hasil dari penelitian ini adalah diawali dengan perencanaan kegiatan CSR Vaksinasi Gotong Royong oleh PT Bio Farma adalah melakukan kerjasama dengan melibatkan pihak eksternal dan juga pihak internal dari perusahaan untuk penyebaran informasi dan membantu program Vaksinasi Gotong Royong saat pelaksanaannya di tempat, selanjutnya dilakukan pelaksanaan dengan melibatkan beberapa divisi untuk ditempat dari divisi keamanan, tim admin, tim verifikasi data, tim medis, tim VGR dan tim konsumsi. Pelaksanaan dilakukan selama satu minggu dengan menyediakan kuota untuk lima ratus peserta per harinya, setelah pelaksanaan selesai dilakukan evaluasi untuk peserta dengan metode penyebaran angket sedangkan untuk tim pelaksana yang bertugas di lapangan dilakukan evaluasi setiap akhir sesi pelaksanaan Vaksin Gotong Royong, PT Bio Farma mengatasi hambatan yang ada dengan cara solusi bersama dari setiap divisinya, PT Bio Farma tetap memaksimalkan program Vaksinasi Gotong Royong untuk membantu program pemerintah penyebaran dan percepatan vaksinasi.
Aktivitas Komunikasi Sanggar Seni dalam Upaya Melestarikan Budaya Sunda: (Studi Kasus Di Sanggar Leuweung Seni Kabupaten Purwakarta) Tyas Chandra Purnama; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5659

Abstract

Abstract. Sanggar Leuweung Seni is a non-profit arts organization in Purwakarta Regency. The reason for the researchers researching the Communication Activities of the Studio was because the Leuweung Seni Studio was able to actively return to building Sundanese art and cultural activities after a year of hiatus due to the Covid-19 Pandemic and cultural issues regarding the inclusion of communication information technology in western cultural understanding which could affect society so that it was feared the erosion of Sundanese culture in Purwakarta Regency. This study used a qualitative method with a case study approach, using a constructivism paradigm with data collection techniques through interviews, observation, and documentation as a form of triangulation. The results of the study of the Leuweung Seni Studio carry out internal activities with formal and informal networks, external activities of information dissemination, and good cooperation, Leuweung Seni Studio overcomes psychological and semantic communication barriers with two-way interpersonal communication. By holding activities to preserve Sundanese culture at the Leuweung Art Studio, the verbal and nonverbal messages conveyed are useful for carrying out in everyday life. Abstrak. Sanggar Leuweung Seni merupakan salah satu organisasi seni nonprofit di Kabupaten Purwakarta. Alasan peneliti melakukan penelitian terhadap Aktivitas Komunikasi Sanggar yaitu karena Sanggar Leuweung Seni dapat aktif kembali membangun kegiatan-kegiatan seni budaya sunda setelah satu tahun vakum disebabkan Pandemi Covid-19 dan isu budaya mengenai masuknya teknologi informasi komunikasi pada paham budaya barat yang dapat mempengaruhi masyarakat sehingga dikhawatirkan tergerusnya budaya sunda di Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan paradigma konstruktivisme dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi serta dokumentasi sebagai bentuk triangulasi. Hasil dari penelitian Sanggar Leuweung Seni melakukan kegiatan internal dengan jaringan formal dan informal, kegiatan eksternal penyebaran informasi dan kerjasama yang baik, Sanggar Leuweung Seni mengatasi hambatan komunikasi psikologis, semantik dengan komunikasi interpersonal dua arah. Dengan diadakannya kegiatan pelestarian budaya sunda di Sanggar Leuweung Seni, pesan verbal dan nonverbal yang disampaikan bermanfaat untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi Corporate Social Responsibility PT Bio Farma dalam Membangun Ketahanan Pakan Ternak (Studi Kasus di PT Bio Farma Mengenai CSR di Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat) Agung Setiawan; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5707

Abstract

Abstract One of the state-owned companies that always provides innovation and opportunities for the progress of the country, namely PT. Bio Farma (Persero) is a state-owned company (BUMN) that does business in the pharmaceutical sector as a producer of medicines and vaccines in Indonesia. PT Bio Farma's social responsibility program itself refers to ISO 26000: 2010 as the Guideline for Social Responsibility in the form of a form of concern and donation to national development. In this Corporate Social Responsibility program, issues and problems were found regarding the difficulty of obtaining good quality animal feed where this feed is for the needs of horse feed which incidentally is very much needed as a raw material for making vaccines produced by PT Bio Farma (Persero) and is also a problem that the same for dairy farmers in Kertawangi Village, Cisarua District, West Bandung Regency. So a breakthrough is needed that can support the company and the surrounding community with a Corporate Social Responsibility program in building animal feed security in the region. The research objective was to find out how the implementation process was, the obstacles that occurred, and the reasons for choosing Kertawangi Village, Cisarua District, West Bandung Regency. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection methods were carried out using interview techniques, observation, literature studies, and documentation studies. The results of this study are: 1) The implementation process carried out by PT Bio Farma in its Corporate Social Responsibility program builds animal feed resilience, using four stages of CSR, namely the planning stage by conducting social mapping, implementation by carrying out programs based on social mapping, evaluation as an assessment of implemented programs, and reporting as a form of responsibility to relevant stakeholders. 2) There were obstacles during the implementation of activities, namely there were technical, non-technical, and planting land obstacles for breeders. 3) The reason why PT Bio Farma implemented the CSR program in Kertawangi Village was in accordance with the social mapping carried out where both the company and the community experienced difficulties in obtaining good quality animal feed. Geographically, in Cisarua District, with an altitude of 1350 meters above sea level, it is very suitable for planting the BBU variant of odot grass (Biofarma-BRIN-UNPAD). Then as an increase in community human resources. Abstrak Salah satu perusahaan milik negara yang selalau memberikan inovasi dan peluang untuk kemajuan negara yaitu PT. Bio Farma (Persero) adalah sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbisnis dibidang farmasi sebagai produsen obat-obatan dan vaksin yang ada di Indonesia. Program tanggung jawab sosial PT Bio Farma itu sendiri mengacu pada ISO 26000: 2010 selaku Guideline For Social Responsibility berbentuk wujud kepedulian serta donasi kepada pembangunan nasional. Pada program Corporate Social Responsibility ini Isu dan permasalahan yang ditemukan mengenai sulitnya mendapatkan pakan ternak yang memiliki kualitas baik dimana pakan ini untuk kebutuhan pakan kuda yang notabennya sangat dibutuhkan sebagai bahan baku pembuatan vaksin yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero) dan juga menjadi permasalahan yang sama bagi para peternak sapi perah yang ada di Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Sehingga dibutuhkanlah sebuah terobosan yang dapat mendukung perusahaan maupun masyarakat sekitarnya dengan suatu program Corporate Social Responsibility dalam membangun ketahanan pakan ternak di wilayah tersebut. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana proses implementasi, hambatan yang terjadi, dan alasan memilih Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang dilakukan menggunakan Teknik wawancara, observasi, studi pustaka, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Proses Implementasi yang dilaksanakan oleh PT Bio Farma dalam program Corporate Social Responsibility membangun ketahanan pakan ternak, menggunakan empat tahapan CSR yaitu tahap perencanaan dengan melakukan pemetaan sosial, pelaksanaan dengan melakukan program berdasarkan pemetaan sosial, evaluasi sebagai penilaian atas program yang dijalankan, dan pelaporan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap stakeholder terkait. 2) Adanya hambatan saat pelaksanaan kegiatan, yakni terdapat hambatan teknis, non teknis, dan hambatan lahan tanam bagi para peternak. 3) Alasan PT Bio Farma melaksanakan program CSR di Desa Kertawangi adalah sesuai dengan pemetaan social yang dilakukan dimana perusahaan dan masyarakat sama-sama mengalami kesulitan dalam mendapatkan pakan ternak yang memiliki kualitas bagus. Secara geografis di Kecamatan Cisarua dengan ketinggian 1350 mdpl sangat cocok untuk ditanami rumput odot varian BBU (Biofarma-BRIN-UNPAD). Kemudian sebagai peningkatan SDM masyarakat.
Proses Humas Pemerintahan Kota Bandung dalam Meningkatkan Citra Pemerintah : Studi Deskriptif di Humas Pemerintah Kota Bandung dalam Program "Bandung Menjawab" Muhammad Muzakki; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5945

Abstract

Abstract—This study aims to find out how the public relations process in the city of Bandung in improving the image through the program "Bandung Responds". As one of the big cities in Indonesia, of course it is very important to maintain and improve its image in the eyes of the public, but in forming a good image in the eyes of the public it cannot be done instantly and definitely through several processes. Therefore this research was conducted to find out what steps public relations Bandung took in improving the government's image through the "Bandung Responds" program. This research uses quantitative research methods with a descriptive study approach, the data collection technique used is data triangulation. . Before creating the "Bandung Responding" program, there are four stages of public relations that must be carried out, namely the first is fact finding which aims to find out what issues or problems are currently happening among the community along with the facts and data obtained by coordinating with related parties, the second is the planning stage which aims to plan how the "Bandung Menhasil" " program is carried out starting from non-technical preparation to technical preparation for the implementation of activities, after that the third stage is implementation in which the "Bandung Responding" program is carried out according to the plans that have been made, and which the last is the evaluation stage which aims to evaluate the progress that has been carried out during the process of carrying out the "Bandung Responding" program by means of which each section will describe all progress that has been carried out along with the obstacles encountered and will be discussed together with others. Abstrak—Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses humas kota Bandung dalam meningkatkan citra melalui program “Bandung Menjawab”. Sebagai salah satu kota besar di Indonesia tentunya sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan citra di mata masyarakat, akan tetapi dalam pembentukan citra yang baik di mata masyarakat tidak bisa dilakukan secara instan dan pasti melalui beberapa proses. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja langkah humas kota Bandung dalam meningkatkan citra pemerintah melalui program “Bandung Menjawab”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi deskriptif, teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah triangulasi data. Sebelum membuat program “Bandung Menjawab” ada empat tahapan humas yang harus dilaksanakan yaitu yang pertama pencarian fakta yang bertujuan untuk mengetahui apa saja isu atau permasalahan yang sedang terjadi dikalangan masyarakat beserta fakta dan data yang diperoleh dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait , yang kedua adalah tahap perencanaan yang bertujuan untuk merencanakan bagaimana program “Bandung Menjawab” dijalankan dimulai dari persiapan non-teknis hingga persiapan teknis pelaksanaan kegiatan, setelah itu tahap yang ketiga adalah pelaksanaan yang mana program “Bandung Menjawab” dijalankan sesuai dengan rencana yang telah dibuat, dan yang terakhir adalah tahap evaluasi yang bertujuan untuk mengevaluasi progress yang telah dilaksanakan selama proses menjalankan program “Bandung Menjawab” dengan cara masing-masing bagian akan memaparkan seluruh progress yang telah dilaksanakan beserta dengan kendala-kendala yang dihadapi dan akan dibahas bersama-sama dengan yang lainnya.
Studi Tentang Podcaster di Kota Bandung Muhammad Aji Agung Ramadhani; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6792

Abstract

Abstract. The development of technology at this time is growing rapidly, various aspects of life such as education, politics, to communication have reached the point where technology is needed to run it. Due to the rapid development of communication media technology, a new product has emerged, namely podcasts. Podcast itself is a form of entertainment like radio, prioritizing audio in running it. One year ago the podcast phenomenon occurred, many new podcasts appeared created by artists and ordinary individuals. Data shows that in 2020 the increase in podcasts is very visible. This research discusses about podcasters in the city of Bandung with Alfred Schutz's phenomenological study, which discusses the motives for making podcasts, the meaning of being a podcaster and experiences after running a podcast. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, and literature study. Due to the absence of definite data regarding the number of podcasters in the city of Bandung, the researchers used the Snowball sampling technique. The results of this study are 1) There are different motives for podcasters in Bandung City, motives that arise due to past actions and events such as fun making podcasts, jealousy to see the work environment and seeing podcast trends and motives that have goals to be achieved such as: wants to help people through education and wants to be heard by others through podcasts. 2) The experience felt by podcasters in starting their podcasts is feeling fun and feeling normal, this is influenced by the podcaster's background. 3) podcasters interpret podcasters as people who share ideas that are informative or educational and that can entertain and influence listeners freely and it becomes a place for self-development and an artist Abstrak. Perkembangan teknologi pada saat ini sangat berkembang pesat, berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan, politik, hingga komunikasi telah sampai dititik dimana memerlukan teknologi dalam menjalankanya. Karena perkembangan teknologi media komunikasi sangat pesat memunculkan sebuah produk baru, yaitu podcast. Podcast sendiri merupakan bentuk hiburan seperti radio, mengutamakan audio dalam menjalankannya. Satu tahun kebelakang fenomena podcast terjadi, banyak bermunculan podcast-podcast baru yang dibuat oleh artis mauapun individu biasa. Data menunjukan bahwa pada tahun 2020 peningkatan podcast sangat lah terlihat. Penelitian ini membahas menenai Podcaster di Kota Bandung dengan studi fenomenologi Alfred Schutz, yang dimana membahas mengenai motif membuat podcast, pemaknaan sebagai podcaster dan pengalaman setelah menjalankan sebuah podcast. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Dikarenakan tidak adanya data pasti mengenai jumlah podcaster di kota Bandung maka peneliti menggunakan Teknik sampling Snowball. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Terdapat motif yang berbeda pada podcaster Kota Bandung, motif yang muncul karena adanya sebuah tindakan dan kejadian di masa lalu seperti keisengan membuat podcast, rasa iri melihat lingkungan kerja serta melihat tren podcast dan motif yang memiliki tujuan untuk dicapai sepert ingin menolong orang melalui edukasi dan ingin didengarkan oleh orang lain melalui podcast. 2) Pengalaman yang dirasakan oleh podcaster dalam memulai podcastnya yaitu merasakan kesenangan dan merasa biasa saja, hal tersebut dipengaruhi oleh latar belakang podcaster. 3) para podcaster memaknai podcaster sebagai orang yang membagikan pemikiran bersifat informatif maupun edukatif serta hal tersebut bisa menghibur dan mempengaruhi pendengarnya secara bebas serta hal tersebut menjadi wadah pengemabangan diri dan seorang seniman
Implemantasi Model Corporate Social Responsibility (CSR) the PII pada PT Pertamina EP Asset 3 Cirebon Tiara Sandra Vinaka; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6815

Abstract

Abstract.More and more companies are implementing CSR programs, because CSR is one of the obligations of a company to carry out social responsibility. This research includes Preparation, Implementation, Impact with the aim of knowing the impact of CSR activities based on the CSR PII mode, the results of the research show that PT Pertamina EP Asset 3 Cirebon carries out a CSR program that focuses on activities with community empowerment, especially those with an environmental perspective and empowerment. Ideally, the program adheres to SROI, by determining the intended target, implementing CSR is an important matter by way of social mapping. CSR can also help if the company has skewed issues that occur in society, capacity building activities can make employees work more consistently so that it affects company performance, and can have an impact on companies and society that, CSR is able to reduce risks and inappropriate accusations so as to strengthen good relations between the company and the community. This study uses a quantitative method with a descriptive study approach. By using data collection techniques interviews, observations, literature and documentation. The thing studied is regarding the analysis of the implementation of the Corporate Social Responsibility (CSR) program at PT Pertamina EP Asset 3 Cirebon with reference to the PII (Preparation, Implementation, Impact) model with the theory used, namely the theory of Corporate Social Responsibility (CSR). Abstrak.Semakin banyak perusahaan yang melaksanaan program CSR, sebab CSR menjadi salah satu kewajiban suatu perusahaan untuk melakukan tanggung jawab sosial. Penelitian ini meliputi Preparation, Implementation, Impact dengan tujuan untuk mengetahui impact dari kegiatan CSR berdasarkan pada mode CSR PII, hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Pertamina EP Asset 3 Cirebon melakukan program CSR yang menitik beratkan kegiatan dengan pemberdayaan masyarakat terutama yang berwawasan lingkungan dan pemberdayaan. Dengan idealnya program berpaku kepada SROI, dengan menentukan sasaran yang dituju, untuk melaksanakan CSR itu merupakan hal penting dengan cara social mapping. CSR juga dapat membantu apabila perusahaan memiliki isu miring yang terjadi di masyarakat, kegiatan peningkatan kapasitas dapat membuat karyawan bekerja lebih konsisten sehingga berpengaruh atas kinerja perusahaan, serta dapat memperoleh dampak bagi perusahaan maupun masyarakat bahwa, CSR mampu mengurangi risiko dan tuduhan yang tidak pantas sehingga mempererat hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Hal yang diteliti adalah mengenai analisis pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) pada PT Pertamina EP Asset 3 Cirebon dengan merujuk pada model PII (Preparation, Implementation, Impact) dengan teori yang digunakan yaitu teori Corporate Social Responsibility (CSR). ABSTRAK Semakin banyak perusahaan yang melaksanaan program CSR, sebab CSR menjadi salah satu kewajiban suatu perusahaan untuk melakukan tanggung jawab sosial. Penelitian ini meliputi Preparation, Implementation, Impact dengan tujuan untuk mengetahui impact dari kegiatan CSR berdasarkan pada mode CSR PII, hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Pertamina EP Asset 3 Cirebon melakukan program CSR yang menitik beratkan kegiatan dengan pemberdayaan masyarakat terutama yang berwawasan lingkungan dan pemberdayaan. Dengan idealnya program berpaku kepada SROI, dengan menentukan sasaran yang dituju, untuk melaksanakan CSR itu merupakan hal penting dengan cara social mapping. CSR juga dapat membantu apabila perusahaan memiliki isu miring yang terjadi di masyarakat, kegiatan peningkatan kapasitas dapat membuat karyawan bekerja lebih konsisten sehingga berpengaruh atas kinerja perusahaan, serta dapat memperoleh dampak bagi perusahaan maupun masyarakat bahwa, CSR mampu mengurangi risiko dan tuduhan yang tidak pantas sehingga mempererat hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Hal yang diteliti adalah mengenai analisis pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) pada PT Pertamina EP Asset 3 Cirebon dengan merujuk pada model PII (Preparation, Implementation, Impact) dengan teori yang digunakan yaitu teori Corporate Social Responsibility (CSR). Kata Kunci : Corporate Social Responsibility (CSR), Analisis Program, The PII model
Kegiatan Marketing Public Relation Marketplace Halalpedia dalam Membangun Kepercayaan Konsumen Berbelanja Syariah: (Studi Kasus pada Kegiatan Marketing Public Relations Marketplace Halalpedia) Habibah Azzahro; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6873

Abstract

Abstract. Halalpedia Marketplace's marketing public relations activities aim to build consumer awareness of the products offered. The purpose of this study is to understand how the Halalpedia Marketplace's marketing public relations activities in building consumer trust in Sharia shopping. The research method in this study uses a qualitative case study approach using the theory of New Media, P.E.N.C.I.L.S. Public Relations Mix, and Whalen's 7 Steps. Data analysis will be carried out using data reduction analysis techniques, data presentation, and conclusions. The results of the study show that the Halalpedia Marketplace is interested in becoming a marketplace that raises the concept of Sharia shopping because technological advances make a halal lifestyle in Indonesia through digital lifestyle. The results of the study indicate that the efforts made by the Halalpedia Marketplace in building consumer trust in Sharia shopping are with marketing public relations activities, namely: Identity, Collaboration, Lobbying and Negotiation, Promotion and Publicity, News, Event, and Social Responbility. Halalpedia Marketplace marketing public relations publication activities are packaged with Sharia concepts in in packaging messages that based from Al-Quran or hadith on content in the form of videos, images, or shared messages. Halalpedia Marketplace overcomes barriers to marketing public relations activities in growing consumer awareness of the products offered through the stages of Analysis, Targeting, Evaluation, Reporting Results, and Application of Results. Abstrak. Kegiatan marketing public relations Marketplace Halalpedia bertujuan untuk membangun kesadaran konsumen pada produk yang ditawarkan. Tujuan penelitian ini untuk memahami bagaimana kegiatan marketing public relations Marketplace Halalpedia dalam membangun kepercayaan konsumen berbelanja Syariah. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus dengan menggunakan teori New Media, Bauran Public Relations P.E.N.C.I.L.S, dan Whalen’s 7 Step. Data analisa yang akan dilakukan dengan menggunakan teknik analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Marketplace Halalpedia tertarik menjadi marketplace yang mengangkat konsep berbelanja Syariah karena kemajuan teknologi membentuk halal lifestyle di Indonesia melalui digital lifestyle. Usaha yang dilakukan Marketplace Halalpedia dalam membangun kepercayaan konsumen dalam berbelanja Syariah melalui kegiatan marketing public relations, yaitu: Identity, Collaboration, Lobbying and Negotiation, Promotion and Publicity, News, Event, dan Social Responbility. Kegiatan publikasi marketing public relations Marketplace Halalpedia dikemas dengan konsep Syariah berupa pesan yang berdalil dari Alquran atau hadits pada konten baik berupa video, gambar, ataupun pesan yang dibagikan. Marketplace Halalpedia mengatasi hambatan kegiatan marketing public relations dalam menumbuhkan kesadaran konsumen terhadap produk yang ditawarkan melalui tahapan Analisis, Target, Evaluasi, Melaporkan Hasil, dan Pengaplikasian Hasil. Kata Kunci— marketing public relations, Syariah marketing, new media, bauran public relations P.E.N.C.I.L.S, whalen’s 7 step