Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sanskara Pendidikan dan Pengajaran

Implementasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Karakter di MTS Ad Daud Samarinda Agil Anggraini; Inda Khairun Nisa; Shoimatul Ghoniyati; Suratman Suratman
Sanskara Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 03 (2023): Sanskara Pendidikan dan Pengajaran (SPP)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/spp.v1i03.124

Abstract

Pendidikan Karakter hingga saat ini masih terus menjadi pendidikan yang terus dikembangkan dalam lembaga pendidikan. Sehingga Pendidikan Karakter tentunya perlu di immplementasikan dalam kurikulum Pendidikan Agama iIslam. Di Sekolah Madrasah Tsanawiyah Ad Daud Samarinda masih banyak sekali siswa-siswi yang masih belum mengetahui apa itu pendidikan karakter daan tentunya manfaat serta tujuan dari Implementasi Pendidikan Karakter dalam Madrasah. Tentunya Pendidikan Karakter selalu berhubungan dengan Akhlak yang diharapkan dimiliki oleh siswa-siswi di MTS Ad Daud, namun Pendidikan Karakter di sekolah tersebut masih belum maksimal untuk dilaksanakan. Sehingga sangat perlu adanya Implemenasi Kurikluum Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Karakter Di MTS Ad Daud Samarinnda. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Karakter di MTS Ad Daud Samarinda serta strategi penerapan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang tepat diterapkan dalam Pendidikan Karakter di MTS Ad Daud Samarinda.adapun metode dalam Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif deskriptif dengan penekatan melalui Wawancara 17 orang yag terdiri dari siswa-siswi MTS Ad Daud Samarinda dan Guru Mata Pelajaran Akidah Akhlak dan Alquran Hadist Kepala Sekolah Serta Waka Kurikulum di MTS Ad Daud Samarinda. Dapat disimpulkan bahwa Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Krakter sangat perlu diterapkan di MTS Ad DAUD Samarinda karena madrasah tersebut memerlukan pendidikan karakter yang lebih maksimal agar tidak ada lagi siswa-siswi yang berprilaku tidak sesua dengan agama serta tata tertib di sekolah. Pendidikan Karakter dapat diterapkan dengan tiga strategi yaitu dengan strategi Pemahahaman,, Keteladanan dan Pemmbiasaan ABSTRACTCharacter education is still continuing to be education that continues to be developed in educational institutions. So that Character Education certainly needs to be implemented in the Islamic Religious Education curriculum. At Madrasah Tsanawiyah Ad Daud Samarinda there are still many students who still do not know what character education is and of course the benefits and objectives of implementing character education in madrasas. Of course Character Education is always related to Morals which are expected to be owned by students at MTS Ad Daud, but Character Education in these schools is still not maximally implemented. So it is very necessary to implement an Islamic Religious Education Curriculum Based on Character Education at MTS Ad Daud Samarinnda. The purpose of this study was to find out how the implementation of the Character Education-Based Islamic Religious Education Curriculum at MTS Ad Daud Samarinda and the strategies for implementing the Islamic Religious Education curriculum that were appropriately implemented in Character Education at MTS Ad Daud Samarinda. The research method used was a descriptive qualitative research method with an emphasis through Interviews with 17 people consisting of Ad Daud Samarinda MTS students and Aqidah Akhlak and Quran Hadith Subject Teachers as well as Head of Curriculum at MTS Ad Daud Samarinda. It can be concluded that the Character Education-Based Islamic Religious Education Curriculum really needs to be implemented at MTS Ad DAUD Samarinda because these madrasas require maximum character education so that there are no more students who behave inconsistently with religion and discipline at school. Character education can be implemented with three strategies namely understanding, exemplary and habituation strategies
Implementasi Metode Pembiasaan Dalam Membentuk Karakter Religious Siswa SMP Nabil Husein Samarinda Eko Safutra Futra; Aulia Faramitha Aulia; Suratman Suratman
Sanskara Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 03 (2023): Sanskara Pendidikan dan Pengajaran (SPP)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/spp.v1i03.133

Abstract

Kondisi karakter religius peserta didik SMP Nabil Husein Samarinda dapat dinyatakan sedikit jauh dari kata baik. Pasalnya hal di atas disebabkan oleh proses interaksi sosial yang terjadi diasrama antar peserta didik. Mengingat sekolah ini merupakan sekolah formal berbasis pesantren, didalamnya terdiri dari 4 jenjang sekolah yang berbeda yaitu: SMP, MTS, SMA, dan SMK sehingga pengaruh interaksi sosial merupakan faktor utama yang membentuk karakter religius peserta didik. Kewenangan para pengajar dibatasi oleh alokasi waktu saat jam aktif belajar. Untuk mengatasi hal di atas maka para pengajar menerapkan beberapa kegiatan yaitu berupa pembiasaan kepada peserta didik, Hal di atas tentunya tidak terlepas dari peranan pengajar sebagai pembuat kebijakan sekaligus orang yang bertanggung jawab dalam pengawasannya. Penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sebagai objek penelitiannya yaitu peserta didik SMP Nabil Husein kelas VIII A yang berjumlah 21 orang peserta didik. Data primer bersumber dari hasil observasi dan wawancara dengan peserta didik, guru dan kepala sekolah. Data sekunder berupa dokumen-dokumen terkait dengan agenda kegiatan yang menunjang pembentukan karakter peserta didik. Model Miles dan Huberman digunakan peneliti untuk menganalisis data yang diperoleh. Tujuan penelitian untuk mengetahui dampak metode pembiasaan yang diterapkan oleh pengajar terhadap karakter religius peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembiasaan yang diterapkan disekolah berupa pembacaan doa setiap kali belajar, membaca dan mengulangi hafalan ayat suci Al-Qur’an, budaya bersalaman dan menundukkan kepala sebagai bentuk rasa tunduk dan patuh tampak jelas memberikan dampak positif terhadap karakter religius peserta didik.
Implementasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis Pendidikan Karakter di Mts Al Mujahidin Slamet Slamet; Moh Yusrul Hana; Suratman Suratman
Sanskara Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 03 (2023): Sanskara Pendidikan dan Pengajaran (SPP)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/spp.v1i03.138

Abstract

Pendidikan karakter akan menjadi trend issue dalam dunia pendidikan yang akan terus dikembangkan dalam pada lembaga pendidikan. Sehingga Pendidikan Karakter tentunya perlu di implementasikan dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam. Pada Mts Al Mujahidin Samarinda, memang banyak yang sudah tahu pendidikan karakter, namun banyak yang belum menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya Pendidikan Karakter selalu berhubungan dengan tingkah laku atau perilaku yang diharapkan dimiliki oleh peserta didik di Mts Al Mujahidin, namun Pendidikan Karakter di madrasah tersebut masih belum maksimal untuk dilaksanakan. Sehingga perlu adanya implemenasi Kurikluum Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Karakter di Mts Al Mujahidin Samarinnda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Karakter di Mts Al Mujahidin Samarinda serta strategi pelaksanaan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang efektif sesuai kebutuhan yang diterapkan dalam Pendidikan Karakter di Mts Al Mujahidin Samarinda. Adapun metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif deskriptif dengan pendekatan melalui Wawancara 21 orang yagg terdiri dari peserta didik Mts Al Mujahidin Samarinda, Guru mata pelajaran akidah akhlak dan alquran hadist, kepala Madrasah, serta waka kurikulum dan kesiswaan di Mts Al Mujahidin Samarinda. Dapat disimpulkan bahwa kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Karakter sangat perlu dilaksanakan di Mts Al Mujahidin Samarinda karena madrasah tersebut memerlukan pendidikan karakter yang lebih luas agar tidak ada lagi peserta didik yang berprilaku tidak sesuai dengan norma agama serta tata tertib di Madrasah. Pendidikan Karakter dapat diterapkan dengan strategi yaitu dengan identifikasi nilai-nilai agama Islam, Pengembangan bahan ajar, keteladanan guru, pembelajaran aktif dan partisipatif, dan dan pembinaan karakter melalui kegiatan ekstrakulikuler.
Implementasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Masyarakat Di Kutai Lama laily Sucipto; Muhammad Salim; Suratman Suratman
Sanskara Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 03 (2023): Sanskara Pendidikan dan Pengajaran (SPP)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/spp.v1i03.140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi dan pandangan masyarakat di Kutai Lama terhadap implementasi kurikulum pendidikan agama Islam berbasis masyarakat. Kurikulum berbasis masyarakat sangat perlu diterapkan dalam dunia pendidikan mengingat kebutuhan masyarakat yang selalu berkembang dari masa ke masa. Masyarakat memiliki peran penting dalam kemajuan dunia pendidikan. Sehingga kurikulum berbasis masyarakat perlu diimplementasikan dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam. Di makam Datuk Tunggang Parangan, kita bisa menggunakan pendekatan sejarah Hal ini cukup relevan bagi pendidikan Islam di desa ini, mengingat dalam catatan sejarah desa ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kerajaan kutai yang mahsyur namanya di Nusantara, yang menjadi cikal bakal permulaan hadirnya kerjaaan-kerajaan lainnya. Selain situs (makam), majelis ta’lim memiliki peran yang sangat penting dalam masyarakat karena merupakan pendidikan keislaman yang sangat fleksibel dalam membentuk dan mendidik masyarakat dalam menimba ilmu agama. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskrptif melalui wawancara dengan penjaga lokasi dan masyarakat sekitar, Observasi dan Dokumentasi. Dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis masyarakat sudah relevan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat sehingga hal tersebut akan memberi pengaruh yang positif bagi masyarakat.