Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Dedikasi

IbM INDUSTRI RUMAH TANGGA RENGGINANG KETAN DI DESA LINGKUP KECAMATAN SUMBER PUCUNG KABUPATEN MALANG Dwi Mumpuni, Indah; Adistianaya Dewa, Weda Dewa; Wahyu Widarti, Dinny
Jurnal Dedikasi Vol 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.559 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4295

Abstract

IbM INDUSTRI RUMAH TANGGA RENGGINANG KETANDI DESA LINGKUP KECAMATAN SUMBER PUCUNGKABUPATEN MALANGIndah Dwi Mumpuni1, Weda Dewa Adistianaya Dewa2, Dinny Wahyu Widarti31,2,3STMIK PPKIA Pradnya Paramita Malang Alamat: Jl. Laksda Adi Sucipto No. 249A MalangE-mail:1)indahstimata@yahoo.com, 2)wedadewa25@gmail.com, 3)dinnywidarti@stimata.ac.idABSTRAKDaerah pedesaan di lingkup Kecamatan Sumberpucung memiliki topografi seluruh wilayahnya adalah dataran sehingga sebagian besar penduduk pedesaan bermata pencaharian petani dan hasil penduduk sebagian besar adalah hasil pertanian khususnya padi. Salah satu jenis padi yang banyak dihasilkan adalah jenis padi ketan. Desa Senggreng dan Sambigede merupakan dua desa yang bersebelahan dan keduanya memiliki kemiripan dari sisi iklim dan geografis, untuk itu kedua desa ini juga memiliki kemiripan dari sisi penghasilan daerah. Penghasilan terbesar dua desa ini adalah padi, diantaranya padi ketan. Sebagian besar hasil panen dijual ke tengkulak, sebagian yang lain diolah dan dijual sendiri. Dengan melimpahnya hasil panen membuat penduduk lebih kreatif membuat produk olahan dari hasil panen ketan, salah satu produk olahan ketan yang dirintis adalah rengginang ketan yang didirikan oleh Industri Rumah Tangga (IRT). Sedangkan target khusus yang dicapai adalah rengginang ketan yang berkualitas, dalam kapasitas besar dengan segmentasi pasar yang luas. Tindakan yang dilakukan adalah membuat alat mesin pengering rengginang sehingga proses produksi dapat lebih lancar tidak tergantung cuaca, lebih efektif dan lebih menguntungkan, melakukan pendampingan proses produksi, yakni dengan (1) melakukan pengeringan dengan alat pengering dan mengembangkan variasi produk menjadi produk siap makan, (2) melakukan penataan terhadap manajemen pembagian tugas dan membuatkan aplikasi keuangan sederhana, dan (3) membangun media pemasaran produk menggunakan teknologi internet. Hasil yang dicapai adalah alat mesin pengering rengginang yang dapat membantu proses produksi, produk rengginang dengan variasi produk mentah dan matang dengan segmentasi pasar yang lebih luas, sistem pembagian tugas yang jelas dan pengelolaan keuangan yang lebih baik.Keywords: Bambu, Nilai Estetika, Nilai Ekonomi, Pemanasan Global, Diversifikasi Produk, Inovasi,Kreativitas
IBM KERAJINAN SANGKAR BURUNG DI KELURAHAN REJOMULYO KOTA MADIUN Setyowibowo, Sigit; Dwi Mumpuni, Indah
Jurnal Dedikasi Vol 13 (2016): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2294.808 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v13i0.3138

Abstract

IbM KERAJINAN SANGKAR BURUNG DI KELURAHAN REJOMULYO KOTA MADIUNSigit Setyowibowo1 & Indah Dwi Mumpuni21,2STMIK PPKIA Pradnya Paramita Malang Alamat: Jl. LA. Sucipto No. 249A MalangE-mail: 1)densetyo@yahoo.com, 2)indahstimata@yahoo.comABSTRAKPerkembangan produksi sangkar burung yang dihasilkan oleh mitra usaha dalam satu bulan berkisar 20 unit. Kondisi ini dikarenakan hanya memiliki dua tenaga kerja. Padahal permintaan rata-rata tiap bulan kurang lebih 50 unit sangkar burung. Mitra usaha mengalami kendala dalam memenuhi permintaan tersebut disebabkan selain tenaga kerja, peralatan pendukung sangat minim. Untuk meningkatkan jumlah produksi dilakukan proses pengadaan mesin: (1) mesin gergaji meja sangat diperlukan untuk mempercepat pekerjaan dengan tingkat akurasi yang lebih baik, (2) mesin gergaji scroll saw digunakan untuk membentuk pola, (3) mesin serut bambu digunakan untuk membuat lidi. Program IbM ini bertujuan untuk meningkatkan mitra usaha menjadi usaha mikro yang maju dengan melaksanakan kegiatan sebagai berikut : (1) pelatihan sumber daya manusia, (2) pelatihan manajemen keuangan. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa mitra mampu meningkatkan jumlah produksi sangkar burung menjadi rata-rata 35 unit sangkar burung perbulan terlebih lagi sebelumnya hanya mampu membuat 1 model sekarang bisa membuat berbagai model dan ukuran berdasarkan pesanan, mitra usaha mampu melakukan pencatatan pembukuan dan pelaporan keuangan dengan baik, kegiatan pelatihan dan pendampingan direspon dengan baik, terbukti dengan keterlibatan mitra dan partisipasi aktif mitra selama kegiatan berlangsung.Kata kunci: Sangkar Burung, Mesin, Mikro.
IbM KERAJINAN SANGKAR BURUNG DI KELURAHAN REJOMULYO KOTA MADIUN Sigit Setyowibowo; Indah Dwi Mumpuni
Jurnal Dedikasi Vol. 13 (2016): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v13i0.3138

Abstract

IbM KERAJINAN SANGKAR BURUNG DI KELURAHAN REJOMULYO KOTA MADIUNSigit Setyowibowo1 & Indah Dwi Mumpuni21,2STMIK PPKIA Pradnya Paramita Malang Alamat: Jl. LA. Sucipto No. 249A MalangE-mail: 1)densetyo@yahoo.com, 2)indahstimata@yahoo.comABSTRAKPerkembangan produksi sangkar burung yang dihasilkan oleh mitra usaha dalam satu bulan berkisar 20 unit. Kondisi ini dikarenakan hanya memiliki dua tenaga kerja. Padahal permintaan rata-rata tiap bulan kurang lebih 50 unit sangkar burung. Mitra usaha mengalami kendala dalam memenuhi permintaan tersebut disebabkan selain tenaga kerja, peralatan pendukung sangat minim. Untuk meningkatkan jumlah produksi dilakukan proses pengadaan mesin: (1) mesin gergaji meja sangat diperlukan untuk mempercepat pekerjaan dengan tingkat akurasi yang lebih baik, (2) mesin gergaji scroll saw digunakan untuk membentuk pola, (3) mesin serut bambu digunakan untuk membuat lidi. Program IbM ini bertujuan untuk meningkatkan mitra usaha menjadi usaha mikro yang maju dengan melaksanakan kegiatan sebagai berikut : (1) pelatihan sumber daya manusia, (2) pelatihan manajemen keuangan. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa mitra mampu meningkatkan jumlah produksi sangkar burung menjadi rata-rata 35 unit sangkar burung perbulan terlebih lagi sebelumnya hanya mampu membuat 1 model sekarang bisa membuat berbagai model dan ukuran berdasarkan pesanan, mitra usaha mampu melakukan pencatatan pembukuan dan pelaporan keuangan dengan baik, kegiatan pelatihan dan pendampingan direspon dengan baik, terbukti dengan keterlibatan mitra dan partisipasi aktif mitra selama kegiatan berlangsung.Kata kunci: Sangkar Burung, Mesin, Mikro.
IbM INDUSTRI RUMAH TANGGA RENGGINANG KETAN DI DESA LINGKUP KECAMATAN SUMBER PUCUNG KABUPATEN MALANG Indah Dwi Mumpuni; Weda Dewa Adistianaya Dewa; Dinny Wahyu Widarti
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4295

Abstract

IbM INDUSTRI RUMAH TANGGA RENGGINANG KETANDI DESA LINGKUP KECAMATAN SUMBER PUCUNGKABUPATEN MALANGIndah Dwi Mumpuni1, Weda Dewa Adistianaya Dewa2, Dinny Wahyu Widarti31,2,3STMIK PPKIA Pradnya Paramita Malang Alamat: Jl. Laksda Adi Sucipto No. 249A MalangE-mail:1)indahstimata@yahoo.com, 2)wedadewa25@gmail.com, 3)dinnywidarti@stimata.ac.idABSTRAKDaerah pedesaan di lingkup Kecamatan Sumberpucung memiliki topografi seluruh wilayahnya adalah dataran sehingga sebagian besar penduduk pedesaan bermata pencaharian petani dan hasil penduduk sebagian besar adalah hasil pertanian khususnya padi. Salah satu jenis padi yang banyak dihasilkan adalah jenis padi ketan. Desa Senggreng dan Sambigede merupakan dua desa yang bersebelahan dan keduanya memiliki kemiripan dari sisi iklim dan geografis, untuk itu kedua desa ini juga memiliki kemiripan dari sisi penghasilan daerah. Penghasilan terbesar dua desa ini adalah padi, diantaranya padi ketan. Sebagian besar hasil panen dijual ke tengkulak, sebagian yang lain diolah dan dijual sendiri. Dengan melimpahnya hasil panen membuat penduduk lebih kreatif membuat produk olahan dari hasil panen ketan, salah satu produk olahan ketan yang dirintis adalah rengginang ketan yang didirikan oleh Industri Rumah Tangga (IRT). Sedangkan target khusus yang dicapai adalah rengginang ketan yang berkualitas, dalam kapasitas besar dengan segmentasi pasar yang luas. Tindakan yang dilakukan adalah membuat alat mesin pengering rengginang sehingga proses produksi dapat lebih lancar tidak tergantung cuaca, lebih efektif dan lebih menguntungkan, melakukan pendampingan proses produksi, yakni dengan (1) melakukan pengeringan dengan alat pengering dan mengembangkan variasi produk menjadi produk siap makan, (2) melakukan penataan terhadap manajemen pembagian tugas dan membuatkan aplikasi keuangan sederhana, dan (3) membangun media pemasaran produk menggunakan teknologi internet. Hasil yang dicapai adalah alat mesin pengering rengginang yang dapat membantu proses produksi, produk rengginang dengan variasi produk mentah dan matang dengan segmentasi pasar yang lebih luas, sistem pembagian tugas yang jelas dan pengelolaan keuangan yang lebih baik.Keywords: Bambu, Nilai Estetika, Nilai Ekonomi, Pemanasan Global, Diversifikasi Produk, Inovasi,Kreativitas
Microsoft Excel Training for Data Processing for Vocational High School Students Jauharul Maknunah; Indah Dwi Mumpuni; Linda Suvi Rahmawati; Rahayu Widayanti
Jurnal Dedikasi Vol. 18 No. 2 (2021): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v18i2.18305

Abstract

Microsoft Excel as one of the programs owned by MicrosoftOffice is needed to support the needs of daily activities. Thisprogram is already familiar to students and college students.Their knowledge about the use of functions in Microsoft Excel isnot optimal, they still need additional knowledge about theiruse. On this basis, Microsoft Excel training was conducted. Thistraining is held for Vocational High School (SMK) students whoare participating in the Industrial Work Program. The methodsused in providing training are lectures, discussions, practicumsand evaluations. At the time of implementation, participantsimmediately did practical work by completing practice questionsin the form of cases. The training materials cover MicrosoftExcel theory, implementation of functions and graphing. Theresult of this training is that the participants have an increasedunderstanding and ability to process data using Microsoft Excel.The score achieved by participants as much as 87% got a scoreabove the minimum average that has been determined.