Nina Karlina
Department Of Pharmaceutics And Pharmaceutical Technology, School Of Pharmacy Muhammadiyah Cirebon, West Java 45153, Indonesia

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI SEDIAAN KRIM BODY SCRUB OATMEAL DAN YOGURT SEBAGAI ZAT AKTIF Sulistiorini Indriaty; Nur Rahmi Hidayati; Yayan Rizikiyan; Deni Firmansyah; Nina Karlina; Alya Najmatul Laila
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i2.1068

Abstract

Body scrub adalah sediaan farmasi dalam bentuk produk perawatan kulit berbutir kasar. Oatmeal dan yogurt dapat dimanfaatkan sebagai zat aktif pada sediaan body scrub, karena oatmeal kaya akan vitamin E yang dapat menyegarkan dan mengencangkan kulit. Sementara yogurt memiliki kandungan zat lactic acid dan alpha hydroxy acid yang dapat membantu mengangkat tumpukan sel kulit mati. Sehingga dibuat sediaan farmasi berupa krim body scrub dengan variasi konsentrasi yogurt 6%, 12% dan 18% serta oatmeal dengan konsentrasi 7,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan uji sediaan body scrub. Pengujian mutu fisik dan kimia sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji tipe emulsi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa formula I, formula II dan formula III memenuhi semua syarat evaluasi sediaan yang baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa yogurt dapat diformulasikan menjadi sediaan krim body scrub.
FORMULASI LIP CREAM EKSTRAK ETANOL KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) SEBAGAI PEWARNA: FORMULATION OF LIP CREAM ETHANOL EXTRACT (Caesalpinia sappan L.) AS DYES Sulistiorini Indriaty; Nur Rahmi Hidayati; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan; Nina Karlina; Sulistiani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i2.264

Abstract

Tanaman rambutan rapiah (Nephelium lappaceum L.) merupakan tanaman yang tersebar luas di Indonesia. Konsumsi buah rambutan rapiah dapat meninggalkan limbah kulitnya yang cukup banyak. Kulit buah rambutan rapiah telah digunakan secara tradisional sebagai obat demam dan disentri. Kulit buah rambutan rapiah diketahui mengandung metabolit sekunder seperti polifenol, flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa ekstrak metanol kulit buah rambutan memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Metabolit sekunder yang diduga memiliki aktivitas antioksidan adalah polifenol. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan, mengingat potensi kulit buah rambutan rapiah sebagai antioksidan kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar polifenol total ekstrak metanol kulit buah rambutan rapiah (Nephelium lappaceum L.). Penetapan kadar polifenol total dilakukan dengan menggunakan metode Folin Ciocalteu. Pereaksi Folin Ciocalteu akan bereaksi dengan gugus fenolik-hidroksil dan membentuk kompleks fosfotungstat-fosfomolibdat berwarna biru yang dapat dideteksi dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 743,5 nm. Dari penelitian ini kadar polifenol total yang diperoleh adalah 0,2482±0,0401%.
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN VARIASI KONSENTRASI KARBOPOL 940: FORMULATION GEL OF ETHANOL EXTRACT MORINGA LEAF (Moringa oleifera) WITH CONCENTRATION VARIATION CARBOPOL 940 Sulistiorini Indriaty; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan; Nur Rahmi Hidayati; Nina Karlina; Rury Dwi Lestari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.324

Abstract

Daun kelor (Moringa oliefera) memiliki kandungan senyawa utama kuersentin yang merupakan senyawa dari golongan flavonol dan berpotensi memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) dapat diformulasikan sebagai sediaan gel dan mengetahui stabilitas dari sediaan gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera). Ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) diperoleh dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Gel dibuat dalam 2 formula dengan konsentrasi ekstrak etanol daun kelor 5% untuk masing-masing formula dan variasi gelling agent karbopol 940 konsentrasi 0,75% formula I dan konsentrasi 1% formula II. Pengujian stabilitas dilakukan dengan metode cycling test yaitu sediaan tersebut diuji stabilitasnya yang disimpan pada suhu 4°C selama 24 jam, kemudian dipindahkan pada suhu 40°C selama 24 jam, perlakuan ini disebut satu siklus. Pengujian dilakukan selama 6 siklus (12 hari) dengan parameter organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, sifat alir, dan dilakukan pengujian syneresis. Hasil pengujian stabilitas sediaan menunjukkan formula I, formula II dan basis stabil berdasarkan parameter pengujian homogenitas, organoleptis, daya sebar, pH dan syneresis, sedangkan berdasarkan parameter pengujian viskositas tidak stabil. Berdasarkan hasil pengamatan stabilitas dengan menggunakan cycling test, ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) konsentrasi 5% dengan gelling agent karbopol 940 konsentrasi 0,75% dan 1% dapat diformulasikan menjadi sediaan gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera). Gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) stabil pada parameter organoleptis, homogenitas, daya sebar, pH dan syneresis.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS DEODORAN SPRAY EKSTRAK ETANOL HERBA KEMANGI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus: FORMULATION AND ACTIVITY TEST OF DEODORANT SPRAY OF BASIL HERB ETHANOL EXTRACT AGAINST Staphylococcus aureus Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina; Nur Rahmi Hidayati; Deni Firmansyah; Rima Yulia Senja; Yasmin Zahiyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.566

Abstract

Kemangi (Ocimum sanctum L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kemangi dapat diformulasikan menjadi deodoran spray dan pada konsentrasi berapa uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus menunjukkan hasil paling baik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak diperoleh dengan metode perkolasi menggunakan etanol 96%. Deodoran spray dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol herba kemangi 8%, 10%, dan 12%. Sediaan dilakukan pemeriksaan skrining fitokimia (alkaloida, flavonoida, steroid/triterpenoid, saponin, dan tanin), uji stabilitas dengan metode cycling test (organoleptis, pH, bobot jenis, viskositas, dan waktu mengering), dan uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi sumuran. Ekstrak etanol herba kemangi konsentrasi 8%, 10%, dan 12% dapat diformulasikan menjadi sediaan deodoran spray dan formula yang memiliki hasil uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus paling baik ditunjukkan oleh formula 3.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH DENGAN VARIASI KONSENTRASI PVA: FORMULATION AND STABILITY TEST PEEL-OFF GEL MASK ETHANOL EXTRACT OF STARFRUIT LEAVES WITH VARIOUS CONCENTRATIONS OF PVA Sulistiorini Indriaty; Iin Indawati; Nur Rahmi Hidayati; Nina Karlina; Suci Nurlia; Deni Firmansyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.764

Abstract

Daun belimbing wuluh merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif flavonoid yang bersifat sebagai antibakteri. Ekstrak etanol daun belimbing wuluh dibuat sediaan masker gel peel-off dengan basis PVA konsentrasi 8%, 9% dan 10%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun belimbing wuluh dapat dibuat sediaan masker gel peel-off dan apakah stabil pada uji cycling test. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan standarisasi ekstrak, skrining fitokimia serta KLT. Masker gel peel-off dibuat menjadi tiga formula dan satu basis dengan metode cycling test (disimpan pada suhu 4°C dan suhu 40°C selama 24 jam yang dilakukan selama 6 siklus) dengan parameter yang diamati yaitu uji organoleptis, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, uji viskositas dan uji sifat alir. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol daun belimbing wuluh dapat diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel-off. Uji stabilitas pada semua formula menghasilkan pengujian yang stabil pada warna, bau, tekstur, homogenitas, pH, daya sebar, waktu mengering, viskositas dan sifat alir. Kata kunci: Ekstrak etanol daun belimbing wuluh, masker gel peel off, PVA, cycling test
STUDY OF POTENTIAL DRUG INTERACTIONS IN HYPERTENSION PATIENS AT THE INPATIENT INSTALLATION OF PERMATA CIREBON HOSPITAL Risa Deviani Azzahra; Nur Rahmi Hidayati; Indah Setyaningsih; Sulistiorini Indriaty; Lela Sulastri; Nina Karlina
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.997

Abstract

Identification of drug interactions in hypertensive patients needs to be performed because they affect the achievement of therapeutic effects and can increase the risk of side effects. This study aimed to determine patient characteristics (age, gender, drug items used, and comorbidities), the potential for drug interactions in hypertensive patients, the severity of potential drug interactions, and the type and number of drugs that interact in hypertensive patients at the time of installation. Inpatient at Permata Cirebon Hospital. The sample in this study included patients diagnosed with hypertension at the Inpatient Installation of Permata Cirebon Hospital in 2022 who met the inclusion criteria. This was a descriptive analytical study with retrospective data on patient characteristics (age, sex, drug items used, and comorbidities). The results were analyzed in the form of an overview of potential drug interactions using the Medscape application in the form of percentages and tables. The results of the study of 264 samples of hypertension patients taken by random sampling obtained for drug interaction based on severity events were as many as 149 patients (56,44%) with the highest number of gender, namely women as many as 154 patients (58,33%), the level of severity at most, namely monitors as many as 261 events (82,33%). The most interacting drug was Amlodipine with Metformin, with 27 monitored interactions (8,52%). Drug interactions can occur due to the number of drug therapies used and the presence of comorbidities. Keywords: Hypertension, Drug Interactions, Permata Cirebon Hospital.
IDENTIFICATION OF MEDICINAL COMPOUND IN URIC ACID JAMU BY THIN LAYER CHROMATOGRAPHY METHOD Muhammad Yani Zamzam; Iin Indawati; Nina Karlina; Elsa Tiakomala; Windah Widia Ningrum; Aulia Nurkahfi; Andriana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.1120

Abstract

Jamu is one of the traditional medicines derived from natural ingredients distributing in Indonesia. In accordance with Permenkes No. 007 of 2012, Medicinal Compound (MC) are prohibited from being added to jamu products. Previous research has found that some of the products in public contain MC. The aim of this study is to determine the presence or absence of allopurinol, piroxicam, and dexamethasone in uric acid jamu.  This research used 5 (five) samples of uric acid jamu, both those with and without distribution permits from The Indonesian Food and Drug Authority, randomly selected in Kedawung District, Cirebon Regency, West java, Indonesia. The identification method used in this study is Thin Layer Chromatography (TLC) with the stationary phase being silica gel GF 254. For the identification of allopurinol, the mobile phase is n-butanol: ammonium hydroxide: ethanol; for piroxicam identification, it is ethyl acetate-methanol-ammonia (6:3:1); and for dexamethasone identification, it is chloroform: acetone (1:4). Spot detection is done using ultraviolet (UV) light at 254 nm. The applied solutions are the test solution (A), the test solution with added allopurinol, piroxicam, or dexamethasone (B), and the reference standard solution (C). The research results from the 5 (five) samples of uric acid jamu identified one positive samples containing allopurinol, and all positive samples contained piroxicam and dexamethasone. Keywords: Jamu,  thin-layer chromatography, allopurinol, piroxicam, dexamethasone
FORMULATION AND TESTING OF ANTIOXIDANT ACTIVITY COMBINATION OF CALENDULA OIL AND SWEET ORANGE OIL WITH DPPH METHOD Deni Firmansyah; Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina; Eka Mardiyani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i1.1171

Abstract

Indonesia has many natural ingredients that can be used as primary ingredients for medicines with antioxidant effects. Calendula oil and sweet orange oil have the potential to be antioxidants. This study aimed to determine the stability of cream preparations based on stability test parameters and to determine antioxidant activity using the DPPH method. This study was conducted because the combination of calendula oil and sweet orange oil was tested for antioxidant activity and then formulated in cream dosage forms with ratio of 1:1, 1:2, and 2:1. Antioxidant activity tests were carried out using a combination of calendula oil and sweet orange oil and a cream preparation of a combination of calendula oil and sweet orange oil, which was tested for stability using the cycling test method. Based on the results of the study, the combination of calendula oil and sweet orange oil in a ratio of 1:1 and 1:2 had weak antioxidant activity, as can be seen from the IC50 value of 170.02 ppm, 150.43 ppm, whereas in a 2:1 ratio, it had moderate antioxidant activity because the IC50 value was 143.89 ppm. In the combination cream preparations of calendula oil and sweet orange oil, ratios of 1:1, 1:2, and 2:1 had weak antioxidant activity. It can be seen from the IC50 value of each preparation, which was 188.85 ppm, 170.01 ppm, and 189.61 ppm. Keywords: Calendula Oil, Sweet Orange Oil, Antioxidant, Cream, DPPH
ANTIBACTERIAL ACTIVITY TEST OF TEA TREE AND LEMON OIL COMBINATION AND ITS FORMULATION IN CREAM PREPARATION Sulistiorini Indriaty; Rima Yulia Senja; Deni Firmansyah; Nur Rahmi Hidayati; Nina Karlina; Muhammad Yani Zam Zam; Dhea Aulia Ramadhani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i2.1278

Abstract

Tea tree oil contains hydrocarbon compounds, namely terpenes, especially monoterpenes, sesquiterpenes, and alcohols. Terpinen-4-ol is the main component of tea tree oil, which has antimicrobial activity. Lemon oil is useful as an antibacterial because it contains flavonoids that prevent attacks from pathogenic bacteria. This study aims to determine whether tea tree and lemon oil have antibacterial activity against Propionibacterium acnes bacteria and can be formulated into cream preparations. The antibacterial activity test of the combination of tea tree oil and lemon oil in the 1: 1, 1: 2, and 2: 1 ratio was carried out in vitro against Propionibacterium acnes bacteria by disc diffusion method and using virile gel as a positive control. The cream stability test is replicated using the cycling test method with organoleptic test parameters, homogeneity, pH, dispersion, cream type testing, viscosity, and flow properties. The stability test results with the cycling test method showed good stability results, including organoleptic tests, homogeneity, spreadability, pH, emulsion type, viscosity, and flow properties. The combination of tea tree and lemon essential oils in a 1:1, 1:2, 2:1 ratio has antibacterial activity against Propionibacterium acnes bacteria with inhibition zones diameter ±1,23 cm, ±1,12 cm, and ±1,12 cm and control has ±1,53 cm. Combining tea tree and lemon essential oil in a 1:1, 1:2, and 2:1 ratio has antibacterial activity against Propionibacterium acnes bacteria and can be formulated into cream preparations. Keywords: tea tree oil, lemon oil, antibacterial, Propionibacterium acnes, cream.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI KERTAWINANGUN Yuniarti Falya; Didin Ahidin; Nina Karlina; Putri Salma Rajjiya; Syakira Putri Nabila; Yora Azizah
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.471

Abstract

Tanaman obat keluarga merupakan pemanfaatan tanaman berkhasiat obat yang terdapat di halaman, pekarangan atau di kebun dalam upaya memenuhi kebutuhan obat keluarga. Beberapa contoh tanaman obat keluarga adalah Curcuma domesticae L., Greater Galangal, Celery yang mengandung senyawa flavonoid sebagai senyawa utama yang bertanggung jawab akan aktivitas biologis dan menunjukkan sifat anti-inflamasi, antivirus, anti bakteri, antioksidan, dan aktivitas nematosidal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan di Graha Yatim Dhuafa Kertawinangun akan manfaat tanaman obat keluarga mudah ditemukan di pekarangan rumah. Metode pada pengabdian ini menggunakan instrument lembar post test dan pre test untuk mengevaluasi daya tangkap anak sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan oleh pihak mahasiswa yang kemudian dinilai dan dibuat grafik dari nilai tersebut. Setelah dilakukannya pengolahan nilai, diketahui nilai rata-rata pre test adalah 60,5 sedangkan nilai ratarata post test meningkat sebanyak 20 poin yaitu 80,5 yang menunjukkan tercapainya pelaksanaan edukasi dan sosialisasi mengenai tanaman obat keluarga. Dari hasil tersebut dapat dipastikan adanya peningkatan pengetahuan pada anak-anak tersebut mengenai Tanaman Obat Keluarga serta pemanfaatannya.