Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MASKER GEL PEEL OFF KOMBINASI EKSTRAK NADES DAUN MURBEI DAN DAUN MANGGA GEDONG DENGAN METODE DPPH: FORMULATION AND ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST OF PEEL OFF GEL MASK THE COMBINATION OF MULBERRY AND GEDONG MANGO LEAF NADES EXTRACT WITH THE DPPH METHOD Yayan Rizikiyan; Sulistiorini Indriaty; Renny Amelia; Lela Sulastri; Suci Naluriah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.635

Abstract

Daun mangga gedong dan daun murbei terbukti memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol dan terpenoid yang mempunyai peranan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan Masker gel peel off  kombinasi ekstrak daun mangga konsentrasi 3% dan ekstrak daun murbei konsentrasi 0,75%, 3,75%, dan 6,75%. Proses ekstraksi daun mangga gedong dan daun murbei menggunakan metode MAE (Microwave Assisted Extraction) dengan menggunakan pelarut NADES (Natural Deep Eutectic Solvents). Ekstraksi daun mangga gedong menggunakan pelarut sodium acetat dan lactid acid  dengan rasio molar 1:3 dan daun murbei menggunakan pelarut choline chloride dan gliserol dengan rasio molar 1:2. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-difenyl-1-pikrylhidrazyl). Masker gel peel off kombinasi ekstrak daun mangga 3% dan ekstrak daun murbei 0,75%, 3,75%, dan 6,75% pada pengujian evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, waktu mengering,  viskositas, sifat alir menunjukan hasil yang memenuhi syarat. Masker gel peel off tersebut juga mempunyai potensi sebagai antioksidan dengan nilai IC50 pada masing-masing formula 1 20,03 ppm formula 2 22,02 ppm, formula 3 23,43 ppm. Nilai % inhibisi Formula 1 berkisar 53,803% - 57,492%, Formula 2 berkisar 49,745% - 55,759%, Formula 3 berkisar 48,847% – 50,245%. Kata kunci : Ekstrak Nades, Daun Mangga gedong , Daun Murbei, Masker gel peel off, Antioksidan,  DPPH
Ekstrak Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bakterisida Minimum (KBM) Daun Henna Kuku NADES Terhadap Bakteri Bacillus Cereus Eka Nur Septya; Renny Amelia; Ine Suharyani
Consilium Sanitatis: Journal of Health Science and Policy Vol. 1 No. 1 (2023): January
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.835 KB) | DOI: 10.56855/jhsp.v1i1.168

Abstract

Objective: This study aims to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) concentrations of the NADES extract of henna leaves (Lawsonia inermis L.) against Bacillus cereus bacteria. Methods: This research is a descriptive type of research that was conducted at the Phytochemical Laboratory and Microbiology Laboratory of Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon. Collecting data from the MIC test results by looking at the turbidity at each concentration and the MBC results by looking at the presence or absence of bacterial growth. Results: The MIC sample could not be obtained because it looked cloudy, and bacteria were still growing on the media. In contrast, the MBC sample was only 100%, which could inhibit bacteria's growth on the media. The positive control of Ciprofloxacin at a concentration of 100 mg had a diameter of 2.34 cm, 125 mg had a diameter of 2.39 cm, 150 mg had a diameter of 2.47 cm, and the negative control NADES solution had a diameter of 0.98 cm. Conclusion: The Minimum Inhibitory Concentration (MIC) cannot be known because the results of the NADES extract of henna leaves compared to before and after incubation still look cloudy due to factors from the sample. In the other hand, Minimum Bactericidal Concentration (MBC) can only be known at a concentration of 100%, which can kill the growth of Bacillus cereus bacteria.
FORMULASI GRANUL EFERVESEN EKSTRAK KERING KULIT BUAH MANGGIS (Garciniae mangostanae Cortex fructus) Renny Amelia; Muh Yani Zamzam; Mansyur Yusup
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v1i1.1

Abstract

Keberadaan Manggis (Garcinia mangostana Linn.) sebagai salah satu tanaman lokal indonesia saat ini sangatlah diperhitungkan oleh karena aktifitasnya yang sangat baik untuk kesehatan. Melihat dari banyaknya permintaan konsumen akan produk buah manggis, khususnya pada bagian pericarp (kulit) maka dibuatlah sediaan yang lebih praktis dengan rasa yang menyenangkan yaitu granul efervesen. Formula dibedakan berdasarkan jumlah konsentrasi effervesent mix yaitu 80%, 70% dan 60% dengan perbandingan untuk asam sitrat, asam tartat dan natrium bikarbonat adalah (1:2:3,4). Dari pengujian, dapat disimpulkan bahwa ketiga formula memenuhi persyaratan uji evaluasi granul efervesen yang meliputi uji organoleptik,uji waktu larut, uji kadar air, kompresibilitas, kecepatan alir dan sudut istirahat.
UJI AKTIVITAS PENYUBUR RAMBUT EMULGEL EKSTRAK ETANOL BUAH CABAI GENDOT (Capsicum annum Var.Abbreviata) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN Lela Sulastri; Sri Asih; Renny Amelia
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v4i2.137

Abstract

Sediaan penyubur rambut digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut yang digunakan dengan dioleskan pada kulit kepala. Bahan alam yang diperkirakan yang dapat digunakan adalah salah satunya adalah cabai. Cabai mengandung senyawa saponin,  terpenoid, kuinon, alkaloid capsaicin, dan flavonoid yang mempunyai peranan dalam memacu pertumbuhan rambut. Esktrak Etanol buah cabai gendot (Capsicum annum Var.Abbreviata)  diformulasikan dalam bentuk sediaan emulgel. Pada penelitian ini digunakan emulgel ekstrak etanol buah cabai gendot yang dibagi menjadi 2 formula, formula 1 (konsentrasi 2,5%) dan formula 2 (konsentrasi 5%). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah emulgel ekstrak etanol buah cabai gendot memiliki aktivitas sebagai penyubur rambut dan formula manakah yang memiliki aktivitas paling optimum. Uji aktivitas penyubur rambut meliputi laju pertumbuhan rambut dan bobot rambut. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa emulgel ekstrak etanol buah cabai gendot mempunyai aktivitas sebagai penyubur rambut dan konsentrasi emulgel yang paling optimum adalah formula 1 dengan konsentrasi 5% dengan laju pertumbuhan rambut 0,023 cm dalam 28 hari dan bobot rambut yaitu 0,0267 gram dalam 28 hari.Kata kunci : ekstrak cabai gendot, aktivitas penyubur rambut
AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK NADES DAUN PACAR KUKU (Lawsonia inermis L) DAN DAUN ALPUKAT (Persea americana) TERHADAP PITYROSPORUM OVALE: ANTIFUNGAL ACTIVITIES OF NAIL HENNA (Lawsonia inermis L) LEAVES AND AVOCADO (Persea americana) LEAVES EXTRACTED WITH NADES AGAINST PITYROSPORUM OVALE Renny Amelia; Nia Murni Asih; Puna Lati; Lela Sulastri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.295

Abstract

Ketombe merupakan gangguan kulit kepala yang dialami hampir setengah dari populasi pada usia pra-pubertas dan semua jenis kelamin dan etnis, dimana salah satu penyebab ketombe yaitu jamur Pityrosporum ovale. Daun pacar kuku dan daun alpukat memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, quinon dan terpenoid yang diduga mempunyai khasiat sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun pacar kuku dan daun alpukat yang diekstraksi dengan pelarut NADES (asam sitrat-glukose) terhadap pertumbuhan jamur pityrosporum ovale dan pengaruh peningkatan konsentrasi terhadap daya hambat pertumbuhan jamur pityrosporum ovale. Ekstraksi dilakukan dengan bantuan Microwave assisted ekstaction (MAE). Pengujian aktivitas anti fungi kedua sampel menggunakan metode difusi cetak lubang pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Parameter yang diamati adalah diameter daya hambat disekitar lubang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik SPSS. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa ekstrak NADES daun pacar kuku dan daun alpukat dimulai dari konsentrasi 25%, dapat menghambat pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale. Nilai r (koefisien korelasi) peningkatan konsentrasi terhadap daya hambat jamur Pityrosporum ovale dari ekstrak NADES daun pacar kuku dan daun alpukat secara berturut-turut adalah 0,935 dan 0,893 yang menunjukan hubungan yang sangat signifikan.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MASKER GEL PEEL OFF KOMBINASI EKSTRAK NADES DAUN MURBEI DAN DAUN MANGGA GEDONG DENGAN METODE DPPH: FORMULATION AND ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST OF PEEL OFF GEL MASK THE COMBINATION OF MULBERRY AND GEDONG MANGO LEAF NADES EXTRACT WITH THE DPPH METHOD Yayan Rizikiyan; Sulistiorini Indriaty; Renny Amelia; Lela Sulastri; Suci Naluriah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.635

Abstract

Daun mangga gedong dan daun murbei terbukti memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol dan terpenoid yang mempunyai peranan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan Masker gel peel off  kombinasi ekstrak daun mangga konsentrasi 3% dan ekstrak daun murbei konsentrasi 0,75%, 3,75%, dan 6,75%. Proses ekstraksi daun mangga gedong dan daun murbei menggunakan metode MAE (Microwave Assisted Extraction) dengan menggunakan pelarut NADES (Natural Deep Eutectic Solvents). Ekstraksi daun mangga gedong menggunakan pelarut sodium acetat dan lactid acid  dengan rasio molar 1:3 dan daun murbei menggunakan pelarut choline chloride dan gliserol dengan rasio molar 1:2. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-difenyl-1-pikrylhidrazyl). Masker gel peel off kombinasi ekstrak daun mangga 3% dan ekstrak daun murbei 0,75%, 3,75%, dan 6,75% pada pengujian evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, waktu mengering,  viskositas, sifat alir menunjukan hasil yang memenuhi syarat. Masker gel peel off tersebut juga mempunyai potensi sebagai antioksidan dengan nilai IC50 pada masing-masing formula 1 20,03 ppm formula 2 22,02 ppm, formula 3 23,43 ppm. Nilai % inhibisi Formula 1 berkisar 53,803% - 57,492%, Formula 2 berkisar 49,745% - 55,759%, Formula 3 berkisar 48,847% – 50,245%. Kata kunci : Ekstrak Nades, Daun Mangga gedong , Daun Murbei, Masker gel peel off, Antioksidan,  DPPH
ANALGETIC ACTIVITY DETERMINATION OF PAPAYA LEAVES (Carica papaya L.) AND BASIL LEAVES (Ocimum sanctum L.) EXTRACTED USING NATURAL DEEP EUTECTIC SOLVENT Renny Amelia; Yuniarti Falya; Tomi; Daryuti; Eka Umi Barkah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.1079

Abstract

Natural deep eutectic solvents (NaDES) are obtained from an adequate mixture of hydrogen bond acceptors (HBA) and donors (HBD), which can bond through the interaction of hydrogen bonds to form a eutectic with a low melting point. NADES has been implemented in several studies as an effective extraction method, but it is still not widely used. C. papaya leaves and O. sanctum leaves have been widely known to have various pharmacological activities. The aim of this study was to determine the best analgesic ability of the NADES extract of C. papaya and O. sanctum leaves. The extraction process used was Microwave-Assisted Extraction (MAE). The liquid extract was tested for antioxidant activity and analgesic activity using doses of 600 mg/kgBW, 800 mg/kgBW, and 1000 mg/kgBW. The results show that The IC50 values of the NADES extract of C. papaya and O. sanctum leaves were 920 ppm and 882 ppm, respectively. Both analgetic percentages are equivalent to the positive control starting from a concentration of 800 mg/kgBW, where the analgetic percentage of the NADES extract of papaya leaves and basil leaves is 59.80% and 54.57% respectively that included in weak category. It can be concluded that both NADES extracts of papaya and basil leaves have analgetic capabilities.  Keywords: Natural Deep Eutectic Solvent (NADES), Carica papaya, Ocimum sanctum, analgetic activity.
ANALGESIC POWER OF THE INSOLUBLE FRACTION N-HEXANE OF MELINJO LEAVES (Gnetum gnemon L.) IN SWISS MICE (Mus musculus) Deni Firmansyah; Renny Amelia; Sulistiorini Indriaty; Didi Rohadi; Muhammad Yani Zamzam; Rizqia Shafa Fauziah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.1087

Abstract

Melinjo (Gnetum gnemon L.) has various secondary metabolites including alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. In its function as an analgesic, flavonoids work to inhibit the cyclooxygenase enzyme which can reduce prostaglandin production and reduce pain. This study aims to determine the analgesic power of the n-hexane insoluble fraction of melinjo leaves (Gnetum gnemon L.) as an effective analgesic tested on male white mice (Mus musculus) and to determine the most effective dose as an analgesic. This research was experimental using test animals of 25 male white mice (Mus musculus) divided into 5 groups each consisting of 5 mice. The negative control group (CMC-Na) was 0.5%, the positive control group Mefenamic acid dose of 65 mg/KgBW, insoluble fraction hexane group (ifh) dose of 50 mg/KgBW, 100 mg/KgBW, 200 mg/KgBW. The chemical stimulus was given a dose of 400 mg/KgBW of acetic acid. The parameter measured was the number of wriggles in male white mice (Mus musculus) every 10 minutes for 60 minutes. The results of the study showed a significant difference between the negative control (CMC-Na 0.5%) and various doses of insoluble fraction hexane group, while the positive control (mefenamic acid 65 mg/KgBW) had no difference with ifh doses of 100 mg/kgBB and 200 mg/KgBW. The percentage of analgesic power of ifh at doses of 50 mg/KgBW, 100 mg/KgBW and 200 mg/KgBW was 26.64%, 57.5%, and 58.56% and the percentage of analgesic power of mefenamic acid was 69.67% ...
Ultra-processed food hazard education for students of SMK Manbaul Ulum, Cirebon Renny Amelia; Muh. Yani Zamzam; Revi Maulid Nabilla; Muhammad Gabriel; Windi Bina Lestari; Siti Aisyah Fitri; Chaerunnisa Febria Wibowo; Anisa Devi Rosalinda; Tria Ananda; Najwa Firdausy Salsabila; Azzahra Nur Auralia; Elvania Rahma Dina Safitri; Zidane Pratama Yunargi
Community Empowerment Vol 9 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.11115

Abstract

People tend to consume high-fat foods such as fast food. The purpose of this community service activity is to determine the habits of consuming fast food and to increase students' knowledge about healthy and balanced food at SMK Manbaul Ulum. The method used is through education to students of SMK Manbaul Ulum. The results of the activity showed that education about the dangers of junk food succeeded in increasing knowledge by 6.4%.
FORMULASI LOTION EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DENGAN KONSENTRASI 2%, 4%, DAN 6% Renny Amelia; Rinto Susilo
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava l.) mengandung senyawa flavonoid dan fenolik alami yang dapat berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan lotion    menggunakan  zat  aktif  ekstrak  etanol  daun  jambu  biji  (Psidium  guajava  L.) konsentrasi 2%, 4%, dan 6% dan untuk mengetahui stabilitas lotion   ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) dengan konsentrasi 2%, 4%, dan 6%. Daun jambu biji diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.  Pengujian stabilitas metode cycling test dilakukan sebanyak 6 siklus (12 hari) pada suhu ± 4oC selama 24 jam dan ± 40oC selama 24 jam dengan parameter uji meliputi pengamatan organoleptis, homogenitas, tipe emulsi, pH, daya sebar, viskositas, dan sifat alir. Hasil pengamatan menunjukan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji konsentrasi 2%, 4%, dan 6% stabil pada semua parameter yang diuji. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji konsentrasi 2%, 4%, dan 6% dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion.Kata kunci : Ekstrak daun jambu biji, lotion, cycling test.