Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Usulan Perbaikan Terhadap Manajemen Perawatan Dengan Menggunakan Metode Total Productive Maintenance (TPM) di PLTD Hative Kecil Benediktus Jamlean; Mercy Lolita Pattiapon
ARIKA Vol 8 No 2 (2014)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2156.316 KB)

Abstract

listrik telah manjadi kebutuhan yang penting bagi masyarakat dan industry. Tetapi kebutuhan tersebut tidak diimbangi dengan kualitas pelayanan yang diberikan oleh produsen, dalam hal ini adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN). System perawatan yang diterapkan pada PLTD Hative Kecil. Salah satu metode perawatan yang dapat digunakan dalam melakukan identifikasi efektivitas suatu peralatan dan fasilitas yang dimiliki adalah dengan menggunakan pendekatan Total Productive Maintenance (TPM). Penerapan TPM merupakan salah satu solusi untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk menghasilkan produktivitas yang lebih baik dari setiap level organisasi. Dalam penerapannya terdapat suatu variable utama yang dapat digunakan dalam membaca secara objektif nilai efektivitas suatu peralatan yaitu overall equipment effectiveness. Dari hasil pengolahan data maka diperoleh nilai pencapaian OEE (Overall Equipment Effectiveness) masih dibawah world standard dimana availability sebesar 96.12% dengan availability world standard 90%, Production Effectiveness sebesar 93.14% dengan production effectiveness world standard 95%, Rate Of Quality sebesar 69.23% dengan quality world standard 99% dan OEE sebesar 62.06% dengan OEE world standard 85%. Dengan adanya perhitungan OEE maka dapat diketahui faktor-faktor dalam six big losses dominan yang mengakibatkan rendahnya efektivitas mesin yang rendah yaitu pada breakdown losses dan Idling and minor stoppages losses sehingga harus dilakukan perbaikan sebagai langkah awal dalam usaha peningkatan produktivitas dan efisiensi mesin.
Peningkatan Kinerja Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Supply Chain (Studi Kasus PT. Nisso Bahari Surabaya) Marcy Lolita Pattiapon
ARIKA Vol 9 No 1 (2015)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.309 KB)

Abstract

Memperoleh profit yang tinggi merupakan tujuan dari setiap perusahaan. Untuk memperoleh profit yang tinggi maka perusahaan harus bisa menekan sekecil mungkin pengeluaran dan melakukan efisiensi. PT.Nisso Bahari merupakan salah satu perusahaan manufaktur job shop yang bergerak dalam pembuatantanki aquarium dengan ukuran produk yang bervariasi. Agar bisa tetap bertahan dalam bidang bisnis inidan dapat dipercaya oleh konsumen maka perusahaan perlu memperbaiki pelayanan yang terbaik bagikonsumen. Faktor yang menjadi perhatian perusahaan yang harus diperbaiki saat ini adalah ketidaktepatan waktu pengiriman produk ke konsumen. Penelitian ini menggunakan konsep supply chainmanagement untuk menguraikan manajemen dari aliran material, informasi dan dana keseluruhsupplychain, dari para supplier, produsen komponen, assemblers, distribusi dan akhirnya kekonsumen.Berdasarkan hasil simulasi maka skenario perbaikan yang dipilih adalah skenario 3 dilakukandengan penambahan 1 mesin cutting glass dan 4 orang operator, 1 mesin bending dan 1 orang operator,1 mesin corner dan 1 orang operator serta 1 mesin washing dryer dan 2 orang operator sehinggadiperoleh total waktu tunggu30955.7714 menit dengan peningkatan output rata-rata jumlah aquariumsebanyak 6872 buah.
ANALISA PERENCANAAN PERMINTAAN KERAJINAN KULIT KERANG MUTIARA DI KOTA AMBON Marcy L. Pattiapon; N. E. Maitimu
ARIKA Vol 10 No 2 (2016): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.221 KB) | DOI: 10.30598/arika.2016.10.2.139

Abstract

Maluku merupakan daerah kepulauan yang kaya akan hasil alam terutama laut yang diantaranya yaitu kerang mutiara. Salah satu industri kecil yang cukup berkembang adalah industri kerajinan dari kulit kerang mutiara, kulit kerang mutiara di manfaatkan dan di olah sebagai kerajinan yang bernilai seni tinggi merupakan salah satu ciri khas dari daerah Maluku yang merupakan salah satu pilihan cinderamata yang cukup diminati oleh wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Kerang selain dikonsumsi, kerang juga menghasilkan mutiara dan sering dibuat menjadi perhiasan seperti kalung, gelang, cincin dan hiasan dinding dan berbagai aksesoris. Terjadinya fluktuasi permintaan dari waktu ke waktu menyebabkan perlunya perencanaan persediaan dengan melakukan peramalan kebutuhan dimasa mendatang.Peramalan yang digunakan adalah Time Series Moving Average dan Single Exponential Smoothing. Hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa yang menyerap modal terbesar adalah kerangmutiara, profil, kain bludru dan kaca. Peramalan dengan Moving Average (MA) = 4 bulan mempunyai nilai error tekecil dengan hasil prakiraan peramalan adalah 57 kg. Dengan total biaya sebesar Rp. 5.156.847.779. Alternatif yang digunakan dalam perencanaan agregat adalah strategi dengan hari kerja regular tetap dan strategi lembur, yaitu selama 26 hari/bulan, dengan kapasitas produksi 39 unit produk jadi kulit kerang. Dengan total biaya adalah sebesar Rp. 243.650.000. Produk ukiran wajah dan kereta kuda merupakan produk yang harus mendapat perhatian yang sangat serius karena akan berdampak pada biaya yang tinggi. Yang memiliki volume tahunan terbesar yaitu sebesar 58.9% dari total nilai persediaan.
Klasifikasi dan Perencanaan Persediaan Bahan Baku Kerajinan Kerang Mutiara Pada UD. Husein N. E. Maitimu; M. L. Pattiapon; Luluk Ulandari
ARIKA Vol 5 No 1 (2011)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.214 KB)

Abstract

UD. Husein is one of the small craft industry in the pearl oysters that if the craft is high art, including calligraphy patterned, Gethsemane, and Wild Horse.UD. Hussein to procure raw materials are still the traditional way or by virtue of estimates. Demand fluctuations over time lead to the need for inventory planning by forecasting future needs is used mendatang.Peramalan SeriesMoving Time Average and Exponential Smoothing.Tingkat Single items of interest can be seen from the critical level of goods, the use of speed or level of benefits that can be achieved and by capital absorption rate by classification ABC Analysis. Inventory planning of raw materials using Multi Item Inventory Model (FOI, FOQ and Combined). Results of research conducted can be seen that the largest capital absorbs pearl, profiles, velvet cloth and glass. Single exponential smoothing forecasting with α = 0.5 has an error value tekecil and inventory models have a combined total inventory costs at a minimum of one year with a frequency that is equal Rp. 41.502.500 optimal ordering 1 time / year in cost savings for raw materials inventory Rp.4.871 .650.
Perancangan Strategi Pemasaran Produk Sepeda Motor Merk Honda dengan Menggunakan Metode SWOT dan QFD Marcy Lolita Pattiapon
ARIKA Vol 5 No 1 (2011)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.952 KB)

Abstract

Research about customer satisfaction at the dealer MPM Honda motor cycle dealer has been conducted to investigate the appropriateness between customer needs and satisfactions. The problem become more crisis when the sale level at dealer MPM decrease. The purpose of knowing the priority attribut is dealer MPM become know their customer satisfactions so they can formulate the right marketing strategic for them. Collecting and analyzing data from quistioner give attribut value about motor cycle service quality that is wanted by the customer and this data also gives technical responds for dealer MPM. QFD analysis gives HOQ result that show customer priority attributes, these are the speed and accuracy of service process, monthly installment is attainable, low down payment, service after sales and giving special discount. The gaps of customer needs priority show that service quality of dealer MPM are not satisfaction the customer yet. It can be seen that a few attributes have negative value from the gap and from SWOT analysis we can see that dealer MPM position is in first room the space between strenght, opportunity, so we support strategic. Priority strategic that is being suggested are giving the price variation, spreading pamphlets, doing cooperation with liasing and bank, creating surprise packet, doing promotion at village and giving special discount.
Desain Alat Monitoring Beban Gardu Distribusi Secara Real Time menggunakan Metode Perancangan Produk di PT. PLN (Persero) Rayon Baguala M. L Pattiapon; A. Soleman; Muhammad Faisal Darmawan
ARIKA Vol 13 No 2 (2019)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.478 KB) | DOI: 10.30598/arika.2019.13.2.127

Abstract

Penelitian ini membahas desain alat monitoring beban gardu distribusi. Alat ini dibuat bekerja secara real time untuk mengurangi potensi kesalahan, serta dapat memonitoring beban gardu setiap jam yang sebelumnya dilakukan oleh manusia yang hanya memonitoring beban gardu tiga bulan sekali. Dalam penelitian ini agar alat dapat bekerja secara real time meliputi, pengukuran arus dan tegangan menggunakan sensor, memilih sistem akuisisi data sebagai jembatan untuk menghubungkan mengirimkan hasil pengukuran ke komputer dan membuat program untuk menampilkan hasil pengukuran pada komputer. Untuk mengukur arus dan tegangan menggunakan sensor ACS712 dan sensor tegangan ZMPT101B. Sistem akuisisi data yang digunakan adalah Arduino Mega 2560, kemudian untuk menampilkan hasil pengukuran pada komputer yang dilakukan oleh sensor arus dan tegangan adalah menggunakan program Graphical User Interfacing (GUI) MATLAB. Pada GUI MATLAB dibuat untuk menampilkan beberapa variabel yang menjadi indikator kondisi gardu yang dimulai dari tegangan gardu, arus gardu, beban gardu hingga persentase beban gardu yang dicuplik setiap satu jam. Uji kinerja alat telah dilakukan untuk memonitoring beban pada gardu BGLWHR2008 yang terletak di Rayon Baguala antara pukul 17:00 hingga pukul 23:00. Proses monitoring dibagi berdasarkan waktu yaitu sebelum jam pemakaian puncak yaitu pukul 17:00 – 19:00, pemakaian beban pucak antara pukul 19:00 – 21:00 dan setelah waktu puncak antara pukul 21:00 – 23:00. Dari hasil monitoring dapat dilihat antar pukul 19:00 – 21:00 pemakaian beban gardu mencapai 55,90 % lebih tinggi 5 % sebelum sebelum waktu jam puncak. Alat ini telah mampu memantau beban gardu dimana hasilnya hampir sama dengan pengukuran yang dilakukan oleh manusia.
Penerapan Lean Manufacturing guna Meminimasi Waste pada Lantai Produksi M. L. Pattiapon; N. E. Maitimu; Irene Magdalena
ARIKA Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.378 KB) | DOI: 10.30598/arika.2020.14.1.23

Abstract

UD. Filkin adalah salah satu perusahaan industri yang bergerak di bidang mebel. Salah satu produknya adalah pintu. Dalam produksinya, terdapat berbagai jenis waste yang sering terjadi tanpa disadari, karena telah dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan umum, padahal sesungguhnya sangat merugikan, dan seharusnya bisa dihindari, sehingga pada hasil identifikasi ditemukan beberapa jenis waste yang diantaranya waiting, innappropiateprocessing dan overproduction.Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi penyebab waste yang terjadi dalam lantai produksi, dan juga memberikan rekomendasi perbaikan untuk mengurangi waste di lantai produksi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi atau mengeliminasi waste adalah dengan metode Lean Manufacturing.Pendekatan Lean Manufacturing dilakukan dengan menganalisis waste dengan value stream mapping, menentukan waste dan mengidentifikasi akar penyebab masalah atau peristiwa dengan root cause analysis, dan merancang rekomendasi perbaikan untuk mengatasi waste tersebut.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tiga waste dengan rangking tertinggi adalah waiting dengan skor (17,1%), innappropiateprocessing (16,5%) dan overproduction (15,9%). Sehingga untuk mengurangi wastewaiting disarankan agar melakukan pelatihan dan penambahan pekerja. Untuk mengurangi wasteinnappropiateprocessing disarankan untuk meningkatkan pola pemahaman pekerja terhadap keinginan konsumen. Dan untuk mengurangi waste overproduction disarankan untuk melakukan perencanaan ulang terhadap produk yang akan dibuat, yang sesuai dengan permintaan pasar.
PENERAPAN ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) GUNA MENGANALISA PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DAGING BUAH PALA PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) HUNILAI DI DUSUN TOISAPU DESA HUTUMURI Nil Edwin Maitimu; Marcy L Pattiapon
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.167-171

Abstract

Abstrak Salah satu tanaman tahunan yang banyak diusahakan dalam industri adalah buah pala. Pala merupakan tanaman rempah asli kepulauan Maluku, yang telah diperdagangkan dan dibudidayakan secara turun temurun dalam bentuk perkebunan rakyat di sebagian besar kepulauan Maluku. Produk pala Indonesia termasuk unggul di pasar dunia karena memiliki aroma yang khas.Buah pala merupakan salah satu tumbuhan utama di Maluku. Namun, petani biasanya menggunakan buah pala ini untuk diambil bijinya sedangkan bagia lainnya seperti kulit dan daging tidak digunakan. Oleh karena itu bagian dari buah pala yang dianggap sebagai limbah menjadi sebuah ide untuk diolah menjadi Jus Pala. Memprediksikan permintaan secara tepat sangatlah sulit dikarenakan perusahaan tidak dapat memprediksikan keinginan konsumennya, Oleh karena itu setiap perusahaan harus tepat dalam mengendalikan persediaan bahan baku agar persediaan bahan baku selalu ada dan tidak mengalami kekosongan. Metoda manajemen persediaan yang paling terkenal adalah model-model economic order quantity (EOQ). Hasil Penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa jumlah pembelian bahan baku yang optimal dilakukan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) adalah sebanyak 2.182 buah dengan totalbiaya Rp. 1.466.529 dengan persediaan bahan baku optimal sebanyak 2.182 buah pada bulan September 2017. Hal ini menyebabkan UKM Hunilai mengalami kerugian sebesar Rp. 2.336.772. Persediaan pengaman yang harus selalu tersedia digudang penyimpanan sebanyak 426 buah dan pemesanan kembali bahan baku pada saat persediaan bahan baku di lantai produksi sebanyak 1.426 buah agar tidak terjadi kekurangan persediaan bahan baku.
IMPLEMENTASI LEAN MANUFACTURING GUNA MEREDUKSI WASTE (Studi Kasus : UD. X) Nil Edwin Maitimu; Marcy L. Pattiapon
ALE Proceeding Vol 3 (2020): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.3.2020.75-81

Abstract

Tujuan akhir suatu perusahaan adalah untuk memperoleh profit setinggi mungkin. Profit yang tinggi yang akan diperoleh jika perusahaan bisa menekan sekecil mungkin pengeluaran perusahaan dan melakukan efisiensi termasuk menekan pemborosan yang ada. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perusahaan perlu membuat proses produksi menjadi optimal. UD. X adalah salah satu perusahaan industri yang bergerak dibidang mebel. Produk yang dihasilkan oleh UD. X adalah furniture seperti meja, kursi, lemari, jendela dan pintu. Faktor yang mengakibatkan terjadinya pemborosan terhadap waktu, tenaga, jarak, material, dan mesin sehingga mengakibatkan terjadinya waktu tunggu yang lama dan memperkecil ruang gerak pekerja. Kondisi ini apabila terjadi secara terus-menerus akan berpengaruh terhadap efisiensi dan produktivitas perusahaan, yang nantinya dapat merugikan perusahaan.Berdasarkan hasil penelitian maka urutan waste yang terjadi pada proses produksi pintu dalam UD. X dari rangking tertinggi sampai rangking terendah adalah waste waiting (17,1%), waste innappropiate processing (16,5%), waste overproduction (15,9%), waste inventory (15,3%), waste transportation (14,1%) waste unnecessary motion (11,8%) dan waste defects (9,4%). Dengan mengetahui waste yang terjadi maka dilakukan upaya untuk mengurangi waste yang terjadi. Metode Root Cause Analysis adalah sebuah metode yang bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah atau peristiwa. Dengan menggunakan metode ini maka diharapakan dapat mengurangi waste yang terjadi pada sistem produksi pintu.
PENERAPAN LEAN CONSTRUCTON PADA PROYEK PT. PESONA GRAHA MANDIRI AMBON GUNA MEREDUKSI NON ADDED VALUE ACTIVITY Nil Edwin Maitimu; Marcy L Pattiapon
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.1.2018.168-175

Abstract

Abstrak Setiap pelaksanaan proyek konstruksi tidak lepas dari berbagai kendala ataupun kegagalan konstruksi, yang disebabkan oleh rendahnya kinerja ataupun produktivitas para tenaga kerja, perencanaan proyek yang kurang matang, anggaran yang membengkak, dan juga spesifikasi yang tidak sesuai.Walaupun kegagalan tersebut tidak dapat dilihat secara nyata, namun jika berlangsung dengan intensitas yang besar dan terus-menerus maka kegagalan tersebut dapat terakumulasi dan dampaknya akan terlihat pada akhir proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi aktivitas yang tergolong dalam waste (non value addedactivity) jenis dan frekuensi kemunculannya serta mengidentifikasi penyebab waste serta memberikan usulan perbaikan yang bertujuan untuk mereduksi waste sebagai dasar dalam merumuskan rekomendasi perbaikan melalui pendekatan lean dan FMEA. Lean adalah suatu upaya terus menerus untuk menghilangkan pemborosan (waste) dan meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang atau jasa) agar memberikan nilai kepelanggan.FMEA (FailureModeandEffectsAnalysis) adalah metode yang secara kualitatif untuk mengidentifikasi ragam kegagalan dan dampaknya secara kuantitatif dapat dihitung ragam kegagalan dengan prioritas tertinggi yang memerlukan tindakan perbaikan dengan segera. Hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa Defect dengan bobot 3.91, Waiting dengan bobot 3.40 dan Innapropriate processing dengan bobot 3.17. Berdasarkan risk priority number maka diperoleh bentuk-bentuk waste sebagai berikut Plat beton pecah dengan risk priority number 147, Rework pada pemasangan keramik dengan risk priority number 126 dan Rework Pemasangan instalasi perpipaan yang kurang bagus dengan risk priority number 126.