Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal i tabaos

REDESIGN ALAT TANGKAP IKAN (BUBU) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN VOICE OF CUSTOMER MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Latumeten, Erza Ferlianty; Pattiapon, Marcy L.; Tutuhatunewa, Alfredo
i tabaos Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2024.4.3.171-178

Abstract

Masyarakat Negeri Larike hidup di wilayah pesisir dan mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Potensi laut yang begitu besar menjadi kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mayoritas penangkapan ikan bagi nelayan di Negeri Larike masih tradisional. Saat ini nelayan desa Larike menggunakan bubu yang berukuran 2 meter untuk penangkapan ikan dan biota laut lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan desain bubu ikan yang dapat menunjang kenyamanan bagi pengguna dan menambah ketahanan agar mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan bubu sebelumnya berdasarkan keinginan konsumen. Hasil penelitian ini yaitu mulai dari pembentukan Voice of Customer hasil dari pernyataan tersebut diinterpretasikan menjadi kebutuhan pengguna. Penentuan Costumer Needs kebutuhan pengguna ini didapatkan dari hasil voice of costumer yang telah dilakukan sebelumnya. Pembentukan Planning Matrix untuk nilai ItC didapatkan tiga atribut yang memiliki bobot lebih tinggi yaitu kemudahan dalam penggunaan, variasi volume yang dapat ditampung, dan tahan lama dengan nilai sebesar 4,5%. Untuk nilai CuSP variasi volume yang dapat ditampung sebesar 3,50%. Untuk nilai CoSP kemudahan dalam penggunaan sebesar 3,50%. Dari hasil penjambaran Peta Morfologi, maka redesain Alat Tangkap Ikan Bubu yang baik, menarik, dan tahan lama sehingga dapat memenuhi kepuasan dan keinginan nelayan untuk penangkapan ikan sesuai dengan fungsi dari alat tangkap tersebut.
ANALISIS EFISIENSI BIAYA PERSEDIAAN BAHAN BAKU SPRINGBED MENGGUNAKAN METODE EOQ PADA PT. CAHAYA BINTANG MANISE Chaniago, Yusril; Maitimu, Nil Edwin; Pattiapon, Marcy L.
i tabaos Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2024.4.3.134-146

Abstract

Cahaya Bintang Manise telah melakukan perencanaan persediaan bahan baku. Perencanaan ini dilakukan oleh bagian Production Planning Inventory Control (PPIC). Akan tetapi, perencanaan kebutuhan bahan baku yang dilakukan belum optimal, karena bahan baku yang diterima perusahaan tidak sesuai dengan waktu pemesanan bahan baku dan standard yang diharapkan, sehingga produksi menjadi terganggu dan menumpuknya bahan baku. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui total biaya persediaan menggunakan metode Economic Order Quality (EOQ). Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa perbandingan total biaya persediaan terhadap delapan bahan baku didapatkan hasil delapan jenis bahan baku yang mendapatkan hasil yang efisien dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) yaitu per, kawat, busa roll, kain woven, benang quilting, cotton cheet 165, pipa foam, dan benang extra jeans.
PENERAPAN METODE 5S UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADA PABRIK TAHU UD SUMBER REZEKI Noviyanti, Noviyanti; Maitimu, Nil E.; Pattiapon, Marcy L.
i tabaos Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2025.5.1.40-50

Abstract

UD Sumber Rezeki merupakan industri kecil menengah yang bergerak dalam bidang pembuatan tahu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu metode 5S, tahap seiri dirancangkan dengan memilah peralatan yang penting dan tidak penting, tahap seiton dirancangkan dengan menata barang sesuai jenis barang, tahap seiso dirancangkan dengan membuat area-area pembersihan, tahap seiketsu dirancang dengan memberikan kontrol visual berupa pemberian tanda dan pemberian poster 5S, tahap shitsuke dirancang dengan melakukan kegiatan dengan menjadikan metode 5S sebagai aturan kedalam sistem kegiatan standar pabrik. Setelah dilakukannya perbaikan, waktu kerja dapat di optimalkan dari Sebelumnya, pada bulan februari 2024 karyawan menghabiskan waktu 600 menit untuk bekerja, namun setelah menerapkan metode 5S pada bulan maret 2024 waktu kerja berkurang menjadi 578 menit. Sebelum penerapan metode 5S, produksi pada bulan februari 2024 hanya mencapai 220 produk per 10 jam. Namun, setelah menerapkan metode 5S, jumlah produksi di bulan maret 2024 meningkat menjadi 250 produk per 10 jam.