Bambang Adji Murtomo
Program Studi Magister Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Hayam Wuruk 5, Kampus Undip Pleburan, Semarang

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : MODUL

KESESUAIAN POSISI ORIENTASI DAN KEMIRINGAN SOLAR SEL PADA BIDANG SELIMUT BANGUNAN DALAM MANIFESTASI ARSITEKTUR AKTIF DESAIN Indarto, Eddy; Hardiman, Gagoek; Murtomo, Bambang Adji
MODUL Vol 15, No 1 (2015): Modul Volume 15 Nomer 1 Tahun 2015
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3053.355 KB) | DOI: 10.14710/mdl.15.1.2015.13-22

Abstract

Sepanjang sejarah , iklim, energi, dan kebutuhan kebutuhan sumber daya merupakan hal fundamental dalam seni dan tatanan arsitektur. Walaupun kesadaran tentang keterbatasan sumberdaya alam dan keterbatasan energi sudah dimulai sejak tahun 1973 (Altore (2002), oleh karena itu konsep desain dalam rangka hemat energi dalam arsitektur terdapat desain pasif dan desain aktif. Pemanfaatan solar sel sebagai energi alternatif, paling tidak dapat membantu sementara pada saat listrik padam, sehinnga pekerjaan tetap dapat dilakukan walaupun terjadi pemadaman listrik. Selain itu, pemanfaatan solar sel ini merupakan sumber energi listrik alternatif yang terbarukan, tidak mengeluarkan emisi, dan tentunya ramah lingkungan. Agar fungsi solar sel ini dapat maksimal dalam mengasilkan listrik, maka posisi orientasi dan kemiringan 30O sesuai kemiringan atap pada umumnya menjadi fariabel pokok. Hal ini tentunya berkaitan dengan penempatan elemen solar sel tersebut pada bangunan. Oleh karena itu penting untuk dilakukan penelitian tentang “posisi orientasi sesuai kemiringan atap” ini agar dalam penempatan dan perancangannya pada selimut bangunan dapat serasi dan sesuai dengan kaidah arsitektur, akan tetapi tetap efektif menghasilkan energi listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, a) sesuai kemiringan atap pada umumnya, solar-sel secara efektif menghasilkan tegangan untuk orientasi solar-sel yang menghadap ke arah Barat-Laut, urutan berikutnya adalah yang orientasinya menghadap Barat; b) sesuai kemiringan atap pada umumnya, solar-sel secara efektif menghasilkan arus untuk orientasi solar-sel yang menghadap ke arah Utara, urutan berikutnya adalah yang orientasinya menghadap ke arah Barat; dan c) Daya semu (VA) yang dihasilkan solar-sel dengan kemiringan sesuai kemiringan atap pada umumnya, secara efektif adalah yang orientasinya menghadap ke arah Utara, urutan berikutnya adalah yang menghadap ke arah Barat
KAJIAN KEARIFAN LOKAL UNTUK PENGEMBANGAN WISATA WADUK JATIBARANG KOTA SEMARANG Indriastjario, Indriastjario; Murtomo, Bambang Adji
MODUL Vol 15, No 2 (2015): Modul Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.91 KB) | DOI: 10.14710/mdl.15.2.2015.125-132

Abstract

Pembangunan perkotaan saat ini mengarah kepada suatu konsep kota hijau (green city concept). Dalam konsep ini, kota sebagai ruang aktivitas bagi penduduknya diharapkan dapat menciptakan suatu kondisi yang ramah lingkungan, yang dibangun berdasarkan dimensi sosial, ekonomi dan lingkungannya. Pembangunan kota wajib memperhatikan kapasitas daya dukung lingkungan dan efisiensi dalam pengalokasian sumberdaya dan ruangnya. Dengan demikian tantangan pembangunan yang dihadapi kota saat ini adalah bagaimana mengendalikan pembangunan sebagai kegiatan sosial-ekonomi menjadi ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian Kajian Kearifan Lokal untuk Pengembangan Wisata Waduk Jatibarang Kota Semarang adalah untuk menggali dan menemukenali berbagai hal yang berkaitan keberadaan Arsitektur Tradisional “omah pencu Gunungpati” sebagai wujud kearifan lokal yang dapat dijadikan sebagai acuan / masukan bagi penyusunan Rencana Tata Bangunan & Lingkungan Kawasan Wisata Waduk Jatibarang. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan studi kasus dengan pendekatan studi etnographic. Penggunaan metode ini dikarenakan berkaitan dengan kajian kearifan lokal yang menggunakan data-data dari informan. Metode penelitian kualitatif dilakukan dalam situasi yang wajar (naturalsetting) dan data yang dikumpulkan bersifat kualitatif. Metode kualitatif lebih berdasarkan pada filsafat fenomenologis yang mengutamakan penghayatan. Hasil penelitian ini adalah rumah tradisional “Pencu Gunungpati” perlu diusulkan sebagai bentuk Arsitektur Bangunan Rumah Tradisional yang menjadi acuan kearifan lokal dan pusaka (local wisdom & heriatge) bagi perencanan dan perancangan pembangunan Waduk Jatibarang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
MAPPING OF URBAN TEXTURE ON INTEREST HERITAGE BUILDINGS IN SEMARANG Murtomo, Bambang Adji; Darmawan, Edy; Shamara, Dea
MODUL Vol 16, No 2 (2016): MODUL Volume 16 Nomer 2 Tahun 2016 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.713 KB) | DOI: 10.14710/mdl.16.2.2016.110-115

Abstract

Semarang memiliki fasilitas umum yang pantas untuk dikunjungi turis, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.Permasalahan yang terjadi adalah banyak turis dari dalam dan luar negeri yang hanya lewat begitu saja tanpa transitsama sekali di Kota Semarang. Banyak fasilitas pelayanan umum yang ada dan menarik perhatian. Apabila bangunanreligius, bangunan kuno, bangunan kantor pelayanan, bangunan akomodasi, bangunan terminal transportasi baikudara, laut, dan darat. Disamping bangunan, terdapat juga universitas-universitas yang cukup dikenal baik dalamnegeri maupun luar negeri. Ruang-ruang terbuka yang cukup menarik. Disamping bangunan converence yang cukupmemadai. Perlu publikasi Kota Semarang yang lebih jelas, jaringan yang diperlukan bagi dunia luar maupunmasyarakat dalam negeri. Web dan urban texture sangat dibutuhkan bagi Kota Semarang. Oleh karena itu, perluidentifikasi fasilitas umum yang ada di Kota Semarang. Penelitian fasilitas tersebut kemudian menjadi suatu web ataujaringan yang dapat dibaca oleh semua kalangan masyarakat. Dalam penelitian ini dibutuhkan penelitian kualitatif dankemudian menjadi bentuk web yang menarik serta lengkap bagi Kota Semarang. Hal ini diharapkan akan lebih menarikbagi turis sehingga turis lebih tertarik untuk transit di Kota Semarang.