Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS PERANCANGAN FILTER HIGH-PASS DAMPED FILTER UNTUK BEBAN FL-4 PADA PL-LB/2 BERBASIS ETAP Deni Almanda; Erwin Dermawan; Syawaluddin Syawaluddin; Ery Diniardi; Anwar Ilmar Ramadhan
Jurnal Teknologi Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.10.2.161-166

Abstract

Harmonik  arus  maupun  harmonik  tegangan  adalah  salah  satu  permasalahan yang umum terjadi dalam suatu sistem tenaga yang memiliki komponen penyusun berupa beban non-linier. Harmonik arus maupun harmonik tegangan dapat mempengaruhi kestabilan dari sistem tenaga itu sendiri dan memberikan dampak yang buruk untuk komponen-komponen kelistrikan yang lainnya, oleh karena itu diperlukan suatu langkah yang perlu dilakukan untuk meminimalisir dampak buruk dari kasus tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan filter pasif. Pada penelitian ini akan dilakukan desain model High-Pass Damped Filter dengan menggunakan acuan dari data-data yang didapatkan dari hasil pengukuran dan simulasi, sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh high-pass damped filter dalam mereduksi harmonik arus dan tegangan yang terdapat dalam sistem dengan bantuan software ETAP untuk menganalisis perancangan filter untuk beban FL-4 pada PL-LB/2 .
ANALISIS PERANCANGAN FILTER UNTUK BEBAN FL-1 PADA PL-LB/1 DENGAN MENGGUNAKAN ETAP POWERSTATION Deni Almanda; Erwin Dermawan; Dede Erland Ramadhan; Ery Diniardi; Syawaluddin Syawaluddin; Anwar Ilmar Ramadhan
Jurnal Teknologi Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.10.1.19-24

Abstract

Harmonik  arus  maupun  harmonik  tegangan  adalah  salah  satu  permasalahan yang umum terjadi dalam suatu sistem tenaga yang memiliki komponen penyusun berupa beban non-linier. Harmonik arus maupun harmonik tegangan dapat mempengaruhi kestabilan dari sistem tenaga itu sendiri dan memberikan dampak yang buruk untuk komponen-komponen kelistrikan yang lainnya, oleh karena itu diperlukan suatu langkah yang perlu dilakukan untuk meminimalisir dampak buruk dari kasus tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan filter pasif. Pada penelitian ini akan dilakukan desain model High-Pass Damped Filter dengan menggunakan acuan dari data-data yang didapatkan dari hasil pengukuran dan simulasi, sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh high-pass damped filter dalam mereduksi harmonik arus dan tegangan yang terdapat dalam sistem dengan bantuan software ETAP untuk menganalisis perancangan filter untuk beban FL-1 pada PL-LB/1 .
ANALISIS DAYA PIEZOELEKTRIK MODEL HYBRID SOLAR CELL-PIEZOELECTRIC SKALA RENDAH Ery Diniardi; Syawaluddin Syawaluddin; Anwar Ilmar Ramadhan; Nurul Hidayati Fithriyah; Erwin Dermawan
Jurnal Teknologi Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.10.2.139-146

Abstract

Indonesia merupakan negera yang memiliki sumber energi baru dan terbarukan yang belum dikembangkan secara optimal dan besar-besaran digali dan digunakan, terutama energy sel surya dan energi air hujan. Kelebihan dari iklim tropis, yaitu hujan dan panas, sudah seharusnya dikembangkan secara masif dan secara diversifikasi energy. Salah satunya energi air hujan dengan menggunakan Piezolektrik. Bahan piezoelektrik yang mampu mengubah energi mekanik menjadi energi listrik menjadi sumber utama pembahasan dalam penelitian ini. Besarnya energi yang dapat dihasilkan bergantung secara langsung kepada ukuran membran piezoelektrik, ukuran titik air hujan dan frekuensinya. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan melakukan pengujian secara eksperimental. Sel piezoelectric diukur dan dianalisis daya yang diperoleh berdasarkan pengaruh tekanannya. Hasil yang diperoleh Pick up Piezo electric element diperoleh tegangan terbaik di piezo adalah 0,94 volt dengan waktu kapasitor mengumpulkan energi selama 45 detik.
SISTEM PENANGGULANGAN KEGAGALAN PROTEKSI DI GARDU DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK B 282 Erwin Dermawan; Eka Revi Ruswandi; Anwar Ilmar Ramadhan
Jurnal Teknologi Vol 7, No 2 (2015): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.7.2.61-64

Abstract

Kegagalan sistem proteksi di gardu distribusi dan menjatuhkan penyulang merupakan kerugian untuk PLN karena kondisi pemadaman yang meluas. Oleh karena itu kegagalan sistem proteksi di gardu distribusi harus dianalisa, ditemukan penyebabnya, dan diambil langkah perbaikan agar tidak terulang kasus yang sama.Dengan menggunakan metode baru yaitu pemisahan CT dan relay sebagai fungsi proteksi dan pengukuran di harapkan mempunyai kinerja relay lebih baik dalam sitem proteksi.Hasil Test dan perhitungan yang dilakukan dengan pemisahan CT Proteksi dan pengukuran untuk Penggunaan Relay di CBOM Gardu Distribusi B 282 bekerja dengan baik dan perlu di lakukan pembaharuan sistem proteksi yang ada disemua gardu Distribusi.
ANALISIS DESAIN PICKUP PIEZOELEKTRIK DARI MODEL HYBRID SOLAR CELL-PIEZOELECTRIC UNTUK DAYA RENDAH Ery Diniardi; Syawaluddin Syawaluddin; Anwar Ilmar Ramadhan; Waldi Isnaini; Erwin Dermawan; Deni Almanda
Jurnal Teknologi Vol 9, No 2 (2017): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.9.2.83-88

Abstract

Indonesia merupakan negera yang memiliki sumber energi baru dan terbarukan yang belum dikembangkan secara optimal dan besar-besaran digali dan digunakan, terutama energy sel surya dan energi air hujan. Kelebihan dari iklim tropis, yaitu hujan dan panas, sudah seharusnya dikembangkan secara masif dan secara diversifikasi energy. Bukan hanya energy fosil yang digunakan, tetapi energy yang ada disekitar kita. Salah satunya energy air hujan dengan menggunakan Piezolektrik. Bahan piezoelektrik yang mampu mengubah energi mekanik menjadi energi listrik menjadi sumber utama pembahasan dalam penelitian ini. Banyaknya energi yang dihasilkan dari benturan air hujan dapat dihitung menggunakan model mekanik-elektrik. Besarnya energi yang bisa dihasilkan bergantung secara langsung kepada ukuran membran piezoelektrik, ukuran titik air hujan dan frekuensinya. Dan juga sel surya yang digunakan sebagai penghasil listrik. Apabila kedua energy ini digabungkan seperti apakah hasilnya. Dalam penelitian ini akan dikaji mengenai analisis desain pickup Piezoelektrik dari model hybrid pembangkit listrik ini.
ANALISIS DESAIN OPTIMUM MODEL PIEZOELEKTRIK PVDF UNTUK SUMBER PEMBANGKIT LISTRIK AIR HUJAN BERSKALA MINI Deni Almanda; Erwin Dermawan; Anwar Ilmar Ramadhan; Ery Diniardi; Achmad Nuril Fajar
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki dua kondisi musim, salah satunya yaitu musim hujan. Curah hujan di beberapa wilayah memiliki curah hujan yang tinggi, dari kondisi inilah dapat dimanfaatkan sebagai penghasil energi alternatif, dari rintik air hujan menjadi energi listrik. Bahan piezoelektrik yang mampu mengubah energi mekanik menjadi energi listrik menjadi sumber utama bahasan di dalam penelitian ini. Pada penelitian ini dilakukan desain piezoelektrik untuk mengetahui ukuran piezoelektrik yang optimum menggunakan simulasi CAD, dengan menggunakan variasi piezoelektrik yang berbeda yaitu ukuran 1x1, 3x3, 5x5 cm, dan tebal piezoelektrik 0.5 cm, menggunakan bahan piezoelektrik Polyvinilidane Diflouride (PVDF). Dari penelitian ini didapat desain piezoelektrik yang optimum adalah dari ukuran 1x1 cm dan tebal piezoelektrik 0.5 cm, dengan tekanan 10 N/m²  menghasilkan nilai stress material paling tinggi yaitu 3.92 N/m².
RANCANG BANGUN MODEL ALAT UJI TERAS REAKTOR NUKLIR SMALL MODULAR REACTOR (SMR) Erwin Dermawan; Ery Diniardi; Anwar Ilmar Ramadhan; Syawaluddin Syawaluddin; Muhammad Arifangga
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja perpindahan panas yang buruk akan berdampak buruk pada sistem reaktor yang selanjutnya dapat berdampak pada pelepasan zat radioaktif ke lingkungan sekitar sehingga dapat membahayakan keselamatan lingkungan dan makhluk hidup yang ada disekitar reaktor. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat atau merancang bangun model alat uji pada teras reaktor nuklir dalam skala laboratorium dengan asumsi panas silinder berasal dari energi listrik sehingga tidak membahayakan lingkungan sekitar. Metode yang digunakan dalam penyelesaian rancang bangun model alat uji teras reaktor ialah studi literatur, membuat konsep perancangan alat uji dan selanjutnya merancang bangun. Setelah rancang bangun selesai maka tahap selanjutnya pengoperasian alat uji untuk mengetahui peformansi alat uji tersebut. Hasil perbandingan antara eksperimental dengan simulasi pada kondisi konveksi paksa dengan fluks panas 500000 W/m2 pada kecepatan 0,3 m/s menghasilkan selisih temperatur fluida antara 0,00001 K sampai dengan 0,8 K. Pada konveksi alamiah hasil perbandingan antara eksperimental dengan simulasi pada fluks panas 500000 W/m2 dengan kecepatan 0,3 m/s menghasilkan selisih antara 0,1 K sampai dengan 28 K. Semakin kecil selisih temperatur fluida antara eksperimental dengan simulasi, maka semakin baik performansi alat uji.
Studi Optimasi Penempatan dan Ukuran Kapasitor Dengan Metode Genetik Algoritma Pada Distribusi Hotel Starlet Erwin Dermawan; Riza Samsinar; Nurudin Nurudin
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya reaktif pada sistem distribusi disebabkan oleh saluran yang sebagian besar merupakan komponen reaktif, akan tetapi daya reaktif menjadi konsumsi beban-beban induktif. Apabila didalam suatu sistem distribusi listrik pada pusat cabang distribusi tidak dipasang kapasitor maka daya reaktif pada sistem distribusi akan dipikul sepenuhnya oleh generator, sehingga terdapat rugi-rugi pada sistem distribusi yang membuat daya semu yang disuplai oleh PLN menjadi besar dan biaya yang ditanggung oleh konsumen listrik semakin mahal. Oleh karena itu diperlukan suatu langkah yang harus dilakukan untuk mengkompensasi daya reaktif pada sistem distribusi salah satunya dengan optimasi penempatan dan ukuran kapasitor bank. Pada penelitian ini akan dilakukan optimasi penempatan dan ukuran kapasitor bank pada sistem distribusi dengan menggunakan acuan dari data-data yang didapatkan dari hasil pengukuran dan simulasi, sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh kapasitor bank dalam mengkompensasi daya reaktif yang terdapat pada sistem distribusi sehingga rugi-rugi pada sistem dapat diperbaiki dengan bantuan ETAP powerstation 12.6.0
Perencanaan Sistem Pembangkit Listrik Hybrid (Panel Surya dan Diesel Generator) pada Kapal KM. Kelud Prian Gagani Chamdareno; Eko Nuryanto; Erwin Dermawan
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 2, No 1 (2019): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.17 KB) | DOI: 10.24853/resistor.2.1.59-64

Abstract

Energi menjadi salah satu isu yang dihadapi oleh Indonesia saat ini bahkan dunia, karena ketidakseimbangan antara ketersediaan energi dengan kebutuhanya. Isu lainnya adalah pemanasan global, dimana Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim di Paris, Perancis tahun 2015 lalu (COP21) telah berkomitmen untuk menurunkan emisi bersama dengan negara-negara lainnya. Penggunaan bahan bakar fosil sebagai sumber energi saat ini masih menjadi prioritas utama. Akibatnya, kondisi ketersediaan bahan bakar fosil didalam perut bumi akan menjadi semakin cepat menipis. Selain itu, penggunaan bahan bakar fosil merupakan salah satu penyebab global warming dan hujan asam akibat emisi gas yang dihasilkan dan dibuang ke lingkungan. Secara geografis Indonesia terletak diantara dua samedera yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, dan menghubungkan benua Asia dan benua Australia. Indonesia adalah sebuah negara kepulauan berdasarkan konvensi UNCLOS tahun 1982. Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau, dengan garis pantai lebih dari 99.000 km, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang ke dua di dunia setelah Kanada. Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas, dimana 2/3 dari wilayah negara ini adalah laut.Potensi untuk pembangkit hybrid pada kapal sangatalah menjanjikan. Dengan Sistem pembangkit listrik hybrid (PV dan Generator) ini bertujuan untuk menghemat bahan bakar dan gas buang emisi pada kapal KM.Kelud ketika bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok.
ANALISA PERHITUNGAN BEBAN KALOR DAN PEMILIHAN KOMPRESOR DALAM PERANCANGAN AIR BLAST FREEZER UNTUK MEMBEKUKAN ADONAN ROTI Erwin Dermawan; Syawaluddin Syawaluddin; Muhammad Reza Abrori; Nelfiyanti Nelfiyanti; Anwar Ilmar Ramadhan
Teknika: Engineering and Sains Journal Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/tesj.v1i2.138.141-144

Abstract

Mesin Air Blast Freezer (ABF) adalah salah satu alat pembeku makanan dalam dunia refrigerasi. Dalam perancangan Air Blast Freezer ini, tahapan yang paling menentukan adalah saat perhitungan beban kalor yang akan menjadi acuan bagi perancang dalam pemilihan kompresor. PT. XYZ dalam hal ini untuk memenuhi permintaan pelanggan untuk 2 unit ruangan ABF dengan kebutuhan membekukan adonan roti berkapasitas 250 kg/jam di tiap ruangan melakukan perhitungan beban kalor ABF dengan asumsi total beban kalor sebesar 41,5 kW dan menggunakan kompresor 62WBHE 900rpm sebagai penopangnya. Sehingga saat ini terdapat 2 kompresor tipe 62WBHE 900rpm yang berjalan, dan 2 unit kompresor yang sama direncanakan untuk projek 2 ABF selanjutnya. Kondisi aktual yang didapatkan dengan cara observasi dan analisa perhitungan serta pemilihan kompresor, beban kalor ternyata hanya 37,81 kW, dan cukup apabila hanya menggunakan kompresor 42WBHE 900rpm yang ukurannya lebih kecil dan kebutuhan dayanya juga lebih kecil.