Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN GEL ALOE VERA TERHADAP EFEKTIFITAS ANTISEPTIK GEL Susanty Susanty; Tri Yuni Hendrawati; Wenny Diah Rusanti
Jurnal Teknologi Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.12.1.79-86

Abstract

Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh yang sangat rentan  terkena infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen. Antiseptik adalah zat yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme patogen seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur. Aloe vera merupakan tanaman multikhasiat yang mengandung 17 asam amino yang penting bagi tubuh. Jenis Aloe vera yang dibudidayakan di Indonesia adalah jenis Aloe Chinensis Baker. Gel Aloe vera mempunyai kandungan saponin, flavonoid, polifenol, serta tanin yang bersifat antiseptik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan gel Aloe vera terhadap efektifitas antiseptik gel Aloe vera untuk mendapatkan formula terbaik. Penelitian ini menggunakan variabel sediaan gel Aloe vera dengan konsentrasi 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10% dan 12,5%. Parameter yang digunakan untuk analisa adalah indeks bias, pH, kadar vitamin C, densitas dan uji Antimikroba. Pada uji antimikroba menggunakan parameter pertumbuhan escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Dari penelitian ini menunjukkan kemampuan hambat pertumbuhan tertinggi bakteri Escehricia coli pada Antiseptik gel Aloe vera mencapai 12 dengan persamaan y = 27,429x + 7,619 dengan R2 = 0,5366 adalah pada penambahan gel Aloe vera konsentrasi 7,5%. Pada konsentrasi ini juga menunjukan tanda negatif pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.  Selain itu penambahan gel Aloe vera pada konsentrasi 7,5% juga menunjukan pH yang aman untuk kulit
PENGARUH PENAMBAHAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA L.) TERHADAP KEKENTALAN DAN DERAJAT KEASAMAN (PH) PADA MINUMAN YOGURT Wenny Diah Rusanti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan lidah buaya pada kekentalan dan pH dari minuman yoghurt. Yoghurt dibuat dari  susu skim yang dipanaskan sampai suhu 90ºC bersama ekstrak lidah buaya dengan komposisi 5%, 10%, 15% dan 20% (b/b). Setelah suhu turun sampai 40ºC, bibit yoghurt ditambahkan lalu diinkubasi selama 6-8 jam. Data dianalisis menggunakan pH meter dan alat uji kekentalan Brookfield viscometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak lidah buaya tidak mengubah pH dari yoghurt sehingga tetap aman dikonsumsi. Viskositas tertinggi ditunjukkan oleh yoghurt yang ditambahkan ekstrak lidah buaya 5% (b/b) dengan nilai pH tertinggi terdapat pada penambahan ekstrak lidah buaya 20%  yaitu pada 3,83 dan vikositas 500 cP  Kata kunci: lidah buaya, yoghurt, derajat keasaman (pH), kekentalan
Pengaruh Penambahan Ekstrak Lidah Buaya Terhadap Sifat Fitokimia Minuman Isotonik Air Kelapa Wenny Diah Rusanti; Rini Siskayanti; M. Engkos Kosim
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minuman isotonic adalah minuman yang ditujukan untuk menggantikan cairan, elektrolit, serta gula secara cepat. Minuman isotonic dapat terbuat dari air kelapa, dimana air kelapa diyakini memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Untuk menambah nilai gizi, dilakukan penambahan ekstrak lidah buaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak lidah buaya terhadap sifat fitokimia minuman isotonic berbahan air kelapa. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dengan 3 kali pengulangan. Variabel dalam rancangan penelitian ini yaitu variasi ekstrak lidah buaya dan air kelapa (1:9, 2:8 dan 3:7). Data dianalisis terhadap sifat fitokimianya (viskositas dan tingkat keasaman). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak lidah buaya berpengaruh terhadap kekentalan dan tingkat keasaman minuman Isotonik Coco Aloevera.
PENGARUH PENAMBAHAN TEH LIDAH BUAYA (ALOE TEA) TERHADAP SIFAT FITOKIMIA MINUMAN THAI TEA Wenny Diah Rusanti; Tri Yuni Hendrawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh merupakan minuman yang digemari dan diyakini memiliki khasiat bagi kesehatan. Untuk menambah nilai gizi pada thai tea, dapat dilakukan dengan menambah daun lidah buaya yang telah dikeringkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan teh lidah buaya terhadap sifat fitokimia dan organoleptic dari minuman thai tea. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dengan 3 kali pengulangan. Variabel dalam rancangan penelitian ini yaitu variasi massa teh lidah buaya dan thai tea (1,85:40, 2,00:40 dan 2,50:40) pada variasi suhu penyeduhan (70ºC dan 90ºC). Aloe thai tea dibuat dari thai tea yang dipanaskan sampai suhu 70ºC dan 90ºC bersama teh lidah buaya dengan kombinasi perlakuan penambahan daun lidah buaya pada campuran thai tea. Data dianalisis terhadap sifat fitokimianya (viskositas, kadar vitamin C) dan mendapatkan formula Thai tea Aloe vera yang terbaik dan disukai. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan teh lidah buaya berpengaruh terhadap kekentalan dan kadar Vitamin C minuman Thai tea. Formula minuman Aloe thai tea yang dapat menghasilkan derajat keasaman yg lebih rendah serta tingkat kekentalan yang lebih rendah bisa dibuat melalui formulasi 2:8 dengan suhu penyeduhan 90C
Pemanfaatan Karbon Aktif Dari Biji Pala (Myristica fragrans Houtt.) Untuk Pemurnian Minyak Jelantah Ilham Kurniawan; Susanty Susanty; Tri Yuni Hendrawati; Wenny Diah Rusanti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji tanaman pala (Myristica fragrans Houtt.) yang terdiri dari bagian tempurung memiliki kandungan hemiselulosa, selulosa dan lignin, serta bagian biji mengandung fixed oil atau mentega pala dimana mayoritas penyusun senyawa tersebut adalah atom karbon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu terbaik proses pemurnian minyak jelantah menggunakan karbon yang berasal dari biji pala. Penelitian ini menggunakan metode karbonisasi dengan suhu tinggi untuk mendapatkan karbon aktif sebagai adsorban. Rendemen karbon aktif yang diperoleh sebesar 24.40%. Hasil karakterisasi karbon berupa bagian yang hilang dari pemanasan sebesar 7.14%, kadar air sebesar 2.00%, kadar abu sebesar 1.00%, dan daya serap terhadap I2 sebesar 847.64 mg/g. Variabel penelitian yang digunakan yakni lama waktu perendaman karbon aktif dalam minyak jelantah selama 8,16,24,32,40, dan 48 jam. Karakteristik hasil pemurnian minyak jelantah yang diamati antara lain warna kuning, berbau normal, bilangan asam sebesar 0.7713 mgKOH/g dan bilangan peroksida sebesar 3.8168 mgO2/g. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh waktu terbaik perendaman karbon aktif dari biji pala dalam minyak jelantah yakni pada 32 jam.
PENGARUH PENAMBAHAN LIDAH BUAYA (Aloevera sp) TERHADAP KEKENTALAN DAN PH PADA SOYGURT Wenny Diah Rusanti
JURNAL KONVERSI Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.5.2.93-96

Abstract

Lidah buaya adalah tanaman yang memiliki kandungan serat yang baik untuk pencernaan. Soygurt adalah minuman susu berfermentasi yang terbuat dari susu kedelai. Soygurt menjadi minuman alternative bagi penyuka yogurt tapi tidak dapat mengkonsumsi minuman dari susu sapi. Yogurt yang banyak beredar di pasaran biasanya memiliki kadar keasaman yang tinggi dan kental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan lidah buaya terhadap kekentalan dan pH pada yogurt dengan komposisi ekstrak lidah buaya (v/v) 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Data dianalisis menggunakan pHmeter dan alat uji kekentalan Brookfield viscosimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar penambahan ekstrak lidah buaya pada soygurt dapat menurunkan derajat keasaman yogurt dan tingkat kekentalan yogurt meningkat.  Kata Kunci : lidah buaya, pH, kekentalan, soygurt, susu kedelai
Hydrolytic Process of Proteins in Moringa oleifera Seeds in Varied Concentrations of Sodium Hydroxide and Hydrochloric Acid Ika Kurniaty; Ratri Ariatmi Nugrahani; Fatma Sari; Wenny Diah Rusanti; Haryadi Wibowo
ASEAN Journal of Chemical Engineering Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.3 KB) | DOI: 10.22146/ajche.50383

Abstract

Indonesia is endowed with an immense biodiversity that can be used as protein sources. One of these is Moringa oleifera tree that is locally known as Kelor. The seeds of this plant can be used as a protein source, an effective coagulant for water purification, a natural absorbent, and an antimicrobial treatment. Kelor seeds are known to contain fibers, proteins, carbohydrates, and vitamins. The objectives of this study were to identify the optimal solution concentration, determine the yield percentage, and determine the optimal protein content from hydrolytic processes of Moringa seed extraction using Sodium Hydroxide (NaOH) and Hydrochloric Acid (HCl). The hydrolysis took place for 30 minutes at 60oC. The proteins extracted from Moringa seeds were identified with biuret and Braford tests. The NaOH extractions resulted in the highest yield of 12.1% and protein content of 0.43% with 2% NaOH. Whereas those of HCl produced the highest yield of 11.1% and protein content of 9.63% with 1% HCl.
PERBANDINGAN KAPASITAS ADSORPSI KARBON AKTIF DARI KULIT SINGKONG DENGAN KARBON AKTIF KOMERSIL TERHADAP LOGAM TEMBAGA DALAM LIMBAH CAIR ELEKTROPLATING Muhamad Engkos Kosim; Rini Siskayanti; Dwi Prambudi; Wenny Diah Rusanti
Jurnal Redoks Vol 7, No 1 (2022): REDOKS JANUARI-JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v7i1.6637

Abstract

Elektroplating adalah pelapisan logam dengan menggunakan teknik elektrokimia atau elektrolisa. Pada proses elektroplating menghasilkan limbah cair yang mengandung logam berat seperti nikel (Ni), Kromium (Cr), dan Tembaga (Cu). Salah satu alternatif pengolahan limbah cair industri elektroplating adalah dengan metode adsorpsi yaitu menggunakan adsorben karbon aktif. Kulit singkong mengandung karbon, selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang cukup tinggi yaitu sebesar 59,31%, 50 %, 35 %, dan 30 % yang berarti kulit singkong dapat dijadikan salah satu bahan baku pembuatan karbon aktif. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kapasitas adsorpsi terbaik dari karbon aktif kulit singkong dengan karbon aktif komersil pada logam tembaga (Cu) dalam limbah cair elektroplating. Penelitian ini menggunakan metode adsorpsi dengan aktivasi kimia NaOH 0,3 N dan suhu karbonisasi 350oC. Variabel yang digunakan adalah ukuran mesh yaitu 60, 80, 100 mesh dan variasi massa yaitu 0,2 gram, 0,4 gram, 0,6 gram, 0,8 gram dan 1,0 gram. Pada percobaan ini kapasitas adsorpsi terbaik dari karbon aktif kulit singkong terhadap logam Cu adalah pada variasi massa 1,0 gram dan mesh 100 dengan konsentrasi kadar logam Cu teradsorpsi sebesar 4,77 mg/L. Karbon aktif komersil sebagai pembanding memiliki nilai adsorpsi sebesar 5,87 mg/L , artinya karbon aktif komersil memiliki nilai adsorpsi yang sedikit lebih baik dari bio-adsorben karbon aktif kulit singkong.