Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

PENGUJIAN DESAIN MUFFLER UNTUK MENGURANGI EMISI SUARA PADA MESIN DIESEL Syawaluddin Syawaluddin; Ery Diniardi; Anwar Ilmar Ramadhan; Hasan Basri; Erwin Dermawan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muffler atau silencer merupakan salah satu komponen yang penting di dalam bidang permesinan, contohnya digunakan pada mesin pembangkit listrik tenaga diesel, mesin penggerak kapal, mesin penggerak kendaraan darat, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah mendesain muffler yang baru untuk digunakan mengurangi emisi suara dari pipa gas buang di instalasi pembangkit listrik tenaga diesel. Metode penelitian yang digunakan adalah pengujian hasil rancangan menggunakan mesin diesel Cummins Tipe NTA 855 G4 dengan spesifikasi 350 kVA/280 kW, 50 Hz, 1500 rpm. Pengujian dilakukan dengan menggunakan variasi beban 0, 25, 50, 75 dan 100 % pada mesin diesel. Hasil yang diperoleh yaitu Desain muffler yang baru pada kondisi pembebanan 0% diperoleh tingkat kebisingan 75 dB, apabila dibandingkan dengan muffler standar yaitu 95 dB. Untuk kondisi pembebanan 100 % diperoleh desain muffler yang baru diperoleh 85 dB dibandingkan dengan muffler standar yaitu 105 dB. Sehingga dapat disimpulkan bahwa muffler baru ini dapat digolongkan ke dalam residensial 300 atau 400 berdasarkan fabrikan Nelson USA, karena dapat mereduksi suara 25-35 dB.Kata kunci: Muffler, emisi, suara, diesel, desain 
OPTIMASI DESAIN DIMENSI SILINDER ARM PADA HYDRAULIC EXCAVATOR PC 1250-7 Hasan Basri; Ery Diniardi; Anwar Ilmar Ramadhan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia industri alat berat di Indonesia telah dimulai pada medio tahun 1990-an, perusahaan alat berat pertama yaitu PT. United Tractor, Tbk, yang mulai dengan jual beli dan juga sewa alat-alat berat diseluruh wilayah Indonesia. Salah satu jenis alat-alat berat tersebut adalah Hydraulic Excavator, dimana fungsi dari alat tersebut adalah untuk menggali tanah, membuat parit, memuat material ke dump truck atau kayu ke trailer. Konstruksi excavator bagian atasnya (upper structure) mampu berputar (swing) 360º, sehingga alat ini sangat lincah untuk penggalian dan pemindahan tanah atau material lainnya pada areal sempit.  Tujuan  penelitian ini menganalisa kondisi optimum desain dimensi silinder arm dari sistem hidrolik pada Hydraulic Excavator. Metode penelitian yang digunakan adalah studi analitik desain dimensi silinder arm di sistem hidrolik  pada Hydraulic Excavator, sehingga diperoleh desain dan hasil kondisi yang optimum di alat berat. Untuk mencari kondisi optimum tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Full Factorial.Kata kunci: desain, silinder arm, optimum, dimensi
STUDI ANALITIK DESAIN DIMENSI SILINDER BOOM PADA HYDRAULIC EXCAVATOR PC 1250-7 Hasan Basri; Ery Diniardi; Anwar Ilmar Ramadhan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia industri alat berat di Indonesia telah dimulai pada medio tahun 1990-an, perusahaan alat berat pertama yaitu PT. United Tractor, Tbk, yang mulai dengan jual beli dan juga sewa alat-alat berat diseluruh wilayah Indonesia. Salah satu jenis alat-alat berat tersebut adalah Hydraulic Excavator, dimana fungsi dari alat tersebut adalah untuk menggali tanah, membuat parit, memuat material ke dump truck atau kayu ke trailer. Konstruksi excavator bagian atasnya (upper structure) mampu berputar (swing) 360º, sehingga alat ini sangat lincah untuk penggalian dan pemindahan tanah atau material lainnya pada areal sempit.  Tujuan  penelitian ini menganalisa kondisi optimum desain dimensi silinder dari sistem hidrolik pada Hydraulic Excavator. Metode penelitian yang digunakan adalah studi analitik desain dimensi silinder boom di sistem hidrolik  pada Hydraulic Excavator, sehingga diperoleh desain dan hasil kondisi yang optimum di alat berat. Untuk mencari kondisi optimum tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Full Factorial. Berdasarkan perhitungan studi analitik pada desain diperoleh bahwa dimensi silinder  Hydraulic Excavator PC 1250-7 yang paling baik adalah nilai tekanan hidrolik dan daya yang paling besar, yaitu pada kondisi desain no 3 dengan tekanan hidrolik 197.16 dan daya 811.50 dan kondisi desain no 12 dengan tekanan hidrolik 197.16 dan daya 873.93 serta kondisi desain no 21 dengan tekanan hidrolik 197.16 dan daya 998.77.
Analisa Service Brake Malfunction pada Unit Dump Truck (HD) 1500 – 7 Rasma Rasma; Hasan Basri
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dump Truck adalah sebuah alat pengangkut matrial dari jarak sedang hingga jauh, dimana matrial yang dibawa oleh dump truck dapat diisikan oleh excavator, wheel loeder, maupun shovel. Dump Truck HD 1500-7 sudah menggunakan Full Hydraulic pada system brake nya,Pada unit Dump Truck tersebut terdapat error pada monitor panel lampu indicator brake tidak berfungsi. error tersebut mengidikasi bahwa brake relay valve malfunction, hal ini membuat service brake abnormal. Tujuan dari Analisa error pada monitor panel adalah untuk mengetahui dan mengatasi akar masalah dalam rangka meningkatkan performa unit. Peneliti melakukan observasi langsung dilapangan dan studi pustaka. Analisa dan masalah dilakukan dengan cara mengguanakan 8 step troubleshooting. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penyebab service brake malfunction adalah pressure switch yang tidak mengirim signal ke retard control monitor, dikarenakan micro switch yang rusak disebabkan tombol micro switch yang tidak berfungsi karena benturan piston pressure switch secara terus menurus oliakan masuk ke dalam pressure switch karena lama penggunaannya. Untuk mengatasi agar tidak terjadi service brake malfunction maka dilakukan penggantian pressure switch assy (pc1677). Penggantian pressure switch assy diharapkan tidak terjadi trouble pada service brake malfunction pada unit dump truck HD 1500-7
ANALISIS PENGARUH FRAKSI VOLUME NANOPARTIKEL Al2O3 TERHADAP KOEFISIEN PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI PAKSA DI TERAS REAKTOR NUKLIR BERBAHAN BAKAR SILINDER DENGAN SUSUNAN SUB BULUH SEGI ENAM Anwar Ilmar Ramadhan; Ery Diniardi; Hasan Basri
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

teknologi yang semakin maju, baik dari segi desain, faktor ekonomi dan juga faktor keselamatannya. Dari aspek termofluida reaktor nuklir harus dilakukan dengan perhitungan dan kondisi yang mendekati sempurna. Termasuk saat ini adalah pengembangan fluida pendingin yang berasal dari nanofluida. Secara teoritis nanofluida memiliki konduktivitas termal yang tinggi dibandingkan fluida air ringan yang biasa digunakan diteras reaktor nuklir diseluruh dunia. Dalam penelitian ini akan dilakukan pemodelan analitik dari perpindahan panas konveksi pada teras reaktor nuklir berbahan bakar silinder dengan susunan sub buluh segi enam ketika menggunakan nanofluida Al2O3 sebagai fluida pendingin. Selanjutnya untuk pemodelananalitik ini akan dilakukan dengan menggunakan CFD code.Kata kunci: nanofluida, konveksi paksa, CFD, sub buluh, reaktor nuklir
ANALISA KERUSAKAN ALTERNATOR SEMI KONDUKTOR REGULATOR PADA CHARGING SYSTEM PADA UNIT DUMP TRUCK 465-5 Hasan Basri; Rasma Rasma; Anwar Ilmar Ramadhan; Ery Diniardi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dump Truck HD 465 – 5 mempunyai suatu sistem yang sangat penting yaitu sistem (Charging System), Pada charging system ada salah satu komponen yang sangat penting yaitu Alternator yang berfungsi sebagai pembangkit listrik yang akan di pergunakan untuk pengisian battery.kerusakan pada alternator yang disebabkan karena van belt kendor, rumah baterry yang tidak layak pakai, dan alternator yang rusak. Setelah dibongkar alternatornya,  ditemukan kabel dari salah satu dari regulator putus. Dengan terjadinya kerusakan pada regulator pada komponen alternator maka unit tidak dapat dioperasikan. Kata Kunci : Alternator, Bateray semi switch, Regulator, Fan Belt Regulator
ANALISA STRUKTUR MEKANIS PADA BILLET BESI BETON DI PROSES PENGEROLAN Ery Diniardi; Anwar Ilmar Ramadhan; Syawaluddin Syawaluddin; Hasan Basri; Erwin Dermawan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prosedur proses dan fabrikasi merupakan hal terpenting dalam menentukan ada tidaknya cacat atau perubahan metalurgi yang terjadi pada struktur komponen. Proses mekanis, termal, dan kimia dapat menimbulkan cacat mikroskopik dan makroskopik, cacat tadi mungkin berada di dekat permukaan atau didalam, biasanya cacat awal itu sendiri tidak terlalu membahayakan, tetapi ketika terjadi interaksi antara lingkungan (proses) dan tegangan dapat menimbulkan pertumbuhan cacat, dan cacat subkritis berubah menjadi cacat kritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa komposisi dan struktur logam kerusakan billet baja tulangan dalam hal ini pembilahan pada proses canai panas. Hasil pengujian kekerasan material yang diperoleh yaitu: material sempurna (produk import ø 10mm) memiliki kekerasan paling tinggi, yaitu sebesar 105.8 HRB, dikarenakan tingginya komposisi karbon sebesar 0.24%, dan silicon sebesar 0.25%. Pada Billet cacat no 3 (produk import ø 8 mm) menduduki posisi kedua dalam hal kekerasan dan komposisi Karbon maupun Silikon, yaitu sebesar 89.1 HRB dengan C 0.18% dan Si 0.24%. Posisi ketiga ditempati oleh Billet cacat no 1 (produk lokal ø 10 mm) yang memiliki kekerasan yaitu 73.85 HRB dengan C 0.15%, Si 0.17%. Posisi terakhir ditempati oleh Billet cacat no 2 (produk lokal ø 8 mm) dengan kekerasan sebesar 67.25 HRB dan Karbon 0.11%, Silikon 0.14%. Korelasi pengujian dan pengamatan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pembilahan yang terjadi di proses canai panas diakibatkan pada retakan tepi, sehingga terjadi laju keretakan akibat beban besar reduksi pada proses pengerolan (canai) yang menuju pusat billet dan tidak terlalu di pengaruhi oleh struktur bahan, tetapi lebih disebabkan oleh faktor kadar karbon dan silikon yang berbanding lurus dengan nilai kekerasan.Kata kunci : pembilahan, distribusi tegangan, komposisi, karbon, silicon
Analisa Kerusakan Proportional Solenoid ECMV Komatsu D375A -6R Hasan Basri; Anwar Ilmar Ramadhan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Transmisi unit D375A -6R adalah system yang sangat penting, dalam meneruskan tenaga dan putaran dari engine ke Transmisi .Bila salah satu komponen dari system transmisi ini ada yang tidak berfungsi maka secara otomatis unit tidak bisa melakukan pergerakan secara baik atau sempurna. Sesuai dengan permasalah yang terjadi pada unit tersebut, yaitu pada komponen ECMV (Electric Control Modulating Valved), yaitu proportional solenoid. Maka, langkah pemeriksaan pertama adalah melakukan pemeriksaan secara visual, apakah terjadi kerusakan atau abnormal pada komponen proportional soneloid, dan apakah terdapat abnormal pada komponen yang lain dalam sistem transmissi tersebut, sebelum prosedur untuk remove dan dis-assembly yang sesuai dengan shop manual Setelah diketahui komponen yang rusak yaitu pada Proportional solenoid dan penyebab kerusakannya. Maka, diambil langkah perbaikan atau penggantian komponen pada sistim trasmissi. Sebelum langkah pemasangan komponen, terlebih dahulu dilakukan flushing untuk membuang sisa kotoran didalam sistim. Kemudian, pembersihan pilot filter, pemasangan proportional solenoid, mengisi transmisi oil kedalam transmisi sistem. Setelah langkah perbaikan dilakukan dan seluruh komponen terpasang dengan baik, langkah selanjutnya yaitu dilakukan kembali proses pengukuran tekanan untuk memastikan komponen telah bekerja dengan baik atau tidak. Setelah komponen bekerja dengan baik, dari hasil kerja tersebut lalu diambil kesimpulan dan saran yang dapat dijadikan pedoman pada saat terjadinya permasalahan yang sama atau dapat mengantisipasi kemungkinan kerusakan yang sama, sehingga dapat memperkecil break down time pada unit tersebut.