Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : National Multidisciplinary Sciences

Study Tentang Alur Pelayaran Dan Kolam Pelabuhan Militer Di Pantai Banongan Situbondo Lukman Ardianto; Noor salim
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 6 (2022): Proceedings SENSEI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.314 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i6.233

Abstract

Pantai Banongan merupakan salah satu pantai yang dimiliki Kabupaten Situbondo. Pantai ini terletak di kecamatan Asembagus kabupaten ,Situbondo, Jawa Timur, di sana pernah di jadikan pelatihan militer dan karna itu perlunya alur pelayaran dan kolam pelabuhan dalam hal ini di perlukan Pelabuhan Militer. Bedasarkan analisa data teknik kepantaian di dapatkan di mensi dermaga yang juga di rencanakan dengan ukuran 50 meter dengan bobot 12000 DWT dengan panjang total 140,5 meter tipe Tanker BCM kapal. Faktor yang mempengaruhi perencanaan alur pelayaran serta kolam pelabuhan yaitu pasang surut kecepatan angin dan gelombang. Dimana hasil perhitungan data pasang surut HWL +2,92 meter, MSL + 2,06 meter, LWL +0,86 meter, MHWL + -3,52 meter, MLWL + 2,49 meter periode 1 tahun serta hasil analisis data angin menunjukkan arah tenggara merupakan arah dominan dengan kecepatan 4 knot = 2,056 m/dt, hasil Analisa data gelombang menunjukkan hasil tinggi 1,4 meter dan periode gelombang 7 detik. Dari analisa kontruksi dapat di ambil kesimpulan untuk alur pelayaran kedalaman alur dengan Loa 140,5 meter adalah 132,22 meter , kedalaman air total mencapai 12,554 meter dengan lebar alur pelayaran tipe Alur dua jalur 92,16 meter untuk pelebaran segi alur lurus 38,4 meter dan alur belok 76,8 Meter.
Dampak Rumah Sakit Bina Sehat Terhadap Karakteristik Pertemuan Jalan Simpang Tiga Dan Beberapa Alternatif Solusinya: Studi Kasus : Jl. Sentot Prawirodirdjo - Jl. Jayanegara Ahmad Rusaidi; Taufan Abadi; Noor Salim
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 6 (2022): Proceedings SENSEI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.674 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i6.234

Abstract

Dengan meningkatnya kegiatan masyarakat di kota Jember dari tahun ke tahun, baik yang datang dari luar maupun dalam kota Jember sendiri menyebabkan pergerakan di daerah kota Jember semakin bertambah pesat. Adanya Rumah Sakit Bina Sehat di Jl. Jayanegara dan Jl. Sentot Prawirodirdjo Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember merupakan salah satu peningkatan dari kegiatan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini akan mengakibatkan bertambahnya beban dan volume lalulintas sehingga berdampak terhadap kelancaran lalulintas. Perhitungan ini mengacu pada peraturan PKJI 2014. Dari perhitungan yang diperoleh didapat kesimpulan yaitu, Kondisi arus lalu lintas simpang tak bersinyal (DJ) Tahun 2021 Jl. Jayanegara = 0,610 Jl. Sentot Prawirodirdjo = 0.450 ( Barat) dan = 0,432 ( Timur ). Dan arus lalu lintas 10 tahun dengan tingkat pertumbuhan 5% diperoleh derajat kejenuhan (DJ) Jl. Jayanegara sebesar = 0,641. Jl. Sentot Prawirodirdjo = 0,473 ( Barat) dan = 0,469 ( Timur ) . Kondisi arus lalulintas simpang untuk 10 tahun. DJ Simpang = 1,610. Panjang Antrian = 13,714 m. Tundaan = 5,044 det/kend. Alternatif pengaturan 10 tahun pada simpang dengan analisa hambatan samping, dengan DJ = 1,610. alternatif kedua diberlakukannya Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIIL) sehingga tundaan simpang rata-rata = 5,044 det/skr. Pelebaran simpang didapat pergeseran horizontal (ES) = 2,07 m. Dengan jumlah 6 lampu pada 6 titik pada simpang dan jarak per 5 m.Untuk mengurangi volume kendaraan di Jl. Jayanegara diperlukan pengalihan atau perubahan arus lalu lintas.
Evaluasi Sistem Jaringan Drainase Kawasan Kelurahan Kotakulon Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso Muhammad Iswantoro; Noor Salim; Taufan Abadi
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 6 (2022): Proceedings SENSEI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.762 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i6.235

Abstract

Kondisi drainase di kawasan Kelurahan Kotakulon Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso saat hujan terjadi genangan khususnya yang berada diruas Jalan Diponegoro Kelurahan Kotakulon Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso, genangan akan mengganggu pengguna jalan untuk melakukan aktivitas. Berdasarakan hasil analisa dengan kala ulang 10 tahun, dari 18 saluran yang ditinjau, diketahui ada 12 saluran yang mampu menampung debit banjir dan 6 saluran tidak dapat menampung debit banjir. Sistem drainase pada Kelurahan Kotakulon termasuk di kriteria baik dengan bobot penilaian 66,64 %. Ada 2 alternatif yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan perubahan dimensi dan memberi sudetan untuk mengurangi debit banjir ke lokasi genangan. Sehingga setelah di lakukan perubahan sistem maka kriteria kinerja dengan memperoleh nilai 100% dengan kriteria sangat baik yaitu saluran bisa menampung debit dan tidak ada permasalahan seperti sampah, dimensi saluran, vegetasi
Evaluasi Sistem Pembuangan Air Kotor Pada Perkantoran: Studi Kasus : Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Bondowoso Noor Salim
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 6 (2022): Proceedings SENSEI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.408 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i6.238

Abstract

Pembangunan laboratorium kesehatan daerah saat ini telah dikembangkan di wilayah kota bondowoso. Salah satu prasarana yang mendukung adalah saluran pembuangan air kotor. Sistim pembuangan yang diinginkan dalam hal ini yaitu penyediaan sistim penyaluran air buangan yamg tidak mencemari pada bagian yang berperan penting lainnya pada gedung serta gas yang tberasal dari bentukan air buangan yang disalurkan tersebut juga sangat diinginkan, agar kesehatan penghuni yang ada terjaga dari bahaya yang berada pada bangunan laboratorium tersebut. Dengan pijakan tersebut diadakanlah Evaluasi sistem pembuangan air kotor pada perkantoran Dari evaluasi disimpulkan bahwa Air yang di gunakan perharinya adalah 2000 L/hari atau 12000 L/ minggu. Bentuk dan ukuran tangki septictank minimum 0,75 m dan panjang tangki septic tank mnimum 1,50 m, tinggi tangki minimum 1,5 m dengan batas maksimum 0,3 m. Hasil perencanaan sumur resapan, sumur resapan didisain setinggi 2 m dan selebar 1 m lebih besar dari SNI. Untuk ukuran SNI sendiri lebar galian minimal 50 cm serta galiannya yang efektif minimal 45 cm. Disarankan seluruh saluran buang air kotor sebaiknya dan selayaknya di alirkan menuju ke bagian saluran umum kota. Jika saluran umum kota tidak memadai maka sebaiknya diproses maupun diolah dan seterusnya dibuang ke peresapan.