Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISA PENGARUH ARUS ALIRAN UDARA MASUK EVAPORATOR TERHADAP COEFFICIENT OF PERFORMANCE Syawaluddin Syawaluddin; Muhaemin Muhaemin
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2013): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan peningkatan kecepatan aliran udara pada evaporator maka akan mempengaruhi nilai koefisien prestasi dari AC ruangan 1 HP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan aliran udara pada evaporator terhadap unjuk kerja AC ruangan + 9000 Btu, Untuk membuat variasi kecepatan aliran udara pada evaporator dilakukan dengan melakukan variasi putaran blower yang menghembuskan udara ke evaporator. Adapun besar putaran blower yang digunakan adalah 700 rpm, 800 rpm, 900 rpm, 1000 rpm, dan 1100 rpm. Dari hasil pembahasan didapatkan kesimpulan bahwa semakin besar kecepatan aliran udara pada evaporator maka nilai COP akan semakin meningkat. Hal ini terjadi karena peningkatan kecepatan aliran udara pada evaporator akan mempercepat pertukaran kalor sehingga akan meningkatkan nilai COP.
MENGEMBANGKAN BUSINES CONTINUITY PLANNING (BCP) DENGAN PENDEKATAN KUANTITATIF STUDI KASUS : SIAK-DITJEN ADMINDUK KEMENDAGRI Muhaemin Muhaemin
JUST IT : Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi dan Komputer Volume 9 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/justit.9.1.1-11

Abstract

Sebagaimana kita ketahui, beberapa tahun terakhir bencana alam sering melanda Indonesia dimulai dari yang ringan sampai yang dampaknya sangat menghancurkan. Suatu Bencana (Disaster) bisa terjadi di luar rencana (unplanned) maupun kondisi yang direncanakan (planned), Untuk itu perlu dibuat suatu  rencana pencegahan dan pemulihan yang mencakup definisi yang jelas dari data atau record perusahaan yang harus dilindungi. Rencana tersebut lebih dikenal dengan nama Disaster Recovery Plan ( DRP ) atau Business Continuity Plan ( BCP ) yang cakupannya lebih luas lagi, dimana di dalamnya terdapat penerapan Disaster Recovery Center (DRC). Sebuah perencanaan penanggulangan bencana (DRP), membutuhkan pemahaman tentang analisa proses bisnis kritikal. Pemahaman ini, selain mencakup aspek teoretis harus juga mencakup aspek praktis dan teknis pengelolaan DRP. Ketersediaan sumber data dan informasi merupakan keharusan bagi proses pemahaman pengelolaan DRP. Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang dikelola oleh Departemen Dalam Negri dalam hal ini dibawah Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan cq Direktorat Informasi Kependudukan. Untuk menghindari resiko dan dampak dari terjadinya bencana terhadap Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), diperlukan tindakan preventif dan peringanan (mitigation) dengan membuat Pusat Pemulihan Bencana yang selanjutnya disebut Disaster Recovery Center. Disaster Recovery Center merupakan bagian yang integral dari Disater Recovery Plan (DRP)  dan yang lebih luas lagi adalah  Business Continuity Plan(BCP). Kata Kunci: BCP, DRP, SIAK
DESAIN ARSITEKTUR TEKNOLOGI DATA WAREHOUSE UNTUK MENDUKUNG MANAJEMEN PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PNS Studi Kasus : Badan Kepegawaian Negara Muhaemin Muhaemin
JUST IT : Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi dan Komputer Volume 9 no 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/justit.9.2.163-168

Abstract

Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 48 huruf g menyebutkan bahwa BKN bertugas:“mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan norma, standar, dan prosedur manajemen kepegawaian ASN .  Dengan memanfaat teknologi data warehouse diharapkan mampu menunjang BKN (Badan Kepegawaian Negara) dalam menyediakan informasi yang  menghasilkan data-data pelanggaran Disiplin PNS. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain solusi arsitektur data warehouse pengawasan dan pengendalian PNS. Metode peneletian menggunakan teknik gap analisis yang mengacu pada kerangka TOGAF. Hasil penelitian menghasilkan desain sousi data warehouse yang mengandung unsur teknologi pengambilan data, teknologi visualiasi data berdasarkan analisis kebutuhan dashboard dan ketersediaan sumber data.Kata kunci : Disiplin PNS, Arsitektur Data warehouse,TOGAF,  Early Warning System,  Dashbord.
Development and Implementation of a Web-Based IT Boot Camp Application as Community Programming Training Platform Faza Shafa Azizah; Rita Dewi Risanty; Muhaemin Muhaemin; Megawati Megawati; Alika Raisya
SWAGATI : Journal of Community Service Vol. 4 No. 2 (2026): July
Publisher : Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/swagati.2026v4i2.2941

Abstract

The rapid development of digital technology has encouraged training institutions to adopt information systems that improve the effectiveness of learning management and participant monitoring. IT Training Center is one of the institutions providing programming bootcamp programs to enhance community competencies in information technology. However, the training process still encountered several challenges, including fragmented participant data management across multiple platforms, difficulties in monitoring learning progress, and the absence of an integrated system for evaluating participant performance. Therefore, this community service program aimed to optimize the implementation of programming bootcamps through the implementation and mentoring of the IT-Bootcamp web-based application. The program employed a participatory approach involving the partner throughout the stages of problem identification, needs analysis, application development, system implementation, socialization, mentoring, evaluation, and reporting. The activities involved administrators, mentors, and bootcamp participants at IT Training Center. Program evaluation was conducted through functional testing, direct observation, and a five-point Likert-scale questionnaire distributed to 20 respondents consisting of four administrators, four mentors, and twelve participants. The evaluation results indicated that all assessment indicators achieved the Very Good category, with average scores ranging from 4.38 to 4.92. Users perceived the application as easy to use, effective in supporting participant management, learning material organization, progress monitoring, and learning evaluation. Furthermore, participants reported that the application facilitated access to learning resources and improved the overall learning experience. These findings demonstrate that implementing the IT-Bootcamp application, accompanied by socialization and mentoring activities, successfully strengthened the partner's capacity to manage programming bootcamps more efficiently, systematically, and sustainably.