Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gambaran Surveilans Campak di Puskesmas Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Aiman Hilmi Asaduddin; Azhar Citra Lukito; Benedictus .; Bima Wahyu Wijaya; Shafira Yasmine Anshari; Supardi .; Jarot Subandono; Ita Kusumawati
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 7, No 2 (2018): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Campak merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Angka insiden campak yang tinggi hingga dikategorikan Kejadian Luar Biasa (KLB) menjadi masalah kesehatan di Kecamatan Tawangmangu karena warga yang menolak pemberian vaksin. Artikel ilmiah ini dibuat untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian vaksin di Kecamatan Tawangmangu terhadap munculnya penyakit dari golongan PD3I terutama campak.Metode: Artikel ilmiah ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif deskriptif berupa survey dengan surveilans aktif mewawancarai petugas puskesmas dan surveilans pasif berupa pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan metode one way ANOVA mengggunakan aplikasi SPSS. Hasil: Hasil kegiatan surveilans didapatkan data mengenai kasus campak, cakupan imunisasi, ketersediaan logistik dan status gizi di Kecamatan Tawangmangu. Kasus campak yang terdeteksi pada studi surveilans adalah 8 kasus dari 15 suspek. Pada cakupan imunisasi, terdapat 3 desa yang dikategorikan dalam daerah Non Universal Child Immunization (NON UCI). Ketersidaan logistic vaksin masih dalam kategori cukup. Berdasarkan hasil analisis data tes one way ANOVA, dapat diketahui bahwa pengaruh kurang gizi terhadap campak dan hasil uji statistik tersebut, didapatkan hasil bahwa antara gizi kurang dan imunisasi MR tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan munculnya campak (P>0.5).Kesimpulan: Surveilans campak di Kecamatan Tawangmangu memiliki angka insidensi yang tinggi pada tahun 2013 dan tidak berlanjut pada tahun 2014 hingga 2019. Cakupan imunisasi dan ketersediaan logistik berpengaruh terhadap risiko penyakit campak sehingga perlu dilakukan kontrol berkelanjutan, sedangkan status gizi tidak memiliki pengaruh terhadap angka kejadian penyakit campak.Kata Kunci: Surveillance, Measles, Tawangmangu
Hubungan Tingkat Pendidikan, Usia, Jenis Kelamin dengan Penemuan Jentik di Desa Bolon, Kecamatan Colomadu, Karanganyar Iqbal .; Irfany Arafiasetyanto Prihadi; Kartiko Kurnianto; Kenneth Tan; Hana Ayu Shafira; Eti Poncorini Pamungkasari; Christiana Dwi Setyaningsih; Ita Kusumawati
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 7, No 2 (2018): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Demam dengue merupakan penyakit endemis, terutama di daerah tropis. Indonesia merupakan salah satu negara yang tergolong endemik untuk demam dengue. Kejadian demam dengue sangat berpengaruh pada penyebaran virus dengue melalui vektornya, yaitu nyamuk Aedes aegypti. Pengetahuan masyarakat tentang penyebab serta pencegahan demam dengue vital dalam pembasmian penyakit tersebut dari masyarakat.Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dilakukan di salah satu desa wilayah binaan Puskesmas Colomadu satu yaitu Desa Bolon, kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.Hasil: Dari 21 rumah dan kepala keluarga yang telah diobservasi dan diwawancara, didapatkan hasil tingkat pendidikan kepala keluarga: SD (11 orang), SMP (1 orang), SMA/SMK (8 orang), dan perguruan tinggi (1 orang); hasil usia didapatkan: usia produktif (15 orang) dan lanjut usia (6 orang); hasil jenis kelamin didapatkan: laki-laki (16 orang) dan perempuan (5 orang); hasil jumlah anggota keluarga didapatkan: 0-4 orang (20 orang) dan lebih dari 4 orang (1 orang); dan hasil angka penemuan jentik: ada (3 rumah) dan tidak ada (18 rumah).Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan, usia, dan jenis kelamin kepala keluarga dengan penemuan jentik di desa Bolon, Colomadu.Kata kunci: level of education, age, gender, mosquito larva, Bolon Village, Colomadu, Karanganyar
Hubungan Usia dan Jenis Kelamin Terhadap Angka Kejadian Hipertensi di Puskesmas Ngargoyoso Hernandian R. Usodo; Hubertus Corrigan; I Made Elian P; Ilham Wahyu; Kisendia K. Kristyaputri; Danus Hermawan; Akhirudin Syam; Ita Kusumawati
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 7, No 1 (2018): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan:. Hipertensi merupakan salah satu penyebab paling umum terjadinya gangguan kardiovaskular. Hipertensi adalah gangguan kesehatan dimana terdapat tekanan berlebihan terhadap dinding pembuluh darah yang bersifat konsisten. Tekanan darah sistolik dan diastolik memiliki korelasi positif terhadap usia dan jenis kelamin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan antara usia dan jenis kelamin terhadap angka kejadian hipertensi di Puskesmas Ngargoyoso.Metode: Metode yang kami gunakan adalah observasi dan pengambilan data sekunder di Pusekesmas Ngargoyoso. Jenis penelitian yang kami lakukan adalah deskriptif observasional. Variabel yang digunakan di penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, hipertensi primer, dan hipertensi sekunder. Hasil: Didapatkan hasil data sekunder berisi klasifikasi kelompok usia dan jenis kelamin dengan hipertensi primer dan hipertensi sekunder di Puskesmas Ngargoyoso.Kesimpulan: Kejadian hipertensi masih sering terjadi di Kecamatan Ngargoyoso. Terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin terhadap angka kejadian hipertensi. Perlu dilakukan pengawasan dan penyuluhan lebih dalam terkait keadaan tersebut.Kata Kunci: Hypertension, Prevalence, Age, Sex, Ngargoyoso
Pandangan Tokoh Masyarakat Terhadap Pernikahan Di Bulan Suro Dalam Pandangan Hukum Islam Menurut Empat Imam Mazhab: Studi Kasus Di Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang Masfaqihan; Ita Kusumawati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4125

Abstract

Penelitian ini berangkat dari fenomena sosial di Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, di mana sebagian tokoh masyarakat masih memandang bulan Suro sebagai waktu yang kurang baik untuk melangsungkan pernikahan. Keyakinan ini berakar pada tradisi Jawa yang mengaitkan bulan Suro dengan kesialan dan risiko buruk bagi kehidupan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pandangan para tokoh masyarakat terhadap praktik tersebut serta menilai kesesuaiannya dengan Hukum Islam menurut empat imam mazhab. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis literatur, termasuk referensi klasik seperti karya al-Syafi‘i, Malik, Abu Hanifah, dan Ahmad bin Hanbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian tokoh masyarakat mempertahankan larangan menikah di bulan Suro sebagai tradisi budaya, sementara sebagian lainnya mulai menginterpretasikannya sebagai sekadar adat yang tidak bersifat mengikat. Berdasarkan perspektif empat mazhab, tidak ditemukan dalil syar‘i yang melarang pernikahan pada bulan tertentu, sehingga keyakinan tersebut dikategorikan sebagai ‘urf selama tidak diyakini sebagai hukum agama. Temuan ini menegaskan bahwa adat lokal dapat dipertahankan selama tidak bertentangan dengan prinsip syariat.