Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Indonesian Green Technology Journal

Effect of Soaking Time Using Petroleum Ether on the Feather Morphology of Native Chicken Darjito, Darjito; Tjahjanto, Rachmat T.; Mutrofin, Siti; Sinambela, Lopian S. P.
Indonesian Green Technology Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Indonesian Green Technology Journal
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.igtj.2025.014.02.01

Abstract

The process of extracting keratin from chicken feathers needs to be treated initially to remove some of the compounds that can reduce the extraction results. Petroleum ether can serve as a degreaser in the initial process of washing. This study focuses on the effect of the long time of soaking the feathers of free-range chickens with petroleum ether on the soxhlet process with different time variations on the change in mass and morphological changes of the feathers of free-range chickens. In this study, several stages were carried out, namely (1) Washing chicken feathers using liquid detergent, (2) Washing chicken feathers using acetone, and (3) Washing chicken feathers using petroleum ether with varying soaking times. The results of the 3 stages of washing the feathers of free-range chickens can change the morphology of chicken feathers from rough black to bright gray with soft texture and the influence of the soaking time using petroleum ether is that the longer the soaking time, the greater the shrinkage value of the chicken feathers studied.
Fotodegradasi Zat Warna Metil Jingga Dengan TiO2/CuO-Zeolit-Alginat Pada Sinar UV Al Rasyid, Ridho Arief; Wardhani, Sri; Mutrofin, Siti
Indonesian Green Technology Journal Vol. 10 No. 2 (2021): Indonesian Green Technology Journal
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TiO2/CuO-Zeolit-Alginat dibuat melalui metode impregnasi basah dan penambahan natrium alginat. Tujuan penelitian ini adalah degradasi Metil Jingga menggunakan fotokatalis TiO2/CuO-Zeolit-Alginat serta mengkaji jenis fotokatalis, lama penyinaran, dan konsentrasi Metil Jingga. Jenis sinar yang digunakan adalah sinar UV dengan panjang gelombang 365 nm. Perbandingan jenis fotokatalis dilakukan melalui fotodegradasi 25 mL Metil Jingga 20 mg/L dengan 150 mg fotokatalis dan disinari selama 2 jam. Variasi lama penyinaran dilakukan selama 60, 90, 120, 150, dan 180 menit. Variasi konsentrasi zat warna sebesar 50, 100, 150, 200, 250 mg/L. Hasil dari jenis fotokatalis dan pengemban dikarakterisasi menggunakan FTIR dan XRD. Hasil degradasi diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 464 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fotokatalis TiO2/CuO pada bilangan gelombang 480,63 cm-1 menunjukkan gugus fungsi Cu-O dan TiO2/CuO-Zeolit dengan software match! 3 menunjukkan fasa mordenit, TiO2 fasa anastase dan rutil, serta fasa CuO. TiO2/CuO-Zeolit yang digunakan uji aktivitas fotokatalis menunjukkan bahwa degradasi Metil Jingga lebih besar dibandingkan TiO2/CuO-Zeolit-Alginat. Lama penyinaran dan konsentrasi Metil Jingga memberikan pengrauh degradasi Metil Jingga. Kondisi optimum fotodegradasi diperoleh pada lama penyinaran 2 jam. Pada konsentrasi 250 mg/L fotodegradasi Metil Jingga dihasilkan degradasi sebesar 39%.
Sintesis Granul TiO2-Bentonit/Alginat Untuk Fotodegradasi Metilen Biru Sari, Antika Ratna; Wardhani, Sri; Mutrofin, Siti
Indonesian Green Technology Journal Vol. 10 No. 2 (2021): Indonesian Green Technology Journal
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk sintesis fotokatalis TiO2-bentonit/Alginat granul,mengetahui pengaruh pengemban bentonit dalam fotokatalis, pengaruh konsenterasi TiO2 dalam bentonit, pengaruh lama penyinaran dan pengaruh pH terhadap degradasi metilen biru dengan menggunakan sinar UV panjang gelombang 365 nm. Sintesis fotokatalis dilakukan dengan impregnasi basah TiO2 dalam bentonit dengan komposisi konsenterasi TiO2 dalam bentonit  0,0075; 0,01; 0,0125; 0,015; 0,02; dan 0,025 mol/g bentonit. TiO2 dan TiO2-Bentonit dikarakterisasi menggunakan FTIR dan XRD. Variasi lama penyinaran yang digunakan adalah 20, 60, 100, 140, dan 180 menit. Variasi pH yang digunakan adalah pH 3, 5, 7, 9, dan 11. Volume, konsentrasi metilen biru, dan massa fotokatalis yang digunakan berturut-turut adalah 25 mL, 10 mg/L, dan 100 mg. Penentuan absorbansi metilen biru secara spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 664 nm. Hasil karakterisasi dengan FTIR menunjukkan munculnya vibrasi Ti-O-Ti pada bilangan gelombang 623,25 cm-1, 708,83 cm-1. Karakterisasi dengan XRD menunjukkan bahwa TiO2 mempunyai 2 fasa yaitu rutil dan anatase dengan komposisi 64,8% dan 35,2%. Berdasarkan analisis Match!3 bentonit merupakan fasa montmorillonit. Hasil fotodegradasi menunjukkan bahwa fotokatalis TiO2-Bentonit/Alginat memiliki persentase degradasi lebih baik dibandingkan TiO2/Alginat. Persentase degradasi optimum dicapai pada fotokatalis komposisi TiO2-bentonit  0,015 mol/ g bentonit,  lama penyinaran 100 menit dan pH 7 dengan degradasi sebesar 82,33%.
Sintesis Granul TiO₂-Fe₂O₃-Bentonit/Alginat Untuk Fotodegradasi Metil Jingga dengan Sinar UV Rahmawati, Ida; Wardhani, Sri; Mutrofin, Siti
Indonesian Green Technology Journal Vol. 10 No. 2 (2021): Indonesian Green Technology Journal
Publisher : Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintesis Granul TiO₂-Fe₂O₃-Bentonit/Alginat dilakukan untuk mendegradasi metil jingga dengan sinar UV. TiO₂ dimodifikasi dengan menambahkan dopan Fe dan diembankan ke bentonit. Sintesis Granul TiO₂-Fe₂O₃-Bentonit/Alginat dibuat dengan komposisi Fe dalam TiO₂-Fe₂O₃ dengan perbandingan mol 97:1, 97:2, dan 97:3 yang diimpregnasikan ke dalam bentonit. Fotokatalis hasil sintesis dikarakterisasi dengan FT-IR dan XRD. Fotokatalis sebanyak 100 mg diuji aktivitasnya menggunakan 25 mL larutan metil jingga 10 mg/L. Parameter fotodegradasi yang dilakukan adalah pengaruh konsentrasi Fe (0,001 mol/g; 0,002 mol/g, dan 0,003 mol/g), lama penyinaran (1; 1,5; 2; 2,5;, dan 3 jam), dan Variasi pH (2, 3, 5, 7, 9, 11). Filtrat larutan metil jingga setelah degradasi diukur absorbansinya dengan spektrofotometer UV-Vis pada λ = 464 nm untuk menentukan konsentrasi metil jingga. Karakterisasi dengan FT-IR menunjukkan adanya serapan Ti—O—Ti pada bilangan gelombang 436,42 cm⁻¹ dan serapan Fe—O bilangan gelombang 517,71 cm⁻¹. Karakterisasi dengan XRD diketahui struktur TiO₂ adalah anatase dan rutil pada 2θ = 25,30° dan 27,43°  serta terdapat nilai 2θ = 33,50° yang menunjukkan pola difraksi Fe₂O₃. Uji aktivitas menunjukkan dopan Fe dapat meningkatkan aktivitas degradasi TiO₂. Uji pengaruh konsentrasi Fe, lama penyinaran, dan pH menghasilkan konsentrasi Fe 0,001 mol/g memiliki aktivitas degradasi optimum sebesar 15,9%, lama penyinaran optimun selama 2 jam sebesar 22,7%, dan pH optimum pada pH 3 sebesar 44%.