Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Keistimewaan Rasm al-Mus{h{af (Rasm ‘Uthma>ni>) sebagai Bentuk Penulisan al Qur’an Muzammil, Iffah; al-Hamidy , Abu Dzarrin
MAGHZA Vol 9 No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v9i2.10859

Abstract

Mushaf ‘Uthma>ni> mendapat perhatian yang sangat luar biasa dari berbagai kalangan, salah satu di antaranya karena ia memiliki pola penulisan yang berbeda dengan model penulisan Arab konvensional. Sacara umum, dalam model penulisan Arab konvensional berlaku kaidah bahwa apa yang tertulis harus menggambarkan secara persis apa yang diucapkan. Jika pengucapannya panjang, maka tertulis panjang, begitu juga sebaliknya. Kaidah ini tidak berlaku dalam rasam ‘uthma>ni> karena dalam beberapa bentuk tulisan ‘uthma>ni> tidak secara persis menggambarkan yang terucap/terbaca sehingga dalam bentuk tertentu tulisannya pendek tapi bacaannya panjang. Pola penulisan al-Qur’an tersebut ditetapkan oleh ‘Uthma>n bersamaan dengan dibukukannya al-Qur’an pada masa pemerintahannya yang disebut sebagai rasm al-mushaf atau rasm ‘uthmany. Model penulisan yang khas itu melahirkan perdebatan panjang di kalangan ulama’, baik menyangkut statusnya, apakah ia tawqi>fi> atau ‘sekedar’ hasil ijtihad para sahabat pada masa itu, maupun menyangkut urgensi/keistimewaannya, dan lain-lain. Penelitian ini akan mengkaji tentang keistimewaan rasm al-mushaf tersebut dengan menggunakan metode deskriptif-analitis dengan mengacu pada data-data kepustakaan. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa pola penulisan tersebut terkait dengan adanya ragam qira’at dalam al-Qur’an. Beberapa keistimewaan model penulisan ‘uthma>ni adalah, bahwa satu bentuk penulisan dapat menampung lebih dari satu ragam qira’at; dapat menyiratkan makna tertentu; menunjukkan makna yang berbeda; serta mendorong umat Islam untuk belajar kepada guru yang ahli.
Kisah Nabi Ayyub dalam Al-Quran dan Bible Ramadani, Nur Shofiyah; Muzammil, Iffah
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 3 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i3.28743

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kisah salah satu Nabi yang dikenal dengan kesabaran dan ketabahannya menghadapi ujian dan cobaan dalam hidupnya. Adanya relasi historis Al-Quran dan Bible mendasari penelitian ini dilakukan dengan fokus pembahasan pada kisah hidup Nabi Ayyub. Jenis penelitian yang digunakan adalah kepusatakaan (library research) dengan model penelitian kualitatif dan menyajikannya secara deskriptif-analisis. Sekalipun dalam Al-Quran dan Bible terdapat kesamaan dalam membahas tentang kisah Nabi Ayyub, namun juga terdapat beberapa perbedaan. Pertama, sesuai dengan ke khasannya, Al-Quran menyampaikan kisah Nabi Ayyub dalam narasi yang singkat, sementara Bible menyajikannya dalam narasi yang lebih detail. Dalam Al-Quran, di kisahkan pada 6 ayat, sedangkan dalam Bible dikisahkan dalam 42 pasal. Kedua, dalam Al-Quran disebutkan bahwa Ayyub sabar dan tabah menghadapi ujian dan cobaan, sedangkan dalam Bible disebutkan bahwa Nabi Ayyub mengeluh dalam melewati ujian dan musibah. Ketiga, dalam Al-Quran disebutkan bahwa istri Ayyub yang menemaninya selama masa sulit, sedangkan dalam Bible disebutkan bahwa ketiga sahabat Ayyub yang menemaninya selama sakit. Keempat, dalam Al-Quran disebutkan bahwa Ayyub berbaik sangka akan takdir Allah, sedangkan dalam Bible disebutkan bahwa Nabi Ayyub berburuk sangka kepada Allah. Kelima, doa Nabi Ayyub dikabulkan karena adab dan keyakinan kepada Allah, sedangkan dalam Bible disebutkan bahwa Allah menegur Nabi Ayyub karena sikapnya yang mengeluh dan merasa tinggi.