Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pelaksanaan Pembangunan Gedung Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Blok A Lantai Dasar Wartini Wartini; Yasmid Yasmid; Ihsan Ihsan
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 2 No. 2 Juli 2014
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.907 KB) | DOI: 10.52333/destek.v2i2.18

Abstract

Abstrak : Pelaksanaan Pembangunan pengembangan Gedung merupakan sistemperencanaan, pengawasan serta pengendalian suatu kegiatan konstruksi yang bertujuanguna mencapai suatu sasaran yang diinginkan, sehingga proses perangkuman kegiatan inimemerlukan suatu ketelitian. Pelaksanaan pembangunan merupakan salah satu yang dapatmembantu proses perencanaan, pengawasan, serta pengendalian kegiatan Pembangunanyang dapat meninjau serta merangkum kegiatan Pelaksanaan dari perencanaan hinggatahapan akhir suatu kegiatan Pembangunan.Peninjauan ini bertujuanmenganalisa Pelaksanaan dan perencanaan Pengembangan gedungRumah SakitMuhammadiyah Palembang guna mengetahui efektivitas penggunaan sumberdaya (manusia,material) dan membandingkan biaya (cost) dan waktu (schedule) padadokumen perencanaan dengan hasil analisa secara Pelaksaaangan yang berdasarkan harikerja (sesuai jumlah hari kontrak), dan dengan perhitungan jumlah sumber daya berdasarkandaftar analisa Rencana Anggaran Biaya (RAB). Nilai pekerjaan berdasarkan Analisa danPengolahan data ke dalamMetode Pelaksanaan berdasarkan hari kerja dibandingkan dengantotal biaya existing.Kata kunci : ketelitian kinerja waktu
REAL VERSUS VIRTUAL EXPERIMENT DALAM PEMBELAJARAN INKUIRI: UJI BEDA TERHADAP PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMA Wartini Wartini; Dwi Aryanti; Siswanto Siswanto; Eko Juliyanto; M Murni; F Fajarudin
Indonesian Journal of Natural Science Education Vol 2, No 1 (2019): JUNI
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/nse.v2i1.492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran perbedaan peningkatan penguasaan konsep siswa yang proses pembelajarannya menggunakan pembelajaran inkuiri berbasis real experiment dibandingkan dengan menggunakan pembelajaran inkuiri berbasis virtual experiment. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, dengan desain penelitian nonequivalent control group pretest-posttest.  Populasinya adalah seluruh siswa kelas X pada salah satu SMA negeri di kabupaten Magelang. Sampel sebanyak dua kelas, dipilih secara purposive sampling. Satu kelas sebagai kelas eksperimen yang proses pembelajaran menggunakan pembelajaran inkuiri berbasis virtual eksperimen, dan satu kelas sebagai kelas kontrol yang proses pembelajarannya menggunakan pembelajaran inkuiri berbasis real eksperimen. Instrumen dalam penelitian ini adalah instrumen tes esaay untuk mengukur penguasaan konsep. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan penguasaan konsep siswa baik yang menerapkan pembelajaran inkuiri berbasis real experiment maupun virtual experiment. Keduanya memiliki kategori peningkatan sedang.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY PADA KELAS VI SD NEGERI 014 RAMBAH SAMO Wartini Wartini
JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA Vol 5 No 3 (2020): Jurnal Pendidikan Rokania
Publisher : STKIP ROKANIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37728/jpr.v5i3.347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi tentang peningkatan hasil belajar matematika pada siswa kelas VI SD Negeri 014 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay yang terdiri dari hasil tes dan lembar observasi yang digunakan selama tindakan penelitian, kemudian dianalisis menjadi bahan perencanaan pada siklus berikutnya. Data yang diperoleh kemudian diolah, guna menarik kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 014 Rambah Samo yang berjumlah 20 orang siswa, terdiri dari 16 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Hasil dari setiap siklus yang dilaksanakan dalam penelitian terlihat peningkatan hasil belajar Matematika siswa dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay di kelas VI SD Negeri 014 Rambah Samo. Rata-rata nilai awal siswa adalah 65%, meningkat pada siklus I menjadi 73,85% dan 79,85% pada siklus II. Implikasi yang diharapkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika di kelas VI SD. Selain itu, hasilnya sesuai dengan yang diharapkan sebab siswa telah mencapai ketuntasan belajar.
Relationship Between Knowledge and Attitude with Unsafe Action of Veneer Setting Workers at PT Abhirama Kresna : A Cross Sectional Study Beti Setiyaningsih; Wartini Wartini
International Journal of Public Health Vol. 2 No. 1 (2025): March : International Journal of Public Health
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijph.v2i1.274

Abstract

Unsafe action is an action that does not comply with established procedures and rules which can cause work accidents. Unsafe action occurs for two reasons, such as unintentional errors and active errors or rule violations. Factor affecting unsafe action is internal and external factors. This research aims to examine the relationship between attitudes and knowledge towards unsafe action on section workers veneer setting at PT Abhirama Kresna. This research is a quantitative research using a cross sectional study design. The population in this study was 128 workers with 97 sample respondents. The variables in this study were knowledge, attitudes and unsafe actions. Bivariate analysis uses the chi square statistical test with a confidence level of 95%.  This research shows that knowledge does not have a significant relationship with unsafe action (p-value = 0.985; PR (CI 95%) = 0.288–3.391). On the other hand, attitude has a significant relationship with unsafe action (p-value = 0.022; PR (CI 95%) = 0.099–0.868). 
Relationship Between Work Attitude and Musculoskeletal Disorders in Central Weaving Industry Craftmen in Dalangan Village, Tawangsari District, Sukoharjo Regency Arista Ririn Yulianti; Wartini Wartini; Nur Ani; Iik Sartika
International Journal of Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): June : International Journal of Public Health
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijph.v2i2.444

Abstract

Work in the informal sector, such as weaving, has high health risks due to the repetitive nature and static positions required. Weavers often experience Musculoskeletal Disorders (MSDs) due to sitting too long in front of the loom for about 8 hours. This condition causes muscle contractions in the shoulders and neck, reduces blood flow, and causes pain and fatigue. A study of two sarong weaving industries in Dalangan Village found that 70% of 10 workers complained of low back pain. Many workers work with non-ergonomic positions and inappropriate equipment. Improvements in work attitudes are needed so that workers' health and productivity are maintained. This study aims to determine the relationship between work attitudes and MSDs disorders in the central craftsmen of the weaving industry. This research is a quantitative study using observational analysis method with cross sectional approach. The population was 35 from 4 locations with a sample of 35 respondents taken using total sampling technique. Assessment for work attitudes using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) and for Musculoskeletal Disorders (MSDs) experienced using the Nordic Body Map (NBM). The results of the Spearman correlation test showed no significant relationship between work attitudes and musculoskeletal complaints with a p-value = 0.261 (p < 0.05) and a correlation coefficient value of r = 0.195 which is included in a weak correlation with a positive direction. The study shows there is no significant relationship between work attitude and musculoskeletal disorders in weaving industry workers. Routine ergonomics education is recommended to prevent complaints and maintain sustainable occupational health.
Relationship Between Lighting Intensity and Eye Fatigue in Workers of the Weaving Industry Central in Dalangan Tawangsari Village, Sukoharjo Susi Purnama Afrilia; Iik Sartika; Wartini Wartini; Nur Ani
International Journal of Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): June : International Journal of Public Health
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijph.v2i2.464

Abstract

Eye fatigue is a common condition often experienced by workers in the textile industry when their eyes feel very tired due to prolonged and continuous use in low light conditions. Among textile workers in Dalangan Village, Tawangsari, Sukoharjo, 100% of the 10 respondents experienced eye fatigue due to insufficient lighting intensity that did not meet the standard (300 Lux). This study aims to investigate the relationship between lighting intensity and eye fatigue among textile workers in the central textile industry in Dalangan Village, Tawangsari, Sukoharjo. This is a quantitative study using observational analysis with a cross-sectional approach. Lighting intensity was measured using a lighting measurement observation sheet with a Lux Meter, while eye fatigue was measured using a questionnaire. The study population consisted of 35 workers, and the sample was selected using total sampling. Based on the results of the chi-square test analysis, a significant relationship was found between lighting and eye fatigue among textile workers, with a p-value of <0.05 and a p-value of 0.039. The analysis yielded a PR value of 0.727, meaning that respondents with inadequate lighting have a 0.727 times higher risk of experiencing eye fatigue compared to respondents with adequate lighting. We recommend that weaving workers pay more attention to eye health and ensure that the lighting levels used comply with standards.