Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Role of Parents in Overcoming the Impact of Gadget Use on the Social Development of Children Aged 3–4 Years Adinda Putri Ramadhan; Atin Fatimah; Dian Surya Apriliyanti
Paidagogia: Jurnal Pengajaran dan Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2025): July 2025 : PAIDAGOGIA: Jurnal Pengajaran dan Pendidikan
Publisher : Sumule Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66964/c9ma3f08

Abstract

This study aims to describe the role of parents in addressing the impact of gadget use on the social development of children aged 3–4 years. Using a qualitative descriptive approach, the study was conducted in Kampung Masjid RT02/RW03, Ciputat District, South Tangerang City. Data were collected through observation and semi-structured interviews with two parents. The findings indicate that parents are aware of the importance of accompanying and supervising their children's gadget use. Although the children showed early signs of dependency on gadgets, parents attempted to address this by limiting screen time and offering alternative educational and social activities. Uncontrolled gadget use can hinder children's social interaction, but with proper supervision, it may enhance language and communication skills. The study concludes that active parental involvement is essential to ensure that gadget use does not impede the social development of early childhood.
Implementasi Pembelajaran Unplugged Coding Dalam Mengenalkan Konsep Pemrograman Dasar Untuk Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Di TKIT Al-Muhajirin Kota Cilegon Devia Nuarima; Atin Fatimah; Luluk Asmawati
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2521

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran unplugged coding dalam mengenalkan konsep pemrograman dasar untuk menunjang perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun di TKIT Al-Muhajirin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran unplugged coding dilaksanakan melalui berbagai aktivitas bermain yang mengenalkan konsep pola, urutan, instruksi, dan pemecahan masalah menggunakan media konkret tanpa perangkat digital. Pembelajaran ini mampu mendukung perkembangan kognitif anak, khususnya dalam kemampuan berpikir logis, mengenali pola, mengikuti instruksi, dan menyelesaikan masalah sederhana. Pelaksanaannya didukung oleh antusiasme anak, ketersediaan media, dukungan sekolah, dan kerja sama guru, namun masih menghadapi hambatan berupa perbedaan kemampuan anak serta penyesuaian kegiatan dengan kurikulum dan tema pembelajaran. Guru mengatasi hambatan tersebut melalui pendampingan, modifikasi kegiatan, dan pemanfaatan berbagai sumber belajar. Dengan demikian, pembelajaran unplugged coding dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengenalkan konsep pemrograman dasar pada anak usia dini.
Implementasi Pembelajaran Unplugged Coding Dalam Mengenalkan Konsep Pemrograman Dasar Untuk Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Di TKIT Al-Muhajirin Kota Cilegon Devia Nuarima; Atin Fatimah; Luluk Asmawati
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2521

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran unplugged coding dalam mengenalkan konsep pemrograman dasar untuk menunjang perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun di TKIT Al-Muhajirin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran unplugged coding dilaksanakan melalui berbagai aktivitas bermain yang mengenalkan konsep pola, urutan, instruksi, dan pemecahan masalah menggunakan media konkret tanpa perangkat digital. Pembelajaran ini mampu mendukung perkembangan kognitif anak, khususnya dalam kemampuan berpikir logis, mengenali pola, mengikuti instruksi, dan menyelesaikan masalah sederhana. Pelaksanaannya didukung oleh antusiasme anak, ketersediaan media, dukungan sekolah, dan kerja sama guru, namun masih menghadapi hambatan berupa perbedaan kemampuan anak serta penyesuaian kegiatan dengan kurikulum dan tema pembelajaran. Guru mengatasi hambatan tersebut melalui pendampingan, modifikasi kegiatan, dan pemanfaatan berbagai sumber belajar. Dengan demikian, pembelajaran unplugged coding dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengenalkan konsep pemrograman dasar pada anak usia dini.
Analisis Penggunaan Video Animasi Nussa dan Rara dalam Menstimulasi Kemampuan Empati Anak Usia 4-5 Tahun di TK Negeri Pembina Pandeglang Naiya Fadhillah; Atin Fatimah; Luluk Asmawati
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2902

Abstract

This study aims to analyze the use of the Nussa and Rara animated video in stimulating the empathy skills of children aged 4–5 years at TK Negeri Pembina Pandeglang. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, documentation, and field notes. The findings revealed that the implementation of the Nussa and Rara animated video was carried out systematically through three stages: planning, implementation, and evaluation. The planning stage included preparing the Daily Learning Implementation Plan (RPPH), selecting video episodes containing empathy-related values, and organizing instructional materials. During the implementation stage, the animated videos were shown once or twice a week for approximately five minutes under teacher guidance. The evaluation stage involved discussions, question-and-answer sessions, and positive reinforcement to strengthen children's understanding. The use of the Nussa and Rara animated video successfully stimulated three dimensions of children's empathy: cognitive empathy, reflected in the ability to understand others' feelings; affective empathy, demonstrated by the ability to share and experience others' emotions; and behavioral empathy, shown through concrete actions such as sharing food, cooperating to tidy up toys, and inviting lonely peers to play together. The selection of the Nussa and Rara animated video was based on its positive role models, age-appropriate storylines for children aged 4–5 years, engaging visual presentation, adequate audiovisual facilities, and relevance to children's daily lives. However, several challenges remained, including differences in children's verbal abilities and limited parental support. These challenges were addressed by selecting shorter video episodes, using simple guiding questions, and implementing active and creative learning strategies. Therefore, the Nussa and Rara animated video can serve as an effective educational medium for stimulating empathy skills in early childhood.