Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERBAIKAN KUALITAS FISIK TANAH MENGGUNAKAN MULSA JERAMI PADI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI KACANG TANAH Enni Dwi Wahyunie; Naik Sinukaban; Boanerges Silvanus Daerari Damanik
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 1 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.731 KB) | DOI: 10.29244/jitl.14.1.7-13

Abstract

Perbaikan kualitas fisik tanah untuk meningkatkan pertumbuhan kacang tanah dapat dilakukan dengan pemberian mulsa jerami padi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh mulsa jerami padi terhadap sifat-sifat fisik tanah seperti bobot isi, jumlah dan distribusi pori, retensi air tanah, kapasitas infiltrasi, dan pertumbuhan serta produksi kacang tanah. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat dosis pemberian mulsa yang diulang tiga kali sehingga terdapat 12 satuan percobaan. Perlakuan mulsa jerami padi dibagi ke dalam 4 taraf dosis yaitu M0 (tanpa mulsa), M1 (0.92 ton ha-1), M2 (1.84 ton ha-1), dan M3 (2.76 ton ha-1). Kacang tanah varietas Gajah di tanam dengan jarak 20 cm x 40 cm dengan satu butir per lubang tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mulsa jerami padi hingga 2.76 ton ha-1 tidak berpengaruh nyata terhadap sifat-sifat fisik tanah seperti bobot isi, jumlah dan distribusi pori, serta retensi air tanah. Namun kapasitas infiltrasi nyata meningkat dengan pemberian mulsa 2.76 ton ha-1. Pemberian mulsa jerami padi hingga 2.76 ton ha-1 tidak nyata meningkatkan produksi kacang tanah.
APLIKASI PROGRAM ANALISIS CITYGREEN 5.4 UNTUK KAJIAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DAN MANFAAT LAYANAN TERUKUR EKOSISTEM KOTA BOGOR Indung Sitti Fatimah; Aris Munandar; Naik Sinukaban; - Kholil
EKOLOGIA Vol 11, No 1 (2011): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.129 KB) | DOI: 10.33751/ekol.v11i1.234

Abstract

Kualitas ekosistem kota dipengaruhi oleh ketersediaan kanopi pohon dalam RTH kota karena selain fungsi estetika dan visualnya, pohon mempunyai beberapa fungsi bio-ekologis yaitu modifikasi radiasi matahari, mengurangi kebisingan, penyaring dan penjerab polutan, pencegah erosi dan pengontrol laju limpasan permukan; serta fungsi sosial ekonomi dan budaya. Walaupun demikian besarnya manfaat lahan bervegetasi, namun keberadaannya sulit dipertahankan saat dihadapkan pada konflik kepentingan alih fungsi lahan, dikarenakan masih minimnya pemahaman masyarakat dan pihak pengelola kota dalam menterjemahkan nilai ekonomi RTH kota, serta keterbatasan alat analisis (tools) yang mampu menterjemahkan sejumlah nilai manfaat tersebut ke dalam bentuk angka-angka nominal (nilai ekonomi) yang lebih mudah dipahami oleh semua pihak. Sebuah organisasi Non Profit US Forest mempelopori pendekatan cost-benefit analysis ini dengan mengembangkan sebuah program analisis berbasis GIS untuk menghitung manfaat ekonomi hutan kota secara spasial, dengan menggunakan bantuan perangkat lunak software Arcview 3.2. ektensi CITYGreen 5.4. Aplikasi program ini dilakukan dalam serangkaian penelitian di wilayah administratif kota Bogor. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka penggunaan program aplikasi CITYGreen ini dapat digunakan untuk menganalisis potensi RTH untuk 4 manfaat, yaitu: potensi penyimpanan dan penjerapan Carbon, potensi reduksi limpasan permukaan, konservasi energi, landcover breakdown dan pemodelan pertumbuhan pohon. Hasil analisis berupa peta landcover, dan analysis report yang menyajikan: site statistic, ecological benefits, dan economic benefit summary/nilai nominal manfaat ekosistem untuk 4 kategori tersebut, yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan penyusunan kebijakan strategis pengelolaan RTH kota.Kata kunci : CityGreen, RTH, Ekosistem kota
APLIKASI PROGRAM ANALISIS CITYGREEN 5.4 UNTUK KAJIAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DAN MANFAAT LAYANAN TERUKUR EKOSISTEM KOTA BOGOR Indung Sitti Fatimah; Aris Munandar; Naik Sinukaban; - Kholil
Ekologia: Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 11, No 1 (2011): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/ekol.v11i1.234

Abstract

Kualitas ekosistem kota dipengaruhi oleh ketersediaan kanopi pohon dalam RTH kota karena selain fungsi estetika dan visualnya, pohon mempunyai beberapa fungsi bio-ekologis yaitu modifikasi radiasi matahari, mengurangi kebisingan, penyaring dan penjerab polutan, pencegah erosi dan pengontrol laju limpasan permukan; serta fungsi sosial ekonomi dan budaya. Walaupun demikian besarnya manfaat lahan bervegetasi, namun keberadaannya sulit dipertahankan saat dihadapkan pada konflik kepentingan alih fungsi lahan, dikarenakan  masih minimnya pemahaman masyarakat dan pihak pengelola kota dalam menterjemahkan nilai ekonomi RTH kota, serta keterbatasan alat analisis (tools) yang mampu menterjemahkan sejumlah nilai manfaat tersebut ke dalam bentuk angka-angka nominal (nilai ekonomi) yang lebih mudah dipahami oleh semua pihak. Sebuah organisasi Non Profit US Forest mempelopori pendekatan cost-benefit analysis ini dengan mengembangkan sebuah program analisis berbasis GIS untuk menghitung manfaat ekonomi hutan kota secara spasial, dengan menggunakan bantuan perangkat lunak software Arcview 3.2. ektensi CITYGreen 5.4. Aplikasi program ini dilakukan dalam serangkaian  penelitian di wilayah administratif kota Bogor. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka penggunaan program aplikasi CITYGreen ini dapat digunakan untuk menganalisis potensi RTH untuk 4 manfaat, yaitu: potensi penyimpanan dan penjerapan Carbon, potensi reduksi limpasan permukaan,  konservasi energi, landcover breakdown dan pemodelan pertumbuhan pohon. Hasil analisis berupa peta landcover, dan analysis report yang menyajikan: site statistic,  ecological benefits, dan economic benefit summary/nilai nominal manfaat ekosistem untuk 4 kategori tersebut, yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan penyusunan kebijakan strategis pengelolaan RTH kota. Kata kunci : CityGreen, RTH, Ekosistem kota