Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CIRC DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEKANIS MEMBACA WACANA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 BATANGTORU Dedi Pulungan
Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya Vol 6, No 2 (2019): Jurnal EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kultura.v1i2.18265

Abstract

Abstract This study aims to describe the effect of using the CIRC learning model in improving the mechanical skills reading discourse in grade VII students SMP Negeri 2 Batangtoru. Based on the results the study aimed that the use CIRC learning model has an influence in improving the technical skills reading discourse. Before the use the CIRC learning model, the pretreatment test results in a student's grade point average was 65.18 with a mastery learning criteria 21.43%. After using the CIRC learning model, in the first cycle the results average grade of students is 68.75, the value has experienced an increase 6.07% when compared with the pre-action scores, with mastery learning student 63.57%. the second cycle was carried out with the expectation ≥ 70% of students being able to achieve a value ≥ 70, the result was that the average grade reached 79.82 which means there was an increase from pre-action 20.96% with the completion criteria of learning students 85.71%. From the results of the research carried out, it can be concluded that after learning with the CIRC model has been carried out, it has an effect on improving the results mechanical reading skills in the discourse grade VII students SMP Negeri 2 Batangtoru. Keywords: CIRC learning model, mechanical skills, reading discourse
Kewenangan Pengadilan Negeri Terhadap Penyelesaian Sengketa Perbuatan Melawan Hukum Hak Atas Tanah Handriani, Aan; Fithry Khairiyati; Dedi Pulungan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3943

Abstract

Dalam masyarakat, tanah sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan manusia, perkembangan keluarga dan kehidupan bersama. Melindungi negara berarti melindungi hidup dan kehidupan. Selain nilai ekonominya, tanah memiliki nilai intrinsik yang sangat tinggi. Negara dapat menunjukkan tingkat status sosial individu yang tercermin dari jumlah penguasa di negara tersebut. Semakin banyak tanah yang kita miliki atau kelola, semakin tinggi pula status sosial kita di masyarakat, yang dapat digunakan sebagai ukuran kinerja sosial dan sebagai simbol sosial budaya masyarakat. Sengketa tanah menjadi salah satu jenis perbuatan melawan hukum, sengketa tanah terjadi ketika terdapat konflik antara beberapa pihak terkait penggunaan atau penguasaan hak atas tanah, di mana salah satu pihak merasa dirugikan. Penyelesaian konflik ini dapat dilakukan melalui mediasi atau jalur pengadilan. Adapun penyelesaian sengketa tanah dapat diselesaikan melalui Peradilan Umum yang berlaku di Indonesia di antaranya melalui Lembaga Pengadilan Negeri. Karena Pengadilan merupakan suatu cara untuk menegakan hukum karena hukum merupakan urat nadi dalam kehidupan. Pengadilan harus independent serta impartial (tidak memihak). Begitu pentingnya peranan pengadilan negeri dalam menyelesaikan kasus sengketa tanah sehingga hakikat pengadilan negeri yaitu memperoleh putusan yang seadil-adilnya melalui pertimbangan dan kewenangan hakim yang mandiri tanpa pengaruh ataupun campur tangan pihak lain.