Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMERIKSAAN KESEHATAN SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR Naimah, Siti; Agustiana Sari, Dwi; Widuri, Widuri; Santoso, Teguh
Jurnal LENTERA Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v4i1.349

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) is a chronic disease that often shows no symptoms at the begin of the disease, so many people are not aware that they have PTM. This incident means that the lack of efficacy in carrying out early screening for PTM can be identified by carrying out early detection by checking blood pressure, blood cholesterol levels, blood sugar and measuring Body Mass Index. The aim of this activity is to detect early risk factors for non-communicable diseases after an examination. This activity includes checking blood pressure, cholesterol levels and blood glucose levels. This activity was carried out on Sunday 7 August 2023. The location of this Community Service was carried out in Dukuh Nyamplung RT 03/ RW 06, Donoharjo Village, Ngaglik District, Sleman Regency. This activity was attended by 46. The results of the early detection of NCDs showed that 37% of residents had hypertension, 75% of residents had hypercholesterolemia and 35% had hyperglycemia.  
Pertanggungjawaban Perdata Notaris Terhadap Akta Yang Dibuat yang Merugikan Pihak Penghadap Naimah, Siti; Farhan, Farhan; Suryanto, Suryanto
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i12.5400

Abstract

Notaris ialah seorang pejabat publik yang memperoleh atribusi wewenang dari aturan dalam menyusun dan menetapkan akta yang bersifat otentik. Keaslian serta kuatnya dari bukti akta otentik hanya dapat tercapai apabila proses pembuatannya dilakukan berkaitan dengan aturan yang ada. Atas dasar itu, notaris dituntut melakukan jabatannya dengan baik, berintegritas, bertanggung jawab, serta berpegang teguh pada aturan yang ada. Satu dari banyak prinsip fundamental yang harus diterapkan dalam praktik kenotariatan adalah prinsip kehati-hatian, karena pengabaian terhadap prinsip ini berpotensi menimbulkan rugi bagi yang menghadap. Apabila kerugian terjadi, notaris bisa dimintai pertanggungjawaban dalam bentuk sanksi administratif, tanggung jawab perdata, bahkan pertanggungjawaban pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaturan perlindungan hukum bagi notaris dalam pembuatan akta menurut hukum positif Indonesia; (2) bentuk pertanggungjawaban perdata notaris berdasarkan UUJN dan KUHPerdata; serta (3) konsekuensi hukum terhadap notaris apabila akta yang dibuat mengandung cacat yuridis dan merugikan pihak penghadap. Penelitian berdasar pada metode yuridis normatif dengan bertumpu pada bahan hukum utama serta sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum notaris diatur dalam UUJN melalui mekanisme Majelis Kehormatan Notaris dan Ikatan Notaris Indonesia. Pertanggungjawaban perdata notaris didasarkan pada Pasal 1365 KUHPerdata tentang perbuatan melawan hukum, dengan syarat adanya kesalahan, kerugian, dan hubungan kausalitas. Konsekuensi hukum yang timbul meliputi degradasi kekuatan pembuktian akta dan kewajiban ganti rugi.