Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN LAPISAN KARET PADA STATOR DAN VARIASI DIAMETER TONGKOL JAGUNG (Zea Mays L.) TERHADAP KINERJA MESIN PEMIPIL JAGUNG TIPE DMP J-2 Muhamad ikhsanudin; Gunomo Djoyowasito; Sandra Malin Sutan; Ary Musthofa Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.252 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.7

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan di Indonesia yang memiliki peranan strategis dan bernilai ekonomis. Oleh karena itu, dibutuhkan teknologi penanganan pascapanen yang dapat meminimalisir tingkat kehilangan hasil pada proses pemipilan jagung yaitu dengan cara menambah lapisan karet pada stator. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan lapisan karet pada stator dan variasi diameter tongkol jagung terhadap kinerja mesin pemipil jagung tipe DMP J-2, dan menganalisis pengaruh penambahan lapisan karet pada stator dan variasi diameter tongkol jagung terhadap kualitas hasil pipilan jagung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor 1 yaitu penambahan lapisan karet pada stator. Faktor 2 yaitu variasi diameter tongkol jagung, dengan diameter tongkol besar ≥4,71 cm, sedang ˂4,71 s.d ˃4,105 cm dan kecil ≤4,105 cm. Kinerja mesin pemipil menghasilkan kapasitas pemipilan jagung besar tanpa dan dengan penambahan lapisan karet yaitu 231,912 kg/jam dan 281,202 kg/jam. Kapasitas jagung terpipil jagung besar tanpa dan dengan penambahan lapisan katet yaitu 175,160 kg/jam dan 221,803 kg/jam. Persentase biji jagung tidak terpipil jagung besar tanpa dan dengan penambahan lapisan katet yaitu 34,069% dan 14,218%. Efisiensi pemipilan jagung besar tanpa dan dengan penambahan lapisan katet yaitu 65,931% dan 85,782%. Hasil persentase biji jagung rusak jagung besar tanpa dan dengan penambahan lapisan karet yaitu 0,794% dan 0,575%. Persentase berat kotoran jagung besar tanpa dan dengan penambahan lapisan karet yaitu 0,158% dan 0,078%.
RANCANG BANGUN QUADCOPTER SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN TEKNOLOGI DALAM PENGAMBILAN DATA LUAS PERMUKAAN LAHAN PERTANIAN Puguh Sudarsono; Yusuf Hendrawan; Ary Musthofa Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.475 KB)

Abstract

Peningkatan teknologi di bidang pertanian perlu dilakukan agar kegiatan- kegiatan pertanian dapat dilakukan dengan lebih efisien. Salah satu teknologi yang perlu dikembangkan adalah  pengindraan jarak jauh. Pengindraan jarak jauh dimana quadcopter dilengkapi oleh kamera  sebagai instrumennya, berfungsi untuk memperoleh data citra permukaan lahan pertanian. Hasil pengukuran akan divalidasi, sehingga akan sama seperti di lapang. Adapun kelebihan menggunakan teknologi pengindraan jarak jauh di banding cara manual antara lain : efisiensi waktu, pemantauan dapat dilakukan kapan saja, dan dapat digunakan untuk pengukuran lahan yg tidak rata seperti di daerah pegunungan. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan metode penelitian yang harus dilakukan meliputi : perancangan mekanik, perancangan elektronika, pengujian rancangan, perancangan algoritma, dan pengujian kinerja alat. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu data citra pertama dilakukan dengan ketinggian 639,9 meter. Luas area yang diukur dengan pita ukur seluas 270,73 m2 didapatkan luas pengukuran dengan mesin vision seluas 270,99 m2 sehingga didapatkan nilai kesalahan pengukuran pertama adalah 0,09%. Pengujian kedua dengan luas area 555,06 m2 didapatkan luas pengukuran area mesin vision seluas 554,77 m2 dengan  ketinggian dari situ dapat dihitung tingkat kesalahan pengukuran nya adalah 0,05%
PENGARUH MEDAN ELEKTROMAGNETIK DAN PENAMBAHAN LIMBAH TEH (Fluf) PADA MEDIA TANAM JAMUR TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN JAMUR TIRAM (Pleurotus Ostreatus) Arif Suryo Nugroho; Gunomo Djoyowasito; Musthofa Lutfi; Ary Musthofa Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.329 KB)

Abstract

Jamur tiram (pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur yang mempunyai banyak manfaat diantaranya dimanfaatkan untuk olahan makanan dan obat obatan herbal. Jamur tiram dapat tumbuh dan berkembang pada suhu 220C-280C dan pada kelembapan 80%-90% dengan intensitas cahaya 10%. Jamur tiram merupakan salah satu pendegradasi lignin aktif yang dapat tumbuh di berbagai media seperti serbuk gergaji, ampas tebu, limbah daun teh dan limbah pertanian yang mengandung lignin selulosa. Limbah pada industri teh (fluf) mengandung serat kasar selulosa dan lignin yang dapat digunakan sebagai bahan media tanam jamur. Medan elektromagnetik adalah suatu metode untuk meningkatkan laju pertumbuhan pada tanaman, metode ini merupakan alternatif aditif yang dapat mengurangi toksin bahan baku dan meningkatkan keamanan pangan. Medan magnet yang diberikan dapat membuat unsur paramagnetik dan feromagnetik seprti Fe, Ca, Na, serta K dapat semakin tertarik masuk untuk mengaktifkan enzim-enzim yang dibutuhkan oleh sel-sel pada jamur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 kali pengulangan dan 2 faktorial, faktor pertama yaitu penambhan media tanam menggunakan limbah industri teh (fluf) dengan serbuk gergaji yaitu 0%, 25%, 50%. Dan faktor yang kedua adalah lama pemaparan medan elektromagnetik selama 30 menit, 60 menit dan 90 menit dengan pemaparan sebesar 0.8 mT. Pertumbuhan jamur tiram yang diamati meliputi tinggi miselium, diameter tudung, jumlah tudung,dan massa jamur waktu panen. Pada penelitian kali ini penambahan teh 0% adalah penambahan media tanam terbaik, hal ini disebabkan karena nutrisi dari serbuk gergaji memiliki nutrisi yang lebih baik dibandingkan dengan nutrisi pada limbah teh, karena limbah industri teh yang ada di pabrik tidak semuanya terdekomposisi. Sedangkan pemaparan medan magnet 90 menit adalah pemaparan terbaik jika dilihat dari parameter pengukuran massa jamur tiram.
Pengkajian Beras Pecah Kulit (Brown Rice) Dalam Kemasan Vakum (Vacuum Packaging) Berdasarkan Ketebalan Plastik Kemasan Jenis Nylon Yusuf Hendrawan; Ary Musthofa Ahmad; Gunomo Djoyowasito; Meilani Eka Marantika
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.639 KB)

Abstract

Beras pecah kulit (Brown Rice) merupakan beras yang hanya dihilangkan sekamnya, dilakukan satu kali pengilingan tanpa dipoles menjadi beras putih dan masih memiliki kulit ari. Sehingga beras pecah kulit memiliki gizi yang lebih lengkap dibandingkan beras giling. Namun memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dibandingkan beras sosoh sehingga lebih mudah apek selama masa penyimpanan sehingga dibutuhkan cara penyimpanan yang tepat untuk menjaga penurunan mutu beras selama penyimpanan salah satunya dengan dikemas secara vakum (Vacuum Packaging). Pengemasan vakum merupakan salah satu teknologi pengemasan yang mampu menurunkan reaksi oksidasi pada produk karena pengemasan dilakukan secara vakum atau menghilangkan udara dari dalam kemasan. Jenis kemasan dan ketebalan plastik kemasan yang digunakan juga mampu menghambat kerusakan pada produk. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji beras pecah kulit selama penyimpanan vakum berdasarkan ketebalan kemasan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai cara pengemasan beras pecah kulit secara tepat. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial dengan dua faktor yaitu varietas perlakuan (beras pecah kulit, beras sosoh I dan beras sosoh II) dan ketebalan kemasan (plastik vakum 75 mikron, 100 mikron dan 120 mikron) sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang 3 kali yang akan disimpan pada suhu ruangan selama 2 bulan dan diamati 15 hari sekali. Parameter yang diuji yaitu perubahan berat, kadar air, densitas, kadar lemak dan organoleptik aroma. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan sidik ragam ANOVA, uji lanjut BNJ dan perlakuan terbaik diperoleh menggunakan Multiple Attribute. Berdasarkan hasil penelitian, ketebalan plastik kemasan jenis nylon memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan berat, kadar air, densitas, dan kadar lemak. Selama penyimpanan perubahan berat dan kadar air cenderung meningkat, densitas dan kadar lemak cenderung menurun, nilai kesukaan panelis terhadap aroma beras juga cenderung menurun. Perlakuan terbaik yaitu pada beras sosoh II dengan kemasan 120 mikron dengan perubahan berat terendah (0,164%), nilai kadar air terendah (12,751%), nilai densitas tertinggi (0,820 gr/cm3), nilai kadar lemak (0,23%), dan nilai kesukaan panelis tinggi (5,3 atau suka).