Viqi Ardaniah
Department Of English Language And Literature, Universitas Airlangga, Indonesia, SINTA ID : 6051089

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Mozaik Humaniora

The Influence of Sentence Element Awareness on English Language Proficiency Test’s Score Viqi Ardaniah
MOZAIK HUMANIORA Vol. 14 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.449 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v14i2.7812

Abstract

This study concerns the influence of sentence element awareness on the score of Grammar, Structure,and Written Expression (GSWE) in English Language Proficiency Test (ELPT). Some teaching methodsneed to be proposed to increase students’ awareness of sentence element. A class action methodwas used in this study, including planning, action, observation, and evaluation/reflection. For thispurpose, the study was conducted for 7 weeks involving the students taking Extensive English coursein the second semester of the academic year of 2013/2014. In the first week, the students were taughtEnglish simple sentence. In the next two weeks, students were taught English compound sentence.In the next two weeks, students were taught English complex sentences. In the last two weeks, theevaluation of GSWE was conducted. The results show that, first, the teaching method focusing onincreasing students’ awareness of English sentence elements was designed by comparing thoseelements to Indonesian sentence elements. Second, this teaching method design was able to increasestudents’ score of GSWE in ELPT, about 6.64%. Thus, teaching method focusing on increasingstudents’ awareness of English sentence elements can increase students’ score of GSWE in ELPT.Keywords: GSWE, sentence element, ELPT
Laki-Laki vs Perempuan: Penggunaan Keterangan Penghubung dalam Tulisan Akademis Viqi Ardaniah
MOZAIK HUMANIORA Vol. 18 No. 1 (2018): MOZAIK HUMANIORA VOL. 18 NO. 1
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.291 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v18i1.9892

Abstract

Perbedaan laki-laki dan perempuan dalam berbahasa selalu tampak terutama ketika mereka terlibat dalam percakapan. Bahwa laki-laki lebih sering mendominasi percakapan, dan perempuan lebih sering menggunakan bentuk Bahasa standar di suatu percakapan antara laki-laki dan perempuan merupakan hasil yang sering ditemukan dalam fitur bahasa yang digunakan oleh laki-laki dan perempuan. Selain ragam lisan, perbedaan penggunaan bahasa antara laki-laki dan perempuan juga bisa ditemukan di tulisan akademis mereka melalui fitur-fitur dalam penulisan akademis. Artikel ini bertujuan untuk menunjukan perbedaan penggunaan bahasa antara laki-laki dan perempuan yang terlihat dalam penggunaan keterangan penguhubung di tulisan akademis mereka. Tulisan akademis dari lima belas mahasiswa laki-laki dan lima belas mahasiswa perempuan di Departemen Sastra Inggris, Universitas Airlangga dipilih secara acak untuk menjadi data untuk mendapatkan pola penggunaan keterangan penghubung. Tulisan akedemis yang didapatkan sebagai data merupakan hasil tulisan mahasiswa dikelas academic writing dan critical reading. Dari tulisan akademis yang sudah dibuat, ada perbedaan penggunaan keterengan penghubung kategori enumeration & addition, contrast/concession, apposition, dan summation di paragraf dan esai yang mahasiswa buat. Persentase frekuensi penggunaan jenis enumeration & addition tertinggi. Namun, presentase frekuensi penggunaan enumeration & addition di tulisan mahasiswa laki-laki lebih rendah daripada presentase frekuensi penggunaan enumeration & addition di tulisan mahasiswa perempuan. Hal ini berbeda dengan frekuensi keterangan penghubung transition yang tidak ditemukan sama sekali di tulisan akademik laki-laki dan perempuan
Kesalahan Siswa dan Umpan Balik Korektif Guru pada Pengajaran Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris di SDN Wonorejo 274 Surabaya Saiko Rudi Kasenda; Yuni Sari Amalia; Viqi Ardaniah
MOZAIK HUMANIORA Vol. 19 No. 1 (2019): MOZAIK HUMANIORA VOL. 19 NO. 1
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.968 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v19i1.11459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kesalahan siswa serta penggunaan umpan balik oral korektif guru dalam pengajaran keterampilan berbicara Bahasa Inggris di SDN Wonorejo 274 Surabaya. Kesalahan siswa diteliti untuk mengetahui gambaran kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik dan penyebab terjadinya kesalahan-kesalahan tersebut sebagai rangkaian pemerolehan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Persepsi guru dan persepsi siswa terhadap umpan balik yang diberikan diangkat untuk mengetahui apabila sudut pandang guru dan siswa saling mendukung satu sama lain atau justru saling berkontradiksi. Teori analisis kesalahan dari Corder (1981) dan Luoma (2004) dan teori umpan balik korektif dari Lyster dan Ranta (1997) digunakan dalam penelitian ini. Melalui metode kualitatif, hasil penelitian menunjukkan (1) kesalahan siswa pada keterampilan berbicara Bahasa Inggris mereka banyak ditemukan di aspek kelancaran yang meliputi banyaknya jeda, pengulangan, kegagapan dan penggunaan fillers; (2) pada aspek akurasi, siswa-siswi SDN Wonorejo mengalami hambatan yang tercermin pada aspek omission, misaddition, misselection, misordering dan mispronunciation atau salah pengucapan; (3) kesalahan yang dibuat siswa dapat diargumentasikan berasal dari intervensi bahasa pertama dan belum sempurnanya penguasaan konsep dan aturan-aturan pada Bahasa Inggris sebagai bahasa sasaran; (4) Umpan balik eksplisit korektif merupakan satu-satunya tipe umpan balik yang digunakan guru karena guru menganggap tipe umpan balik ini paling efektif untuk meningkatkan akurasi dan kelancaran berbicara para peserta didik; (5) Baik siswa dan guru menganggap umpan balik korektif sebagai medium yang penting sebagai respons terhadap kesalahan yang dibuat dan untuk meningkatkan keterampilan berbicara. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman pada bidang pengajaran Bahasa Inggris dan pemerolehan bahasa kedua.