Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENERAPAN TEORI HEALTH BELIEF MODEL (HBM) DALAM PERILAKU PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Herawati Jaya; Syokumawena; Intan Kumalasari; Rosnani
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i3.364

Abstract

Penyakit kanker termasuk juga kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang umumnya terjadi pada wanita. Penyakit ini merupakan salah satu tumor ganas yang tumbuh di dalan jaringan payudara. Selama bertahun tahun banyak wanita yang terindikasi menderita panyakit kanker payudara, kejadian ini semakin banyak ditemukan pada negara-negara maju.1 Penyakit ini menduduki rangking terbesar kedua setelah kematian yang diakibatkan oleh kanker paru pada perempuan oleh karena itu sangat diperlukan bagi remaja putri dalam memiliki pengetahuan dan perilaku untuk mencegahan timbulnya penyakit kanker payudara . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penerapan teori Health belief model (HBM) terhadap tindakan pencegahan kanker payudara dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sehingga bila ditemukan kelainan dapat segera diambil tindakan secepatnya, Penelitian ini dilaksanakan dengan mengkaji tindakan remaja putri pada SMA Muhammadiyah 2 Palembang dalam pencegahan kanker payudara sebelum (pre test) dan sesudah (post test) pada dua kelompok dimana pada kelompok intervensi diberikan pendidikan Teori Health Belife Model dan untuk kelompok kontrol tidak diberikan pendidikan Health belief model. Adapun desain penelitian ini menggunakan Design Quasi Experimental Pretest-Posttest. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 Orang , sampel ini dianalisa menggunbakan uji Wilxocon setelah pengolahan data hasilnya menunjukkan terjadinya kenaikan tindakan cara mencegah kanker payudara pada kelompok intervensi dibandingkan pada kelompok kontrol dengan P<0,000. Dapat disimpulkan setelah dilakukan edukasi tentang pencegahan kanker payudara dengan menggunakan teori HMB dapat mempegaruhi tindakan pencegahan kanker payudara dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
Supportive-educative needs of patients with coronary heart disease: An investigation of clinical nurses Aguscik Aguscik; Rahmad Aswin Juliansyah; Rosnani Rosnani; Devi Mediarti; Christina Yeni Kustanti; Bangun Mukti Ardi; Muhammad Kamil Che Hasan; Inbar Levkovich; Agus Setiawan; Hidayat Arifin
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v12i1.2377

Abstract

Background: The rising prevalence of coronary heart disease (CHD) has highlighted the need for supportive-educative efforts, particularly in nursing. These initiatives are crucial for improving self-care management in CHD patients, enhancing their quality of life. Clinical nurses are key in this role, leveraging their direct patient interaction and expertise to provide tailored education and support. Purpose: This study aimed to investigate the supportive-educative needs of CHD patients from the perspective of clinical nurses. Methods: A descriptive qualitative study was conducted for this research. Participants included 30 clinical nurses responsible for caring for CHD patients in both inpatient wards and outpatient polyclinics. Interview guidelines were utilized to collect data through in-depth interviews, triangulation, and the obtained interview data were analyzed using the thematic analysis approach.  Results: We identified four themes related to the supportive-educative needs of CHD patients: 1) engaging and informative media; 2) culturally sensitive approaches; 3) nurses’ attitudes; and 4) family empowerment. Conclusion: Supportive education, tailored to the needs of CHD patients, is vital for effective disease management. This study's findings highlight the importance of incorporating four key elements into supportive education: engaging and informative media to enhance learning, culturally sensitive approaches to address diverse patient needs, the positive impact of nurses’ empathetic attitudes, and the empowerment of families in the care process. Integrating these aspects can significantly aid CHD patients in developing self-care skills that positively influence their quality of life.