Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Bulu Ayam dan Serbuk Kayu Terhadap Uji Fisis Papan Partikel Ririn sagita Aruan; Ety Jumiati; Miftahul Husnah
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.646-650.2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisis papan partikel yang terbuat dari bahan serbuk kayu dan limbah bulu ayam. Variasi komposisi bulu ayam, serbuk kayu dan perekat resin epoxy berturut-turut yaitu : sampel A(5%:50%:45%), B(10%:45%:45%), dan C(15%:40%:45%). Parameter uji fisis meliputi kerapatan, kadar air dan pengembangan tebal. Hasil uji fisis papan partikel berbahan bulu ayam, serbuk kayu dan perekat resin epoxy yang optimal terdapat pada sampel C dengan nilai kerapatan 0,60 g/cm3, kadar air 7,85%, dan pengembangan tebal 10,4%. Pada penelitian ini sampel telah sesuai SNI 03-2105-2006 dan papan partikel ini masuk pada penggunaan umum (struktural).
Pengaruh Suhu Sintering Terhadap Morfologi Dan Bandgap Nanokomposit Fe3o4/Sio2/Tio2 Dengan Metode Kopresipitasi Ridwan Yusuf Lubis; Ahya Zaelani; Miftahul Husnah; Ali Affan Silalahi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 14 No. 01 (2026): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v14i01.577

Abstract

Fe₃O₄, TiO₂, and SiO₂ nanocomposite materials have been extensively investigated for their potential in various physical and environmental applications, particularly in the photocatalytic degradation of textile wastewater containing toxic organic dyes such as Methylene Blue. This study aims to determine the effect of sintering temperature on the morphology and bandgap energy of Fe₃O₄/TiO₂/SiO₂ nanocomposites synthesized using the coprecipitation method. The synthesized samples were subjected to sintering at temperatures of 500 °C, 550 °C, and 600 °C. Characterization was performed using Scanning Electron Microscopy (SEM) to observe morphological changes and Ultraviolet–Visible (UV–Vis) spectrophotometry to determine the bandgap energy. The SEM results revealed that higher sintering temperatures led to increased agglomeration and grain size, with the dominant particle size ranging between 0.22 µm and 0.24 µm. Furthermore, an increase in grain size correlated with a slight rise in bandgap energy from 2.35 eV to 2.37 eV, attributed to the widening separation between the valence and conduction bands. Among all samples, the FST500 nanocomposite (sintered at 500 °C) exhibited the most optimal properties, characterized by smaller agglomeration, finer grain size, and lower bandgap energy. These findings demonstrate that sintering temperature plays a crucial role in controlling the structural and optical properties of Fe₃O₄/TiO₂/SiO₂ nanocomposites for potential photocatalytic applications in wastewater treatment. Keywords: Fe3O4/TiO2/SiO2, Coprecipitation, Sintering Temperature, Morphology, Bandgap Energy  
Pengaruh Pemisahan Bertingkat Terhadap Kemurnian dan Karakteristik Pasir Besi dari Sungai Sembahe Deli Serdang Miftahul Husnah; Siti Aulia Hutauruk; Rabiatul Awiyah; Chalista Dwi Putri; Ridwan Yusuf Lubis
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v11i1.28910

Abstract

Pasir besi merupakan material alami yang mengandung mineral oksida besi dan umumnya terdapat di wilayah pesisir pantai maupun di aliran sungai yang terbentuk dari proses pelapukan batuan di daerah hulu. Ketersediaannya yang melimpah menjadikan pasir besi sebagai bahan baku yang penting dalam berbagai industri, seperti industri logam, pembuatan baja, serta bahan material magnetik yang digunakan dalam pengembangan teknologi modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemisahan magnetik bertingkat dan perlakuan panas terhadap kemurnian serta karakteristik pasir besi dari Sungai Sembahe, Deli Serdang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah tahapan pemisahan magnetik menurunkan kehilangan massa dari 0,97% (5 kali) menjadi 0,15% (11 kali), yang mengindikasikan berkurangnya kandungan pengotor. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus Fe–O pada 562 cm⁻¹ yang semakin dominan seiring meningkatnya jumlah pemisahan. Pola XRD menunjukkan puncak utama pada 2θ ≈ 35,47° yang berkaitan dengan bidang kristal (311), yang mengindikasikan dominasi fase magnetit (Fe₃O₄). Hasil SEM menunjukkan bahwa partikel mengalami aglomerasi dengan ukuran berkisar antara 10–80 µm. Analisis EDS menunjukkan bahwa kandungan Fe mencapai 81,98% atom pada sampel dengan 11 kali pemisahan magnetik. Hasil ini menunjukkan bahwa pemisahan magnetik bertingkat efektif dalam meningkatkan kemurnian pasir besi, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam menghilangkan pengotor berukuran halus.
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN ALUM, SODA ASH, DAN FLOKULANT PADA RAW WATER TERHADAP KUALITAS TREATED WATER AIDINA SEISILA YANTI; MIFTAHUL HUSNAH
Papua Journal of Physics Education Vol 6 No 1 (2026): Papua Journal of Physics Education (PJPE)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/pjpe.v6i1.5586

Abstract

Kualitas air merupakan faktor penting dalam mendukung proses operasional industri sehingga diperlukan pengolahan yang efektif agar memenuhi standar yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan alum, soda ash, dan flokulan terhadap kualitas air dengan parameter pH, Total Dissolved Solids (TDS), dan turbidity (NTU). Metode penelitian dilakukan melalui pengambilan sampel air, pengujian laboratorium, serta analisis data menggunakan perhitungan matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH setelah perlakuan tetap berada pada kondisi netral, yaitu 6,9-7,1. Nilai TDS meningkat dari 20-25 ppm menjadi 44-45 ppm akibat penambahan bahan kimia, namun masih relatif stabil. Sementara itu, nilai kekeruhan menurun signifikan dari 4,62-7,81 NTU menjadi 0,99-1,37 NTU. Hasil tersebut menunjukkan bahwa proses koagulasi dan flokulasi berjalan efektif sehingga penambahan alum, soda ash, dan flokulan mampu meningkatkan kualitas air, terutama dalam menurunkan tingkat kekeruhan.
ANALISIS KUALITAS CRUDE PALM OIL (CPO) BERDASARKAN PARAMETER FREE FATTY ACID (FFA), MOISTURE DAN DIRT Arum Lailan Safitri; Miftahul Husnah
Pascal: Journal of Physics and Science Learning Vol 9, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/pascal.v9i2.13750

Abstract

Indonesia is one of the largest producers of Crude Palm Oil (CPO) in the world; therefore, CPO quality control is important to maintain product quality according to standards. This study aims to analyze the quality of CPO based on Free Fatty Acid (FFA), moisture, and dirt parameters and to evaluate its conformity with the SNI 01-2901-2006 standard. The study used a quantitative method with an experimental approach through laboratory testing of CPO samples from Tank 2 and Tank 4 for six days of observation. The testing was carried out using titration, oven-based heating, and filtration methods related to physicochemical analysis and material separation. The results showed that the FFA values ranged from 2.62%–3.08%, moisture from 0.13%–0.17%, and dirt from 0.024%–0.032%. All test results were still below the maximum limit of the SNI 01-2901-2006 standard, indicating that the produced CPO quality was still classified as good and met the established quality standards.
ANALISIS KADAR AIR (MOIST) DAN KADAR KOTORAN (DIRT) INTI SAWIT PADA KERNEL STORAGE BIN (KSB) Elsa Shalsabilla; Miftahul Husnah
Pascal: Journal of Physics and Science Learning Vol 9, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/pascal.v9i2.13751

Abstract

The quality of palm kernels is an important factor in determining the quality of palm kernel oil (PKO). The main parameters used in kernel quality control are moisture content and dirt content. This study aims to analyze the moisture and dirt content of kernels that have undergone the drying process in the kernel silo and compare them with the company's quality standards. The method used is laboratory analysis with a gravimetric approach for moisture content and a physical separation method for dirt content. The test results show that the moisture content ranges from 5.11% to 6.22% and the dirt content ranges from 5.65% to 5.94%. These values are still within the company's quality standards, which are 6.00–7.00% for moisture content and 5.00–6.00% for dirt content. This indicates that the kernel processing and storage process is still running well.
PENGARUH VARIASI MASSA PADA GREEN SYNTHESIZED MATERIAL ADSORPSI Fe3O4/TiO2 DENGAN METODE KOPRESIPITASI TERHADAP NILAI BANDGAP MENGGUNAKAN UV-VIS Ella Arnydhinata; Ridwan Yusuf Lubis; Miftahul Husnah
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v9i2.11961

Abstract

Material fotokatalitik adalah material yang digunakan untuk mempercepat degradasi polutan dalam air dengan menyerap foton yang dapat mempercepat reaksi kimia. Proses fotokatalitik dapat dipercepat jika nilai bandgap material lebih kecil dengan mencampurkan Fe₃O₄ dan TiO₂. Proses pencampuran menggunakan metode kopresipitasi. Rasio massa yang digunakan untuk Fe₃O₄/TiO₂ (FT) adalah 2:1 (FT1), 1:1 (FT2), dan 1:2 (FT3). Sampel FT kemudian diuji menggunakan XRD dan UV-Vis untuk menilai hasil degradasi dan pengurangan bandgap. Hasil analisis XRD menunjukkan penurunan ukuran kristal dari 30,71 menjadi 28,59 nm. Pengujian UV-Vis menunjukkan penurunan nilai bandgap sebesar 2,38 eV dan persentase degradasi sebesar 99,55%. Peningkatan rasio massa TiO₂ terhadap Fe₃O₄ memengaruhi ukuran dan nilai bandgap material fotokatalitik. Hasil degradasi metilen biru yang paling optimal diperoleh pada sampel FT3 dengan rasio campuran 1:2.
Sintesis dan Karakterisasi Edible Film dari Pati Singkong dan Kitosan menggunakan Madu sebagai Plasticizer alami Thasha Sapria; Abdul Halim Daulay; Miftahul Husnah
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v10i2.26291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi edible film berbahan dasar pati singkong dan kitosan dengan penambahan madu sebagai plasticizer alami, sebagai alternatif kemasan pangan biodegradable pengganti plastik sekali pakai. Edible film disintesis melalui metode pencampuran larutan pati singkong 5%, larutan kitosan 2% dalam asam asetat 1%, serta madu dengan variasi komposisi pati singkong (100; 90; 80; 70 mL), kitosan (0; 10; 20; 30 mL), dan madu tetap sebesar 3 mL. Karakterisasi yang dilakukan meliputi pengujian ketebalan, kadar air, kelarutan air, kuat tarik, dan elongasi, yang kemudian dibandingkan dengan standar Japanese Industrial Standards (JIS) dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kitosan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sifat mekanik dan ketahanan air edible film. Peningkatan konsentrasi kitosan menyebabkan ketebalan dan kuat tarik meningkat, serta menurunkan kelarutan air, namun pada konsentrasi tinggi dapat menurunkan elastisitas film. Formulasi terbaik diperoleh pada sampel B dengan komposisi 90 mL pati singkong, 10 mL kitosan, dan 3 mL madu, yang menunjukkan keseimbangan optimal antara kekuatan mekanik, fleksibilitas, dan stabilitas fisik. Seluruh parameter pada sampel B memenuhi standar mutu yang ditetapkan, sehingga berpotensi diaplikasikan sebagai kemasan pangan ramah lingkungan yang aman dikonsumsi.
PENGARUH NILAI DENSITAS TERHADAP UJI TARIK PADA KOMPOSIT BERBAHAN BATANG KELAPA SAWIT Tia Rahmadani; Ety Jumiati; Miftahul Husnah
Pascal: Journal of Physics and Science Learning Vol 10, No 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/pascal.v10i1.13748

Abstract

Material komposit ialah material yang tersusun atau terbentuk dari campuran dua atau lebih material dengan sifat yang berbeda dan menghasilkan suatu material yang baru yang mempunyai sifat berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi material komposit, dan untuk mengetahui bagaimana pengaruh uji densitas terhadap uji Tarik pada metrial komposit. Adapun bahan yang digunakan dalam pembuatan komposit adalah serat batang kelapa sawit, resin epoxy, resin polyester, resin vinyl-ester. Variasi komposisi antara serat bang kelapa sawit dengan perekat resin epoxy, polyester dan vinyl-ester yaitu sampel A, 40%:60% menggunakan resin epoxy, sampel B, 40%:60% menggunakan resin polyester, sampel C, 40%:60% menggunakan resin vinyl-ester. Material komposit dicetak menggunakan mesin hot press dengan tekanan 0,1 MPa dan suhu 150˚C selama 15 menit. Hasil dari pengukuran densitas sebesar 0,79-0,94 g/cm3, nilai uji tarik sebesar 7,0-13,4 MPa.
The Influence of Tensile Strength Test Values on the Elongation of Eco-Friendly Paper Ety Jumiati; Miftahul Husnah
Journal of Technomaterial Physics Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Technomaterial Physics
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jotp.v7i2.22746

Abstract

Paper is a thin material in the form of sheets. Environmentally friendly paper is obtained from natural materials derived from discarded waste. This study aims to investigate the characteristics and the effect of elongation values on the tensile strength of the produced paper. The composition variations between taro peel and oil palm frond fibers in paper production were 30%:70% (sample A); 40%:60% (sample B); 50%:50% (sample C); 60%:40% (sample D); and 70%:30% (sample E). The pulp preparation process was carried out using the soda method, while the drying process was conducted naturally at room temperature for 12 hours. The results of the paper characterization for samples A, B, C, D, and E showed tensile strength values of 5.2570 kN/m, 6.2875 kN/m, 7.1985 kN/m, 8.8975 kN/m, and 9.5060 kN/m, respectively, while the elongation test values were 1.09%, 1.12%, 1.15%, 1.24%, and 1.52%. These values have met the requirements for printing paper grade A according to SNI 7274:2008. The results indicate that the higher the composition of oil palm frond fibers used, the greater the tensile strength and elongation values of the paper.