Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Bulu Ayam dan Serbuk Kayu Terhadap Uji Fisis Papan Partikel Ririn sagita Aruan; Ety Jumiati; Miftahul Husnah
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.646-650.2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisis papan partikel yang terbuat dari bahan serbuk kayu dan limbah bulu ayam. Variasi komposisi bulu ayam, serbuk kayu dan perekat resin epoxy berturut-turut yaitu : sampel A(5%:50%:45%), B(10%:45%:45%), dan C(15%:40%:45%). Parameter uji fisis meliputi kerapatan, kadar air dan pengembangan tebal. Hasil uji fisis papan partikel berbahan bulu ayam, serbuk kayu dan perekat resin epoxy yang optimal terdapat pada sampel C dengan nilai kerapatan 0,60 g/cm3, kadar air 7,85%, dan pengembangan tebal 10,4%. Pada penelitian ini sampel telah sesuai SNI 03-2105-2006 dan papan partikel ini masuk pada penggunaan umum (struktural).
Pengaruh Suhu Sintering Terhadap Morfologi Dan Bandgap Nanokomposit Fe3o4/Sio2/Tio2 Dengan Metode Kopresipitasi Ridwan Yusuf Lubis; Ahya Zaelani; Miftahul Husnah; Ali Affan Silalahi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 14 No. 01 (2026): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v14i01.577

Abstract

Fe₃O₄, TiO₂, and SiO₂ nanocomposite materials have been extensively investigated for their potential in various physical and environmental applications, particularly in the photocatalytic degradation of textile wastewater containing toxic organic dyes such as Methylene Blue. This study aims to determine the effect of sintering temperature on the morphology and bandgap energy of Fe₃O₄/TiO₂/SiO₂ nanocomposites synthesized using the coprecipitation method. The synthesized samples were subjected to sintering at temperatures of 500 °C, 550 °C, and 600 °C. Characterization was performed using Scanning Electron Microscopy (SEM) to observe morphological changes and Ultraviolet–Visible (UV–Vis) spectrophotometry to determine the bandgap energy. The SEM results revealed that higher sintering temperatures led to increased agglomeration and grain size, with the dominant particle size ranging between 0.22 µm and 0.24 µm. Furthermore, an increase in grain size correlated with a slight rise in bandgap energy from 2.35 eV to 2.37 eV, attributed to the widening separation between the valence and conduction bands. Among all samples, the FST500 nanocomposite (sintered at 500 °C) exhibited the most optimal properties, characterized by smaller agglomeration, finer grain size, and lower bandgap energy. These findings demonstrate that sintering temperature plays a crucial role in controlling the structural and optical properties of Fe₃O₄/TiO₂/SiO₂ nanocomposites for potential photocatalytic applications in wastewater treatment. Keywords: Fe3O4/TiO2/SiO2, Coprecipitation, Sintering Temperature, Morphology, Bandgap Energy  
Pengaruh Pemisahan Bertingkat Terhadap Kemurnian dan Karakteristik Pasir Besi dari Sungai Sembahe Deli Serdang Miftahul Husnah; Siti Aulia Hutauruk; Rabiatul Awiyah; Chalista Dwi Putri; Ridwan Yusuf Lubis
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v11i1.28910

Abstract

Pasir besi merupakan material alami yang mengandung mineral oksida besi dan umumnya terdapat di wilayah pesisir pantai maupun di aliran sungai yang terbentuk dari proses pelapukan batuan di daerah hulu. Ketersediaannya yang melimpah menjadikan pasir besi sebagai bahan baku yang penting dalam berbagai industri, seperti industri logam, pembuatan baja, serta bahan material magnetik yang digunakan dalam pengembangan teknologi modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemisahan magnetik bertingkat dan perlakuan panas terhadap kemurnian serta karakteristik pasir besi dari Sungai Sembahe, Deli Serdang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah tahapan pemisahan magnetik menurunkan kehilangan massa dari 0,97% (5 kali) menjadi 0,15% (11 kali), yang mengindikasikan berkurangnya kandungan pengotor. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus Fe–O pada 562 cm⁻¹ yang semakin dominan seiring meningkatnya jumlah pemisahan. Pola XRD menunjukkan puncak utama pada 2θ ≈ 35,47° yang berkaitan dengan bidang kristal (311), yang mengindikasikan dominasi fase magnetit (Fe₃O₄). Hasil SEM menunjukkan bahwa partikel mengalami aglomerasi dengan ukuran berkisar antara 10–80 µm. Analisis EDS menunjukkan bahwa kandungan Fe mencapai 81,98% atom pada sampel dengan 11 kali pemisahan magnetik. Hasil ini menunjukkan bahwa pemisahan magnetik bertingkat efektif dalam meningkatkan kemurnian pasir besi, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam menghilangkan pengotor berukuran halus.