Claim Missing Document
Check
Articles

CLASSIFICATION OF MOUNT KELUD VOLCANO SEISMIC SIGNALS DURING ERUPTION IN NOVEMBER 2007 Lailatul husna lubis; Ratni Sirait; Miftahul Husnah; Ridwan Yususf Lubis
FISITEK: Jurnal Ilmu Fisika dan Teknologi Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/fisitek.v3i1.5473

Abstract

Classification of mount Kelud volcano seismic signals can be divided into several types,  VT-A, VT-B, low frequency, multiphase, and tremor. The analysis by classifying the volcano seismic signal from eruption of Mount Kelud based on the shape of the signal. Data analyzed were starting on 16 to 27 October 2007. The results of volcano seismic signal which recording showed different shapes and were classified according to the type of signal. Each seismic signal recording is grouped according to its shape and the classification results are signaled into VT-A, VT-B, multiphase, low frequency, and tremor.Keywords: Kelud mountain, low frequency, multiphase, signal classification, tremor, VT-A, and VT-B.
THE EFFECT OF TEMPERATURE VARIATION ON RESISTANCE VALUE IN ELECTRICITY CIRCUITS Ridwan Yusuf Lubis; Lailatul Husna Lubis; Miftahul Husnah
FISITEK: Jurnal Ilmu Fisika dan Teknologi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/fisitek.v4i1.7919

Abstract

Temperature is the level of heat in an object and one of the variables that gives an influence on the value of an object's electrical resistance. The value of electrical resistance affects the conductivity of objects. This study aims to determine the change in the value of resistance in the wire connected to the heater. The benefit of this research is to provide information to the public about the effect of temperature changes on the value of electrical resistance. This study uses an experimental method by measuring the resistance values on wire 1 and wire 2 which are at room temperature and influenced by heat sources. Changes in temperature towards higher values make free electrons in the wire move faster. The higher the temperature value, the higher the value of resistance produced by the wire.
PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR H3PO4 TERHADAP KARBON AKTIF AMPAS TEBU : Hayatul Hasanah, Ratni Sirait, Ridwan Yusuf Lubis Hayatul Hasanah; Ratni Sirait; Ridwan Yusuf Lubis
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 8 No. 1 (2022): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v8i1.20265

Abstract

Ampas tebu adalah sisa penggilingan tebu yang sebagian belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Kurang lebih 50% ampas tebu yang diperoleh setiap pabrik gula dijadikan untuk bahan bakar boiler kemudian sisanya ditimbun sebgai buangan. Ampas tebu mempunyai kandungan karbon cukup tinggi sehingga bisa digunakan untuk bahan dasar karbon aktif. Dilakukan penelitian tentang pembuatan karbon aktif ampas tebu dengan menggunakan aktivator H3PO4. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan metode eksperimen secara kuantitatif. Untuk mengetahui mutu karbon aktif dilakukan pengujian meliputi uji kadar air, kadar ZMM, kadar abu dan kadar karbon terikat. Serta diukur luas permukaannya dengan metode methylene blue serta karakterisasi dengan SEM dan FTIR. Luas permukaan terbesar diperoleh pada sampel yang teraktivasi H3PO4 5% yaitu 11,0893 m2/g. Hasil analisis SEM menunjukkan karbon aktif ampas tebu yang teraktivasi H3PO4 5% memiliki pori-pori lebih banyak dibandingkan karbon aktif yang teraktvasi H3PO4 0% dan 15%. Hasil penelitian FTIR menunjukkan terdapatnya gugus fungsi OH, N-H, C=C, C-H alkana, C-O, OH, C-H. Vaiasi karakteristik yang optimum pada karbon aktif ampas tebu terdapat pada sampel B yang memilki nilai kadar air, kadar ZMM, kadar abu dan kadar karbon terikat memenuhi SNI No 06-3730-1995 mengenai karbon aktif. Kata Kunci: Karbon aktif, Ampas Tebu, H3PO4 , SEM, FTIR
KARBON AKTIF TEMPURUNG BUAH NIPAH (NYPA FRUTICANS) MENGGUNAKAN AKTIVATOR NACL: Lisa Astari, Abdul Halim Daulay, Ridwan Yusuf Lubis Lisa Astari; Abdul Halim Daulay; Ridwan Yusuf Lubis
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 8 No. 1 (2022): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v8i1.20292

Abstract

Tempurung buah nipah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karbon aktif setelah melakukan proses aktivasi secara fisika dan kimia hal ini terlihat dari mayoritas hasil pengujian yang telah memenuhi standar arang aktif teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karbon aktif tempurung buah nipah dengan karakteristik yang paling optimum. Metode yang dapat digunakan ialah metode eksperimental dengan pendekatan secara kuantitatif. Proses karbonisasi dilakukan menggunakan oven dengan suhu 500 ºC dalam waktu 1 jam. Proses aktivasi karbon dilakukan yaitu dengan menggunakan furnace pada suhu 105 ºC selama 2 jam. Aktivasi kimia dilakukan menggunakan larutan NaCl dengan variasi konsentrasi 0, 4, 6, dan 8 M, diaduk menggunakan magnetic strirrer. Analisis yang dilakukan yaitu uji kadar air, kadar zat mudah menguap, kadar abu, dan kadar karbon.Metode karakterisasi yang digunakan adalah Scanning Electron Microscopy (SEM) dan UV-Vis (ultra violet visible). Hasil pengukuran kadar air adalah sebesar 5,47 – 7,72%, kadar zat mudah menguap sebesar 24,62 – 36,10%, kadar abu sebesar 8,79 – 26,45%, dan kadar karbon sebesar 37,45 – 66,59%. Seiring dengan peningkatan konsentrasi aktivasi maka cenderung terjadi penurunan pada nilai kadar air, kadar zat mudah menguap, dan kadar abu. Serta terjadi kenaikan pada nilai kadar terikat. Mikrostruktur permukaan karbon aktif tempurung buah nipah menunjukkan terbentuknya pori-pori seiring dengan bertambahnya konsentrasi aktivasi. Karbon aktif tempurung buah nipah dengan karakteristik yang optimum dihasilkan pada konsentrasi aktivasi 8 M.
Pemanfaatan Filtrasi Air Sumur untuk Mengurangi Kekeruhan Menggunakan Penyaringan Air Sederhana di Kelurahan Pahang Rizqi Dwi Nugraha; Jihan Nabila; Fatya Sheila Husna; Devi khairani; Yolanda Afifa; Ridwan Yusuf Lubis
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i1.2806

Abstract

Water is the most important substance in human life, so its availability is very important for life. Its utilization is also very much needed by humans, because this water is a source of life for every human being and also for household purposes. But most people still use underground dug well water for use in daily life, due to the difficulty of pumping water in the area. This research was conducted in Pahang Village, Datuk Bandar Subdistrict, Tanjung Balai City in July-August 2022. The purpose of this research is to make a simple water filter, to be able to help residents, and also conduct water education, with the hope that residents can understand and be aware of the importance of clean water.
INVESTIGASI PENGARUH VARIASI CODOPING Mn/Fe TERHADAP STRUKTUR KRISTAL ZnO Ridwan Yusuf Lubis; Miftahul Husnah; Lailatul Husna Br Lubis
EINSTEIN (e-Journal) Vol 11, No 1 (2023): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.999 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v11i1.42754

Abstract

Dilute Magnetic Semiconductors (DMSs) telah menarik banyak perhatian para peneliti sebagai bahan optoelektronik dan spintronik. ZnO merupakan bahan semikonduktor yang bagus sebagai kandidat dalam pembuatan DMS. Logam transisi Mn dan Fe sangat bagus digunakan sebagai doping dalam upaya meningkatkan sifat magnetiknya. Sintesis dari Zn0,98-xMnxFe0,02O dengan material ZnO dicampur dengan codoping Mn/Fe dengan metode solid strate reaction menggunakan shaker milling selama 15 menit, kemudian dilanjutkan dengan pencetakan dan sintering dengan suhu 500oC selama 4 jam. Pengaruh codoping Mn/Fe di investigasi menggunakan XRD. Hasil dari XRD menunjukkan struktur hexagonal wurtzite, Intensitas diffraksi dan parameter kisi a dan c mengalami penurunan dan sudut puncak diffraksi 2θ bergerak kesudut yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa ion Mn/Fe tersubtitusi kedalam matriks ZnO tanpa mengubah strukturnya. Dengan meningkatnya konsentrasi codpoing Mn/Fe diyakini akan mempengaruhi sifat magnetnya.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI DARI TiO2/SiO2 DENGAN DOPING CuO2 MENGGUNAKAN METODE KOPRESIPITASI Ridwan Yusuf Lubis; Mulkan Iskandar Nasution
EINSTEIN (e-Journal) Vol 8, No 3 (2020): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.979 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v9i1.23554

Abstract

Pencemaran lingkungan merupakan suatu peristiwa yang sudah banyak terjadi yang menyebabkan penurunan kualitas lingkungan akibat adanya zat yang bersifat toxic akibat aktifitas manusia. Pencemaran air dapat dikurangi dengan kontrol pada limbah atau dengan menggunakan material fotokatalis sebagai penjernih air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang terbaik perbandingan antara suhu dan penambahan doping untuk digunakan sebagai fotokatalis. Bahan yang difunakan sebagai material fotokatalis adalah TiO2/SiO2 di doping dengan CuO2. Material fotokatalis disentesis menggunakan metode kopresipitasi dengan tambahan PEG6000 untuk mengurangi terjadinya aglomerasi dan memperluas permukaan dari serbuk TiO2/SiO2 yang didoping dengan CuO2. Variasi suhu yang digunakan adalah 100 C dan 250 C sedangkan variasi dopingnya 1% dari massa total sampel. Hasil dari analisa morfologi dari sampel menggunakan SEM menunjukkan suhu 100 C lebih membuat serbuk campuran lebih menempel pada PEG6000 dan penambahan doping mengurangi terjadinya aglomerasi, sedangkan untuk hasil analisa strukturnya menggunakan XRD menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan struktur kristalnya yaitu tetragonal anatase. Terjadi peningkatan densitas pada penambahan doping CuO2 begitu juga dengan parameter kisi a dan c. Dari hasil analisa sampel dapat disimpulkan bahwa suhu terbaik yang dapat digunakan adalah 100 C dan penambahan doping.
PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN DOPING Mg TERHADAP STRUKTUR DAN MORFOLOGI TiO2 Ridwan Yusuf Lubis; Miftahul Husnah
EINSTEIN (e-Journal) Vol 11, No 1 (2023): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.364 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v11i1.42755

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam melakukan kegiatan sehari -hari. Belakangan ini pencemaran air merupakan hal serius yang harus ditangani dalam upaya penjernihan agar dapat digunakan. Metode fotokatalis merupakan salah satu metode yang digunakan dalam upaya penjernihan air. Salah satu material  fotokatalis yang sering digunakan adalah TiO2 dikareanakan sifat yang tidak beracun, ketersediaan melimpah dan memiliki nilai bandgap yang rendah. Untuk menurunkan nilai bandgap dari TiO2 dengan  cara menambahkan doping logam transisi seperti Mg yang sudah terbukti dapat menurunkan nilai bandgap tanpa mengubah struktur TiO2 sebagai matriks. Metode pencampuran TiO2 dan doping Mg menggunakan metode solid state reaction. Doping Mg dicampurkan dengan cariasi x = 0 (A) , 2 (B) , 4 (C) dan 6 (D) wt%. Hasil analisa XRD dari hasil pengujian dapat dilihat bahwa muncul puncak pada sudut 2-theta berkisar di 25,5330o – 25,3930o. Terjadi penurunan sudut puncak ke sebelah kiri yang disebabkan telah tercampurnya doping Mg terhadap matriks TiO2. Ukuran kristal bertambah besar seiring dengan meningkatnya jumlah doping Mg yang dicampurkan kedalam TiO2 berkisar 3,4859Å - 3,5048Å . Hasil uji SEM menunjukkan bahwa penyebaran pada sampel D lebih merata dan tidak banyak terjadi aglomerasi  sehingga memiliki permukaan yang lebih luas di banding sampel dengan jumlah variasi doping yang lebih rendah. Semakin banyak doping Mg yang dicampurkan maka kualitas dari material fotokatalis semakin bagus.
PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI SABUT KELAPA DENGAN AKTIVASI MENGGUNAKAN H3PO4 UNTUK ADSORPSI AIR GAMBUT Fahmijal Lb; Ridwan Yusuf Lubis; Ratni Sirait
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 8 No. 2 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v8i2.20677

Abstract

Sabut kelapa merupakan limbah perkebunan yang kurang dimanfaatkan . Dalam bagian sabut kelapa memiliki kandungan lignin dan selulosa yang menjadi dasar bahwa sabut kelapa bisa dijadikan karbon aktif. Tahapan yang dilakukan pada pembuatan karbon aktif meliputi proses preparasi sampel, karbonisasi, pengayakan dan aktivasi menggunakan asam fosfat, kemudian proses uji yang terdiri dari uji sifat fisis, karakterisasi menggunakan FTIR, XRD, SEM dan uji Adsorpsi. Variasi asam fosfat yang dilakukan yaitu 0%, 8%, 10% dan 12%. Hasil terbaik diperoleh pada variasi konsentrasi 12% dengan nilai kadar air 6,92%, kadar zat mudah menguap 16,11%, kadar abu sebesar 7,47%, dan kadar karbon murni 76,42%. Untuk uji karaterisasi FTIR menghasilkan gugus fungsi O-H asam karboksilat, N-H amina, C=C cincin aromatik, C=C alkena, C-H alkana, C-O asam karboksilat, dan C-H cincin aromatik. XRD menunjukkan fasa kristal yang berbentuk kubik, dan uji SEM menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi asam fosfat menjadikan karbon aktif memiliki pori-pori yang lebih banyak. Hasil adsorpsi menunjukkan beberapa parameter telah memenuhi standar PERMENKES Tahun 2017 tentang air bersih diantaranya warna dan Besi (Fe) dengan persentase penurunan warna sebesar 97,5% dan Besi (Fe) sebesar 86,21%.
EFEKTIVITAS BIJI KELOR PADA PROSES KOAGULASI UNTUK PENURUNAN KEKERUHAN, LOGAM (Fe), DAN ZAT ORGANIK (KMnO4) PADA AIR Lili Anriani Harahap; Ratni Sirait; Ridwan Yusuf Lubis
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 8 No. 2 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas Biji Kelor pada Proses Koagulasi Untuk Penurunan Kekeruhan, Logam (Fe), dan Zat Organik (KMnO4) Pada Air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biji kelor (Moringa oleifera) yang digunakan sebagai koagulan untuk penjernihan air. Penjernihan air dilakukan menggunakan air sungai yang tidak memenuhi standar kualitas air bersih pada parameter kekeruhan, kandungan logam (Fe), dan zat organik (KMnO4). Bahan penyaring yang digunakan berupa pasir silika dan zeolit. Aliran dibuat kontiniu pada aquarium dilengkapi dengan kran yang dihubungkan dengan filter sehingga air mengalir secara gravitasi. Prosedur penelitian diawali dengan preparasi biji kelor kemudian penjernihan dilakukan dengan dua tahapan yaitu koagulasi dan filtrasi. Berdasarkan hasil penelitian penjernihan air dengan biji kelor didapatkan hasil optimum pada sampel dengan serbuk biji kelor sebanyak 0,4 g/L menghasilkan nilai kekeruhan 3 NTU, logam Fe 0,301 g/L dan Zat Organik 4,07 g/L hasil ini telah memenuhi standar kualitas air bersih sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2017.