Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMUDA DAN JAWARA DALAM POLITIK BANTEN WITANTRA, ARI PANDU; NESIA, ANDIN
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku A- Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.072 KB)

Abstract

Kesuksesan salah satu Dinasti politik yang berkembang di Banten tidak lepas dari peran pemuda dan jawara. Dinasti yang terbentuk di Provinsi ke 33 Republik Indonesia ini diantaranya diprakarsai oleh Alm. H. Tb. Chasan Sochieb, sang Gubernur Jenderal Provinsi Banten. Dalam membentuk dan melanggengkan keberadaan dinasti ini mereka berusaha memastikan anggota keluarganya menjadi bagian dari kepala daerah dari pemerintahan yang ada di Provinsi Banten. Andika Hazrumy yang merupakan cucu dari H. Tb. Chasan Sochieb mengambil bagian penting dalam pemerintahan Provinsi Banten. setelah menjadi anggota DPD-RI, Andika sukses masuk dalam jajaran anggota DPR RI 2014-2019. Saat ini Andika juga sudah terdaftar menjadi calon Wakil Gubernur Banten bersanding dengan Wahidin Halim pada pilkada serentak 2017 mendatang. Alm. H. Tb. Chasan Sochieb membentuk dinastinya di Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Tangerang Selatan dan pusat pemerintahan Provinsi Banten. Kesuksesan Chasan Sochieb Dalam melanggengkan dinastinya diraih dengan upaya menghimpun Pendekar dan Jawara dalam proses perpolitikan di Banten. Dalam proses pemenangan Pilkada 2017 mendatang, jaringan ini masih akan digunakan oleh Dinasti ini, ditambah Jaringan Pemuda yang telah dihimpun oleh Andika sejak 2007. Paper ini akan membahas bagaimana keterlibatan Pemuda dan Jawara dalam memenangkan praktik politik di Banten. Sejauh mana Pemuda dan Jawara mengambil peran politik dalam memenangkan satu dan beberapa calon kepala daerah sekaligus untuk terpilih menjadi kepala daerah dan Anggota Legislatif di Banten, serta bagaimana mereka mengkoordiir suara pemilih hingga mengalahkan citra Dinasti yang sudah dianggap kurang baik oleh kebanyakan masyarakat.
High Performance Work Dan Peningkatan Kinerja Birokrasi Andin Nesia; Arenawati Arenawati
Jurnal Administrasi Publik Vol 4, No 2 (2013): JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.536 KB) | DOI: 10.31506/jap.v4i2.2364

Abstract

Birokrasi sebagai suatu sistem pengorganisasian aparatur negaramemiliki sejumlah permasalahan terkait dengan kinerja. Permasalahan yangsering mendapat sorotan adalah birokrasi cenderung statis, sering terjadi maladministrasiyang menjurus pada praktek korupsi, kolusi dan nepotisme,pemborosan sumber-sumber keuangan, kualitas kerja rendah, lamban, biayamahal, boros dan miskin informasi. Kondisi tersebut tentunya membuat citrabirokrasi di mata masyarakat menjadi kurang baik. Lahirnya pardigma New PublicManagement memungkin birokrasi untuk menerapkan pola-pola kerja perusahaanswasta dalam organisasi pemerintah untuk memperbaiki kinerjanya. HighPerformance Work System atau sistem pekerjaan berkinerja tinggi adalah sistempekerjaan yang memaksimalkan sistem sosial perusahaan dengan sistem teknisperusahaan. Dengan menerapkan cara-cara swasta dalam birokrasi diharapkankinerja birokrasi menjadi lebih baik.
Strategi Komunikasi BKKBN Provinsi Banten Dalam Menanggulangi Stunting di Desa Bayumundu, Pandeglang Meisya Putri Nur Fachrisa; Nia Kania Kurniawati; Andin Nesia
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 1 Issue 1, April 2019
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.363 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v1i1.7767

Abstract

Lack of public awareness of the high prevalence of stunting makes the government carry out the National Movement for the Prevention through BKKBN. Pandeglang Regency is a stunting intervention area, one of which is the village of Bayumundu. BKKBN of Banten Province has created a program of optimizing the care of the First 1000 Days of Life (HPK) through outreach activities. The purpose of this research was to find out how the communication strategy of the BKKBN of Banten Province in Promoting the 1000 HPK Optimization Program to Overcome Stunting in Bayumundu Village Pandeglang. The focus of this research is to find is how the introduction of audiences, strategies for composing messages, strategies for using communication methods, and media selection (Anwar Arifin). The research method used is descriptive method with a qualitative approach. Researchers collect data by interview, observation, and documentation. The results of this research BKKBN of Banten Province are (1) introduced audiences based on characteristics and types of target audiences. (2) compiled messages by paying attention to language, religious values, community knowledge and the environment. (3) conveyed communication messages with informative and educational methods. (4) selected and uses media adapted to the type of audience, namely general and special audiences.Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap tingginya prevalensi stunting atau permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, membuat pemerintah melakukan Gerakan Nasional Pencegahan Stunting yang digulirkan pemerintah pusat ke daerah melalui BKKBN. Sebagai langkah awal pada tahun 2018 sebanyak 100 kabupaten/kota dan 1000 desa telah terpilih sebagai fokus area intervensi stunting. Kabupaten Pandeglang menjadi daerah terinvensi stunting salah satunya adalah desa Bayumundu. BKKBN Provinsi Banten membuat program pengoptimalan pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui kegiatan sosialisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang BKKBN Provinsi Banten Dalam Mensosialisasikan Program Pengoptimalan 1000 HPK Untuk Menanggulangi Stunting di Desa Bayumundu Pandeglang. Fokus penelitian ini mengetahui strategi komunikasi yang dikemukakan Anwar Arifin adalah bagaimana Pengenalan khalayak, strategi menyusun pesan, strategi penggunaan metode komunikasi, dan strategi seleksi dan penggunaan media yang digunakan BKKBN Provinsi Banten dalam mensosialisasikan program 1000 HPK untuk menanggulangi stunting di desa Bayumundu Pandeglang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti mengumpulkan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah (1) BKKBN Provinsi Banten melakukan pengenalan khalayak berdasarkan kharakteristik dan tipe khalayak sasaran. (2) BKKBN Provinsi Banten menyusun pesan dengan memperhatikan bahasa, nilai religious, pengetahuan masyarakat dan lingkungan. (3) BKKBN Provinsi Banten menyampaikan pesan komunikasi dengan metode informatif dan edukasi. (4) BKKBN Provinsi Banten melakukan seleksi dan penggunaan media disesuaikan dengan jenis khalayak yakni khalayak umum dan khusus.
MANAJEMEN KOMUNIKASI PENERANGAN HUKUM (PENKUM) HUMAS KEJAKSAAN TINGGI BANTEN BAGI GENERASI BANGSA Muhtadi, Adi; Yusanto, Yoki; Nesia, Andin
JURNAL KEBANGSAAN RI Vol. 1 No. 2 (2024): JURNAL KEBANGSAAN RI
Publisher : LEMBAGA PUSAT KAJIAN KEBANGSAAN/PUSKAB UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menghadapi tingginya angka kriminalitas di kalangan siswa, Kejaksaan Tinggi (Kejati)  Banten menggunakan manajemen Penkum (Penerangan Hukum) sebagai upaya menurunkan tingkat kejadian. Melalui pendekatan holistik dengan pola pemberian pemahaman hukum yang akurat dan efektif kepada generasi muda, terutama pencegahan tindak  bullying dan tawuran. Pendekatan ini mencerminkan komitmen serius lembaga terhadap penyuluhan hukum yang berkelanjutan dan relevan dengan karakteristik generasi Z. Relevam dengan itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan manajemen Humas. Penelitian menunjukkan Kejati Banten mengadopsi pendekatan holistik dalam manajemen komunikasi penerangan hukum, dimulai dengan fact finding yang melibatkan pencarian data pelanggaran hukum dari berbagai sumber. Proses planning melibatkan formulasi manajemen berdasarkan data yang ditemukan, termasuk pemetaan sekolah, penentuan wilayah, dan perencanaan anggaran yang matang. Tahap communicating melibatkan kegiatan sosialisasi teratur dengan melibatkan berbagai pihak, dan menggunakan narasumber yang sesuai dengan karakteristik generasi Z. Evaluasi terintegrasi sebagai bagian penting dari manajemen, dengan pemantauan efektivitas dan efisiensi kegiatan, serta penyesuaian berdasarkan hambatan yang diidentifikasi. Keseluruhan pendekatan ini bertujuan untuk mencegah tindak kejahatan, terutama bully dan tawuran, dengan fokus pemahaman masyarakat pada kepastian dan kontribusi hukum dalam menciptakan ketertiban.  
Sosialisasi Pembuatan Tepung Mocaf Sebagai Alternatif Pengganti Tepung Terigu Pada Kelompok Tani Sumber Jaya Tani, Kabupaten Serang Nesia, Andin; Praceka, Puspita Asri; Witantra, Ari Pandu
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Issue 2, December 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v4i2.30234

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk menggali potensi tepung mocaf sebagai solusi pangan alternatif yang lebih sehat dan berkelanjutan. Melalui serangkaian kegiatan sosialisasi kepada Kelompok Tani Sumber Jaya Tani, anggota kelompok diajak untuk memahami secara mendalam mengenai kandungan nutrisi tepung mocaf yang kaya serat dan rendah gluten, dibandingkan dengan tepung terigu. Selain itu, berbagai contoh produk olahan berbahan dasar tepung mocaf, mulai dari kue, mie, hingga bakso, diperkenalkan untuk menginspirasi masyarakat menciptakan inovasi kuliner baru. Diharapkan, melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya lebih mengenal tepung mocaf, tetapi juga termotivasi untuk memanfaatkan sumber daya lokal, mengurangi ketergantungan pada produk impor, serta mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat dengan mengonsumsi pangan berbasis tepung mocaf. Potensi tepung mocaf tidak hanya terbatas pada konsumsi rumah tangga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
MANAJEMEN KOMUNIKASI PENERANGAN HUKUM (PENKUM) HUMAS KEJAKSAAN TINGGI BANTEN BAGI GENERASI BANGSA Muhtadi, Adi; Yusanto, Yoki; Nesia, Andin
JURNAL KEBANGSAAN RI Vol. 1 No. 2 (2024): JURNAL KEBANGSAAN RI
Publisher : LEMBAGA PUSAT KAJIAN KEBANGSAAN/PUSKAB UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/jkri.v1i2.3405

Abstract

Menghadapi tingginya angka kriminalitas di kalangan siswa, Kejaksaan Tinggi (Kejati)  Banten menggunakan manajemen Penkum (Penerangan Hukum) sebagai upaya menurunkan tingkat kejadian. Melalui pendekatan holistik dengan pola pemberian pemahaman hukum yang akurat dan efektif kepada generasi muda, terutama pencegahan tindak  bullying dan tawuran. Pendekatan ini mencerminkan komitmen serius lembaga terhadap penyuluhan hukum yang berkelanjutan dan relevan dengan karakteristik generasi Z. Relevam dengan itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan manajemen Humas. Penelitian menunjukkan Kejati Banten mengadopsi pendekatan holistik dalam manajemen komunikasi penerangan hukum, dimulai dengan fact finding yang melibatkan pencarian data pelanggaran hukum dari berbagai sumber. Proses planning melibatkan formulasi manajemen berdasarkan data yang ditemukan, termasuk pemetaan sekolah, penentuan wilayah, dan perencanaan anggaran yang matang. Tahap communicating melibatkan kegiatan sosialisasi teratur dengan melibatkan berbagai pihak, dan menggunakan narasumber yang sesuai dengan karakteristik generasi Z. Evaluasi terintegrasi sebagai bagian penting dari manajemen, dengan pemantauan efektivitas dan efisiensi kegiatan, serta penyesuaian berdasarkan hambatan yang diidentifikasi. Keseluruhan pendekatan ini bertujuan untuk mencegah tindak kejahatan, terutama bully dan tawuran, dengan fokus pemahaman masyarakat pada kepastian dan kontribusi hukum dalam menciptakan ketertiban.  
Influencer di Era Digital : Efek Arief Muhammad terhadap Pembelian Preppstudio Ryansyah, Muhammad Alfian; Ardha, Berliani; Nesia, Andin
Marcommers : Jurnal Marketing Communication and Advertising Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/marcommers.v14i1.33521

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer marketing yang dilakukan oleh Arief Muhammad terhadap keputusan pembelian produk fashion Preppstudio. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei dan menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama. Sampel sebanyak 100 responden diambil dari followers akun Instagram @ariefmuhammad yang juga mengikuti akun @preppstudio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara influencer marketing dan keputusan pembelian, terutama pada dimensi visibility dan credibility. Analisis regresi linier sederhana menunjukkan kontribusi influencer marketing sebesar 34,5% terhadap keputusan pembelian. Temuan ini menunjukkan bahwa kepercayaan, kedekatan emosional, dan gaya komunikasi influencer menjadi elemen penting dalam membentuk keputusan konsumen di era digital. Strategi pemasaran berbasis individu seperti ini terbukti efektif dalam menjangkau audiens muda dan membangun loyalitas merek.