Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : malcom indonesian journal of machine learning and computer science

Benchmarking XGBoost dan Random Forest untuk Prediksi Tingkat Stres dari Parameter Fisiologis Tidur: Benchmarking XGBoost and Random Forest for Stress Level Prediction Based on Sleep Physiological Parameters Tamboto, Stanley Alexsander; Jaya, Safitri
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 6 No. 3 (2026): MALCOM July 2026
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v6i3.2783

Abstract

Stres adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang semakin meningkat di masyarakat. Kondisi fisiologis saat tidur dapat menjadi indikator tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja metode XGBoost dan Random Forest dalam memprediksi tingkat stres yang diklasifikasikan ke dalam lima kategori, yaitu normal, ringan, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Data yang digunakan berupa data numerik dengan delapan fitur fisiologis, meliputi snoring rate, respiration rate, body temperature, limb movement, blood oxygen, rapid eye movement, sleeping hours, dan heart rate. Metodologi penelitian mencakup preprocessing data melalui normalisasi dan pembagian data, serta evaluasi kinerja model menggunakan metrik accuracy, precision, recall,  F1-score, serta confusion matrix. Penelitian ini juga melakukan analisis korelasi pada setiap fitur untuk mengetahui hubungan antara parameter fisiologis dan tingkat stres. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model menghasilkan akurasi sebesar 98%, namun Random Forest memiliki kinerja yang lebih stabil berdasarkan cross-validation dengan nilai rata-rata 99,2% dibandingkan dengan XGBoost sebesar 98,7%. Analisis feature importance menunjukkan bahwa snoring rate merupakan fitur paling dominan, serta terdapat korelasi positif dan negatif antarparameter terhadap tingkat stres. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Random Forest lebih unggul dalam hal stabilitas model dan berpotensi digunakan untuk memprediksi tingkat stres berbasis data fisiologis tidur.
IndoBERT vs SVM: Analisis Sentimen Komentar Penonton Film Penyalin Cahaya: IndoBERT vs SVM: Sentiment Analysis of Audience Comments on the Film Photocopier Rahmadi, Daffa Junichi; Jaya, Safitri
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 6 No. 3 (2026): MALCOM July 2026
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v6i3.2784

Abstract

Penelitian ini membuktikan keunggulan Indonesian Bidirectional Encoder Representations from Transformers (IndoBERT) dibandingkan dengan Support Vector Machine (SVM) dalam analisis sentimen pada data komentar di platform digital, khususnya terkait isu yang diangkat dalam film Penyalin Cahaya. Data untuk penelitian ini diperoleh melalui scraping dari lima platform digital, dengan total 12.473 komentar. Tahap preprocessing yang diterapkan meliputi cleaning, normalization, tokenization, penghapusan stopword, dan stemming. Untuk mengatasi ketidakseimbangan data, penelitian ini menggunakan metode Random Over-Sampling (ROS) dan Synthetic Minority Over-Sampling Technique (SMOTE). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa IndoBERT memperoleh nilai F1-Score 0.80, sedangkan SVM memperoleh 0.74. Meskipun kedua model memiliki nilai AUC sebesar 0.94. IndoBERT memiliki performa yang lebih baik dalam memahami konteks kalimat, khususnya pada sentimen netral dan negatif. IndoBERT juga lebih unggul dalam menghasilkan prediksi yang lebih akurat dan seimbang pada setiap kategori sentimen. Hasil analisis juga memperlihatkan bahwa opini publik didominasi oleh sentimen positif yang mencerminkan apresiasi terhadap film serta dukungan terhadap isu yang diangkat.