Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

PENINGKATAN EFISIENSI GENERATOR INDUKSI DENGAN BEBAN KAPASITIF Prian Gagani Chamdareno; Erwin Dermawan; Budiyanto Budiyanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dibahas suatu motor induksi yang dimanfaatkan sebagai generator induksi dengan memodifikasi pemodelan motor strip penggerak menjadi generator penghasil energi listrik dengan memanfaatkan motor-motor yang ada dipasaran. Kelebihan generator induksi dibandingkan generator sinkron adalah dalam hal kontruksinya yang sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakteristik generator induksi pada keadaan tanpa beban dan berbeban. Sebuah eksperimen generator induksi telah dilakukan. Metode yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan sisa fluks magnet di rotor dan memasang kapasitor pada kumparan stator di generator induksi. Hasil pengujian tanpa beban pada generator induksi tiga fasa 0,25 HP besarnya nilai kapasitor minimal adalah 10,00 μF untuk menghasilkan tegangan 220 Volt. Sedangkan, hasil pengujian dengan beban resistif 9680,00
Perbandingan Kinerja Konverter Buck Boost Dan Konverter Sepic Sebagai Charger Baterai Berbasis Panel Surya Deni Almanda; Prian Gagani Chamdareno
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan konverter harus memiliki beberapa kriteria, yaitu integrasi konverter yang mudah, dapat mengurangi komponen yang tidak terlalu diperlukan, rippel arus keluaran yang rendah, dan kemudian terjaganya karakteristik DC– DC. Pada penelitian ini akan membandingkan kinerja konverter buck boost dengan konverter sepic dengan menggunakan baterai yang me(1)miliki kapasitas 6 AH, 12 V. Pada pengisian baterai menggunakan buck boost konverter peningkatan tegangan yang signifikan pada awal pengisian baterai yaitu saat tegangan 12.25 V sampai tegangan mencapai 12.55 V dan pengisian baterai mencapai maksimal pada 12.71 V. Waktu yang diperlukan untuk melakukan proses pengisian baterai yaitu 130 menit. Sedangkan pengisian baterai menggunakan sepic konverter peningkatan tegangan yang signifikan pada awal pengisian baterai yaitu saat tegangan 12.22 V sampai tegangan mencapai 12.56 V dan pengisian baterai mencapai maksimal pada 12.71 V. Waktu yang telah dibutuhkan untuk melakukan proses pengisian menggunakan konverter sepic lebih lama bila dibandingkan dengan konverter buck boost yaitu 135 menit. Sehingga Konverter buck boost memiliki keandalan yang lebih baik dari konverter sepic. Selain rangkaian buck boost lebih sederhana, lebih murah,pengisian baterai dengan buck boost juga lebih cepat dari konverter sepic yaitu 5 menit lebih cepat.
PENDINGIN UNTUK PENINGKATAN DAYA KELUARAN PANEL SURYA Haris Isyanto; Budiyanto Budiyanto; Fadliondi Fadliondi; Prian Gagani Chamdareno
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi matahari adalah salah satu sumber energi yang bisa diperbaharui yang memiliki banyak keuntungan. Meskipun demikian, luaran daya masih rendah. Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah bahwa saat ini kebutuhan energy terbarukan semakin meningkat dan sinar matahari merupakan sumber energi yang sangat melimpah terutama di negara yang terletak di garis khatulistiwa, akan tetapi panas yang berlebihan bias mengurangi daya keluaran panel surya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan daya keluaran panel surya dengan metode pendinginan. Hasil yang didapatkan adalah bahwa secara keseluruhan, ketika suhu turun, tegangan open circuit, tegangan saat maximum power dan daya maksimum meningkat. Pada suhu 40oC, tegangan saat maximum power dan tegangan open circuit masing masing adalah 17,5 V dan 22 V dan daya maksimum adalah 10 W. Ketika suhu turun ke 20oC, tegangan saat maximum power dan tegangan open circuit meningkat masing-masing ke 20 V dan 24 V. Daya keluaran meningkat ke 12 W ketika suhu turun ke 20oC. kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dengan penambahan pendinginan pada panel surya, daya keluaran dari panel surya meningkat karena ketika suhu turun, tegangan open circuit dari panel surya meningkat sehingga secara otomatis daya keluaran juga meningkat karena daya merupakan perkalian dari arus dan tegangan.
STUDI EKSPERIMEN TERHADAP PANEL SURYA DAN INVERTER Prian Gagani Chamdareno; Budiyanto Budiyanto; Fadliondi Fadliondi; Haris Isyanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi surya telah menjadi objek populer penelitian dalam bidang energi terbarukan. Latar belakang dari penelitian ini adalah bahwa ketersediaan bahan bakar fosil  yang semakin sedikit mengakibatkan kebutuhan terhadap sumber energi baru meningkat. Salah satu sumber energi baru adalah sinar matahari yang ketersediaannya sangat melimpah terutama pada daerah yang terletak di garis khatulistiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik tegangan arus searah yang kemudian dikonversikan ke tegangan arus bolak balik. Sebuah eksperimen panel surya telah dilakukan. Metode yang dilakukan adalah dengan memaparkan panel surya terhadap sinar matahari lalu luaran dari panel surya dimasukkan ke converter. Ketika iradiasi meningkat dari 198 W/m2 ke 990 W/m2, arus shor circuit dan arus saat daya mencapai maksimum, masing-masing meningkat ke 0,7 A dan 0,6 A. sementara itu, tegangan open circuit meningkat sangat sedikit sekali ke 20 V. Daya maksimum meningkat ke 11 W saat iradiasi naik ke 990 W/m2. Tegangan baterai meningkat, sementara itu arus berkurang selama pengisian. Tegangan bermula dari 12,6 V dan meningkat secara drastis ke 12,8 V dalam 30 menit sebelum menjadi hampir konstan selama 2 jam. Lalu, ia meningkat secara cepat ke nilai maksimum sekitar 13, 6 V dalam 1,5 jam. Di sisi lain, arus bermula di sekitar 0,45 A dan berkurang secara perlahan ke 0,3 A dalam 3 jam sebelum ia jatuh secara drastis ke 0,1 A dalam waktu 1 jam. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa energi sinar matahari berhasil dikonversikan ke energi listrik arus searah yang kemudian disimpan dalam baterai lalu diubah ke arus bolak balik dengan memakai converter.