Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Fon

UNSUR INTRINSIK PADA CERPEN MENJELANG LEBARAN, MBOK JAH, DAN DRS CITRAKSI DAN DRS CITRAKSA KARYA UMAR KAYAM SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMA Sun Suntini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/reevqv97

Abstract

Rumusan masalah penelitian ini yaitu. 1) Bagaimana unsur intrinsik pada cerpen Menjelang Lebaran, Mbok Jah, dan Drs Citraksi dan Drs Citraksa karya Umar Kayam? 2) Apakah unsur intrinsik pada cerpen Menjelang Lebaran, Mbok Jah, dan Drs Citraksi dan Drs Citraksa karya Umar Kayam dapat dijadikan alternatif bahan ajar Bahasa Indonesia di SMA? Tujuan Penelitian 1) Untuk mengetahui uiunsur intrinsik pada cerpen Menjelang Lebaran, Mbok Jah, dan Drs Citraksi dan Drs Citraksa karya Umar Kayam. 2) Untuk mengetahui apakah unsur intrinsik pada cerpen Menjelang Lebaran, Mbok Jah, dan Drs Citraksi dan Drs Citraksa karya Umar Kayam dapat dijadikan alternatif bahan ajar Bahasa Indonesia di SMA. Populasi dalam penelitian ini adalah cerpen “Menjelang Lebaran”, “Mbok Jah”, dan “Drs Citraksi dan Drs Citraksa” karya Umar Kayam, sedangkan sampelnya yaitu unsur instrinsik pada cerpen “Menjelang Lebaran”, “Mbok Jah”, dan “Drs Citraksi dan Drs Citraksa”. Metode penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analisis. Adapun dalam pelaksanaanya menggunakan teknik studi pustaka dan dokumentasi yaitu dengan cara ini, kemudian dilakukan analisis ke tiga cerpen “Menjelang Lebaran”, “Mbok Jah”, dan “Drs Citraksi dan Drs Citraksa”, langkah selanjutnya menyesuaikan unsur instrinsik dengan KIKD, menyesuaikan unsur instrinsik dengan Psikologi Perkembangan, dan psikolinguistik. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut. 1) Analisis unsur instrinsik pada cerpen “Menjelang Lebaran”,“Mbok Jah”, dan “Drs Citraksi dan Drs Citraksa” karya Umar Kayam sangat detail, maka dari itu penulis tidak bisa meringkas satu persatu hasil dari analisis unsur instrinsik pada abstrak. 2) Kesesuaian unsur instrinsik cerpen “Menjelang Lebaran”, “Mbok Jah”, dan “Drs Citraksi dan Drs Citraksa”, dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA, maka dapat penulis simpulkan bahwa unsur instrinsik pada ketiga cerpen tersebut sesuai dengan (KI KD), yaitu sesuai di kelas XI SMA bagian wajib. 3) Kesesuaian unsur instrinsik pada cerpen “Menjelang Lebaran”, “Mbok Jah”, dan “Drs Citraksi dan Drs Citraksa” karya Umar Kayam dengan Psikologi Perkembangan, disimpulkan bahwa unsur Instrinsik pada cerpen tersebut cocok untuk psikologi perkembangan pada fase perkembangan usia 14-21 maka dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar bahasa Indonesia di SMA. 4) Kesesuaian unsur Instrinsik pada cerpen “Menjelang Lebaran”,“Mbok Jah”,dan“Drs Citraksi dan Drs Citraksa” karya Umar Kayam dengan Psikolinguistik sesuai untuk usia 14-21 karena pada usia seperti itu anak sudah menerima pengajaran tentang bahasa/mahir, maka unsur instrinsik cerpen dijadikan sebagai alternatif bahan ajar bahasa Indonesia di SMA.
NILAI MORAL DALAM NASKAH DRAMA “SOBRAT” KARYA ARTHUR S. NALAN (Sebuah Kajian Perspektif Akhlak Islam ditinjau dari Tema, Karakter Tokoh, Konflik, dan Amanat) Sun Suntini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/a21k2j53

Abstract

Masalahdalam penelitian ini adalah : 1) bagaimanakah tema dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan?; 2) bagaimanakah karakter tokoh dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan?; 3) bagaimanakah konflik dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan?; 4) bagaimanakah amanat dalam naskah drama ”Sobrat” karya Arthur S. Nalan?; 5) bagaimanakah nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan?.Tujuan penelitian ini adalah : 1) ingin mengetahui tema dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan; 2) ingin mengetahui karakter tokoh dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan; 3) ingin mengetahui konflik dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan; 4) ingin mengetahui amanat dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan; 5) ingin mengetahui nilai moral dalam naskah drama “Sobrat”karya Arthur. S. Nalan.Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Teknik penelitian ini adalah teknik pemerolehan data (studi kepustakaan dan dokumentasi) dan teknik pengolahan data.Populasi dalam penelitian ini adalah naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan.Sampel dalam penelitian ini adalah unsur intrinsik tema, tokoh dan karakter tokoh, konflik dan amanat dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan.Simpulan : 1) tema dalam naskah drama “Sobrat” adalah kegagalan manusia dalam mengendalikan keinginan dan hawa nafsunya; 2) Karakter tokoh Sobrat dalam naskah drama “Sobrat” adalah baik, hormat pada ibu dan sayang pada sesama tapi kemudian mengalami pergeseran menjadi jahat. Karakter tokoh Rasminah dalam naskah drama “Sobrat” adalah baik, lugu, dan pasrah pada kenyataan.Karakter tokoh Inang dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat.Karakter tokoh Mongkleng dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat.Karakter Surobromo dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat.Karakter Mandor Bokop dalam naskah drama “Sobrat” adalah keji.Karakter Mandor Burik dalam naskah drama “Sobrat” adalah keji dan kejam. Karakter Silbi dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat ; 3) Konflik dalam naskah drama “Sobrat” adalah sebagai berikut. (1) Konflik batin Sobrat adalah konflik mendekat-menjauh. Konflik berakhir dengan penyesalan Sobrat karena meninggalkan ibunya.(2) Konflik Sobrat dengan para mandor adalah konflik (konflik fisik) mendekat-menjauh.Konflik Sobrat dengan para mandor berakhir dengan takluknya para mandor kepada Sobrat.(3) Konflik Sobrat dengan Silbi adalah konflik mendekat-menjauh (konflik fisik).Konflik Sobrat dengan Silbi berakhir dengan kebutaan dan ketulian Sobrat.(4) Konflik Sobrat dengan moral adalah konflik menjauh-mendekat. Konflik berakhir dengan kembalinya Sobrat kepada ajaran agama Islam; 4) Amanat dalam naskah drama “Sobrat” adalah menuruti perintah orangtua, jangan menuruti hawa nafsu, jangan menyekutukan Tuhan, hindari perjudian dan perzinahan, bertawakal atas ujian yang diberikan, selalu bersyabar, bersyukur, dan berdoa; 5) Nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” yang mencakup akhlak terpuji adalah menauhidkan Allah, bersabar dan bersyukur, menuruti perintah orang tua, berbuat baik dan suka menolong sesama. Nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” yang mencakup akhlak tercela adalah menyekutukan Tuhan, melakukan perjudian dan perzinahan, tidak menuruti nasihat orangtua, berbohong, berlaku keji, sombong, tidakmenyelesaikan permasalahan dengan musyawarah, tidak mencintai perdamaian, menganiaya hewan.
PENYUSUNAN BAHAN AJAR PRAGMATIK BERDASARKAN ANALISIS BAHASA PADA JEJARING SOSIAL Sun Suntini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/7pny5t19

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan modul pragmatik berdasarkan analisis bahasa pada jejaring sosial facebook. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method, yaitu metode kombinasi antara kualitatif deskriptif analitis dan kuantitatif eksperimen. Beberapa tahapan dalam penelitian ini sebagai berikut (1) analisis teoritis dan praktis (2) analisis bahasa pragmatik pada jejaring sosial facebook (3) analisis kebutuhan bahan ajar terhadap mahasiswa dan dosen (4) penyusunsn bahan ajar pragmatik (5) penilaian oleh dosen dan ahli (6) perbaikan (7) uji coba keefektifan produk terhadap mahasiswa. Hasil penelitian ini dapat disajikan sebagai berikut. (1) Hasil dari analisis dapat disimpulkan profil bahasa pragmatik pada jejaring sosial facebook, didapat, dari 140 data yang dianalisis terdapat 65 deiksis dengan pembagian deiksis persona 37 data, deiksis ruang 7 data, deiksis waktu 21 data, praanggapan sebanyak 30 data, tindak ujar 36 data, dan implikatur percakapan 9 data. Dari jumlah tersebut dapat disimpulkan bahwa para pengguna jejaring sosial facebook lebih banyak menggunakan deiksis terutama deiksis persona. Deiksis persona yang banyak digunakan yaitu persona pertama aku, ku-, dan ku-. Sesuai dalam teori bahwa penggunan kata aku, ku-, dan ku- , digunakan dalam situasi santai, hasil analisis ini juga menunjukan bahwa bahasa yang digunakan oleh pengguna jejaring sosial facebook kebanyakan bahasa yang mereka gunakan santai, tidak resmi, bahkan banyak yang menggunakan bahasa alay.(2)rata-rata skor hasil anlisis kebutuhan bahan ajar mahsiswa 53 termasuk kategori sangat membutuhakan bahan ajar, sedangkan skor analisis kebutuhan dosen 61 kategori sangat menbutuhakan bahan ajar.(3) hasil penilaian dosen dan ahli yakni, ada perbaikan diantaranya perbaikan cover, gamabar dan ilustrasi, penggunaan kalimat yang efektif, perbedaan warna huruf.(4) Produk yang dihasilkan berupa modul untuk empat kegiatan yaitu deiksis, praanggapan, tindak ujar, dan implikatur percakapan (5) hasil uji coba terhadap mahasiswa yaitu skor rata-rata pretest 63 (C) dan posttest 73 (B) sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar modul pragmatik berdasarkan analisis bahasa jejaring sosial facebook efektif dijadikan bahan ajar.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE BAHASA DI DESA SINDANGJAWA KECAMATAN DUKUH PUNTANG KABUPATEN CIREBON Sun Suntini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/bz01gn76

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada alih kode dan campur kode masyarakat Desa Sindangjawa Kecamatan Dukuh Puntang Kabupaten Cirebon. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk alih kode dan campur kode pada masyarakat desa sindangjawa serta faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode dan alih kode di desa tersebut. Beberapa tahapan dalam penelitian ini sebagai berikut (1) analisis teoritis (2) pengumpulan data dengan pengamatan dan wawancara (3) analisis data hasil pengamatan dan wawancara. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metede deskriptif analitis yaitu penelitian yang bermaksud untuk menggambarkan mengenai situasi atau kejadian-kejadian suatu subjek yang mengandung fenomena. Hasil penelitian ini adalah (1) Hasil pengamatan dan wawancara peneliti berhasil mengamati dan mewawancarai sepuluh orang warga , tiga orang laki-laki dan tujuh orang perempuan (2) hasil analisis data terdapat gejala alih kode dan gejala campur kode. Gejala alih kode yaitu dari bahasa Sunda beralih ke bahasa Indonesia dan sebaliknya dari bahasa Indonesia beralih ke bahasa Sunda. Gejala campur kode adanya bahasa yang dicampur antara bahasa Jawa dengan bahasa Sunda, bahasa Indonesia dengan bahasa Sunda,dan bahasa Jawa dengan bahasa Indonesia. Gejala alih kode dan campur kode terjadi pada pembicaraan santai sedangkan pada acara resmi digunakan bahasa Indonesia walaupun kadang terdapat sedikit bahasa Jawa atau Sunda yang masuk dalam bahasa Indonesia, tetapi secara umum pada saat resmi semua warga menggunakan bahasa Indonesia. Faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode ada dua yaitu faktor sosial dan faktor situasional. Faktor sosial berhubungan dengan masyarakat itu sendiri sebagai pengguna bahasa, bahwa pada masyarakat desa Sindangjawa ada dua suku yaitu Sunda dan Jawa, mereka saling memahami bahasa yang mereka gunakan, orang Jawa mengerti bahasa Sunda dan orang Sundapun sebaliknyamengerti bahasa Jawa sehingga terjadilah alih kode dan campur kode. Faktor situasional yaitu faktor yang mempengaruhi pemakaian bahasa, siapa yang berbicara, dengan bahasa apa, kepada siapa, pada situasi apa, tema pembicaraan apa, tempat berbicara di mana.
Penggunaan Model Sinektik Untuk Meningkatkan Kemempuan Menulis Pada Pembelajaran Wacana Naratif Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah Jalaksana Tahun Ajaran 2014/2015 Sun Suntini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jae03979

Abstract

Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh siswa, dari keempat keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara,membaca dan menulis), menulis termasuk keterampilan berbahasa yang dianggap paling sulit. Menurut Tarigan (2008 : 22) menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambing-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang dan grafik tersebut. Jika kita membaca tentang teori-teori cara menulis memang sepertinya mudah tetapi ketika mulai menulis muncullah berbagai kesulitan diantaranya sulit mengembangkan ide, gagasan atau cara menyampaikan pesan. Hal ini dirasakan oleh semua orang termasuk para siswa yang sedang belajar menulis. Salah satu cara meningkatkan keterampilan menulis yaitu dengan menggunakan model pembelajaran sinektik. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu : 1). Bagaimanakan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model sinektik untuk meningkatkan kemampuan menulis pada pembelajaran wacana naratif siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Jalaksana tahun ajaran 2014/2015? 2). Bagaimanakah proses pembelajaran dengan menggunakan model sinektik untuk meningkatkan kemampuan menulis pada pembelajaran wacana naratif siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Jalaksana tahun ajaran 2014/2015? 3). Bagaimanakah hasil pembelajaran dengan menggunakan model sinektik untuk meningkatkan kemampuan menulis pada pembelajaran wacana naratif siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Jalaksana tahun ajaran 2014/2015?. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen yang digunakan yaitu observasi dan tes. Objek penelitian siswa SMK Muhammadiyah Jalaksana Tahun Ajaran 2014-2015 sebanyak 29 orang. Setelah dilaksanakan pembelajaran sebanyak tiga siklus, maka dapat disimpulkan bahwa hasil pembelajran pada siklus I, sebanyak lima siswa mendapatkan nilai di atas 70 dan 24 siswa masih di bawah 70 artinya baru 17, 24% siswa yang memiliki kemampuan menulis wacana naratif. Hasil dari siklus II, mengalami peningkatan sebanyak Sembilan siswa mendapatkan nilai di atas 70, dan 20 siswa masih di bawah 70 artinya 31,03% siswa yang memiliki kemampuan menulis wacana naratif. Hasil dari siklus III, mengalami lagi peningkatan sebanyak 14 siswa mendapatkan nilai di atas 70 dan 15 siswa masih di bawah 70, rata-rata nilai keseluruhan siswa 70, 79, maka pembelajaran pada siklus III dianggap berhasil. Berdasarkan hasil yang dicapai oleh siswa, maka dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran dengan model sinektik dapat meningkatkan kemampuan menuliswacana naratif siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Jalaksana Tahun Ajaran 2014-2015.
ANALISIS WACANA KRITIS PADA NOVEL “PEREMPUAN DI TITIK NOL” KARYA NAWAL EL SAADAWI DITINJAU DARI TOKOH DAN PERWATAKAN, KONFLIK SERTA AMANAT Sun Suntini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/hxhyys56

Abstract

Wacana merupakan satuan kebahasaan yang paling lengkap dan paling kompleks dibandingkan dengan satuan kebahasaan yang lain. Kompleks di sini artinya dalam wacana banyak sekali unsur pendukungnya, satuan pendukung kebahasaan yang lain diantaranya fonem, morfem, frasa, klausa, dan kalimat. Suatu tulisan dapat dikatakan wacana jika memenuhi syarat dalam pembentukan suatu wacana diantaranya adanya kohesi dan koherensi. Kohesi adalah kepaduan bentuk secara srtuktural contoh adanya referensi, substitusi, ellipsis, konjungsi dan sebagainya, sedangkan koherensi berhubungan dengan makna. Berdasarkan media penyampaiannya wacana dapat dibagi dua yaitu ada wacana lisan dan ada wacana tulis. Wacana lisan yaitu jenis wacana yang disampaikan secara lisan atau langsung, sedangkan wacana tulis yaitu wacana yang disampaikan melalui tulisan. Pada dasarnya wacana itu lisan karena pertama kali manusia berkomunikasi secara lisan, tetapi seiring perkembangan zaman saat ini lebih banyak wacana tulis dibandingkan wacana lisan. Analisis wacana kritis (AWK) adalah sebuah upaya atau proses untuk memberi penjelasan (realitas sosial) yang mau atau sedang dikaji oleh seseorang atau kelompok yang mempunyai tujuan tertentu untuk memperoleh yang diinginkan (Yoce Aliah Darma, 2009: 49). Analisis yang dimaksud adalah upaya pengungkapan maksud tersembunyi dari penulis yang mengemukakan suatu pernyataan. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimanakah perwatakan tokoh pada novel “perempuan di titik nol” karya Nawal el Saadawi ?2) Bagaimanakah konflik pada novel “perempuan di titik nol” karya Nawal el Saadawi ?3) Bagaimanakah amanat pada novel “perempuan di titik nol" karya Nawal el Saadawi?4) Bagaimanakah analisis wacana kritis pada perwatakan dalam novel “perempuan di titik nol” karya Nawal el Saadawi ?5) Bagaimanakah analisis wacana kritis pada konflik dalam novel “perempuan di titik nol” karya Nawal el Saadawi?6) Bagaimanakah analisis wacana kritis pada amanat dalam novel “perempuan di titik nol” karya Nawal el Saadawi?Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis. Objek penelitian ini adalah novel berjudul “Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal el-Saadawi”Setelah dilakukan penelitian terhadapa novel dengan cara dianalisis, hasil kesimpulannya yaitu 1) Tokoh laki-laki dalam novel ini mempunyai karakter cendering berkuasa dalam segala aspek kehidupan terutama menguasai perempuan banyak ketidakadilan yang dialami oleh perempuan.Tokoh perempuannya cenderung lemah sehingga mereka dengan mudah dikuasai dan ditindas oleh kaum laki-laki dan akhirnya mereka tidak percaya lagi dengan laki-laki dan ingin hidup bebas , mereka merasa ikatan rumahtangga merupakan perbudakan bagi kaum perempuan. konflik dalam novel ini terjadi anatar laki-laki dan perempuan dikarenakan kekuasaan laki-laki terhadap perempuan dan pada akhirnya perempuan kehilangan kepercayaan terhadap laki-laki. Amanat dari novel ini adalah tentang kekuasaan/hegemoni laki-laki terhadap perempuan dan akhirnya perempuan memilih jadi feminis.
PENGGUNAAN NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL SAADAWI SEBAGAI BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN WACANA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PBSI TAHUN AKADEMIK 2017/2018 Sun Suntini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/z570rk54

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pembelajaran, idealnya seorang pengajar membuat sendiri bahan ajar sesuai dengan materi yang akan diajarkan kepada peserta didik, sehingga mempermudah peserta didik dalam mempelajari materi. Sumber bahan ajar bisa dari buku, modul atau karya sastra misalnya hasil analisis novel karena novel merupakan karya sastra yang sarat makna. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari tahun lalu yang berjudul Analisis wacana kritis pada novel perempuan di titik nol larya Nawal el saadawi dilihat dari tokoh danperwatakan, konflik serta amanat.Selanjutnya hasil penelitian tersebut diujicobakan sebagai bahan ajar mata kuliah wacana dengan judul penelitian ini Penggunaan Novel Perempuan Di Titik Nol Karyanawal El Saadawi Sebagai Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Wacana Pada Mahasiswa Program Studi PBSI Tahun Akademik 2017/2018. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah hasil pembelajaran wacana bahasa Indonesia sebelum penggunaan bahan ajar hasil analisis novel perempuan di titik nol karya nawal el saadawi pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018? (2) Bagaimanakah hasil pembelajaran wacana bahasa Indonesia setelah penggunaan bahan ajar hasil analisis novel perempuan di titik nol karya nawal el saadawi pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018? (3) Apakah novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal el Saadawi efektif dalam pembeljaran mata kuliah wacana bahasa Indonesia pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Ingin mengetahui hasil pembelajaran Wacana bahasa Indonesia sebelum penggunaan bahan ajar hasil analisis novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal El Saadawi pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018. (2) Ingin mengetahui hasil pembelajaran wacana bahasa Indonesia setelah penggunaan bahan ajar hasil analisis novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal El Saadawi pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018.(3) Ingin mengethui efektifitas penggunaan bahan ajar hasil analisis novel perempuan di titik nol karya nawal el saadawi pada mahasiswa PBSI Uniku tahun ajaran 2017-2018. Hipotesis penelitian ini adalah penggunaan novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal el Saadwi sebagai bahan ajar mata kuliah Wacana Bahasa Indonesia pada mahasiswa prodi PBSI tahun ajaran 2017/2018 efektif digunakan dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu (1) Hasil pembelajaran wacana sebelum menggunakan novel Perempuan Dititik Nol sebagai bahan ajar rata-ratanya adalah 64,29. (2) Hasil pembelajaran wacana sesudah menggunakan novel Perempuan Dititik Nol sebagai bahan ajar rata-ratanya adalah 75,96. (3) Terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar analisis wacana yang cukup signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan Novel Perempuan Dititik Nol sebagai bahan ajar. Hal ini menunjukkan bahwa novel Perempuan Dititik Nol efektif digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran tersebut.
ANALISIS PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA SATU TAHUN SAMAPAI USIA LIMA TAHUN DI KELURAHAN Ajat Sudrajat; Sun Suntini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/3pk87q67

Abstract

Pemerolehan bahasa pertama sangat penting bagi seorang anak karena akan menentukan penguasaan bahasa kedua dan bahasa selanjutnya. Khusus di Indonesia bahasa pertama selalu identik dengan bahasa daerah, misalnya orang Sunda bahasa pertamanya bahasa Sunda atau orang Jawa bahasa pertamanya bahasa Jawa, namun seiring berjalannya waktu banyaknya perkawinan campuran, modernisasi dll saat ini banyak ibu-ibu yang mengajarkan bahasa pertamanya bukan bahasa daerah tetapi bahasa Indonesia bahkan bahasa Asing misalnya bahasa Inggris, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota besar lainnya, tetapi tidak menutup kemungkinan kota kecil pun sudah mulai jarang yang mengajarkan bahasa pertamanya bahasa daerah, contohnya di Kabupaten Kuningan banyak orang tua yang mengajarkan bahasa pertama bahasa Indonesia. Penelitian dibidang pemerolehan bahasa sangat jarang dilakukan oleh karen itu peneliti tertarik untuk meneliti pemerolehan bahasa pertama pada anak. Rumusan masalah pada penelitian ini ada tiga yaitu (1)Bagaimanakah pemerolahan bahasa secara fonologis pada ujaran anak usia satu tahun sampai lima tahun di Kelurahan Cigintung ?(2) Bagaimanakah pemerolehan bahasa secara morfologis pada ujaran anak usia satu tahun samapai lima tahun di Kelurahan Cigintung ?(3) Bagaimanakah pemerolehan bahasa secara sintaksis pada ujaran anak usia satu tahun sampai lima tahun di Kelurahan Cigintung?tujuan dari penelitian ini adalah (1)Untuk mendeskripsikan pemerolahan bahasa secara fonologis pada ujaran anak usia satu tahun sampai lima tahun di Kelurahan Cigintung (2)Untuk mendeskripsikan pemerolahan bahasa secara morfologis pada ujaran anak usia satu tahun sampai lima tahun di Kelurahan Cigintung (3) Untuk mendeskripsikan pemerolahan bahasa secara sintaksis pada ujaran anak usia satu tahun sampai lima tahun di Kelurahan Cigintung.metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif analitis. Teknik pemerolehan data dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian Hasil analisis pemerolehan bahasa secara fonologis pada anak usia satu sampai lima tahun di kelurahan cigintung rata-rata semua anak sama, untuk pemerolehan bunyi vokal paling banyak bunyi a misalnya pada kata aa, ayah, mau, minta, maen dll. bunyi konsonan dari usia satu sampai lima tahun paling banyak bunyi bilabial nasal (m) misalnya pada kata makan, minum, mau, mimi, maen dll. Berikutnya bunyi konsonan yang lumayan mereka kuasai yaitu bunyi bilabial hambat (p/b) misalnya pada kata bapa, abis, beyum,beli, bobo, papih dll. Bunyi glotal (h) misalnya kata ayah,rumah, mamih, sepedah, papih dll. Bunyi alveolar (t/d) misalnya pada kata teteh, duduk, mandi dll. Bunyi bilabial semivokal (y/w) misalnya pada kata ayah, ayam, beyum, warna dll.pemerolehan dibidang morfologis yaitu prefiks di- dan sufiks –nya, pengulangan seluruh dn sebagian, tidak ditemukan sisipan dan kata majemuk.pemerolehan dibidang sntaksis anak banyak menggunakn kalimat imperatif, deklaratif, interogatif dan sedikit kalimat negatif.
PENGGUNAAN MODEL SINEKTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS PUISI Sun Suntini; Figiati Indra Dewi
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/92czj416

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, fokus dari penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran sinektik untuk meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa PBSI tingkat II tahun ajaran 2018/2019. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis puisi dengan memperhatikan pilihan kata yang tepat, pencitraan, pemadatan bahasa, kata konkret, tema, dan amanat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas. Objek penelitian mahasiswa PBSI tingkat II tahun ajaran 2018/2019 dengan jumlah 58 orang. Hasil peneltian 1). Menyusun RPS dengan langkah-langkah sebagai berikut 1) menggunakan teknik tanya jawab anatara mahasiswa dan peneliti/dosen mengenai tema yang sudah ditentukan oleh dosen yaitu “wanita karier”(2) menggunakan teknik analogi langsung mahasiswa menganalogikan wanita karier dengan benda, hewan, kata sifat ada kata positif dan ada kata negatif. Mahasiswa harus mengumpulkan kata-kata tersebut sebanyak-banyaknya untuk dirangkai menjadi sebuah puisi .(3) masing-masing mahasiswa disuruh menulis puisi dengan tema wanita karier. (4) menggunakan kriteria penilaian untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis puisi. Tindakan-tindakan tersebut termuat dalam Rancangan Pembelajaran Semester (RPS).2). Proses pelaksanaan pembelajaran menulis puisi, pada awalanya dosen/peneliti melakukan tanya jawab dengan mahasiswa tentang puisi kemudian dosen memberikan tema (wanita karier), para mahasiswa disuruh menulis sebanyak-banyaknya kata-kata yang menganalogikan wanita karier misalnya analogi dengan kata sifat. Analogi dengan binatang. Analogi dengan benda. Kata –kata yang dikumpulkan ada yang negatif ada yang maknanya positif. Selanjutnya setiap mahasiswa harus menulis puisi dengan kata-kata yang sudah ditulis sebelumnya.3). Hasil pembelajaran yang dicapai dapat dilihat pada pencapaian sebagai berikut. Pada siklus I, mahasiswa yang memperoleh nilai di atas 80 hanya ada lima orang dengan nilai rata-rata seluruh mahasiswa 73. Sedangkan pada siklus II siswa yang memperoleh nilai di atas 80 sebanyak 42 orang dengan nilai rata-rata seluruh siswa 83. Ini membuktikan bahwa model sinektik yang digunakan oleh peneliti efektif untuk meningkatkan pembelajaran menulis puisi pada mahasiswa PBSI tingkat II tahun ajaran 2018/2019 Universitas Kuningan.
PRINSIP KERJA SAMA DALAM DIALOG LENONG BETAWI “ANAK DURHAKA” Figiati Indra Dewi; Dioka Muhammad Akbar; Sun Suntini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/11n86k67

Abstract

Sandiwara lenong yang bersifat humor diduga memiliki beberapa jenis prinsip kerja sama yang terdapat di dalam dialognya. Dialog lenong yang dilakukan tanpa naskah dan memaksimalkan improvisasi antarpemeran menyebabkan terjadinya humor spontan. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menemukan jenis-jenis maksim kesantunan yang terdapat dalam dialog lenong Betawi. Judul lenong yang diteliti dalam penelitian ini adalah “Anak Durhaka” yang dipentaskan oleh grup Sanggar Surya Kencana. Data penelitian ini diperoleh dari pertunjukan lenong yang diadakan oleh Lembaga Budaya Betawi di Jurang Mangu Timur, Tangerang Selatan. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode analisis isi dengan kriteria analisis didasarkan pada teori prinsip kerja sama yang dikemukakan oleh Grice. Analisis dan interpretasi data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dalam dialog leonog “Anak Durhaka” terdapat maksim kesantunan. Hasil dari kajian tersebut menunjukkan bahwa pelanggaran maksim memiliki jumlah temuan terbanyak. Hal itu mengindikasikan bahwa dalam dialog lenong terdapat banyak pelanggaran maksim sehingga memunculkan percakapan humor.