Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Strategi Penerjemahan Bahasa Indonesia dan Analisis Makna Semantik Lagu Sebagai Alternatif Bahan Ajar Ahmad Dedi Mutiadi; Ifah Hanifah; Asep Jejen Jaelani
REFEREN Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.552 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i2.10502

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi terhadap hasil terjemahan lagu For The Rest of My Life yang dinyanyikan oleh Maher Zain. Fokus penelitian adalah terhadap penggunaan strategi penerjemahan yang digunakan, apakah translation, adaptation, atau replacement. Dan hasil dari penelitian itu adalah sebagai berikut. Srategi penerjemahan yang digunakan lebih banyak adalah   replacement, yaitu digunakan sebanyak 16 kali dari total  30 kalimat atau  sebanyak 53,3 %. Sementara strategi adaptation  digunakan sebanyak 12 kali atau hanya 40%. Adapun strategi translation hanya digunakan sebanyak 2 kali atau hanya sebesar 6,7%. Selanjutnya, makna semantik dalam lagu terjemahan For The Rest of My Life, lebih dekat jika dikaji secara konteks. Sedangkan, jika dikaji secara leksikal, makna kalimatnya jauh. Karena itu, terjemahan lagu For The Rest of Life dapat dijadikan bahan ajar dalam mata kuliah semantik sebagai teks yang dapat digunakan sebagai alat penelaahan guna implementasi pemahaman yang telah didapatkan. Kata kunci: Stategi Penerjemahan; makna semantik; bahan ajar;   Abstract This research is a content analysis study of the translation of the song For The Rest of My Life sung by Maher Zain. The focus of the research is on the use of translation strategies used, whether translation, sdaptation, or replacement. And the results of that study are as follows. . The translation strategy used more is replacement, which is used 16 times out of a total of 30 sentences or as much as 53.3%. Meanwhile, the adaptation strategy  is used 12 times or only 40%. The translation strategy  is only used 2 times or only 6.7%. Furthermore, the semantic meaning in the translated song For The Rest of My Life, is more appropriateif examined in context. Sedangkan, if studied lexically, the meaning of the sentence is far away.  And therefore, the translation  of the song For The Rest of Life  can be used as teaching material in semantic courses as a text that can be used as a study tool to implement the understanding that has been obtained. Keywords: Translation Strategy; semantic meaning; teaching materials
PEMBELAJARAN MEMBACA CEPAT UNTUK MENINGKATKAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBLEM SOLVING DI KELAS VII C SMP NEGERI 1 CIBEUREUM TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Ahmad Dedi Mutiadi; Bayu Sugianto
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/3cp6v725

Abstract

Keterampilan membaca adalah kegiatan untuk menemukan informasi atau pesan. Oleh karena itu, manusia diharuskan untuk membaca agar dapat memperoleh pengetahuan dan wawasan guna bersaing dengan sesama manusia. Oleh karena itu, keterampilan membaca perlu dilatih sejak usia dini ketika seorang anak memasuki dunia pendidikan di tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan perguruan tinggi. Formulasi Masalah 1) Bagaimana rencana implementasi pembelajaran membaca lebih cepat untuk meningkatkan pemahaman membaca dengan menggunakan metode pemecahan masalah di kelas VII C SMP Negeri 1 Cibeureum? 2) Apa proses pembelajaran membaca lebih cepat untuk meningkatkan pemahaman membaca dengan menggunakan metode pemecahan masalah di kelas VII C SMP Negeri 1 Cibeureum? 3) Apa hasil dari pembelajaran membaca lebih cepat untuk meningkatkan pemahaman membaca dengan menggunakan metode pemecahan masalah di kelas VII C SMP Negeri 1 Cibeureum? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik Pengumpulan Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Studi Perpustakaan, Teknik Observasi, dan Teknik Uji. Pengaturan (Waktu dan Tempat) Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Juni 2012. Penelitian lapangan dilakukan di kelas VII C SMP Negeri 1 Cibeureum. Kesimpulan 1 Rencana observasi pembelajaran pada siklus pertama mencapai nilai akhir 2.00 dengan kriteria memadai. Rencana implementasi pembelajaran siklus II pada siklus kedua mencapai nilai akhir 3.01 dengan kriteria baik. 2. Pada siklus pertama proses pembelajaran secara umum mencapai 72,7%, artinya kinerja guru pada siklus pembelajaran II mencapai 84,4%, guru telah melaksanakan tahapan pembelajaran membaca cepat dengan teknik pemecahan masalah. Tahapan pengolahan yang dilakukan guru dalam pembelajaran membaca cepat telah dilakukan dengan baik. 3. Nilai akhir evaluasi siklus pertama pembelajaran ‘Menjumlahkan pekerjaan ini setelah membaca cepat 200 kata per menit’ menunjukkan bahwa penguasaan pembelajaran kelas VII SMP Negeri 1 Cibeureum belum berhasil. Dari 35 siswa, 17 siswa belum mencapai KKM dan 18 siswa telah mencapai nilai KKM, dengan persentase 51,4% yang tidak mencapai persentase lulus minimum. Dengan nilai rata-rata akhir kelas 70,58, siswa kelas VII C SMP Negeri 1 Cibeureum berhasil pada siklus kedua dari 35 siswa, 27 siswa telah mencapai kriteria minimal, jika dipersentasikan mencapai 77,2% dari siswa kelas VII C dan 8 siswa yang belum mencapai KKM dengan persentase 22,8%. Dengan nilai rata-rata akhir kelas 78,44.
ANALISIS KATA-KATA SERAPAN ASING DALAM CERITA PENDEK “MALAM TAKBIR” KARYA HAMSAD RANGKUTI BERDASARKAN ASAL BAHASA DAN KLASIFIKASI JENIS KATANYA Ahmad Dedi Mutiadi; Gita Karisma
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fk3xkk25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penyerapan kata-kata asing yang terdapat dalam cerpen “Night Takbir” karya Hamsad Rangkuti. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui asal-usul bahasa dan klasifikasi jenis kata-kata asing yang digunakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitikyaitu cara untuk menggambarkan analisis. Dari hasil penelitian penulis, dapat disimpulkan bahwa dalam cerpen “Night Takbir” karya Hamsad Rangkuti terdapat penyerapan kata-kata asing yang berasal dari bahasa Arab, Belanda, Jawa-Sanskrit Kuno, Inggris, Cina, Melayu, dan Portugis.
ANALISIS KONJUNGSI KOORDINATIF DAN KONJUNGSI SUBORDINATIF PADA NOVEL “GURITA DAVID” KARYA WILLY W Ahmad Dedi Mutiadi; Didin Syamsudin
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wffwqa46

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Ada berapa dan bagaimanakah penggunaan konjungsi koordinatif pada novel “Gurita David” karya Willy W? 2) Ada berapa dan bagaimanakah penggunaan konjungsi subordinatif pada novel “Gurita David” karya Willy W?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Analitis. Teknik pemerolehan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi pustaka, observasi, dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah novel “Gurita David” Karya Willy W, maka berdasarkan analisis yang penulis lakukan dapat diambil kesimpulan bahwa 1) ternyata ada 1194 konjungsi koordinatif yang digunakan dan dari 1194 konjungsi koordinatif yang digunakan pada kalimat-kalimat yang ada di novel “Gurita David” karya Willy W ada 253 penggunaan konjungsi koordinatif yang tidak tepat dengan perincian sebagai berikut. Penggunaan konjungsi koordinatif dan (mengandung hubungan makna penjumlahan) 160 pemakaian dan penggunaan konjungsi tetapi (mengandung hubungan makna pertentangan) 93 pemakaian. Jadi frekuensi ketidaktepatan penggunaan konjungsi koordinatif mencapai 21.2 %, 2) ternyata ada 2838 konjungsi subordinatif yang digunakan dan dari 2838 konjungsi subrdinatif yang digunakan pada kalimat-kalimat yang ada di novel “Gurita David” karya Willy W ada satu penggunaan konjungsi subordinatif yang tidak tepat yaitu konjungsi subordinatif yang (mengandung hubungan makna penerang). Jadi, frekuensi ketidaktepatan penggunaan konjungsi koordinatif mencapai 0.04 %.
ANALISIS GAYA BAHASA DARI KUMPULAN ESAI-ESAI GOENAWAN MOHAMAD PERIODE 1960-2001 SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMA Ahmad Dedi Mutiadi
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/kf9zz966

Abstract

Gaya bahasa merupakan bentuk retoris, dengan tujuan untuk menghadirkan kesan imajinatif bagi penyimak atau pembacanya. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) gaya bahasa apa yang muncul dalam kumpulan esai-esai Gunawan Muhamad periode 1960-2001?, 2) jenis gaya bahasa apa yang sering muncul dalam kumpulan esai-esai Gunawan Muhamad periode 1960-2001?, 3) apakah gaya bahasa yang terdapat dalam kumpulan esai-esai Gunawan Muhamad dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar bahasa Indonesia di SMA? Tujuan penelitian yang ingin dicapai penulis adalah Untuk mengetahui gaya bahasa yang terdapat dalam esai-esai Gunawan Muhamad periode 1960-2001. Untuk mengetahui gaya bahasa yang sering muncul dalam esai-esai Gunawan Muhamad periode 1960-2001. Untuk mengetahui dapat atau tidaknya esai-esai Gunawan Muhamad dipergunakan sebagai alternatif bahan ajar bahasa Indonesia di SMA. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriftif kualitatif. Teknik yang digunakan adalah teknik dokumentasi, teknik studi pustaka, dan teknik analisis. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh judul dalam esai-esai Goenawan Mohamad periode 1960-2001, yang berjumlah 87 judul esai. Berdasarkan hasil analisis data tentang gaya bahasa yang terdapat dalam esai-esai Goenawan Muhamad periode 1961 – 2001, secara keseluruhan gaya bahasa berdasarkan urutan terbanyak adalah antonomasia, hiperbola, simile, sinekdoke totem properte, asindeton, anafora, satire, sinisme, hipalase, sinekdoke pras prototo, sarkasme, tautologi, litotes, koreksio epanortosis, perifrasis, metafora, inuendo, antisipasi prolepsis, elipsis, aptronim, okupasi, eroteris, paradoks, polisindeton, apostrof, metonomia, zeugma, personifikasi, slepsis, klimaks, apofasis, sinestesia, anadiplosis, depersonifikasi, paralelisme, tropen, asonansi, paranomasia, ironi, eponim, oksimoron, gradasi, alusio, antitesis, antiklimaks, epitet, eufeumisme, epanalepsis, pleonasme, mesodiplosis, asosiasi, alegori fabel, epizeukis. Saran bagi para guru bahasa Indonesia di SMA adalah semoga hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pembelajaran, bagi penulis semoga dapat meneruskan kebiasaan menulisnya sehingga dapat dijadikan referensi keilmuan. Peneliti sendiri menyadari masih banyak kekurangan dalam penelitian ini, semoga hasil penelitian ini dapat dijadikan langkah awal pengembangan keilmuan khususnya gaya bahasa bahasa Indonesia.
ANALISIS KESALAHAN MORFOLOGIS DAN SINTAKSIS PADA PIDATO PRESIDEN JOKO WIDODO PERIODE JANUARI 2015 Ahmad Dedi Mutiadi; Indah Patimah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/rryspv37

Abstract

Judul penelitian ini adalah analisis kesalahan morfologis dan sintaksis pada pidato presiden Joko Widodo periode Januari 2015. Rumusan Masalah : 1) bagaimana kesalahan morfologis pada pidato presiden Joko Widodo periode Januari 2015 ?; 2) bagaimana kesalahan sintaksis pada pidato presiden Joko Widodo periode Januari 2015 ? Metode : deskriptif analisis kualitatif. Simpulan: analisis kesalahan morfologis dan sintaksis pada pidato presiden Joko Widodo periode Januari 2015 adalah sebagai berikut : kesalahan morfologis pada pidato Presiden Jokowi periode 2015 banyak terjadi karena menghilangkan imbuhan pada suatu kata, selain itu adanya penyingkatan morfem men-, meny-, meng-, dan menge- menjadi n-, ny-, ng-, dan nge-. Dalam penggunaan bahasa, karena pengaruh bahasa daerah, morfem men-, meny-, meng-, dan menge- disingkat menjadi n-, ny-, ng-, dan nge- dalam pembentukan kata kerja. contohnya, pada kata <ngalami> seharusnya mengalami, <beri> seharusnya memberi, kata <nyenggol> seharusnya menyenggol, <ngejek> seharusnya mengejek, <make> seharusnya memakai, <nonton>seharusnya menonton. Kesalahan sintaksis banyak terjadi karena kesalahan pada penyusunan struktur kalimat yang salah seperti pada kalimat <alhamdulillah sudah, sekarang ketemu> adalah contoh penyusunan struktur yang salah, seharusnya <Alhamdulillah sekarang sudah bertemu> kesalahan dalam bidang sintaksis juga terjadi karena adanya penggandaan subjek yaitu kata ‘Saya’ seperti pada kalimat < Saya kemarin saya lihat, peraturan ko seperti ini> seharusnya kalimat tersebut adalah Saya kemarin lihat peraturan ko seperti ini>. Selain itu adanya kesalahan sintaksis karena berstruktur dari bahasa daerah seperti pada kalimat <Kalau dibiarkan, sudah ton, bawanya ton, ya kan, dimasukkan ke penjara, eh masih mengendalikan bisnis narkobanya dari dalam penjara> Kata narkobanya merupakan kesalahan sintaksis yang terpengaruh oleh struktur bahasa daerah yaitu menggunakan akhiran-nya, contoh lain seperti dalam kalimat ‘bukunya sudah di ke kantorkan’.
ANALISIS KATA SERAPAN DALAM NASKAH DRAMA “OPERA KECOA”KARYA N. RIANTIARNO BERDASARKAN ASAL BAHASA, JENIS KATA, DAN PROSES PEMBENTUKANNYA Ahmad Dedi Mutiadi; Neli Yulianti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pew9q734

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu deskripsi tentang analisis kata serapan dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N. Riantiarnoberdasarkan asal bahasa, jenis kata, dan proses pembentukannya, yang dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu penulis terhadap penyerapan bahasa asing dan daerah ke dalam bahasa Indonesia yang terdapat dalan naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno. Hal ini menyangkut rumusan masalah sebagai berikut (1) Kata serapanapasaja yang terdapatdalamnaskah drama drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?, (2) Kata serapandaerahapasaja yang terdapatdalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?, (3) Kata serapanasingapasaja yang terdapatdalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?, (4) Termasukjenis kata apasaja kata serapan yang terdapat dalam kalimat pada naskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?, (5) Bagaimana proses pembentukan kata serapandalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untukmengetahui kata serapan yang ada dalam naskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno, (2) Untuk mengetahui kata serapan bahasa daerah dalam naskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno, (3)Untuk mengetahui kata serapan bahasa asing dalam naskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno, (4) Untuk mengetahui jenis kata dalam kata serapan yang terdapat dalam kalimat pada naskah drama”operakecoa” karya N. Riantiarno, (5) Untuk mengetahui proses pembentukan kata serapan dalam naskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analitik, dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi. Objek penelitian yang digunakan penulis ialah naskah drama berdasarkan hasil penelitian diatas maka diperoleh Kesimpulan (1) Dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno terdapat kata serapan dari bahasa asing dan bahasa daerah, (2) Kata-kata serapan daerah yang ada dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno berasal dari bahasa sansakerta, (3) Kata-kata serapan asing yang ada dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno berasal dari bahasa Belanda, Arab, Portugis, dan inggris kata serapan asing lebih banyak diserap dari bahasa Belanda, (4) Analisis kata serapan berdasarkan jenis kata yang diperoleh dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno lebih banyak termasuk kedalam jenis kata benda, (5) proses pembentukan dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno lebih banyak menggunakan proses secara adaptasi.
ANALISIS STRUKTUR BAHASA SLANG PADA MAJALAH KAWANKU PERIODE JANUARI 2015DAN ANCANGAN PEMBINAAN BAHASA PADA REMAJA SEBAGAI KONSUMEN MAJALAH KAWANKU Ahmad Dedi Mutiadi; Ifah Hanifah; Nursiska Dewi Putri
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/zygh1w02

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu deskripsi tentang analisis bahasa slang dalam majalah kawanku priode Januari 2015 berdasarkan bentuk kata, struktur bahasa slang, dan ancangan pembinaan, yang dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu penulis terhadap bentuk dan struktur bahasa slang yang terdapat dalan majalah kawanku periode Januari 2015 dan ancangan pembinaan untuk konsumen majalah Kawanku. Hal ini menyangkut rumusan masalah sebagai berikut (1) Bagaimana bentuk kata bahasa slang yang ada dalam majalah Kawanku periode Januari 2015?, (2)Bagaimana struktur bahasa slang dalam majalah Kawanku periode Januari 2015?, (3)Bagaimana ancangan pembinaan pada remaja sebagai konsumen majalah Kawanku?.Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk medeskripsikan bentuk bahasa slang yang ada dalam majalah kawanku periode Januari 2015,(2)Untuk mendeskripsikan struktur bahasa slang yang ada dalam majalah Kawanku periode Januari 2015(3)Untuk mendeskripsikan ancangan pembinaan Bahasa pada remaja sebagai konsumen majalah Kawanku.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analitik, dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi. Objek penelitian yang digunakan penulis ialah majalah Kawanku berdasarkan hasil penelitian diatas maka diperoleh kesimpulan (1) Dalam majalah kawanku terdapat bentuk kata slang, (2) struktur bahasa slang yang dianalisi lebih banyak menggunakan penyingkatam, akronim,pembentukan dan penggubahan kata.(3) terjadi banyak kesalahan penggunaan penyingkatan, pengubahan kata, dan akronim yang tidak sesuai dengan standar maka akan di beri informasi lebih luas menganai kebahasaan terutama bahasa slang atau bahasa pergaulan yang lebih cepat berkembang di kalangan remaja saat ini dengan menggunakan ancangan pembinaan melalui strategi penyuluhan terhadap penggunaa majalah kawanku yaitu para remaja terutama SMA. Berdasarkan penelitian ini, penulis merekomendasikan agar remaja konsumen majalah Kawanku dapat menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam situasi formal ataupun nonformal.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MEMAHAMI UNSUR INTRINSIK HIKAYAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFE) DAN METODE COOPERATIVE SCRIPT PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 LURAGUNG TAHUN AJARAN 2014/2015 Ahmad Dedi Mutiadi; Cucu Cahyaningsih
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/awaf7e57

Abstract

Judul penelitian ini adalah Perbedaan Hasil Belajar Siswa dalam Memahami Unsur Intrinsik Hikayat dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFE) dan Metode Cooperative Scriptpada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Luragung Tahun Ajaran 2014/2015.Rumusan Masalah: 1) bagaimana hasil belajar siswa dalam memahami unsur intrinsik hikayat dengan menggunakan metode pembelajaran student facilitator and explaining pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Luragung tahun ajaran 2014/2015? 2) bagaimana hasil belajar siswa dalam memahami unsur intrinsik hikayat dengan menggunakan metode pembelajarancooperative script pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Luragung tahun ajaran 2014/2015? 3) adakah perbedaan hasi belajar dalam memahami unsur intrinsik hikayat dengan menggunakan metode pembelajaran student facilitator and explaining dan metode cooperative script pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Luragung tahun ajaran 2014/2015?. Metode: deskriptif komparatif. Simpulan: 1) hasil belajar siswa dalam memahami unsur intrinsik hikayat dengan menggunakan metode pembelajaran student facilitator and explaining pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Luragung tahun ajaran 2014/2015, baik. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata yang dicapai yaitu 76,42, dapat dikategorikan baik; 2) hasil belajar siswa dalam memahami unsur intrinsik hikayat dengan menggunakan metode pembelajaran cooperative script pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Luragung tahun ajaran 2014/2015, cukup. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata yang dicapai adalah 68,63,dapat dikategorikan cukup; 3) ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa dalam memahami unsur intrinsik hikayat dengan menggunakan metode pembelajaran student facilitator and explaining dan metode cooperative script pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Luragung tahun ajaran 2014/2015. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji perbedaan dengan uji t yang menyatakan bahwa pada taraf signifikansi 0,05 (tingkat kepercayaan 95%) hasil t tabel (2,000) < t hitung (3,23). Jadi hipotesis diterima.
ANALISIS LAFAL ANAK USIA 21 BULAN DI DESA TUNDAGAN KECAMATAN HANTARA KABUPATEN KUNINGAN DILIHAT DARI KAJIAN FONOLOGI Ahmad Dedi Mutiadi; Ifah Hanifah; Ika Nartika
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/w7emwk52

Abstract

Judul penelitian ini adalah Analisis Lafal Anak Usia 21 Bulan di Desa Tundagan Kecamatan Hantara Kabupaten Kuningan Kecamatan Hantara dilihat dari Kajian Fonologi. Rumusan masalah: Bagaimana pelafalan anak usia 21 bulan di Desa Tundagan Kecamatan Hantara Kabupaten Kuningan. Tujuan: Ingin mengetahui tentang pelafalan anak usia 21 bulan di Desa Tundagan Kecamatan Hantara Kabupaten Kuningan pada saat bertutur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data tes dan observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 21 bulan yang ada di desa Tundagan kecamatan Hantara kabupaten Kuningan. Simpulan:pelafalan anak usia 21 bulan dalam melafalkan kosa kata belum fasih dilafalkan karena dari hasil penelitian tersebut ditemukan tuturan yang belum lengkap, seperti penghilangan fonem, penggantian fonem, dan perubahan bunyi kata.