Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

NILAI MORALITAS DALAM LEGENDA MASYARAKAT SUNDA “CIUNG WANARA” VERSI PLEYTE (CWP) “TJARITA TJIOENG WANARA” (PENDEKATAN SEMANTIK) Gilang Kripsiyadi Praramdana; Aceng Ruhendi Syaifullah; Asep Jejen Jaelani
Jurnal Semantik Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9 NUMBER 1, FEBRUARY 2020
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/semantik.v9i1.p51-58

Abstract

In this 21st century, the spotlight on character education is a priority research goal, and researchers intend to find character values in one of Ciung Wanara's stories. This research has several specific objectives; 1) Describe the text of the story / fairy story of Ciung Wanara, 2) Interpret the morality values (values) contained in the Ciung Wanara story using a semantic approach. The researcher uses the analytical description method. The element of local wisdom implied in it. the morality values found in Ciung Wanara manuscript are: (1) human morality to God (MMT), which explains in the conversation of 2 (two) storytellers namely nini and balangantrang battery. (Grateful for God's creation) (14%), (2) human morals towards humans (MMS), found there were 5 (five) dominant conversations; a) Aki and Nini balangantrang, b) the conversation of the King and Ciung Wanara, c) the statement and treatment of the Resigned Goddess Naganingrum (71%), then (3) Human morality towards nature (MMA) amounted to 1 (one) treatment figure, namely Ciung Wanara statement regarding the beauty of the forms of two animals namely Ciung (Chicken) and Animal Wanara (Monkey) (14%), after summarizing the morality values contained in the script of the story "Ciung Wanara" predominantly leads to the value of Human Morality against fellow Humans (MMM) as much 71%. while other moral values are not interpreted (non-categories).
Strategi Penerjemahan Bahasa Indonesia dan Analisis Makna Semantik Lagu Sebagai Alternatif Bahan Ajar Ahmad Dedi Mutiadi; Ifah Hanifah; Asep Jejen Jaelani
REFEREN Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.552 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i2.10502

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi terhadap hasil terjemahan lagu For The Rest of My Life yang dinyanyikan oleh Maher Zain. Fokus penelitian adalah terhadap penggunaan strategi penerjemahan yang digunakan, apakah translation, adaptation, atau replacement. Dan hasil dari penelitian itu adalah sebagai berikut. Srategi penerjemahan yang digunakan lebih banyak adalah   replacement, yaitu digunakan sebanyak 16 kali dari total  30 kalimat atau  sebanyak 53,3 %. Sementara strategi adaptation  digunakan sebanyak 12 kali atau hanya 40%. Adapun strategi translation hanya digunakan sebanyak 2 kali atau hanya sebesar 6,7%. Selanjutnya, makna semantik dalam lagu terjemahan For The Rest of My Life, lebih dekat jika dikaji secara konteks. Sedangkan, jika dikaji secara leksikal, makna kalimatnya jauh. Karena itu, terjemahan lagu For The Rest of Life dapat dijadikan bahan ajar dalam mata kuliah semantik sebagai teks yang dapat digunakan sebagai alat penelaahan guna implementasi pemahaman yang telah didapatkan. Kata kunci: Stategi Penerjemahan; makna semantik; bahan ajar;   Abstract This research is a content analysis study of the translation of the song For The Rest of My Life sung by Maher Zain. The focus of the research is on the use of translation strategies used, whether translation, sdaptation, or replacement. And the results of that study are as follows. . The translation strategy used more is replacement, which is used 16 times out of a total of 30 sentences or as much as 53.3%. Meanwhile, the adaptation strategy  is used 12 times or only 40%. The translation strategy  is only used 2 times or only 6.7%. Furthermore, the semantic meaning in the translated song For The Rest of My Life, is more appropriateif examined in context. Sedangkan, if studied lexically, the meaning of the sentence is far away.  And therefore, the translation  of the song For The Rest of Life  can be used as teaching material in semantic courses as a text that can be used as a study tool to implement the understanding that has been obtained. Keywords: Translation Strategy; semantic meaning; teaching materials
Internalisasi Nilai Nilai Pedagogik Profetik Untuk Mengembangkan Pembelajaran Berbasis Karakter Pada Jenjang Sekolah Dasar Yoyo Zakaria Ansori; Asep Jejen Jaelani
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 4 (2022): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i4.2970

Abstract

Kemerosotan karakter merupakan problematika yang dewasa ini  sedang terjadi di sekolah dasar. Kondisi tersebut jika dibiarkan dapat menimbulkan berbagai perilaku yang menyimpang dan merugikan diri serta orang lain. Berkenaan dengan hal itu maka tujuan dari penelitian ini adalah upaya menumbuhkan karakter siswa sekolah dasar melalui internalisasi nilai-nilai pedagogik profetik. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan untuk menghadirkan beragam pemikiran dari para ahli peneliti menggunakan metode deskriptif sementara untuk mengumpulkan beberapa reperensi yang ada hubungannya dengan obyek penelitian menggunakan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa nilai-nilai pedagogik profetik berperan penting dalam menumbuhkan karakter siswa sekolah dasar.
Analisis Pemahaman tentang Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) pada Guru SD Dan SMP di Kabupaten Kuningan Anna Fitri Hindriana; Asep Jejen Jaelani; Ina Setiawati; Isnaini Wulandari; Rio Priantama
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 5 (2023): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i5.2454

Abstract

The Merdeka Belajar policy essentially aims to accelerate the achievement of national goals of education. One of the major changes in the policy is the implementation of the National Assessment (NA) which substitutes national exams and changes the focus of assessment into literacy and numeracy skills. This leads to a demand for teacher to adapt learning process and classroom assessment for facilitating students’ literacy and numeracy skills. Therefore, teacher understanding about the element in national assessment is a very important factor in the implementation of National Assessment. As the response, this study collects data about teacher understanding from 100 elementary and junior high school teachers in the Kuningan Regency area. The results shows that the elementary and junior high school teachers already have a good understanding of the objectives of NA and awareness that the implementation of NA would have an impact on providing a more varied learning and assessment experience. However, it is shown that the good understanding and awareness is not supported by capability to develop literacy and numeracy questions. The support for improving capability in making questions that align with the NA is needed in order to provide appropriate measurement and assessment of student learning outcomes and provide the basis for decision making in the classroom learning process.
PERBANDINGAN TEMA, SETTING, DAN TITIK PENGISAHAN CERITA PENDEKKARYA SISWA KELAS XII SMANEGERI I CIWARU KABUPATEN KUNINGAN DENGAN TEMA, SETTING, DAN TITIK PENGISAHAN CERITA PENDEK KARYA SISWA KELAS XII SMANEGERI 1 KUNINGAN TAHUN AJARAN 2012/2013 Asep Jejen Jaelani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/rkj86v83

Abstract

Penelitian ini berjudul Perbandingan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru Kabupaten Kuningan dengan Tema, Setting, dan Titik Pengisahan Cerita Pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan tahun pelajaran 2012/2013. Rumusan masalah: 1) bagaimana tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru tahun pelajaran 2012/2013? 2) bagaimana tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan tahun pelajaran 2012/2013? 3) bagaimanakah perbandingan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru dengan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan? Tujuanpenelitian: 1) ingin mengetahui tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa SMA Negeri 1 Ciwaru.2) ingin mengetahui tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa SMA Negri 1 Kuningan. 3) untuk mengetahui perbandingan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa SMA Negeri 1 Ciwaru dengan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa SMA Negri 1 kuningan. Metode : deskriptif kualitatif. Teknik:teknikperolehan data (studi kepustakaan, observasi, penugasan) dan teknik pengolahan data (analisis). Populasi : yaitu seluruh cerpen karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan dengan dengan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negri 1 Ciwaru tahun pelajaran 2012/2013 jumlah keseluruhan sebanyak 204 siswa. Sampel : adalah 20% dari keseluruhan jumlah populasi yaitu 40 cerpen. Simpulan: 1) Tema yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru yaitu tentang percintaan, penyesalan, persahabatan, kehidupan, keindahan alam, pengalaman, perjuangan, dan keluarga. Dari cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 CiwaruTernyatatema tentang percintaan dan persahabatan lebih mendominasi. 2) Tema yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan yaitu tentang kehidupan, pengalaman, perjuangan, persahabatan, percintaan, dan cita-cita. Dan tema tentang kehidupan lebih mendominasi. Perbandingan tema cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 kuningan dengan tema cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru di atas yaitu bervariasi. Hal ini membuktikan bahwa pokokpersoalan yang ingin disampaikan atau diungkapkan siswa sebagai pengarang sangat dipengaruhi oleh perkembangan intelektual dan pengalaman pendidikan di samping tingkat kepekaan terhadap gejala-gejala sosial yang ada di lingkungannya. Sehingga temapercintaan dan persahabatan muncul mendominasi pada cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru sebagai tanda dimulainya proses pencarian identitas diri. Begitu juga pada cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan temakehidupan muncul mendominasi sebagai tanda pencapaian pendewasaan yang matang. 3) setting yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru yaitu untuk setting tempat lebih banyak menggunakan setting kota, kampus, kelas, candi, jalan, panti asuhan, pedesaan, pasar, rumah. Setting tentang perkotaan lebihmendominasiini artinya meskipun berada di daerah pedesaan tetapi mereka mampu bersaing dengan daerah perkotaan. Untuk setting waktu banyak menggunakan settingtahun, bulan, hari. Untuk setting suasana banyak menggunakan setting suasana sedih, dan bahagia. 4) setting yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan yaitu untuk setting tempat lebih banyak menggunakan setting seperti kampus, sekolah, kelas, mesjid, rumah sakit, pabrik, cafe, angkot, desa, jalan, gunung, lapangan, puncak, kebun, taman, rumah, meja belajar, duduk di bangku, sudut kamar, dan tempat tidur. Dan setting tentang pedesaan dan pegunungan lebih mendominasi ini artinya dikarenakan kehidupan sehari-hari mereka di wilayah kota sehingga mereka beralih dan lebih merasa sejuk mengambil pedesaan.Untuk setting waktu banyak menggunakan setting tahun, bulan, hari.Untuk setting suasana banyak menggunakan setting suasana suasana sedih, bahagia, dan haru. 5) titik pengisahanyang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru yaitu untuk titik pengisahan sebagai pengamat sebanyak 14 cerpen. Titik pengisahan sebagai tokoh bawahan sebanyak 1 cerpen. Ttik pengisahan sebagai tokoh utama sebanyak 21 cerpen. titik pengisahan yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan yaitu untuk titik pengisahan sebagai pengamat sebanyak 15 cerpen. pengisahan sebagai tokoh bawahan sebanyak 3 cerpen. Ttik pengisahan sebagai tokoh utama sebanyak 18 cerpen. Perbandingan titik pengisahan cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan dengan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru di atas yaitu bervariasi. Hal ini menunjukan bahwa pengalaman yang mereka alami secara langsung mereka sampaikan tanpa perantara orang lain, sedangkan untuk siswa yang memposisikan diri sebagai pengamat mereka lebih suka meninjau pengalaman yang mereka alami agar lebih bisa menikmati diri mereka sebagai pengarang yang memegang jalan cerita. Dalam penggunaan titik pengisahan sebagai tokoh utama tidak ada perbedaan hanya saja untuk cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan pengarang sebagi pengamat banyak pula digunakan, hal ini membuktikan bahwa sikap pengarang terhadap objek atau pokok persoalannya sangat dipengaruhi oleh tingkat kepekaan individu tersebut terhadap keinginan masing-masing sesuai imajinasi yang mereka harapkan untuk terjun secara langsung maupun hanya mengamati dan mengatur jalan cerita.
ANALISIS KARAKTER DAN KONFLIK PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL”SURAT KECIL UNTUK TUHAN” KARYA AGNES DAVONAR SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PEMBELAJARAN DI SMP Asep Jejen Jaelani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fkxy2t65

Abstract

Tujuan penelitian ini 1) Untuk mengetahui siapa karakter-karakter dalam novel “Surat Kecil untuk Tuhan” karya Agnes Davonar 2) Untuk menentukan bagaimana karakter utama dalam novel “Surat Kecil untuk Tuhan” karya Agnes Davonar 3) Untuk mengetahui bagaimana konflik dalam novel “Surat Kecil untuk Tuhan” karya Agnes Davonar 4) Untuk menentukan apakah novel “Surat Kecil untuk Tuhan” karya Agnes Davonar dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran untuk tingkat junior. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif analitis. Sebagai implementasi, digunakan teknik penelitian perpustakaan dan dokumentasi dengan mengumpulkan data tentang teori-teori yang mendukung penelitian ini, kemudian melakukan klasifikasi data, dan menganalisis data yang telah diklasifikasikan. Langkah selanjutnya adalah menafsirkan analisis data sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu evaluasi, dan pemeriksaan akhir terhadap hasil analisis data untuk menyelidiki kebenarannya. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut. 1) Tokoh-tokoh dalam novel “Surat Kecil untuk Tuhan” karya Agnes Davonar meliputi Keke sebagai tokoh utama, ayah, Chika kak, kak Kiki, Andi, Pak Iyus, teman-teman Keke, dan Prof As sebagai tokoh tambahan atau tokoh pembantu. 2) Tokoh Keke adalah seorang gadis yang kuat, sabar, dan tidak menyerah. 3) Konflik yang terjadi dalam novel ini adalah ketika Keke harus berjuang melawan kanker stadium akhir dan menghadapi pengorbanan serta kesabaran. 4) Novel “Surat Kecil untuk Tuhan” karya Agnes Davonar dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran alternatif di sekolah menengah pertama, karena memenuhi kriteria pemilihan bahan ajar dalam sastra.
PERBEDAAN KEMAMPUAN MEMAHAMI UNSUR ISI PUISI DENGAN TEKNIK MENYIMAK MUSIKALISASI PUISI DAN MENYIMAK PEMBACAAN PUISI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 KUNINGAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Asep Jejen Jaelani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/c9e29v77

Abstract

Perumusan masalah dalam penelitian ini 1) Bagaimana kemampuan siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 3 Kuningan tahun ajaran 2012/2013 dalam memahami unsur isi puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono dengan teknik menyimak musikalisasi puisi? 2) Bagaimana kemampuan siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Kuningan tahun ajaran 2012/2013 dalam memahami unsur isi puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono dengan teknik menyimak pembacaan puisi? 3) Apakah terdapat perbedaan kemampuan siswa kelas XI IPS 4 dan XI IPS 1 SMA Negeri 3 Kuningan tahun pelajaran 2013/2014 dalam memahami unsur isi puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono antara yang memakai teknik menyimak pembacaan puisi dengan menyimak musikalisasi puisi? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pemerolehan data: (studi kepustakaan, observasi dan tes). Populasi: Populasi dalam penelitian ini, siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Kuningan tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah 133 siswa. Sampel: Dalam penelitian ini 68 siswa. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh Simpulan: 1) Kemampuan siswa kelas XI IPS 1 dalam memahami unsur isi puisi dengan teknik menyimak pembacaan puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono berada pada kriteria gagal, karena pemerolehan nilai rata-rata berada pada nilai 48,00 yang berada pada rentan (00 – 40,00). Jadi hipotesis ditolak. 2) Kemampuan siswa kelas XI IPS 4 dalam memahami unsur isi puisi dengan teknik menyimak musikalisasi puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono berada pada criteria kurang, karena pemerolehan nilai rata-rata berada pada nilai 41,17 yang berada pada rentan (41,00 – 55,00). Jadi hipotesis ditolak. 3) Perbedaan kemampuan siswa kelas XI IPS 1 dan XI IPS 4 SMA Negeri 3 Kuningan tahun ajaran 2013/2014 dalam memahami unsur isi puisi antara teknik menyimak pembacaan puisi dengan menyimak musikalisasi puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono. Hasilnya adalah sebagai berikut. (1) Hasil uji perbedaan dengan menggunakan uji t dari kedua kelas tersebut dan dengan kedua teknik memahami unsur isi puisi yang berbeda. Nilai t tabel (dk 66) dengan taraf signifikasi 0,05 atau 5% diperoleh 2,000. Sedangkan nilai t hitung diperoleh -2,30. Ternyata t hitung lebih kecil dari t tabel, maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata skor pemahaman siswa kelas XI IPS 1 dalam memahami unsur isi puisi dengan teknik menyimak pembacaan puisi dan siswa kelas XI IPS 4 dalam memahami unsur isi puisi dengan teknik menyimak musikalisasi puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono, tidak menunjukan perbedaan atau tidak signifikan. Jadi hipotesis ditolak.
LOYALITAS BERBAHASA INDONESIA SISWA KELAS X MA MAARIF KADUGEDE TAHUN AJARAN 2013/2014 DILIHAT DARI INTERFERENSI BAHASA DAERAH PADA KARANGAN NARASI SISWA Asep Jejen Jaelani; Ani Indriyani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/nxj8j560

Abstract

Penelitian ini bertolak pada beberapa rumusan masalah yang telah dirumuskan, diantaranya: 1) Bagaimanakah loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari interferensi fonologis bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa?; 2) Bagaimanakah loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari interferensi morfologis bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa?; 3) Bagaimanakah loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari interferensi sintaksis bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa?; 4) Bagaimanakah loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari interferensi semantis bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa?; 5) Bagaimanakah loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari jumlah interferensi bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa? Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan di dalamnya, yaitu kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan di dalamnya berupa studi pustaka, pengisian angket terbuka, dan recording. Data yang sudah terkumpul kemudian diolah dengan cara mendeskripsi/menganalisis seluruh data interferensi bahasa daerah (fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik) yang terdapat pada karangan narasi siswa ke dalam tabel analisis, kemudian masing-masing dihitung angka loyalitas berbahasanya berdasarkan pada rumus yang telah ditentukan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sama halnya dengan jumlah populasi yang ada, yaitu sebanyak 22 siswa, terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Berdasarkan hasil pengolahan data yang diperoleh, penulis menarik beberapa kesimpulan, diantaranya: 1) Loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari interferensi fonologis bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa tersebut sangat tinggi; 2) Loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari interferensi morfologis bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa tersebut sangat tinggi; 3) Loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari interferensi sintaksis bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa tersebut sangat tinggi; 4) Loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari interferensi semantis bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa tersebut tinggi; 5) Loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari jumlah interferensi bahasa daerah pada karangan narasi siswa tersebut rendah.
KAJIAN VARIASI BAHASA PADA STATUS YANG DIBUAT OLEH PENGGUNA TWITTER YANG BERGABUNG DENGAN AKUN TWITTER SAQINAA MELISA PERIODE JANUARI 2014 Asep Jejen Jaelani; Saqina Melisa
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/e1en4723

Abstract

Bahasa nasional di Indonesia adalah bahasa Indonesia, munculnya variasi bahasa yang digunakan dalam status pengguna twitter ini jelas merusak bahasa nasional. Untuk itu peneliti merasa terdorong untuk melakukan penelitian tentang “KajianVariasi Bahasa pada Status yang Dibuat oleh Pengguna Twitter yang Bergabung dengan Akun Twitter Saqinaa Melisa Periode Januari 2014”. Berdasarkan latar belakang tersebut maka permasalahan penelitian ini adalah 1) Variasi bahasa apa yang digunakan pada status yang dibuatoleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqina Melisa periode Januari 2014? 2) Variasi bahasa apa yang paling banyakdigunakan pada status yang dibuat oleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqinaa Melisa periode Januari 2014? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pemerolehan data menggunakan studi pustaka, dan teknikdokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah status yang dibuat oleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqinaa Melisa periode Januari 2014 yang berjumlah 477 buah. Sampel yang diambil dalam penelitian ini hanya 114 buah status, peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel berdasarkan tujuan, yaitu sampel bertujuan atau purposive sampel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan 1) Variasi bahasa yang digunakanpada status yang dibuatoleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqinaa Melisa periode Januari 2014 adalah variasi bahasa Slang / Prokem dan Akrolek. 2) Variasi bahasa yang paling banyak digunakan pada status yang dibuat oleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqinaa Melisa periode Januari 2014 adalahvariasi bahasa Slang / Prokem. Dari 114 status yang dijadikan sampel penelitian, 74 status termasuk ke dalam variasi bahasa Slang / Prokem, dan 40 status lainnya termasuk ke dalam variasi bahasa akrolek.
ANALISIS ALIH KODE DAN KATA SAPAAN DALAM NOVEL ‘RONGGENG DUKUH PARUK’ KARYA AHMAD TOHARI Asep Jejen Jaelani; Rustini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/1hb1yq94

Abstract

Penelitian mengenai alih kode dan kata sapaan dalam novel ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ karya Ahmad Tohari merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana alih kode dan kata sapaan dalam novel ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ karya Ahmad Tohari. Tujuan yang ingin dicapai yakni ingin mengetahui alih kode dan kata sapaan dalam novel ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ karya Ahmad Tohari. Data adalah data tulis berupa tuturan tokoh dalam novel ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ karya Ahmad Tohari. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Teknik dasar yang digunakan adalah telaah pustaka dan teknik lanjutan teknik catat. Analisis data menggunakan metode distribusional. Metode distribusional digunakan untuk menganalisis alih kode dan kata sapaan dalam tuturan tokoh, dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan berupa teknik ganti. Metode padan digunakan untuk menganalisis penyebab alih kode dan kata sapaan dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu (PUP). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh dua simpulan. Pertama, alih kode dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari berjumlah 8 alih kode, yaitu alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa jawa. Kedua, kata sapaan dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari berjumlah 26 kata sapaan, kata sapaan dalam kekerabatan terdapat 10 data, kata sapaan dalam jabatan terdapat 7 data, kata sapaan dalam adat terdapat 6 data, dan kata sapaan dalam agama terdapat 3 data.