Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Nutrix Journal

Hubungan Pengetahuan Mahasiswa Keperawatan Tentang Perawatan Paliatif dan Sikap Terhadap Perawatan di Akhir Hidup Korengkeng, Chiesa Grasiela; Rantung, Gilny Aileen Joan
NUTRIX Vol 8 No 1 (2024): Volume 8, Issue 1, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i1.1081

Abstract

Palliative care, as an approach that enhances the quality of life for patients with life-threatening diseases, requires deep understanding and a positive attitude from nursing students. It prevents and alleviates suffering through early identification, assessment and appropriate treatment of pain and other problems, whether physical, psychosocial or spiritual. This study aims to examine the relationship between the knowledge and attitudes of nursing students towards palliative care. The method used is a cross-sectional descriptive design with a sample of nursing students from Universitas Advent Indonesia. This study involved 93 respondents selected through convenience sampling technique. The instruments used are the validated Palliative Care Quiz for Nursing (PCQN) and Frommelt Attitudes Towards Care of the Dying (FATCOD) questionnaires. Data analysis was conducted using descriptive statistics and chi-square test with SPSS version 26. The results show that the majority of students have good knowledge of palliative care and a positive attitude towards end-of-life care. Bivariate analysis reveals a significant relationship between knowledge and attitudes towards palliative care (p=0.012). These findings affirm the importance of integrating palliative care education into the nursing curriculum to prepare nurses with adequate knowledge and positive attitudes. This study has implications for nursing education in enhancing the quality of palliative care education and suggests further research with a broader sample to generalize the results. Perawatan paliatif, sebagai pendekatan yang meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit yang mengancam kehidupan, memerlukan pemahaman mendalam dan sikap positif dari calon perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan dan sikap mahasiswa keperawatan terhadap perawatan paliatif. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif cross-sectional dengan sampel mahasiswa keperawatan dari Universitas Advent Indonesia. Penelitian ini melibatkan 93 responden yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Palliative Care Quiz for Nursing (PCQN) dan Frommelt Attitudes Towards Care of the Dying (FATCOD) yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji chi square menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki pengetahuan yang baik tentang perawatan paliatif dan sikap positif terhadap perawatan di akhir hidup. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap perawatan paliatif (p=0,012). Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pendidikan perawatan paliatif dalam kurikulum keperawatan untuk mempersiapkan perawat dengan pengetahuan yang memadai dan sikap yang positif. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pendidikan keperawatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan perawatan paliatif, serta menyarankan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih luas untuk menggeneralisasi hasil.
Kesiapsiagaan Mahasiswa Keperawatan Universitas Advent Indonesia dalam Penanggulangan Bencana Tulungen, Angelica Andriani; Rantung, Gilny Aileen Joan
NUTRIX Vol 8 No 1 (2024): Volume 8, Issue 1, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i1.1086

Abstract

Nursing students' preparedness to respond to disasters is a key element in disaster management. This study aims to evaluate the disaster preparedness perception among nursing students at Advent Indonesia University in disaster management. Employing a descriptive quantitative design, this research utilized the Disaster Preparedness Evaluation Tool (DPET) section on Disaster Preparedness Perception. The respondents consisted of 101 nursing students from Advent Indonesia University, selected using convenience sampling technique. The study's findings indicate that the disaster preparedness perception level is in the moderate category, with an average score of 3.65. Students displayed high interest in disaster preparedness education but had limited access to practical resources and information. In terms of preparedness skills, students showed a good understanding of triage principles in disaster situations but lacked confidence in taking on leadership roles during disasters. Family preparedness for disasters revealed that most students had taken proactive steps, indicating effective communication and planning among family members. There is a need to develop the disaster education curriculum in nursing with practical elements such as disaster simulations and structured leadership training. This aims to enhance awareness and readiness among students in facing disasters. Further research is recommended to evaluate training modules that align with the context of disaster preparedness. Nursing students at Universitas Advent Indonesia generally have a moderate level of perceived disaster preparedness. This indicates that while students have demonstrated awareness and understanding of disaster preparedness through training and education, there is still a need to improve the practical aspects and application of this knowledge in real situations. Kesiapsiagaan mahasiswa keperawatan untuk merespons bencana adalah elemen kunci dalam penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi kesiapsiagaan mahasiswa keperawatan di Universitas Advent Indonesia dalam penanggulangan bencana. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner Disaster Preparedness Evaluation Tool (DPET) bagian Persepsi Kesiapsiagaan Bencana. Responden berjumlah 101 mahasiswa keperawatan Universitas Advent Indonesia yang dipiilih dengan menggunakan teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat persepsi kesiapsiagaan bencana berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 3,65. Mahasiswa menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap pendidikan kesiapsiagaan bencana, namun memiliki akses terbatas ke sumber daya dan informasi praktis. Dalam hal keterampilan kesiapsiagaan, mahasiswa menunjukkan pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip triase dalam situasi bencana, tetapi kurang percaya diri dalam mengambil peran kepemimpinan saat bencana. Persiapan keluarga untuk bencana menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah mengambil langkah proaktif, dengan indikasi adanya komunikasi dan perencanaan yang efektif antar anggota keluarga. Kurikulum pembelajaran bencana pada keperawatan perlu dikembangkan dengan elemen praktis seperti simulasi bencana dan pelatihan kepemimpinan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi bencana. Disarankan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi modul pelatihan yang sesuai dengan konteks kesiapsiagaan bencana.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Stres Mahasiswa Diploma III Keperawatan Pada Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Tampubolon, Maychellina; Rantung, Gilny Aileen Joan
NUTRIX Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Issue 1, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i1.1297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres mahasiswa program DIII Keperawatan Universitas Advent Surya Nusantara dalam penyusunan karya tulis ilmiah. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 47 mahasiswa tingkat akhir sebagai responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Perceived Social Support from Family (PSS-Fa) untuk mengukur dukungan keluarga dan Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa (83%) mendapatkan dukungan keluarga yang baik, sementara 17% lainnya melaporkan dukungan keluarga yang kurang baik. Sebagian besar mahasiswa mengalami tingkat stres sedang (51%) dan tinggi (40%), sedangkan hanya 9% yang mengalami stres rendah. Analisis statistik bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat stres mahasiswa, semakin tinggi dukungan keluarga, semakin rendah tingkat stres yang dialami mahasiswa. Namun, penelitian ini juga menyoroti bahwa selain dukungan keluarga, faktor lain seperti tekanan akademik, lingkungan sosial, dan kesiapan individu turut berkontribusi terhadap tingkat stres mahasiswa. Peneliti selanjutnya dapat menggali lebih dalam mengenai variabel lain yang turut memengaruhi tingkat stres mahasiswa, seperti faktor kepribadian, manajemen waktu, atau dukungan sosial dari teman sejawat. This study aims to analyze the relationship between family support and stress levels among students in the Diploma III Nursing Program at Universitas Advent Surya Nusantara during the process of writing scientific papers. The study employs a quantitative method with a cross-sectional design and involves 47 final-year students as respondents, selected using the total sampling technique. Data were collected through the Perceived Social Support from Family (PSS-Fa) questionnaire to measure family support and the Perceived Stress Scale (PSS-10) to assess student stress levels. The results indicate that the majority of students (83%) received good family support, while 17% reported inadequate support. Most students experienced moderate (51%) and high (40%) stress levels, while only 9% had low stress levels. A bivariate statistical analysis using the Pearson Chi-Square test revealed a significant relationship between family support and student stress levels. It means that the higher the family support, the lower the stress levels experienced by students. However, this study also highlights that, in addition to family support, other factors such as academic pressure, social environment, and individual readiness contribute to student stress levels. The next researchers could explore other variables that may influence students' stress levels, such as personality factors, time management, or social support from peers.
Eksplorasi Alasan dan Pengalaman Mahasiswa Laki-Laki Memilih Jurusan Keperawatan: Penelitian Deskriptif Fenomenologi Wuisan, Abigail Stephanie; Rantung, Gilny Aileen Joan
NUTRIX Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Issue 1, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i1.1303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motivasi, pengalaman, dan tantangan yang dihadapi mahasiswa laki-laki dalam memilih dan menjalani pendidikan keperawatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Lima partisipan dari program Sarjana dan Diploma III Keperawatan di Universitas Advent Indonesia dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan tujuh langkah metode Colaizzi. Hasil penelitian menghasilkan tiga tema utama: (1) motivasi mahasiswa laki-laki memilih jurusan keperawatan, (2) pengalaman mahasiswa laki-laki dalam praktik dan pembelajaran keperawatan, dan (3) tantangan yang dihadapi selama menempuh pendidikan keperawatan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan dukungan akademik dan sosial yang lebih inklusif bagi mahasiswa laki-laki di bidang keperawatan. This study aims to explore the motivations, experiences, and challenges faced by male nursing students in choosing and undergoing nursing education. A qualitative approach with a descriptive phenomenological design was used. Five participants from the Bachelor and Diploma III Nursing programs at Universitas Advent Indonesia were selected purposively. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using Colaizzi’s seven-step method. The results identified three main themes: (1) motivations of male students in choosing a nursing major, (2) experiences of male students in clinical practice and learning, and (3) challenges encountered during their nursing education. These findings may support the development of more inclusive academic and social support for male nursing students.