Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Nutrix Journal

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG COVID-19 TERHADAP KEPATUHAN PROGRAM LOCKDOWN UNTUK MENGURANGI PENYEBARAN COVID-19 DI KALANGAN MAHASISWA BERASRAMA UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA Albeth Wahyu Saputra; Idauli Simbolon
NUTRIX Vol 4 No 2 (2020): Volume 4, Issue 2, 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol4.Iss2.470

Abstract

Covid-19 adalah pandemik yang penularannya sangat massif dan cepat penularannya. Hal ini sungguh meresahkan dan menimbulkan ketakutan di dalam lapisan masyarakat. Penyakit ini hingga kini belum ada obat untuk menyembuhkannya. Oleh karena itu WHO mengumumkan program lockdown dengan tujuan pencegahan dan memutus rantai penyebaran penyakit ini. Seluruh lapisan masyarakat diminta untuk mematuhinya. Untuk mematuhi program ini masyarakat harus memiliki pengetahuan yang benar tentang Covid-19 dan program lockdown. Diharapkan dengan memiliki pengetahuan yang cukup dapat mempengaruhi perilaku dalam mematuhi program lockdown. Penelitian ini bertujun untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan mahasiswa tentang Covid-19, tingkat kepatuhan terhadap protocol lockdown di kampus berasrama, ini, dan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara kedua variable tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dengan desain cross sectional (potong lintang). Populasinya adalah mahasiswa yang tinggal di asrama baik-laki-laki maupun perempuan dengan jumlah sampel 66 orang mahasiswa yang tinggal di asrama. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pengetahuan dan kepatuhan melalui google form. Analisis data dilakukan dengan perangkat lunak SPSS. Didapati bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa berasrama tentang Covid-19 termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 80.77. Tingkat kepatuhan mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 70.6. Nilai rhitung 0,31 lebih besar dari nilai rtabel 0,2423 dan nilai signifikansi (p-value) adalah 0,805 lebih besar dari nilai alpha 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kedua variable adalah positif dalam kategori hubungan yang lemah atau tidak signifikan. Kata kunci: Covid-19, Kepatuhan terhadap program Lockdown, Pengetahuan tentang Covid-19 Covid-19 is a pandemic which transmission is massive and very fast. This is really unsettling and creates fear in the society. Until now, there is no cure for this disease. Therefore, WHO announced a lockdown program with the aim of preventing and breaking the chain of spread of this disease. All levels of society are asked to obey it. To comply with this program, the public must have adequate knowledge about Covid-19 and the lockdown program. It is hoped that having sufficient knowledge can influence behavior in complying with the lockdown program. This study aims to identify the level of student knowledge about Covid-19, the level of compliance with the lockdown protocol on boarding campus, and to find out whether there is a significant relationship between the two variables. The method used in this research is a descriptive correlation study with a cross sectional design (cross-sectional). The population is students who live in dormitories, both male and female, with a sample size of 66 students. Data collection was carried out by distributing knowledge and compliance questionnaires via google form. Data analysis was performed using SPSS software. It was found that the level of knowledge of boarding students about Covid-19 was in the good category with an average score of 80.77. The level of student compliance is in the high category with an average score of 70.6. The rcount value of 0.31 is greater than the rtable value of 0.2423 and the significance value (p-value) is 0.805 which is greater than the alpha 0.05. Thus it can be concluded that the relationship between the two variables is positive in the weak or insignificant category of the relationship. Keywords: Covid-19, Compliance with the Lockdown program, Knowledge of Covid-19
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT KECEMASAN LANJUT USIA TERHADAP COVID-19 Richard Jonathan Sitohang; Idauli Simbolon
NUTRIX Vol 5 No 1 (2021): Volume 5, Issue 1, 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol5.Iss1.540

Abstract

Abstrak Coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang dapat ditularkan dari seseorang yang positif Covid-19 melalui percikan cairan dari mulut atau hidung saat orang tersebut batuk dan bersin. Covid-19 ini sudah menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat global khususnya lanjut usia yang sangat rentan kepada penularan penyakit ini. Asumsi dasar penelitian ini adalah bahwa lansia yang memiliki pengetahuan yang baik terhadap Covid-19 dapat menurunkan kecemasan mereka terhadap penularan penyakit ini. Oleh Karena itu penelitian ini bertujuan untuk Menggambarkan tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan lansia terhadap covid-19, dan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis data diperoleh berdasarkan survey menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan. Populasinya adalah lansia dengan jumlah sampel 32 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui melalui google form. Analisis data menggunakan SPSS. Didapati bahwa tingkat pengetahuan lansia termasuk dalam kategori cukup dengan nilai rata-rata 79.92%. tingkat kecemasan lansia termasuk dalam kecemasan ringan/tanpa gejala sebanyak (63%). Hubungan tingkat pengetahuan dan kecemasan berada pada kategori hubungan lemah dengan nilai r hitung adalah -0,091 dan nilai p-value 0,619>0,05 yang mengindikasikan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan lansia terhadap Covid-19. Kata Kunci: Covid-19, Kecemasan, Pengetahuan Abstract Coronavirus (COVID-19) is an infectious disease that can be transmitted from someone who is positive for Covid-19 through droplets of liquid from the mouth or nose when the person coughs and sneezes. Covid-19 has caused anxiety among the global community, especially the elderly who are very vulnerable to the transmission of this disease. The basic assumption of this study is that the elderly who have good knowledge of Covid-19 can reduce their anxiety about the transmission of this disease. Therefore, this study aims to describe the level of knowledge and anxiety levels of the elderly about Covid-19, and to find out whether there is a significant relationship between the two variables. The method used in this research is descriptive with the type of data obtained based on a survey using a questionnaire level of knowledge and level of anxiety. The population is the elderly with a sample size of 32 people. Data collection is done by distributing questionnaires via google form. Data analysis using SPSS. It was found that the knowledge level of the elderly was in the moderate category with an average score of 79.92%. The level of anxiety in the elderly was classified as mild / asymptomatic as much (63%). The relationship between the level of knowledge and anxiety is in the weak relationship category with the calculated r value of -0.091 and a p-value of 0.619> 0.05, which indicates that there is no significant relationship between the level of knowledge and the level of anxiety in the elderly against Covid-19. Key words: Anxiety, Covid-19, Knowledge
PERAWATAN SETELAH KEMATIAN DALAM BUDAYA SUKU BATAK TOBA: STUDI ETNOGRAFI Idauli Simbolon; Albinur Limbong
NUTRIX Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Issue 2, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss2.862

Abstract

Abstract Various cultural and religious traditions and practices associated with death. The nurse must ensure that any ritual is implied according to the client's belief and culture. The purpose of the study is to explore the cultural activities of care after the death of Christian elderly in Batak Tobanese culture in Indonesia. Method of this study is qualitative with an ethnography approach. Data is obtained by in-depth interviews with six traditional kings of the Batak Tobanese tribe. Informants were approached by snowballing. Data were analyzed using content analysis. Several themes and categories emerged: the level of death, personal care, position of the hands, wailing, piece of linen (Ulos), and cemetery. Care after death in Batak Tobanese culture is very unique and different from other tribes. Each symbol implies important meaning. Inappropriate in executing the meaning of these symbols may cause problems in the funeral procession. Therefore, nurses responsible for providing appropriate handling start from the beginning such as personal care and proper hand position according to the level of the death before the dead body is discharged from hospital. Key word: after death, Batak Toba, Care Abstrak Berbagai tradisi dan praktik budaya dan agama terkait dengan kematian. Perawat harus memastikan bahwa setiap ritual diaplikasikan sesuai dengan keyakinan dan budaya klien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kegiatan budaya perawatan setelah kematian lansia Kristen dalam budaya Batak Toba di Indonesia. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh dengan wawancara mendalam dengan enam raja adat suku Batak Toba. Informan didekati dengan cara snowballing. Data dianalisis menggunakan analisis isi. Beberapa tema dan kategori muncul: tingkat kematian, perawatan, posisi tangan, ratapan, kain ulos, dan kuburan. Perawatan setelah kematian dalam budaya Batak Toba sangat unik dan berbeda dengan suku-suku lainnya. Setiap simbol menyiratkan makna penting. Ketidaktepatan dalam melaksanakan makna simbol-simbol tersebut dapat menimbulkan masalah dalam prosesi pemakaman. Oleh karena itu, perawat bertanggung jawab untuk memberikan penanganan yang tepat mulai dari awal seperti perawatan diri dan posisi tangan yang tepat sesuai dengan tingkat kematian sebelum jenazah dipulangkan dari rumah sakit. Key word: Batak Toba, Perawatan, Setelah Kematian
Kajian Tingkat Kecemasan Mahasiswa Dalam Menyusun Tugas Akhir Berdasarkan Visual Analogue Scales Rusmita Sitorus; Idauli Simbolon
NUTRIX Vol 7 No 2 (2023): Volume 7, Issue 2, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i2.1028

Abstract

Based on preliminary research, students who are preparing research or final assignments experience many obstacles that cause anxiety. Anxiety is a condition that causes a person to feel uneasy, uncomfortable, afraid, worried, and uneasy about everything, which is followed by various physical symptoms. This research aims to determine the level of student anxiety in preparing their final assignment using quantitative descriptive methods by collecting data using a questionnaire that uses a visual analog scale (VAS). The results of this research showed that the anxiety scale of students who were completing their final assignments was in the heavy category. The tension scale of students who are completing their final assignment is in the medium category. The fear of failure scale of students who are completing their final assignment is in the severe category. The sleep pattern scale of students who are completing their final assignments is in the medium category. The concentration scale of students who are completing their final assignments is in the medium category. The depression scale of students who are completing their final assignment is in the medium category. There were differences in the scales of anxiety, tension, fear of failure, sleep patterns, concentration, and depression between men and women. There were differences in the scales of anxiety, tension, fear of failure, sleep patterns, concentration, and depression based on the type of final project (KTI, Thesis, and KIA). It is recommended to investigate further the factors that cause female students to be more anxious, more tense, more depressed and have sleep disorders than male students. Likewise, there are factors that cause male students to have more difficulty concentrating and are more afraid of failure than female students. Keywords: Anxiety, Final Assignments, Visual Analog Scale Abstrak Berdasarkan studi pendahuluan bahwa mahasiswa yang sedang menyusun penelitian ataupun tugas akhir banyak mengalami kendala yang menyebabkan kecemasan. Kecemasan merupakan keadaan dimana mengakibatkan seseorang merasa tidak tenang, tidak nyaman, rasa takut, khawatir, dan tidak tentram dalam segala hal sehingga diikuti berbagai gejala fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan mahasiswa dalam menyusun tugas akhir dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang menggunakan visual analog scale (VAS). Hasil penelitian ini didapat bahwa skala cemas mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori berat. Skala tegang mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori sedang. Skala takut gagal mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori berat. Skala pola tidur mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori sedang. Skala konsentrasi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori sedang. Skala depresi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori sedang. Ditemukan perbedaan skala cemas, tegang, takut gagal, pola tidur, konsentrasi, dan depresi antara laki-laki dan perempuan. Ditemukan perbedaan skala cemas, tegang, takut gagal, pola tidur, konsentrasi, dan depresi berdasarkan jenis tugas akhir (KTI, Skripsi, dan KIA). Disarankan untuk diteliti lebih lanjut faktor-faktor yang menyebabkan mengapa perempuan lebih cemas, lebih tegang, lebih depresi dan terganggu tidur dibanding laki-laki. Begitu juga dengan faktor-faktor yang menyebabkan laki-laki lebih sulit berkonsentrasi dan lebih takut gagal dibanding perempuan. Kata Kunci: Kecemasan, Tugas akhir, Visual Analogue Scales
Description Of Anxiety, Depression, And Stress In Diploma Nursing Students Caring For The Elderly During Clinical Practice Sianipar, Claudia Vytha Cantica; Simbolon, Idauli
NUTRIX Vol 9 No 2 (2025): Volume 9, Issue 2, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i2.1364

Abstract

Clinical practice is beneficial in gaining definite experience to achieve professional skills including knowledge, technical and social skills or good communication. However, during the practical placement, often nursing students experience anxiety, depression and stress. This study aims to describe the level of anxiety, depression and stress experienced, identify the factors causing anxiety faced, and identify coping strategies used by D3 Nursing students in overcoming anxiety, depression and stress when caring for the elderly during clinical practice in hospitals. This study uses a mixed method with explanatory sequential design.  The study population is D3 Nursing students of Surya Nusantara University who care for the elderly during clinical practice in hospitals, while the sample is total sample of 30 students for quantitative data, and 5 students based on data saturation for qualitative data. Data collection procedures used the DASS 21 (Depression Anxiety Stress Scale 21) instrument for qualitative data, and an online interview using zoom meeting by initiating open-ended questions for qualitative data. Qualitative data is analyzed using SPSS descriptive analysis while qualitative data is analyzed through content analysis. Both quantitative and qualitative found that nursing students were experience anxiety, depression, and stress with various level of anxiety, depression and stress from range of mild to very severe with anxiety occupying the most prominent position compared to the other two conditions. Based on qualitative data, the cause, the symptoms, and copying strategy for anxiety, depression, and stress are also found. The recommendations are directed toward preceptors, nursing students themselves and their junior. Praktik klinis bermanfaat dalam memperoleh pengalaman nyata untuk mencapai keterampilan profesional, termasuk pengetahuan, keterampilan teknis dan sosial, atau komunikasi yang baik. Namun, selama praktik kerja, mahasiswa keperawatan seringkali mengalami kecemasan, depresi, dan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan, depresi, dan stres yang dialami, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kecemasan yang dihadapi, dan mengidentifikasi strategi koping yang digunakan mahasiswa D3 Keperawatan dalam mengatasi kecemasan, depresi, dan stres saat merawat lansia selama praktik klinis di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain ekplanatory sequential. Populasi penelitian adalah mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Surya Nusantara yang merawat lansia selama praktik klinis di rumah sakit, sedangkan sampel penelitian adalah total sampel sebanyak 30 mahasiswa untuk data kuantitatif, dan 5 mahasiswa berdasarkan saturasi data untuk data kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan instrumen DASS 21 (Depression Anxiety Stress Scale 21) untuk data kualitatif, dan wawancara daring menggunakan zoom meeting dengan mengajukan pertanyaan terbuka untuk data kualitatif. Data kualitatif dianalisis menggunakan analisis deskriptif SPSS, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui analisis isi. Baik secara kuantitatif maupun kualitatif, ditemukan bahwa mahasiswa keperawatan mengalami kecemasan, depresi, dan stres dengan berbagai tingkat kecemasan, depresi, dan stres, mulai dari ringan hingga sangat berat, dengan kecemasan menempati posisi paling menonjol dibandingkan dua kondisi lainnya. Berdasarkan data kualitatif, penyebab, gejala, dan strategi meniru kecemasan, depresi, dan stres juga ditemukan. Rekomendasi ditujukan kepada preceptor, mahasiswa keperawatan itu sendiri, dan junior mereka.
Validasi Isi Pengembangan Instrumen Evaluasi Kualitas Program Preceptorship Keperawatan Dengan Menggunakan Content Validity Ratio Simbolon, Harlon; Simbolon, Idauli
NUTRIX Vol 9 No 2 (2025): Volume 9, Issue 2, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i2.1400

Abstract

A good research instrument is a valid instrument that is useful for measuring what it is supposed to measure. One important step in obtaining a valid instrument is conducting content validation. Therefore, the purpose of this study was to validate the content of the nursing preceptorship program quality evaluation instrument being developed. Content validation determines which items are valid and which are invalid. Content validity provides evidence of the extent to which the instrument's elements are relevant and representative of the construct targeted for the assessment purpose. The method used in this validation is to calculate the Content Validity Ratio (CVR). The developed instrument contains 238 questions consisting of three dimensions: structure, process, and outcome. This questionnaire was sent to nine experts in the field of preceptorship who were selected based on their specific expertise and length of work in the preceptor field. To determine whether the instrument items were valid or not, the CVR value for the nine experts was 0.75-1. In other words, all items with a CVR value <0.75 were considered invalid and were eliminated. Based on the results of the CVR value analysis of 238 questions, it was found that there were 43 items whose CVR value was <0.75 so these items were eliminated. Thus, there are 195 valid questions with a CVR value of 0.75 or higher. The content validation stage of this instrument development has been carried out in accordance with instrument development principles and will proceed to the next stage, pilot testing. Instrumen penelitian yang baik adalah instrumen yang valid yang berguna untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Salah satu tahapan penting dalam mendapatkan instrumen yang valid adalah melakukan melakukan validasi isi. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan validasi isi instrumen evaluasi kualitas program preseptorship keperawatan yang sedang dikembangkan. Validasi isi menentukan butir mana yang valid dan butir mana yang tidak valid. Validitas isi memberikan bukti tentang sejauh mana unsur-unsur instrumen relevan dan representatif terhadap konstruk yang ditargetkan untuk tujuan penilaian tersebut. Metode yang digunakan dalam validasi ini adalah dengan menghitung nilai Content Validity Ratio (CVR). Instrumen yang dikembangkan berisi 238 butir pertanyaan yang terdiri dari 3 dimensi yaitu struktur, proses, dan hasil. Kuesioner ini dikirimkan kepada sembilan pakar dibidang preceptorship yang dipilih berdasarkan kepakaran khusus dan lamanya bekerja dibidang preceptor. Untuk menentukan butir instrumen valid atau tidak, nilai CVR untuk jumlah 9 pakar adalah 0,75-1. Dengan kata lain semua item yang nilai CVR <0.75 dianggap tidak valid dan dieliminasi. Berdasarkan hasil analisis nilai CVR dari 238 butir pertanyaan ditemukan ada 43 item yang nilai CVRnya <0.75 sehingga butir tersebut dieliminasi. Dengan demikian ada 195 butir pertanyaan yang valid dimana nilai CVR 0,75 keatas. Tahapan validasi isi pengembangan instrumen ini telah dilakukan sesuai dengan kaidah pengembangan instrumen dan akan dilanjutkan kepada tahapan berikutnya yaitu pilot testing.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien yang Berobat di Klinik Universitas Advent Indonesia Abineno, Relvan; Simbolon, Idauli
NUTRIX Vol 8 No 1 (2024): Volume 8, Issue 1, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i1.1111

Abstract

Hypertension is a condition where blood pressure exceeds normal limits and is a serious problem that attacks people of all ages. Observation results showed that there were many patients seeking treatment at the UNAI Clinic who had a history of hypertension. The aim of this study was not to explore the factors associated with the incidence of hypertension in patients seeking treatment at the UNAI clinic. The method used is a quantitative method with an associative (correlation) design. The population is hypertension sufferers with a sample size of 30 people selected based on purposive sampling technique. Data collection was carried out cross-sectionally using a research instrument in the form of a questionnaire adopted from previous research which has been validated and has a Cronbach alpha value of 0.661. For demographic data, descriptive statistical tests were carried out and for relationship tests, Spearman correlation tests were carried out in relation to the data obtained in categorical form. The results of the study showed that there was a significant relationship with the incidence of hypertension, with age (p. value=0.011). However, there was no significant relationship between the incidence of hypertension and other factors, including: family history of hypertension (p. value=0.244), and consumption of salty foods (p. value=0.133), gender (p. value=0.755), level of activity (p. value=0.694), smoking habits (p. value=0.804), coffee drinking habits (p. value=0.463), and body mass index (p. value=0.068). Thus, it can be concluded that the factor related to the incidence of hypertension is age. It is recommended for future researchers to study with a larger sample size, and other factors such as stress, depression, and so on. Hipertensi merupakan keadaan tekanan darah melebihi batas normal dan menjadi masalah serius dengan menyerang masyarakat dengan semua kalangan usia. Hasil observasi didapati bahwa terdapat banyak pasien yang berobat di Klinik UNAI memiliki riwayat penyakit hipertensi. Tujuan penelitian ini unutuk mengeksplorasi faktor-faktor yang terkait dengan kejadian hipertensi pada pasien yang berobat ke klinik UNAI. Metode yang digunakan adalah studi analitik dengan metode kuantitatif. Korelatif. Sampel yang digunakan berjumlah 30 orang berdasarkan Teknik sampling secara purposive. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang diadaptasi untuk mengukur hubungan faktor dengan kejadian hipertensi. Data yang diperoleh diolah menggunakan SPSS dengan menggunakan uji univariat dan bivariat (uji pearson correlation). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi, diantaranya: usia (p. value=0,010), riwayat hipertensi dalam keluarga (p. value=0,003), dan konsumsi makanan asin (p. value=0,024). Hasil penelitian juga menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi seperti faktor: jenis kelamin (p. value=0,755), tingkat aktivitas (p. value=0,716), kebiasaan merokok (p. value=0,804), kebiasaan minum kopi (p. value=0,529), dan indeks massa tubuh (p. value=0,164). Dengan demikian dapat disimpulkan ada satu faktor yang dapat dikontrol yang berhubungan dengan hipertensi, yaitu konsumsi makanan bergaram. Untuk itu disarakan pada kelompok responden ini untuk mengurangi konsumsi garam setiap harinya. Dengan demikian tekanan darah dapat diturunkan dan dosis obat dapat dikurangi penggunaannya.
Exploring The Essence of Web-Based Interactive Learning to Enhance Higher Order Thinking Skills in Nursing Students: A Focus Group Study: Web-based interactive learning for nursing education Tambunan, Evelyn Hemme; Simbolon, Idauli; Rantung, Jeanny
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1190

Abstract

This study aims to explore the essence of web-based interactive learning to enhance HOTS-analyzing, evaluating and creating in nursing students. This study implemented a qualitative research approach based on two focus group interviews on a sample of 20 resource participants including nursing students and faculty members from bachelor nursing program and information technology program at Universitas Advent Indonesia. All interviews were recorded, transcribed verbatim and analyzed for thematic contents using the standard to a consensus on thematic coding, the investigators finally convened to examine, classify, and arrange themes and categories. A thematic content analysis yielded three core themes: Gaps in Current Learning Methods, Potential Benefits of Web-Based Interactive Tools, Perceived Challenges. Categories were consented as variability in learning paces, engagement with teaching material, adaptability in learning approaches, feedback timeliness, interactive learning, resource and scalability limitations, enhanced flexibility, increased engagement through interactive features, personalized learning experiences, improved access to resources, support for collaborative learning, efficiency and scalability, technical issues, digital divide, reduced face-to-face interaction, equity and inclusivity, potential over-reliance on technology, privacy and security. This study highlights the multifaceted nature of the essence of web-based interactive learning to enhance higher order thinking nursing students. Implications are seen as valuable for enhancing higher order thinking skills to teaching, learning and academic support resources.