Ahmad Habib
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kawasan Wisata Trawas Mojokerto Melalui Pengolahan Produk Turunan Pisang dan Ketela Muhammad Firdaus; Ahmad Habib; Sugiono Sugiono
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v3i2.1705

Abstract

Desa Penanggungan adalah sebuah desa di Kecamatan Trawas  Kabupaten  Mojokerto, Propinsi Jawa Timur. Luas wilayahnya mencapai 474 Ha dengan ketinggian rata- rata 700 mdpl. Kecamatan Trawas merupakan salah satu lokasi wisata alam yang terkenal di Jawa Timur. Pada umumnya mata pencaharian warga adalah sebagai petani kebun, pegawai negeri/swasta, serta pelaku UKM. Hasil kebun berupa pisang dan ketela yang melimpah sepanjang tahun, mendorong sebagian warga menjadi pelaku UKM keripik pisang dan ketela pohon. Saat ini UKM mitra yakni UKM Lestari Jaya dan UKM Rizal Jaya, sangat membutuhkan peningkatan kapasitas produksi dan pemasaran. Selama ini proses produksi keripik pisang/ketela pohon di UKM mitra  masih dilakukan secara tradisional. Proses produksi yang meliputi pengupasan kulit ketela, pemotongan/perajangan, penggorengan hingga pengemasan masih dilakukan secara manual menggunakan alat-alat dapur yang sederhana. Kondisi semacam ini menimbulkan banyak kesulitan. Pada proses pengupasan kulit ketela, permasalahan yang timbul adalah faktor kecepatan dan keamanan. Pada proses pemotongan ketela/pisang, permasalahannya disamping bagaimana cara memotong secara cepat dan aman, juga  bagaimana  hasil potongan mempunyai ketebalan dan bentuk yang seragam. Ketebalan pemotongan menjadi penting karena akan mempengaruhi kerenyahan. Sedangkan bentuk potongan(bulat/pipih, utuh/sobek) akan berpengaruh pada tampilan keripik tersebut. Dengan berbagai keterbatasan tersebut, mengakibatkan UKM Mitra hanya mampu menghasilkan pemotongan 24 tandan pisang serta 30-40 kg ketela perhari. Hal inilah yang menyebabkan pemenuhan permintaan menjadi terbatas. Saat ini, UKM mitra hanya dapat memenuhi pesanan 4-5 toko oleh-oleh di kecamatan trawas saja. Padahal jumlah toko oleh- oleh di kecamatan trawas dan sekitarnya mencapai puluhan. Belum lagi potensi pasar yang bisa diraih melalui pemasaran secara online. Setelah melalui analisis kondisi dan diskusi dengan UKM mitra, disepakati bahwa permasalahan-permasalahan yang terjadi akan diatasi dengan cara sebagai berikut; untuk pengupasan kulit ketela, akan dibuatkan alat pengupas kulit ketela. Untuk pemotongan pisang/ketela, akan dibuatkan mesin pemotong atau perajang. Mesin ini harus mampu memotong dengan ketebalan yang seragam, serta dengan bentuk potongan yang berbeda-beda. Adapun untuk pemasaran online, UKM mitra akan dibuatkan website pemasaran produk beserta pelatihan pemanfaatan aplikasi-aplikasi pemasaran produk berbasis smartphone.  Kata Kunci: peningkatan kualitas produksi, peningkatan kapasitas produksi, pemasaran online, UKM, keripik pisang dan ketela
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ahmad Habib; Muslihun; Ma’rup; Irham Abdul Haris
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 3: Mei 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran Cooperative Learning dalam meningkatkan pemahaman konsep agama Islam di kalangan siswa SMP Islam di Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen kontrol acak dengan pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Islam di Bandar Lampung, dengan sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih secara acak. Satu kelas (n=30) ditetapkan sebagai kelompok eksperimen yang menerapkan model Cooperative Learning, sedangkan kelas lain (n=30) sebagai kelompok kontrol yang meneruskan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep agama Islam sebelum dan setelah penerapan model Cooperative Learning, serta observasi dan angket untuk mengamati interaksi siswa dalam kelompok saat penerapan model pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji-t untuk menguji perbedaan rata-rata pemahaman konsep agama Islam antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam pemahaman konsep agama Islam antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Rata-rata skor pemahaman konsep agama Islam pada kelompok eksperimen (85,3) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (72,8). Selain itu, observasi juga menunjukkan interaksi yang lebih aktif dan kolaboratif dalam kelompok eksperimen. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Cooperative Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep agama Islam di kalangan siswa SMP Islam di Bandar Lampung. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah agar sekolah-sekolah mempertimbangkan untuk menerapkan model pembelajaran ini dalam pembelajaran agama Islam guna meningkatkan pemahaman siswa.