Bening Tri Suwasono
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RUPA TOPENG KLATEN KOLEKSI BAMBANG SUWARNO Bening Tri Suwasono
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 8, No 3 (2013)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.089 KB) | DOI: 10.33153/dewaruci.v8i3.1125

Abstract

This article results from research that focuses on study how the Klaten masks. How the symbolic meanings of the Klatenmaska. How the appearce of the Klaten masks Bambang Suwarno’s collection. The aim of the research was to discover andexplain the existence of the Klaten masks, symbolic meanings, and appearce of the Klaten masks Bambang Suwarno’scollection. The method used for the study was a qualitative research method, the interaction analysis approach which wasstructured to cover a historical study, symbolic meanings, and analysis Klaten masks Bambang Suwarno’s collection (Panji,Candrakirana, Klana, Penthul, Tembem), and conclusion. The results was studied of the details as part of the masks likes eyeshape, eyebrows, nose, mouth, ornaments and other. The symbolic meanings of the Klaten masks is the connection betweenthe microcosm and macrocosm embodied in the characters and colors.Keywords: Klaten mask, symbolic meaning, characters.
RUPA TOPENG PANJI GAYA YOGYAKARTA DI MUSEUM SONOBUDOYO Bening Tri Suwasono
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel tentang rupa topeng Panji gaya Yogyakarta ini merupakan kajian hasil penelitian yang berusaha untuk mengetengahkan permasalahan berkaitan dengan bagaimana latar belakang keberadaan kesenian topeng di Yogyakarta, bagaimana makna simbolis yang terkandung di dalam topeng Panji, dan bagaimana rupa topeng Panji gaya Yogyakarta di Museum Sonobudoyo. Tujuan dari penelitian adalah untuk melihat sejauhmana keberadaan kesenian topeng Panji di Yogyakarta lewat penelusuran jejak artefak, selain itu hasil dari penelitian ini dapat menambah khasanah keilmuan khususnya seni rupa tradisi lewat visual topeng Panji gaya Yogyakarta yang menjadi bagian dari koleksi museum Sonobudoyo. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan studi kasus tunggal, yaitu rupa topeng Panji gaya Yogyakarta koleksi museum Sonobudoyo. Sumber data yang pakai dalam penelitian ini didapatkan dari narasumber dan sumber tertulis. Secara teknis pengumpulan data dilakukan melalui cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keberadaan topeng sebagai artefak budaya tida bisa diabaikan begitu saja. Terbukti setelah dilakukan sebuah kajian menunjukkan bahwa topeng Panji gaya Yogyakarta memiliki akar sejarah yang kuat, serta di dalamnya terdapat makna simbolis yang kuat pula. Topeng sebagai sebuah artefak budaya keberadaannya dapat terindra secara fisik. Topeng cerita Panji gaya Yogyakarta di museum Sonobudoyo memiliki bentuk visual yang menarik. Berdasarkan hasil kajian didapatkan sebuah kesimpulan bahwa topeng Panji gaya Yogyakarta memiliki karakteristik yang menjadi penciri/pembeda dengan topeng Panji lainnya
Identifikasi Visual Morfologis sebagai Strategi Kuratorial dalam Pengelolaan Koleksi Keris Museum Majapahit Trowulan Bening Tri Suwasono; Sunarmi Sunarmi; Devi Nirmala Muthia Sayekti
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrsendem.v4i1.7888

Abstract

The Majapahit Museum houses a significant collection of tosan aji, particularly keris, which holds important historical, technological, and symbolic value within Javanese culture. However, a substantial portion of the collection lacks clear provenance and stratigraphic context, resulting in data gaps and potential misinterpretations, especially regarding Majapahit-period attribution. This study aims to examine strategies for managing non-stratigraphic keris collections through standardized visual-morphological identification as an initial curatorial approach. The research employs direct artifact observation, morphological analysis of blades and ricikan, visual examination of pamor configurations, and a review of museological, keris studies, and archaeometallurgical literature. The findings demonstrate that standardized morphological identification provides a systematic framework for preliminary classification while preventing speculative chronological claims. The study also emphasizes the necessity of separating blade analysis from keris fittings and highlights the limitations of visual assessment in determining tangguh, which requires support from non-destructive metallurgical analyses. As a practical contribution, this article proposes strengthening curatorial standards through the development of morphology-based artifact labels (manual and digital), multidisciplinary scholarly catalogues, and the integration of documentation and material analysis technologies. This approach positions the Majapahit Museum as a knowledge-producing institution in tosan aji studies rather than merely a repository of artifacts.   Kata Kunci : Museum Majapahit, Keris, Identifikasi Morfologis, Ricikan, Tangguh Keris