Kurriawan Budi Pranata
Universitas Kanjuruhan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PBL BERBASIS FLIPPED CLASS TERHADAP PRESTASI DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA Wolfharda Fitriani Sinmas; Chandra Sundaygara; Kurriawan Budi Pranata
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 1 No. 3 (2019): September
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v1i3.3730

Abstract

Kegiatan pembelajaran fisika hendaknya lebih melibatkan siswa secara aktif dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dalam pembelajaran. Untuk memfasilitasinya diperlukan model ataupun metode pembelajaran inovatif, yang berorientasi pada masalah dan bersifat student centered. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran PBL dengan metode flipped class. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL berbasis flipped class terhadap prestasi belajar ditinjau dari motivasi belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 2 Singosari tahun pelajaran 2018/2019. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimen dengan rancangan penelitian posstest only control grup design. Data dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA dua jalur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) ada perbedaan prestasi belajar siswa yang belajar melalui model pembelajaran problem based learning berbasis flipped class dengan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional, nilai signifikkansi 0.00 < 0.05; (2) ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, nilai signifikansi 0.01 < 0.05; (3) terdapat interaksi antara model pembelajaran problem based learning berbasis flipped class dengan motivasi terhadap prestasi belajar siswa, nilai Fhitung > Ftabel ( 6.24 > 3. 91).
UPAYA MEREDAM MISKONSEPSI SISWA MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI HUKUM II NEWTON DI SMPN 10 MALANG KELAS VIII Wiwin Indriani Ina; Kurriawan Budi Pranata; Hena Dian Ayu
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 2 No. 2 (2020): Juni
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v2i2.4714

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan maksud (1) mengetahui perbedaan miskonsepsi terhadap peserta didik yang memakai model pembelajaran DL dan model pembelajaran konvensional (2) mengetahui hubungan dari model pembelajaran DL dengan Three Tier Test terhadap miskonsepsi siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonrandomised Control Group Posttest Design. Metode yang digunakan adalah eksperimen yang semu (quasi Experiment Design), dengan rancangan The Maching- only posttest control group design. Penilaian kemampuan awal siswa dilakukan dengan mengambil nilai rata-rata siswa sedangkan untuk penilaian miskonsepsi peserta didik dilakukan melalui posttest dan Three Tier Test. Data yang yang diperoleh kemudian diuji analisis dengan Uji Anova Dua Jalur (Two Way Anova) menggunakan bantuan program Microsoft Excel 2013. Berdasarkan data analisis data uji statistik diperoleh bahwa ada perbedaan miskonsepsi siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran DL terhadap peserta didik yang belajar memakai model pembelajaran pada umumnya yaitu model pembelajaran konvensional. Hal tersebut di buktikan dengan analisis yaitu F_Hitung > F_Tabel (4.1 > 3.92), dengan taraf signifikansi 5% dan diambil dari nilai rata-rata kemampuan awal siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran DL lebih tinggi yaitu 80.033 dibandingkan dengan nilai pemahaman konsep siswa yang memakai model pembelajaran pada umumnya yaitu model pembelajaran konvensional dengan nilai yaitu 67,167. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian ini mengungkapkan dimana model pembelajaran DL membawa dampak positif. Penelitian ini dilakukan dengan maksud (1) mengetahui perbedaan miskonsepsi terhadap peserta didik yang memakai model pembelajaran DL dan model pembelajaran konvensional (2) mengetahui hubungan dari model pembelajaran DL dengan Three Tier Test terhadap miskonsepsi siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonrandomised Control Group Posttest Design. Metode yang digunakan adalah eksperimen yang semu (quasi Experiment Design), dengan rancangan The Maching- only posttest control group design. Penilaian kemampuan awal siswa dilakukan dengan mengambil nilai rata-rata siswa sedangkan untuk penilaian miskonsepsi peserta didik dilakukan melalui posttest dan Three Tier Test. Data yang yang diperoleh kemudian diuji analisis dengan Uji Anova Dua Jalur (Two Way Anova) menggunakan bantuan program Microsoft Excel 2013. Berdasarkan data analisis data uji statistik diperoleh bahwa ada perbedaan miskonsepsi siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran DL terhadap peserta didik yang belajar memakai model pembelajaran pada umumnya yaitu model pembelajaran konvensional. Hal tersebut di buktikan dengan analisis yaitu F_Hitung > F_Tabel (4.1 > 3.92), dengan taraf signifikansi 5% dan diambil dari nilai rata-rata kemampuan awal siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran DL lebih tinggi yaitu 80.033 dibandingkan dengan nilai pemahaman konsep siswa yang memakai model pembelajaran pada umumnya yaitu model pembelajaran konvensional dengan nilai yaitu 67,167. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian ini mengungkapkan dimana model pembelajaran DL membawa dampak positif. Penelitian ini dilakukan dengan maksud (1) mengetahui perbedaan miskonsepsi terhadap peserta didik yang memakai model pembelajaran DL dan model pembelajaran konvensional (2) mengetahui hubungan dari model pembelajaran DL dengan Three Tier Test terhadap miskonsepsi siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonrandomised Control Group Posttest Design. Metode yang digunakan adalah eksperimen yang semu (quasi Experiment Design), dengan rancangan The Maching- only posttest control group design. Penilaian kemampuan awal siswa dilakukan dengan mengambil nilai rata-rata siswa sedangkan untuk penilaian miskonsepsi peserta didik dilakukan melalui posttest dan Three Tier Test. Data yang yang diperoleh kemudian diuji analisis dengan Uji Anova Dua Jalur (Two Way Anova) menggunakan bantuan program Microsoft Excel 2013. Berdasarkan data analisis data uji statistik diperoleh bahwa ada perbedaan miskonsepsi siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran DL terhadap peserta didik yang belajar memakai model pembelajaran pada umumnya yaitu model pembelajaran konvensional. Hal tersebut di buktikan dengan analisis yaitu F_Hitung > F_Tabel (4.1 > 3.92), dengan taraf signifikansi 5% dan diambil dari nilai rata-rata kemampuan awal siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran DL lebih tinggi yaitu 80.033 dibandingkan dengan nilai pemahaman konsep siswa yang memakai model pembelajaran pada umumnya yaitu model pembelajaran konvensional dengan nilai yaitu 67,167. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian ini mengungkapkan dimana model pembelajaran DL membawa dampak positif.