Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH BERBASIS AUDIO VISUAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Nur Aviva Zahara; Mohd. Fauziddin; Melvi Lesmana Alim; Iis Aprinawati; Sumianto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.36051

Abstract

This study aims to describe the application of the audio-visual-based Make a Match type cooperative model can increase student learning motivation in Indonesian language lessons in grade V elementary school.  This research was conducted at SDN 013 Sungai Tarap, Kampa District, Kampar Regency. The form of this research is class action research. This research data was obtained by means of observation. After that the data was analyzed qualitatively. This research was carried out in two cycles, with four stages, namely the planning, implementation, observation, and reflection stages. Based on the results of the research by applying the audio-visual-based Make a Match learning model in Indonesian language lessons can increase student learning motivation. This is because students experience increased motivation by paying attention to each indicator of motivation in learning can be seen in each cycle of meetings. In cycle I, it is known that the level of student learning motivation is only in the “medium” classification with a percentage of only reaching 67%, meaning that it has not reached the expected indicators in this study, and after improvements are made in the second cycle, it increases to the “Very High” classification with a percentage reaching 86.5%.
Penerapan Model Pembelajaran Think-Talk-Write Untuk Meningkatkan Komunikasi Matematis Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Betrick Desia Lusiana; Yenni Fitra Surya; Sumianto Sumianto; Iis Aprinawati; Nurmalina Nurmalina
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IV SD Muhammadiyah 002 Penyasawan melalui penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas guru dan siswa serta tes komunikasi matematis tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TTW mampu meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Pada pra tindakan, persentase ketuntasan siswa hanya 37,03% dengan rata-rata nilai 68,52. Setelah penerapan model TTW pada siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 55,56% dengan rata-rata 66,67. Pada siklus II, ketuntasan meningkat lebih jauh menjadi 70,37% dengan rata-rata nilai 74,53. Peningkatan ini menunjukkan bahwa model TTW efektif dalam meningkatkan komunikasi matematis siswa, khususnya dalam indikator written text, drawing, dan mathematical expression.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Wahyuni Wahyuni; Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi; Iis Aprinawati; Rusdial Marta; Sumianto Sumianto
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4439

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas II UPT SDN 008 Langgini pada materi pecahan masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari siswa yang belum mampu memahami masalah dengan baik, kesulitan menyusun rencana penyelesaian dalam bentuk model matematika, serta belum dapat melaksanakan rencana penyelesaian secara benar, lengkap, dan rinci. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian adalah 1 orang guru dan 15 orang siswa kelas II UPT SDN 008 Langgini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Pada pratindakan, rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa hanya mencapai 35% (kategori kurang). Setelah tindakan pada siklus I meningkat menjadi 53,33% (kategori kurang), dan pada siklus II meningkat menjadi 79,99% (kategori baik) serta telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi pecahan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas II UPT SDN 008 Langgini.
Penerapan Metode Guided Writing untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Eksposisi pada Siswa Sekolah Dasar Puja Zikra Nabila Dirma; Iis Aprinawati; Rizki Ananda; Putri Hana Pebriana; Rusdial Marta
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4444

Abstract

Rendahnya keterampilan menulis karangan eksposisi siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V UPT SDN 013 Muara Jalai menjadi permasalahan yang perlu segera diatasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menerapkan metode pembelajaran guided writing untuk membantu siswa menulis secara terarah melalui bimbingan guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan eksposisi siswa melalui penerapan metode guided writing di kelas V UPT SDN 013 Muara Jalai. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas dua pertemuan dengan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan pada akhir bulan September hingga awal bulan Oktober 2025. Subjek penelitian adalah 15 siswa kelas V yang terdiri atas 8 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi dengan instrumen berupa lembar observasi aktivitas guru dan siswa serta tes menulis karangan eksposisi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis karangan eksposisi siswa. Pada pratindakan keterampilan menulis siswa mencapai 33%, pada siklus I pertemuan I tetap 33%, kemudian meningkat menjadi 53% pada siklus I pertemuan II. Selanjutnya pada siklus II pertemuan I meningkat menjadi 73% dan meningkat kembali pada siklus II pertemuan II menjadi 86%. Dengan demikian, penerapan metode guided writing terbukti dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan eksposisi siswa kelas V UPT SDN 013 Muara Jalai.
Peningkatan Literasi Membaca dan Menulis Anak Melalui Program Rumah Baca di Desa Ridan Kabupaten Kampar Dwi Viora; Rusdial Marta; Iis Aprinawati; Citra Ayu
Jurnal Pesona Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Vo.1 No.1 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/peson.v1i1.3

Abstract

Program Rumah Baca Ramah Anak di Desa Ridan, Kabupaten Kampar, dirancang untuk mengatasi rendahnya tingkat literasi di wilayah terpencil. Program ini memanfaatkan pendekatan berbasis komunitas dengan melibatkan masyarakat lokal, sukarelawan, dan mitra eksternal dalam mendirikan dan mengelola Rumah Baca sebagai pusat literasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program terhadap peningkatan kemampuan membaca dan menulis anak-anak, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, dan memberikan rekomendasi untuk keberlanjutan program. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 75% peserta mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi, sementara kegiatan literasi di Rumah Baca menjadi ruang belajar yang inklusif dan menarik. Kendala utama yang dihadapi mencakup keterbatasan sumber daya, waktu fasilitator, dan keberlanjutan pendanaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan literasi dan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Untuk keberlanjutan program, diperlukan strategi penguatan kapasitas lokal, integrasi dengan pendidikan formal, dan dukungan jangka panjang dari pemerintah serta mitra eksternal.
Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Show and Tell pada Siswa Kelas IV SD Putri Hana Pebriana; Iis Aprinawati
NUSANTARA: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): Nusantara: Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia, Jl. Adi Sucipto Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, RT 001, RW 002, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/nusantara.v1i2.23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui penerapan metode Show and Tell pada siswa kelas IV Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa dalam mengungkapkan gagasan secara lisan, ditandai dengan rasa malu, kurang percaya diri, serta keterbatasan kosakata dalam berbicara di depan kelas. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas IV SD pada semester ganjil tahun pelajaran 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes keterampilan berbicara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa dari rata-rata nilai 65 pada pra-siklus, meningkat menjadi 74,2 pada siklus I, dan 84,3 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 33,3% menjadi 90%, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari kategori “kurang aktif” menjadi “sangat aktif”. Siswa tampak lebih berani, lancar, dan percaya diri saat berbicara di depan kelas. Dengan demikian, penerapan metode Show and Tell terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SD, serta menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna. Kata kunci: keterampilan berbicara, metode Show and Tell, pembelajaran bahasa Indonesia, sekolah dasar.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Ressyani Syafputri; Iis Aprinawati; Fadhilaturrahmi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 07, Nomor 02, Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v7i2.6148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berbicara siswa pada tema peduli kepada makhluk hidup melalui model cooperative script kelas IV SDN 016 Bangkinang Kota. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa. Sedangkan objek dalam penelitian ini model cooperative script dan keterampilan berbicara siswa. Penelitian ini dilaksanakan 2 siklus, tiap siklus dilaksanakan 2 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pada sebelum tindakan 55,76%. Kemudian dilakukan tindakan perbaikan dengan menggunakan model cooperative script Pada siklus I Pertemuan I ada peningkatan menjadi 70,96% lalu pada siklus I pertemuan II keterampilan berbicara siswa terjadi peningkatan 74,46%. Pada siklus II pertemeuan I keterampilan berbicara siswa meningkat 77,15% kemudian pada siklus II pertemuan II keterampilan berbicara siswa meningkat lagi menjadi Lagi 81%. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa model Cooperative Script dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada tema peduli terhadap makhluk hidup di kelas IV SDN 016 Bangkinang Kota.
Analisis Kompetensi Profesional Guru dalam Mata Pelajaran IPS Di UPT SD Negeri 013 Kumantan helmalia faujah; Rizki Ananda; Iis Aprinawati; M Syahrul Rizal; Yenni Fitra Surya
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 9, No 1 (2024): VOLUME 9 NUMBER 1 JANUARY 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v9i1.4726

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kompetensi profesional yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam mengajar mata pelajaran yang diampunya terutama pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang bagaimana gambaran kompetensi profesional guru dalam mata pelajaran IPS di SD Negeri 013 Kumantan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara rinci, menyeluruh dan mendalam. Subjek utama pada penelitian ini adalah 2 orang guru yaitu wali kelas V dan wali kelas VI di SD Negeri 013 Kumantan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles & Hubermen meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan akhir penelitian ini menunjukkan bahwa dilihat dari segi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan upaya meningkatkan kompetensi profesional sudah baik dilakukan, namun guru tetap harus mengomptimalkan dan memperbaiki diri lagi dalam proses pembelajaran guna untuk meningkatkan keprofesionalan dalam setiap mata pelajaran terutama mata pelajaran IPS.
Analisis Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Pendidikan di Sekolah Dasar: Pengabdian Yanti Yandri Kusuma; Nurhaswinda; Iis Aprinawati; Sumianto; Lusiana Jelita; Rizki Ananda
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4785

Abstract

This study aims to analyze the leadership of school principals in managing education at SDN 007 Pulau Lawas. School leadership plays a strategic role in determining the success of educational management, particularly in planning, organizing, implementing, and evaluating school programs. This study employed a qualitative approach using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The findings indicate that the principal has implemented leadership functions in school management; however, several aspects still require improvement, particularly teacher involvement in planning, sustainable academic supervision, and the utilization of evaluation results for decision-making. Strengthening participatory and effective leadership is expected to enhance the quality of educational management in elementary schools.
ANALISIS SUMBER-SUMBER PELANGGARAN DISIPLIN KELAS PADA PENGELOLAAN KELAS SEKOLAH DASAR yanti yandri; Sumianto; Iis Aprinawati; Rizki Ananda
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Vol.1 No. 1 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelanggaran disiplin kelas merupakan tantangan utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang tertib dan efektif di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis berbagai sumber pelanggaran disiplin dalam praktik pengelolaan kelas oleh mahasiswa PGSD Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran disiplin bersumber dari faktor internal siswa seperti emosi yang tidak stabil, serta faktor eksternal seperti kurangnya keteladanan guru, komunikasi yang tidak efektif, dan metode pembelajaran yang monoton. Lingkungan sosial siswa, peraturan yang tidak disosialisasikan dengan baik, serta fasilitas kelas yang kurang mendukung juga menjadi penyebab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan disiplin kelas membutuhkan pendekatan yang komprehensif, kolaboratif, dan edukatif dari seluruh pihak, termasuk guru, sekolah, dan masyarakat.